Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Personalistic System of Healthcare in Indonesia: A Case Study Deddy Mulyana; Dadang Rahmat Hidayat; Susanne Dida; Tine Silvana; Siti Karlinah; Jenny Ratna Suminar; Asep Suryana
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2020): June 2020 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v5i1.353

Abstract

The healthcare reality is composed of  biomedical,  naturalistic, and  personalistic systems. Although the three healthcare systems go separately, to some extent they are overlapped. This study aims to explore alternative healing practices in Indonesia based on the personalistic system. The method used is a case study. Data was collected in several big cities (Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Batam and Makassar) in Indonesia through Focus Group Discussion (FGD) with stakeholders of healthcare programs on media, interviews with physicians, alternative therapists and patients, observation of alternative therapies, and media content analysis. The results indicate that the healthcare practices based on the personalistic system is widespread throughout Indonesia, including religious treatment (often called ruqyah) involving religious chants and prayers. With some using herbal medicine, a lot of alternative therapies based on the personalistic system have been promoted through word of mouth (interpersonal communication) by common people as patients as well as through the electronic media (especially television), and print media (especially newspapers) in many areas in the country.
Pendekatan Triple Helix dalam Membentuk City Branding Sri Dewi Setiawati; Asep Suryana; Dadang Sugiana; Centurion Chandratama Priyatna
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.561

Abstract

City branding saat ini banyak digunakan sebagai strategi pemasaran pariwisata. Di Indonesia city branding masih hanya berbertuk jargon dari pemerintah saja. City branding bukan sebuah jargon, tetapi city branding adalah bagaimana menggali potensi daerah untuk membentuk positioning yang akan mudah diingat oleh para wisatawan. Untuk semakin memperkuat positioning tersebut, perlu peran aktif dari berbagai pihak dalam melakukan strategi branding dalam wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan sebuah konsep city branding dengan menggunakan pendekatan triple helix antara pemerintah, UKM dan pihak komunitas yang didalamnya banyak terdapat akademisi. Hasil dalam penelitian ini menjelaskan dalam membangun city branding penting membangun hubungan antara ketiga pilar pemerintah, UKM dan komunitas. Hal ini dikarenakan dalam membangun city branding, bukan hanya memberikan tagline atau jargon pada suatu wilayah. Tetapi perlu bukti fisik yang muncul, dapat dilihat dan dirasakan oleh para wisatawan. Peran aktif dari para pelaku UKM yang dibantu oleh komunitas kreatif dalam melahirkan produk-produk kreatif, menjadi peran penting dalam memberikan bukti fisik dari sebuah city branding. Peran pemerintah tentu menjadi yang utama, sebagai pemilik regulasi yang mendukung peran dari para UKM dan komunitas.
Komunikasi Pemasaran Olahraga Renang Dwini Hanika Reftari; Asep Suryana; Agus Setiaman
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.933 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v6i2.13221

Abstract

Komunikasi pemasaran memiliki peran penting dimana pemasaran olahraga menjadi salah satu kajian akademik yang menjelma menjadi sebuah bidang kajian yang menarik dan strategis dalam mendukung pembangunan, baik dalam pengertian pembangunan olahraga. Suatu organisasi menggunakan berbagai bentuk komunikasi pemasaran untuk mempromosikan apa yang mereka tawarkan dan mencapai tujuan finansial. Akan tetapi pada penelitian ini, organisasi PB PRSI adalah organisasi non-profit yang tujuan akhirnya tidak menghasilkan finansial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan strategi promosi yang dilakukan oleh organisasi PB PRSI dalam mempromosikan olahraga renang; serta untuk mengetahui alasan organisasi PB PRSI yang mengalami kendala dalam menjalankan strategi promosi olahraga renang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dapat mendeskripsikan, memahami, dan mengembangkan komunikasi pemasaran olahraga bagi organisasi PB PRSI. Data yang diperoleh melalui hasil wawancara dengan enam informan dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Observasi dengan cara mendapatkan video serta foto berupa sponsorship yang bekerjasama dengan PB PRSI; serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melaksanakan strategi promosi organisasi PB PRSI dalam mempromosikan olahraga renang di Indonesia ialah dengan berbagai macam cara mulai dari media sosial, media cetak, media televisi, serta melalui komunikasi pemasaran terpadu: berupa event. Cara mempromosikannya melalui beberapa konsep dari komunikasi pemasaran serta pemasaran olahraga seperti iklan, public relations, dan personal selling. Dalam melaksanakan strategi promosi organisasi PB PRSI terdapat beberapa kendala, diantaranya yakni fasilitas olahraga, prestasi yang sedang menurun, sponsorship, serta anggaran dana.
Mengembangkan instrumen pengukuran kekerasan komunikasi pada kelompok WhatsApp di lingkungan kerja dosen Ira Mirawati; Asep Suryana; Herlina Agustin; Mien Hidayat
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.382 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v7i2.23357

