Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA EKSTROVERT DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA PADA MATERI ALJABAR Aulia Syafitri; Roseli Theis; Dewi Iriani
Absis: Mathematics Education Journal Vol 3, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/absis.v3i1.1382

Abstract

The objective of this study is to analyze the difficulty of representation ability Mathematical extrovert students in class VII-D in solving math problems on algebraic material, as well as knowing the factors that cause difficulties experienced by students in meet the indicators of mathematical representation ability. The ability of mathematical representations is measured based on Its aspects include visual representation aspects, expression representation aspects mathematics, and aspects of the representation of words or written text. This is qualitative research using a descriptive approach. This is carried out at SMP Negeri 22 Jambi with 4 students from class VII-D. The results showed that SE1, SE2, SE3 and SE4 are students with extrovert personalities do not have difficulty in the visual aspect. On aspects of representation of mathematical equations or expressions of Students SE1, SE3, and SE4 having difficulty making mathematical models or equations. On that aspect word or written text students SE2, SE3, and SE4 have difficulty when determine what steps will be taken to solve the problem mathematical. Factors causing difficulties in the mathematical representation ability are on visual aspects, representational aspects of mathematical expressions, and aspects of word representation or written text is a non-cognitive learning factor 
The Influence of Computer-Based Learning Media Tutorials on Students' Spatial Abilities In Mathematics Kamid Kamid; Sofnidar Sofnidar; Wardi Syafmen; Mujahidawati Mujahidawati; Roseli Theis; Khairul Anwar
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 22 No 3 (2020): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v22i3.16536

Abstract

Abstract: In 21st century learning students is required to be more active in learning than teachers, therefore this study aims to determine whether there is an influence between computer-based learning media tutorials and students' spatial abilities in mathematics. Using quantitative descriptive. Where, the number of samples in this study were 240 students from SMP 11 Jambi City who used purposive sampling technique. Data were then analyzed with the help of the SPSS 21 application to find descriptive statistics in the form of mean, min, max, and category as well as inferential statistics using simple regression. The results obtained in this study are dominant in both the spatial abilities of students in mathematics. With this reinforced by the existence of a relationship and influence between computer-based learning media tutorials with students' spatial abilities in mathematics as seen from the sig value below 0.025, which is 0.016 and has a contribution of 72.6%.
Traditional “Congklak” Games and Cooperative Character in Mathematics Larning Kamid Kamid; Syaiful Syaiful; Roseli Theis; Sufri Sufri; Sabila Eka Septi; Rido Ilham Widodo
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 5 No 3 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v5i3.37740

Abstract

Mathematics is one material that most students do not like. In addition to being less attractive, elementary school students also tend to have grades among their peers. This shows the lack of attention applied in learning mathematics. This study aimed to analyze the relationship and influence of cooperative characters with student responses by using traditional games in learning. This type of research uses quantitative methods with the type of comparative research. This research was conducted by distributing questionnaires. The data analysis technique used is random sampling. The research subjects in this study were 120 students. The results obtained are that the cooperative character in the traditional game of Congklak is superior, which is in a very good percentage (60%). The student's response to the traditional game of congklak was very good (55%). The results of the correlation test of the cooperative character of students in traditional games, namely, there is a relationship between the character of cooperation with students' responses to the traditional game of congklak in mathematics. It can be said that there is a relationship and influence of the character of cooperation with student responses. The implication of this research is that playing traditional games in learning can increase students' interest in learning mathematics.
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT EVALUASI HYBRID LEARNING MENGGUNAKAN APLIKASI WONDERSHARE QUIZ CREATOR BAGI GURU-GURU SMP IT NURUL HIKMAH KAB. TANJUNG JABUNG TIMUR Sufri Sufri; Wardi Syafmen; Roseli Theis; Feri Tiona Pasaribu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.12752

Abstract

Berdasarkan hasil survey dan wawancara kepada guru-guru di SMP IT Nurul Hikmah Kab. Tanjung Jabung Timur didapatkan informasi bahwa sebagian guru masih banyak yang mengalami kesulitan dalam mengevaluasi pembelajaran, dikarenakan proses pembelajaran yang dilakukan secara hybrid, online dan tatap muka terbatas. Walaupun sebagian guru sudah mengetahui software apa saja yang dapat digunakan, tetapi belum semua guru mengetahui dan memahami menggunakan software wondershare quiz creator. Evaluasi pembelajaran sendiri merupakan hal penting yang harus guru ketahui, karena melalui evaluasi ini guru dapat mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman materi yang telah diajarkan dan seberapa jauh pencapaian hasil belajar peserta didik setelah melalui proses pembelajaran. Dengan pembelajaran yang dilakukan secara hybrid, penggunaan teknologi sangatlah diperlukan, namun pada kenyataannya tidak sedikit guru yang masih kesulitan dalam beradaptasi dengan menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan atau workshop ini bertujuan untuk membantu guru-guru SMP IT Nurul Hikmah Kab. Tanjung Jabung Timur yang mengalami permasalahan didalam mengevaluasi pembelajaran melalui pelatihan penggunaan wondershare quiz creator sebagai alat evaluasi pembelajaran siswa. Sehingga diharapkan setelah program pelatihan ini dilaksanakan, guru-guru tersebut dapat memahami, mengetahui serta dapat menggunakan software tersebut pada saat proses pembelajaran, sehingga guru dapat dengan mudah mengetahui proses perkembangan setiap siswa dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki target secara langsung dapat membantu meningkatkan wawasan pengetahuan guru-guru SMP IT Nurul Hikmah di Kab. Tanjung Jabung Timur yang berjumlah 35 orang akan penggunaan teknologi serta menambah keterampilan guru-guru dalam mencipatakan dan menggunakan wondershare quiz creator sebagai media sekaligus alat untuk mengevaluasi pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan selama 3 hari dengan menggunakan metode pelaksanaan yang terstruktur. Dari kegiatan ini diperoleh respon guru-guru yang sangat baik dengan rata-rata 93,2 %. Dengan kata lain, hasil kegiatan ini memberikan respon positif dan antusias yang tinggi dari peserta.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) pada Materi Aritmatika Sosial Nadila Almubarokah; Roseli Theis; Dewi Iriani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i1.1501

