Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Konsep Diri Anak Putus Sekolah Pada Anak Yang Berperan Badut Jalanan Di Kota Padangsidimpuan Nurhasanah Pardede; Vitria Larseman Del; Ahmad Husein Nasution; Malim Soleh Rambe; Sukatno Sukatno
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimanakah konsep diri perilaku anak putus sekolah yang berperan badut jalanan di sekitar Tugu salak, Citywalk, pasar Sagumpal (Padangsidimpuan Utara) ketika di wawancara beberapa anak tersebut menyatakan bahwa mereka sudah putus sekolah, dari alasan mereka salah satunya merasa tidak mampu untuk mengikuti pelajaran di sebabkan sulitnya mata pelajaran, merasa tidak di perlakukan dengan baik oleh guru, merasa tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya maupun wajahnya, Fenomena anak yang berperan sebagai badut jalanan melambangkan kegagalan dunia pendidikan di Indonesia dalam membangun mentalitas anak untuk menjadi sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Fenomena ini juga merupakan gejala sosial yang membutuhkan tindakan yang tegas dari semua pihak, dalam hal ini peneliti menawarkan salah satu solusinya menerapkan konseling individual dan kelompok sebagai implementasinya. Jenis penelitian ini adalah menggunakan kualitatif deskriptif (studi kasus). Teknik Pengambilan informan dengan metode snowball sampling digunakan agar dapat memperoleh data yang akurat sehingga di peroleh analisis datanya. Informan dalam penelitian ini adalah anak yang berperan badut di sekitar tugu salak, citywalk, pasar sagumpal ( padangsidimpuan Utara). Hasil penelitian ini juga dapat menjadi bahan ajar atau teori dalam mata kuliah Psikologi perkembangan anak dan remaja, Konseling Individual, Konseling Kelompok, sosiologi. Hasil Penelitian ini nanti juga akan ditampilkan pada seminar nasional (SEMNAS), publikasi ilmiah nasional terakreditasi dan sebagai bahan ajar pendukung bagi mahasiswa
PERILAKU ORANG TUA TERHADAP PENERIMAAN DIRI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNARUNGU) DI KOTA SIBOLGA Muthia Dwita; Nurhasanah Pardede; Sukatno Sukatno
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 2 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i2.126-135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam perilaku orang tua terhadap penerimaan diri anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunarungu, di Kota Sibolga. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana orang tua merespons, menyesuaikan diri, serta memberikan dukungan terhadap anak yang memiliki keterbatasan pendengaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, di mana peneliti berperan langsung dalam mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas dua orang tua dan satu anggota keluarga dari anak tunarungu yang berdomisili di Kelurahan Pulo Rembang, Kota Sibolga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap awal, sebagian besar orang tua mengalami kesulitan dalam menerima kenyataan bahwa anak mereka memiliki keterbatasan pendengaran. Reaksi emosional seperti penolakan, kesedihan, rasa bersalah, bahkan perasaan malu sering muncul akibat tekanan sosial dan kurangnya informasi mengenai kondisi anak tunarungu. Namun, seiring berjalannya waktu, dukungan dari pasangan, keluarga besar, serta lingkungan sosial menjadi faktor penting yang membantu proses penerimaan tersebut. Orang tua yang mampu beradaptasi dan menerima kondisi anak secara tulus menunjukkan perubahan perilaku positif, seperti meningkatnya perhatian emosional, kesabaran dalam pengasuhan, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar dan terapi anak.
INSTRAGRAM SEBAGAI MEDIA EKSISTENSI DIRI (STUDI FENEMOLOGI PADA MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN) Melvi Amalina Harahap; Nor Mita Ika Saputri; Nurhasanah Pardede
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i11.1230-1237