Abstract

Berkembang pesatnya media sosial telah memberikan ruang bagi para penggunanya untuk melakukan sekaligus mendapatkan kekerasan komunikasi. Kekerasan komunikasi melalui media sosial dapat terjadi pada berbagai kalangan, termasuk di lingkungan kerja dosen. Perilaku ini terjadi baik disengaja ataupun tidak, serta hadir dalam beragam bentuk bukan semata-mata pesan yang berisi caci maki, kebencian, atau perendahan. Pengalaman kekerasan komunikasi di tempat kerja, baik sebagai pengirim maupun penerima, dapat memiliki konsekuensi bagi emosi dan perilaku kerja seseorang. Berkaitan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah instrumen pengukuran kekerasan komunikasi yang dialami dosen termasuk emosi yang dirasakan dan perilaku kerja yang dapat dipengaruhinya. Pengembangan instrumen dilakukan dengan mengelaborasi komponen-komponen kekerasan komunikasi, emosi, dan perilaku kerja dengan Affective Events Theory. Pengujian instrumen dilakukan terhadap sampel penelitian yang diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling terhadap dosen perguruan tinggi di kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 dimensi yang terdiri dari 22 pertanyaan pada variabel kekerasan komunikasi, 2 dimensi yang terdiri dari 14 pertanyaan pada variabel emosi, dan 8 dimensi yang terdiri dari 25 pertanyaan pada variabel perilaku kerja dosen yang valid untuk diukur. Simpulannya adalah bahwa instrument yang dikembangkan pada penelitian ini dapat digunakan dalam penelitian yang mengukur pengaruh kekerasan komunikasi di lingkungan kerja dosen. Penelitian dengan instrumen ini disarankan menggunakan structural equation modelling dengan confirmatory factor analysis.
Efektivitas Komunikasi Pemasaran pada Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Bandung Asep Suryana
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 2, No 2 (2001): 'Chaos' Komunikasi 'Nothing to Hide'
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v2i2.739

Abstract

The objectives of the study were: (1) To know the dynamics of Small and middle Scale Industry (SMSI) in Kabupaten Bandun; (2) Individual effectivity on SMSI in KabupatenBandung; (3) Marketing communication management effectivity on SMSI in Kabupaten Bandung; (4) The correlation between organization dynamics level and individual effectivity on SMSI organization in Kabupaten Bandung; (5) The correlation between organization dynamics level and effectivity of marketing communication management on SMSI in Kabupaten Bandung; and (6) The correlation between individual effectivity level and effectivity of marketing communication management on SMSI in Kabupaten Bandung. The methodology used in this study was Survey Methods, to conducted the manager and workers of Small Scale Industry in Kabupaten Bandung as population target. The sample size was 60 respondents selected randomly based on sampling Random sample, technique. The results of the study showed that: (1) The dynamics of SMSI organization concerning on anatomy, structure, and process organization was effective; (2) the individual on SMSI organization concerning on motivation, attitude, aptitude, temperament, and role perception was effective; (3) The effectivity of marketing communication management on SMSI in Kabupaten Bandung concerning on planning, actuating, controlling, and marketing communication mix was effective; (4) The correlation between the dynamics organization level and individual effectivity on organization SMSI was significan; (5) The correlation between the dynamics organization level and effectivity of marketing communication management on SMSI in Kabupaten Bandung, was significan; and (6) The correlaton between individual effectivity on organization and effectivity of marketing communication managementon SMSI in Kabupaten Bandung was significant.
PENGARUH CORPORATE BRANDING BADAN PUSAT STATISTIK TERHADAP EVALUASI PRODUK SUSENAS Dewi Triana; Asep Suryana; Dandi Supriadi
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Branding merupakan proses stratergis pemasaran dalam komunikasi organisasi yang signifikan dapat membentuk citra positif yang bukan hanya untuk produk atau jasa, melainkan juga bagi perusahaan itu sendiri. Corporate branding akan menciptakan persepsi keterjaminan kualitas sebuah produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan tersebut. Penelitian ini bermaksud mengkaji pengaruh corporate branding terhadap evaluasi produk Susenas. Lokus penelitian adalah lembaga pemerintahan non kementerian, Badan Pusat Statistik, yang memproduksi data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Corporate branding dibentuk dari 4 dimensi yaitu corporate recognition, corporate image, corporate reputation, dan corporate loyality/commitment. Hasil kajian ini menunjukkan keempat dimensi tersebut secara stimultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap evaluasi produk susenas, namun bila diuji per dimensi, hanya dimensi corporate loyality yang memiliki pengaruh signifikan terhadap evaluasi produk susenas.
Pola Komunikasi Insan Berkemampuan Khusus: Studi Etnografi Komunikasi pada Interaksi Sosial Insan Berkemampuan Khusus di Rumah Autis Cabang Depok Fitria Ayuningtyas; Anter Venus; Asep Suryana; Yustikasari Yustikasari
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 3, No 2 (2020): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v3i2.1785