Abstract

Berbagai kesalahan yang dialami siswa ketika menyelesaikan masalah matematika karena siswa tidak mampu mengenali informasi penting yang ada dalam masalah, serta fakta nyata dan hubungan inferensial yang harus dipahami. Adversity Quotient (AQ) dapat menjadi kunci untuk memahami bagaimana siswa menghadapi tantangan dan kemalangan, serta dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) pada materi Aritmatika Sosial Kelas IX A SMP N 17 Kota Jambi. Pelaksanaan penelitian ini pada siswa kelas IX SMPN 17 Kota Jambi dengan subjek diambil sebanyak 6 siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes kemampuan berpikir kritis, wawancara, dan angket Adversity Quotient. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian kualitatif ini yakni meliputi tahapan pra-lapangan, tahapan pekerjaan lapangan dan tahapan analisis data. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam subjek penelitian memiliki proses berpikir yang berbeda-beda, sejalan dengan perbedaan kategori AQ yang dimiliki oleh tiap subjek penelitian. Di mana subjek penelitian yang memiliki AQ tinggi dan AQ sedang memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik dari subjek penelitian yang memiliki AQ rendah dalam menyelesaikan soal tes.
Analisis Kemampuan Reversible Thinking Matematis Siswa pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Dian Rizki Amalia; Roseli Theis; Marlina Marlina
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i1.1502

Abstract

Kemampuan Reversible Thinking menjadi kemampuan yang sangat penting dimiliki siswa ketika memecahkan permasalahan matematika. Melalui kemampuan Reversible Thinking siswa mampu melihat cara penyelesaian masalah bukan hanya dari satu sudut pandang saja, tetapi juga pembalikannya. Kemampuan ini memungkinkan siswa agar mampu menyelesaikan masalah matematika secara kompleks Namun kenyataannya kemampuan Reversible Thingking masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis kemampuan Reversible Thinking siswa pada materi persamaan linear satu variabel. Ini merupakan penelitian deskriptif dan termasuk dalam penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII-E SMP Negeri 17 Kota Jambi dengan subjek penelitian yang berjumlah 9 orang. Instrumen tes pada penelitian ini berupa lembar soal tes kemampuan Reversible Thinking dan lembar pedoman wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif ini meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini memberikan hasil bahwa kemampuan Reversible Thinking siswa berbeda-beda, hal ini dilihat dari hasil jawaban siswa dalam menyelesaikan soal tes Kemampuan Reversible Thinking, dimana hanya S1 dan S2 yang mampu memenuhi ketiga indikator tersebut dalam menyelesaikan soal tes pada soal nomor 1 dan soal nomor 2. Dan untuk S3, S4, S5, S6, S7, S8, dan S9 memiliki kemampuan Reversible Thinking dengan pencapaian indikator yang beragam.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Berdasarkan Gaya Belajar V-A-K (Visual, Auditori, Kinestetik) Ayu Andri Yani; Sofnidar Sofnidar; Roseli Theis
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i2.1541

Abstract

Gaya belajar siswa dalam mendapatkan ilmu pengetahuan memengaruhi kemampuannya ketika memecahkan masalah. kemampuan siswa tersebut tentu berbeda, dan siswa mempunyai cara yang berbeda untuk menyelesaikan masalah juga. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan mengenai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP berdasarkan gaya belajar V-A-K (Visual, Auditori, Kinestetik). Penelitian ini menerapkan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Serta dilaksanakan di kelas VIII C SMP N 9 Muaro Jambi dengan tahun ajaran 2023/2024 menggunakan sebanyak 6 subjek. Teknik pengumpulan data berupa tes kuesioner angket gaya belajar, tes tertulis kemampuan pemecahan masalah matematis serta wawancara. Penelitian kualitatif mencakup tahapan pra-lapangan, pekerjaan lapangan serta analisis data. Teknik analisis dalam penelitian yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian membuktikan untuk keenam subjek penelitian mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang beragam, secara fakta bahwa masing-masing subjek penelitian menggunakan gaya belajar yang berbeda pula. Dimana subjek gaya belajar visual dan auditori mampu memecahkan permasalahan matematika dengan baik daripada subjek gaya belajar kinestetik.