Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemanfaatan Kembali Limbah Roti dalam Proses Produksi Makanan Reuse Of Bread Waste In Food Production Process Nurtekto; Ni Komang Ayu Artiningsih
Jurnal Agrifoodtech Vol. 3 No. 1 (2024): Juni : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/agrifoodtech.v3i1.1969

Abstract

The World Food and Agriculture Organization (FAO) said that one third of the food produced each year, amounting to 1.3 billion tonnes, is food waste. Food waste is food that is fit to be eaten before or after it has expired. Food waste is classified into two: food losse and food waste. food waste based on probability is probably avoidable waste, avoidable food waste, unavoidable food waste. Sampel for probably avoidable waste is breadcrump. But sampel for unavoidable food waste is solid tofu waste. The problem of food waste that has a negative impact on health and the environment can be reduced by utilizing it through the right processing process so that. Reusing food waste will also provide economic value. One of the wastes that can be consumed again but must use a different processing process is probably avoidable waste is the edge of bread that can be made into breadcrumbs, which is flour made from mashed dry bread and waste with the Unavoidable food waste category, for example, is tofu dregs that are reprocessed into tofu dregs flour.
PENGELOLAAN PERSAMPAHAN KABUPATEN KARANGANYAR SEBAGAI PEMENUHAN STRATEGI SANITASI KOTA Subekti, Sri; Apriyanti, Eny; Edy Sudrajat, Agus Sarwo; Artiningsih, Ni Komang Ayu
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 1 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/4mpcdk29

Abstract

Sampah merupakan buangan hasil proses aktivitas berbentuk padat bersumber dari rumah tangga, pasar, rumah sakit, tempat rekreasi, jalan, pertanian, industri.  Kabupaten Karanganyar luas wilayahnya 76.778,64 Ha terdiri 17 kecamatan, meliputi 177 Desa/Kelurahan (162 Desa dan 15 Kelurahan). Metode yang dilakukan  melakukan survei lapangan untuk mengetahui data persampahan, mengumpulkan referensi tentang persampahan. Kegiatan perencanaan persampahan berjalan dengan maksimal apabila perencanaan persampahan berjalan dengan baik, sehingga tidak akan ada air lindi yang merembes masuk ke dalam tanah. Kesimpulan perlunya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan dapat mengurangi dampak negatif pada lingkungan serta peningkatan kesehatan pada masyarakat. Hubungan kerjasama antar Organisasi Perangkat Daerah dalam pengelolaan persampahan, pelatihan meningkatkan Sumber Daya Manusia, meningkatkan pengawasan dan pengendalian kegiatan pengelolaan sampah domestik menjadi tanggung jawab OPD, meningkatkan sosialisasi pengelolaan sampah domestik kepada masyarakat, menyusun Standar Operasi Prosedur pengelolaan sampah domestik serta menyosialisasikannya.  
PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DASAR YANG BERKUALITAS UNTUK MENCAPAI SMART LIVING Subekti, Sri; Artiningsih, Ni Komang Ayu; RHJ. Wedyowibowo; Chasanah, Ummi
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 2 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/vm3f3c24

Abstract

Perpindahan penduduk dari desa ke kota yang tidak terencana dengan baik dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kemacetan lalu lintas, polusi udara, perubahan lingkungan. Metode yang dilakukan data sekunder, primer, pemanfaatan data dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi kebutuhan, merancang solusi. Isu stratregis Kota Tangerang pada periode pembangunan 2024-2026 adanya daya saing pada sektor infrastruktur kota. Permasalahan rendahnya kesadaran masyarakat tentang konsep smart living, ketimpangan digital antara wilayah, kelompok sosial, tingkat pendapatan; kurangnya pemahaman  manfaat teknologi, kesulitan mengadopsi teknologi baru; minat masyarakat masih rendah dalam penggunaan  transportasi angkutan umum. Kurangnya penegakan Peraturan Daerah dengan menggunakan Sistem Informasi Geospasial. Sarana kesehatan individu masih diperlukan peningkatan sarana dan prasarana. Perlunya kerjasama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek dalam perencanaan, pengembangan, pengoperasian layanan transportasi umum perkotaan dalam menyediakan transportasi aman, nyaman, terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha dalam Forum Tanggung Jawab Sosial, Lingkungan mewujudkan kota lebih baik dan maju.
PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN KARANGANYAR SEBAGAI AKSES SANITASI AMAN Subekti, Sri; Apriyanti, Eny; Edy Sudrajat, Agus Sarwo; Artiningsih, Ni Komang Ayu
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 2 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/42zfg122

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk diikuti meningkatnya kebutuhan air minum, air bersih dan berdampak pada peningkatan jumlah air limbah domestik. Permasalahan masih lemahnya dasar hukum, belum efektif penerapan peraturan yang ada, belum adanya peraturan kewajiban dan sanksi bagi pemerintah kabupaten dalam penyediaan layanan pengelolaan air limbah domestik, belum adanya peraturan terkait kewajiban dan sanksi bagi pemerintah kabupaten dalam memberdayakan masyarakat, badan usaha dalam pengelolaan air limbah domestik, kewajiban penyedotan air limbah domestik untuk masyarakat, industri rumah tangga. Metode melakukan survei lapangan untuk mengetahui data air limbah, RPJMD. Kesimpulan sudah mempunyai dasar hukum pengelolaan Limbah Tinja, Kelembagaan yang menangani air limbah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, UPT Pengelolaan Air Limbah. Perlunya kerjasama antar OPD pengelolaan air limbah domestik, pengawasan, pengendalian kegiatan pengelolaan limbah domestik. Penambahn sumber daya manusia, pelatihan pengelolaan limbah domestik kepada masyarakat. Menyusun Standar Operasi Prosedur tentang pengoperasian, pemeliharaan IPAL domestik, sosialisasi SOP kepada operator IPAL.