Abstract

Komunikasi merupakan sesuatu hal yang fundamental dalam kehidupan sehari-hari. Peran dasar komunikasi adalah jembatan untuk membangun interaksi sosial. Komunikasi digunakan setiap manusia sebagai sarana dalam berinteraksi sosial, namun beberapa orang terkadang mengalami gangguan dalam berkomunikasi dengan faktor gangguan yang tentunya berbeda-beda. Salah satu orang yang mengalami gangguan komunikasi dalam berinteraksi yaitu anak berkemampuan khusus. Insan Berkemampuan Khusus (atau biasa dikenal oleh masyarakat umum sebagai manusia berkebutuhan khusus) telah resmi dicanangkan pada tanggal 3 Desember 2019, momentum hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap tanggal 3 Desember juga oleh Rumah Autis dianggap tepat untuk dijadikan hari Insan Berkemampuan Khusus atau IBK’s day. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian etnografi komunikasi.Hasil pengamatan dan wawancara yang didapat kemudian dianalisis menggunakan elemen yang terdapat pada etnografi komunikasi yang lebih dikenal dengan kata SPEAKING yang terdiri dari setting/scene, participants, ends, act sequence, keys, instrumentalities, norms of interaction, genre. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan bahwa masalah utama dari insan berkemampuan khusus terutama anak autis adalah masalah komunikasi, interaksi sosial dan perilaku. Komunikasi yang digunakan oleh anak autis sangat unik dan menarik serta karakteristik dari autisme ini sangatlah beragam.
Examining the motives of the deaf watching news programs on TV related to satisfaction level Kurnia Standi; Asep Suryana; Jimi Narotama Mahameruaji
ProTVF Vol 7, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v7i2.49684

Abstract

Background: Television is still the media of choice used by various layers of society to seek information; one of the programs in question is news programs. On the other hand, television still relies on audiovisuals to convey its information. This phenomenon becomes an obstacle for deaf people to get the necessary information. Therefore, it encourages KPI with the Ministry of Social Affairs of the Republic of Indonesia to work with sign language interpreters to provide access to deaf people to obtain information. Purpose: This study aims to test the relationship between the motives of Deaf people in watching news programs on television and the level of satisfaction with news programs after the availability of accessibility. These motives include information, personal identity, integration and social interaction, and entertainment motives. The theory used as the basis for this research is the Uses and gratification Theory. Methods: The analysis technique used in this research is descriptive and inferential analysis. The target population in this study were West Java Gerkatin members who watched news programs on television and understood BISINDO or SIBI; with probability sampling, We determined a sample of 95 people. Results: This study shows a significant relationship between the motives of deaf people to watch news programs on television and their level of satisfaction with news programs after accessibility. There is a moderate relationship between information motives and the level of satisfaction with news programs after accessibility. There is a substantial degree of relationship between personal identity motives and the level of satisfaction with news programs after accessibility. There is a moderate level of relationship between integration and social interaction motives with the level of satisfaction with news programs after accessibility, and there is a moderate level of relationship between entertainment motives and the level of satisfaction with news programs after accessibility. Implications: Providing knowledge that sign language interpreters need to be maximized in conveying information so that information can be easily transmitted.
Peran Iklan #RambutCapek di Instagram dan X dalam Mendorong Minat Beli Konsumen Agnes Monica Marpaung; Asep Suryana; Gema Nusantara Bakry
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 11 No 1: Oktober 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/693pa363

Abstract

The diversity of shampoo brands demands innovative marketing strategies  to highlight their products. The use of male models as the primary representation  in Pantene Indonesia shampoo advertisements is a new step that shifts the  advertising paradigm, which previously always emphasized the feminist side. This  study aims to measure the role of the Pantene Shampoo advertisement "Hair  Supplement Baru! - Bye #RambutCapek Hello #RambutKeCharged" in influencing  consumer purchasing tendencies. The research method employed is a survey  conducted by distributing questionnaires through Google Form to randomly  selected respondents with a sample size of 400 respondents distributed throught  Instagram and X. Data analysis may involve statistical techniques to identify the  role of advertisements in driving purchasing interest, as well as other factors that  may influence consumer interest in a shampoo product. Data processing utilizes  descriptive quantitative methods. The research findings indicate that: (1) Attitude  towards advertisements plays a role in influencing consumer purchasing interest,  (2) Subjective norms play a role in influencing consumer purchasing interest in  advertisements, (3) Behavioral control plays a role in influencing consumer  purchasing interest in advertisements. These research findings can provide insights  for marketers to understand the effectiveness of their advertisements in influencing  consumer behavior, particularly among social media users. Consequently, they can  tailor their marketing strategies to achieve desired objectives.