Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : UPEJ Unnes Physics Education Journal

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Rengganis, Amalia Puspita; Dwijananti, Pratiwi; Sarwi, Sarwi
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.849 KB) | DOI: 10.15294/upej.v4i3.9971

Abstract

Fisika merupakan sebuah sikap, produk, dan proses. Diperlukan pembelajaran dengan proses ilmiah untuk memecahkan masalah dan menghasilkan sebuah produk berupa konsep. Salah satunya dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Inkuiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains melalui model pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri serta menentukan keefektifan model pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri dalam meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa SMP pada materi getaran dan gelombang. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain control group pretest posttest. Pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri diterapkan pada kelas eksperimen sedangkan pembelajaran Direct Instruction (DI) diterapkan pada kelas kontrol. Uji-t digunakan untuk menentukan signifikansi perbedaan nilai rata-rata penguasaan konsep antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dan uji gain digunakan untuk mengetahui peningkatan data hasil tes dan hasil observasi baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukan peningkatan penguasaan konsep pada kelas eksperimen pada kriteria sedang dengan faktor gain 0,58 dan kelas kontrol pada kriteria sedang dengan faktor gain 0,41 serta peningkatan keterampilan proses sains pada kelas eksperimen pada kriteria sedang dengan faktor gain 0,35 dan pada kelas kontrol pada kriteria rendah dengan faktor gain 0,25. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa nilai faktor gain kelas eksperimen baik peningkatan penguasaan konsep maupun keterampilan proses sains lebih tinggi dibandingkan nilai faktor gain kelas kontrol. Dengan demikian penerapan model pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri lebih efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan model pembelajaran DI. Physicss is an attitude, product and process. The Learning with scientific process to solve the problems and to produce the product as a concept, is needed. One of the learning models is Problem Based Learning (PBL) Based Inquiry. The purpose of this research is to determine gain value of understanding concept and science process skill through PBL Based Inquiry model and to determine the effectivity of PBL Based Inquiry model to increase understanding concept and science process skills at Junior High School on the oscillation and waves concept. This research used quasi experimental method with control group pretest posttest design. PBL Based inquiry model was applied in experiment group and Direct Instruction (DI) model for control group. T-test is used to determine the significance of differences between mean value understanding concept for control and experiment group. Gain factor test is used to analyze the increases the understanding concept and the observation’s score for control and experiment group. The research result showed the increases of understanding concept for experiment group in medium criteria with gain factor 0,58 and for control group in medium criteria with gain factor 0,41 and the increases of science process skills for experiment group in medium criteria with gain factor 0,35 and for control group in low criteria with gain factor 0,25. The research result showed that the value of gain factor for experiment group in the increases of understanding concept and science process skill is higher than control group. The conclusion of the research that application of PBL Based Inquiry model is more effective to increase the understanding concept of oscillation and waves and to increase science process skills than DI model.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA Liftiyana, Evva Zena; Dwijananti, Pratiwi; Khanafiyah, Siti
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.152 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i1.13938

