Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS ARSITEKTUR KANTOR DINAS KEHUTANAN UPT KPH UNIT VI PULAU MUNA DI KELURAHAN RAHA I KECAMATAN KATOBU KABUPATEN MUNA Rahma Tilan; Sitti Kasmiati; Sandy Suseno
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 6 No 1: June 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i1.1686

Abstract

Bangunan purbakala dari masa kolonial Belanda dalam bentuk arsitektur salah satunya bangunan Kantor Dinas Kehutanan UPT KPH Unit IV Pulau Muna menjadi objek dalam penelitian ini merupakan bangunan yang didirikan pada tahun 1931. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana bentuk arsitektur bangunan, dan (2) Bagaimana Karakteristik bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan karakteristik dan bentuk arsitektur bangunan tersebut. Penelitian ini menggunakan landasan konseptual dengan metode penelitian yang bersifat deskritif-kualitatif dengan menggunakan bentuk penalaran induktif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dicapai dengan studi pustaka, obersvasi, wawancara secara mendalam dan analisis data yang diterapakan adalah analisis arsitektural, analisis stilistik dan kemudian dilanjutkan dengan analisis morfologi.Berdasarkan hasil penelitian karakteristik bangunan Kantor Dinas Kehutanan UPT KPH Unit IV Pulau Muna memiliki karakteristik yang cukup beragam, seperti atap bangunan yang menggunakan bentuk atap pelana, bukaan-bukaan bangunan yang berukuran besar dan terdapat hiasan yang terletak pada puncak atap bangunan. Berdasarkan bentuk arsitekturnya, bangunan tersebut dipengaruhi oleh gaya arsitektur Indische Empire dan tradisional. Arsitektur Indische Empire terlihat pada denah bangunan yang berbentuk simetris. Arsitektur tradisional tercermin pada penggunaan atap yang berbentuk pelana
NILAI PENTING DAN STRATEGI PENGELOLAAN KAWASAN BENTENG WUNA Saswal Ukba; Syahrun Syahrun; Sandy Suseno
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 6 No 2: December 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i2.1911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan unsur nilai penting dan untuk merumuskan sebuah strategi pengolaan yang baik pada situs Benteng Wuna. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitif dan memiliki jenis penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini melibatkan unsur stakeholder atau pemangku kepentingan untuk mengetahui pihak yang berkepentingan terhadap upaya pengelolaan. Dari hasil penelitian yang dilakukan Benteng Wuna diketahui memiliki unsur nilai penting, yaitu nilai penting sejarah, nilai penting ilmu pengetahuan, nilai penting kebudayaan, dan nilai penting ekonomi. Sementara untuk strategi pengelolaan yang dapat diterapkan yakni strategi berbasis partisipatif masyarakat dan berbagi tanggung jawab.
RAGAM HIAS NISAN PASSULARA KONYINA KABALLANGAN DI DESA KABALLANGAN KECAMATAN DUAMPANUA KABUPATEN PINRANG Nur Hidayah; Ishak Kadir; Sandy Suseno
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 7 No 1: June 2023
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v7i1.2177

Abstract

The purpose of this research is to identify the elements of ornamental variety and cultural elements that influence the gravestones in the Passulara Konyina Kaballangan Cemetery Complex in Kaballangan Village, Duampanua District, Pinrang Regency. The research method employed is descriptive analysis, consisting of several stages such as literature review, observation, interviews, and documentation. In analyzing the data, this study uses morphological and stylistic approaches. Based on the research findings, the decorative motifs on the gravestones in the Passulara Konyina Kaballangan Cemetery Complex include geometric patterns, floral designs, and inscriptions in Arabic and Lontara scripts. The forms and decorative elements identified in these two types of graves indicate the presence of megalithic culture, local traditions, and Islamic culture, which have developed in the Pinrang area.