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang dampak keluarga broken home terhadap Motivasi belajar anak. tujuan yang dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana dampak keluarga broken home terhadap motivasi belajar anak di Desa Sayurmaincat. Jenis penelitian ini adalah penelittian deskriptif, karena penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa: Broken home sangat berpengaruh dalam motivasi belajar anak. Pola asuh anak dalam keluarga juga akan mempengaruhi tingkat motivasi belajar anak. Motivasi juga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi anak. Salah satu hal yang perlu membangkitkan semangat belajar adalah dengan adanya dorongan motivasi. Tetapi hal ini ternyata tidak semua anak broken home kehilangan motivasi belajarnya. Peran keluarga sangat penting bagi anak broken home. Dan semua kembali lagi kepada pilihan anak-anak yang mengalami broken home. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana instagram digunakan sebagai media untuk mengekpresikan dan membentuk ekstensi diri pada mahasiswa bimbingan dan konseling di Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenemonologi untuk menggali pengalaman subjektif para informan dalam menggunakan instagram sebagai bagian dari identitas dan eksistensi mereka. Informan dalam penelitian ini ada beberapa mahasiswa aktif menggunakan instagram untuk membagikan aktivitas, pemikiran, dan pencapaian mereka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa instagram digunakan oleh mahasiswa sebagai sarana untuk menampilkan citra diri, memperoleh pengakuan sosial, dan membangun citra rasa percaya diri. Eksistensi diri terlihat dari cara mahasiswa mengelola unggahan, memilih konten, dan merespons interaksi sosial melalui fitur-fitur yang tersedia di instagram. Platform ini tidak hanya menjadi alat komunikasi visual, tetapi juga sibagai ruang untuk eksistensi sosial di era digital.
GRANDPARENTING TERHADAP PENGENDALIAN EMOSI PADA REMAJA DI KOTA SIBOLGA (STUDI KASUS) Erika Harianti Harahap; Nurhasanah Pardede; Sukatno Sukatno
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i11.1238-1246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Grandparenting atau pola pengasuhan oleh kakek dan nenek terhadap pengendalian emosi pada remaja. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi keluarga yang mengalami perubahan struktur, seperti perceraian atau ketidakhadiran orang tua kandung, sehingga pengasuhan beralih kepada kakek dan nenek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap remaja yang diasuh oleh kakek dan nenek, serta informan pendukung lainnya seperti kakek dan nenek, ibu tiri dan keluarga dekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kakek dan nenek memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan remaja dalam mengelola emosi. Melalui perhatian, kasih sayang, serta pemberian nasehat yang konsisten, mereka menciptakan lingkungan emosional yang stabil. Namun, dalam beberapa kasus, kesamaan karakter emosional antara remaja dan kakek/nenek juga menimbulkan konflik kecil yang memengaruhi proses pengendalian emosi. Meskipun demikian, secara umum pola Grandparenting memberikan dukungan positif dalam pengendalian emosional remaja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Grandparenting merupakan salah satu bentuk pengasuhan yang mampu membantu remaja dalam menghadapi tantangan emosional di masa perkembangannya, terutama dalam konteks keluarga yang tidak utuh secara struktur.
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI SISWA SMP NEGERI 4 PADANG SIDIMPUAN Sahra Deviyani Hasibuan; Sukatno Sukatno; Nurhasanah Pardede
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 9 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i9.1028-1030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan penyesuaian diri siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri 4 Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan jumlah sampel 123 siswa. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan penyesuaian diri siswa (r=0,717; p0,05), artinya semakin tinggi kepercayaan diri maka semakin tinggi pula penyesuaian diri siswa.
DAMPAK PERILAKU TOXIC FRIENDSHIP PADA SISWA (STUDI KASUS DI SMK SWASTA KAMPUS KOTA PADANGSIDIMPUAN) Anita Rizki Fadilah Siregar; Nurhasanah Pardede; Asmaryadi Asmaryadi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i11.1221-1229

Abstract

Penelitian ditujukan pada siswa Toxic Friendship di SMK Swasta Kampus Kota Padangsidimpuan dengan judul “dampak perilaku toxic friendship pada siswa (studi kasus di SMK Swasta Kampus Kota Padangsidimpuan)”. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana dampak perilaku toxic friendship pada siswa (studi kasus di SMK Swasta Kampus Kota Padangsidimpuan)?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana dampak perilaku toxic friendship pada siswa (studi kasus di SMK Swasta Kampus Kota Padangsidimpuan), penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode studi kasus. Studi kasus adalah pendekatan yang memusatkan perhatian secara intens dan mendalam pada suatu kasus, Informan Penelitian adalah guru BK, wali kelas, teman sejawat, siswa korban Toxic Frienship dan siswa pelaku Toxic Frienship. Penelitian ini maka metode pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah wawancara dan dokumen tasi, dimana metode pengumpulan data yang mengharuskan peneliti mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, objek, waktu, peristiwa, tujuan, dan emosi walaupun tidak semuanya. hal-hal tersebut harus diperhatikan oleh peneliti. Berdasarkan hasil penelitian sesuai dengan tujuan yang di teliti yakni dampak perilaku toxic friendship pada siswa (Studi Kasus Di SMK Swasta Kampus Kota Padangsidimpuan) adalah persahabatan yang tidak sehat dapat memberikan dampak negatif yang signifikan pada siswa, termasuk penurunan kesehatan mental, isolasi sosial, dan masalah dalam prestasi akademik.
Mencegah Nomophobia Sejak Dini Melalui Layanan BK di MDTA Aek Badak Julu : Penelitian Asmaryadi Habibi; Nurhasanah Pardede; Putoro Dongoran; Eny Mayasari; Fauzan Habibie Nasution; Devi Adriany; Mutiara Astari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3825

Abstract

Smartphone use has become an essential part of people's lives, including elementary school-aged children, due to the ease of access to information, entertainment, and communication in the digital era. However, early childhood should have the mental freedom to learn without dependence on digital media. This study used a qualitative descriptive method with data triangulation techniques through observation and unstructured interviews, as well as a Participatory Action Research (PAR) approach involving the madrasah principal and teachers. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the influence of technology remains strong in MDTA Aek Badak Julu, although not all students own mobile phones. Many students are exposed to parental mobile phone content and exhibit symptoms of addiction, including nomophobia. This dependence is influenced by a lack of parental supervision and the habit of giving mobile phones to children. Guidance and Counseling Services have proven effective in changing student behavior so that they better understand that mobile phones are not primary needs, even though the village environment strongly emphasizes religious education.