Abstract

Salah satu fakta yang muncul dalam kegiatan pembelajaran fisika adalah selama pembelajaran kurang ditemukan adanya siswa yang bertanya, menjawab pertanyaan, maupun memberikan umpan balik terhadap guru. Beberapa  siswa yang kurang memahami materi yang disampaikan guru, merasa malu atau takut untuk bertanya langsung kepada guru. Beberapa siswa yang lain tidak berani bertanya kepada yang lebih pandai karena tidak akrab atau kurangnya rasa peduli atas kesulitan temannya. Jika hal ini berlangsung terus menerus dan semakin meningkatnya tingkat egois manusia, bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak baik bagi karakter siswa. Model pembelajaran tutor sebaya dengan praktikum dan presentasi memungkinkan siswa mengembangkan karakter komunikatif dan tanggung jawab. Saat praktikum antar siswa saling bertukar informasi dan berinteraksi supaya praktikum terlaksana dengan baik dan saat presentasi siswa menjabarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan serta terdapat sesi tanya-jawab sehingga kemampuan berkomunikasi siswa terlatih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran model pembelajaran tutor sebaya dapat mengembangkan karakter siswa. Intrumen penelitian yang digunakan antara lain adalah lembar skala sikap dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gain karakter komunikatif pada skala sikap sebesar 0,2 dengan kategori rendah. Sedangkan hasil uji gain karakter tanggung jawab pada skala sikap sebesar 0,01 dengan kategori rendah dan gain hasil observasi sebesar 0,3 dengan kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran tutor sebaya berhasil mengembangkan karakter. Jika model pembelajaran ini terintegrasi dalam pembelajaran dapat mengembangkan karakter secara signifikan.
MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION BERBANTUAN LKS BERPENDEKATAN SCIENTIFIC MATERI KALOR DAN PERUBAHAN WUJUD Pratiwi, Inggrit; Yulianti, Dwi; Dwijananti, Pratiwi
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.716 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i2.16077

Abstract

Indonesia need strategy to overcome the crisis of character, one of which is through the integrated character education. The purpose of this research is to know the implementation of PBI model that helped by worksheets with scientific approach, the increasing of knowledge learning result, the developing of character, and the increasing of skill learning result,. The method that used in this research is pre experimental with Pre-test and Post-test Group design. This research results show that implementation of PBI that helped by phisics worksheets  with scientific approach can improve learning outcomes of knowledge in medium category, it can also develop character especially honesty, discipline, curiosity, and communicative, and improve skills learning outcomes in medium category.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HIGH ORDER THINKING SKILLS) MENGGUNAKAN INSTRUMEN TWO TIER MULTIPLE CHOICE MATERI KONSEP DAN FENOMENA KUANTUM SISWA SMA DI KABUPATEN CILACAP Ramadhan, Gilang; Dwijananti, Pratiwi; Wahyuni, Siti
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.665 KB) | DOI: 10.15294/upej.v7i3.27682

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat ditekankan dalam pembelajaran kurikulum 2013.  Saat ini instrumen penilaian harus bisa mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi. Salah satu instrumen yang dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah two tier multiple choice test. Penelitian ini bertujuan menganalisis instrumen two tier multiple choice yang dikembangkan dan profil kemampuan berpikir tingkat tinggi materi konsep dan fenomena kuantum siswa SMA di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilakukan di tiga sekolah yaitu SMA Negeri 1 Cilacap sebagai sampel grade tinggi, SMA Negeri 1 Kroya sebagai sampel grade sedang dan SMA Negeri 1 Binangun sebagai sampel grade rendah. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes two tier multiple choice dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan sangat layak dan reliabel. Profil kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMA di Kabupaten Cilacap materi konsep dan fenomena kuantum termasuk dalam kategori rendah dengan skor 8,45 dari skor maksimal 30.     High order thinking skills is very emphasized in 2013 Curriculum learning. Nowadays, the assesment must measure student’s high order thinking skills. One of the assesment can measure student’s high order thinking skills is two tier multiple choice test. The goal of this research is analyse the two tier multiple choice test that have been developed and the profile of Senior High School Student’s High Order Thinking Skills using Two Tier Multiple Choice Test on Quantum Concept and Phenomenon in Cilacap. This research have been done in three schools. They were SMA Negeri 1 Cilacap as the highest grade sample, SMA Negeri 1 Kroya as middle grade sample and SMA Negeri 1 Binangun as the lowest grade sample. This research used descriptive quantitative and qualitative approach. Collecting data technique used two tier multiple choice test and interview. The research result show that the instrument which have been developed was claimed worth and reliable. The profile of senior high school student’s high order thinking skills quantum concept and phenomenon in Cilacap regency is categoryzed low. The score was 8,45 from the maximum score 30