Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

School Student Responses to Halal Product Labeling Dwira Eriani, Izmi; Rizki Amalia Elfita
Journal of Halal Research, Policy, and Industry Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Halal Research, Policy and Industry
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhrpi.v1i2.4175

Abstract

Inclusion of halal products is one of the important things in the brand considering that most consumers in Indonesia are Muslims. Labeling is an effort to add added value to brands by involving other associations that have the authority to do so, in this case the Halal Product Assurance Organizing Agency (BPJPH) as stipulated in Law Number 33 of 2014 concerning Halal Product Guarantees (JPH). The law emphasizes that products that enter, circulate and trade in Indonesia must be halal certified (Article 4), therefore the government organizes JPH (Article 5). The purpose of this research is to find out the response of school students to the labeling of halal products. This type of research is quantitative research with a survey approach in order to describe the level of response of the school public to halal products, which consists of the level of knowledge, level of concern, and practical attitude responses in addressing matters related to halal products. From the results obtained, there were 66 respondents who were used as samples spread over several SMP/SMA/Universities in East Java Province. Middle school students got the least amount, namely 7 (10.6%), high school students with the highest number, namely 44 (66.7%), and university students with 15 (22.7%). Inclusion of halal products is one of the important things in the brand considering that most consumers in Indonesia are Muslims, not a few Indonesian people when consuming a product no longer pay too much attention to the halalness of a product in Islamic teachings. The urgency of a halal label for Muslim consumers is intended to ensure that any product is which may be consumed. Therefore, Muslim consumers should be careful in deciding to buy or products if the product is not labeled as halal or is not a matter for the consumer himself.
Peningkatan Kesadaran Keuangan Digital Melalui Literasi Berbasis Web untuk Mengatasi Resiko Pinjaman Online : Pengabdian Masyarakat Prodi Akuntansi di Madrasah Aliyah Darul Ittihad, Madura Primasari, Niken Savitri; Rizki Amalia Elfita; Luluk Khoiriyah
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 8 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v8i2.4350

Abstract

Permasalahan pinjaman online ilegal yang ada di Indonesia terus meningkat, dengan rendahnya kesadaran masyarakat tentang cara menghindari dan melaporkan praktik-praktik pinjaman online tersebut. Literatur media menunjukkan bahwa hanya 25% masyarakat yang sadar akan mekanisme pelaporan dan 45,8% tidak tahu cara menghindari pinjaman online ilegal. Meskipun OJK telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan literasi keuangan, dampaknya masih sangat terbatas, dengan tingkat literasi keuangan nasional hanya sebesar 49,68%. Proyek pengabdian masyarakat ini dipilih untuk mengatasi masalah tersebut dengan meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan siswa Madrasah Aliyah Darul Ittihad, Desa Campor Geger, Madura, para Ustad dan Ustadzah serta Para Pengurus Koppontren Darul Ittihad. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan tentang pengelolaan keuangan digital dan pemahaman risiko pinjaman online, serta kampanye edukasi melalui lokakarya, seminar, dan juga melalui media sosial. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang literasi keuangan digital dan penurunan jumlah individu yang tertarik pada pinjaman online ilegal. Secara rata-rata, terdapat peningkatan signifikan sebesar 73% dalam pemahaman dan kesadaran peserta terkait literasi keuangan digital dan risiko pinjaman online setelah mengikuti kegiatan ini. Pentingnya hasil pengabdian ini terletak pada peningkatan literasi keuangan yang signifikan, yang diharapkan dapat mengurangi risiko masyarakat terjebak dalam skema pinjaman online ilegal dan meningkatkan kesejahteraan finansial mereka secara keseluruhan.
Pendampingan Tata Kelola Koperasi Di Mart Dalam Meningkatkan Mutu Heni Agustina; Rachma Rizqina Mardhotillah; Rizki Amalia Elfita; Novalina Arifianti; Tri Deviasari Wulan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Memaksimalkan Potensi
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v4i1.1361

Abstract

Pelaksanaan tata kelola yang baik yang dapat dipergunakan dalam koperasi merupakan langkah yang baik dalam rangka pembaharuan sistem organisasi dengan sistem yang baik dalam pengaturan teknis agar semua proses berjalan dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemahaman dan pendampingan santriwati Pondok Pesantren Darul Ittihad Geger Bangkalan terkait tata kelola koperasi yang baik sehingga dapat meningkatkan mutu. Dengan adanya ilmu terkait tata kelola koperasi yang baik ini para santriwati mampu meningkatkan mutu. Dalam proses pencapaian tujuan diperlukan adanya kaingintahuan yang besar sehingga tercipta hubungan komunikasi yang baik dan berdampak pada kelancaran kegiatan pendampingan ini.
Pendampingan Manajemen Dan Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya Mohamad Yusak Anshori; Rachma Rizqina Mardhotillah; Rizki Amalia Elfita; Mohamad Rijal Iskandar Zhulqurnain
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Memaksimalkan Potensi
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v4i2.1415

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas manajemen dan kepemimpinan di Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya melalui program pendampingan dan pelatihan. Kualitas layanan pendidikan sangat dipengaruhi oleh efektivitas manajemen dan kepemimpinan yang diterapkan oleh para pengurus yayasan. Program ini diawali dengan sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan personal yang disesuaikan dengan kebutuhan yayasan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test dari 20 peserta, terjadi peningkatan rata-rata sebesar 35% dalam pemahaman peserta terkait manajemen dan kepemimpinan. Peningkatan ini mencakup kemampuan dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian operasional yayasan, serta kemampuan untuk memimpin tim secara partisipatif dan inklusif. Meskipun terdapat beberapa tantangan seperti keterbatasan teknologi, program ini telah berhasil membangun fondasi yang kuat untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di yayasan. Rekomendasi tindak lanjut mencakup evaluasi berkala, pelatihan lanjutan, dan pengembangan infrastruktur teknologi untuk mendukung manajemen yang lebih baik.
Peningkatan Pemahaman Pengelolaan Keuangan: Literasi Aplikasi Keuangan pada Siswa Rizki Amalia Elfita; Niken Savitri Primasari; Heni Agustina; Tri Deviasari Wulan; Rachma Rizqina Mardhotillah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Memaksimalkan Potensi
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v4i2.1529

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk "Peningkatan Pemahaman Pengelolaan Keuangan: Literasi Aplikasi Keuangan pada Siswa" ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan penggunaan aplikasi keuangan di kalangan siswa Madrasah Aliyah (MA) Muallimien Darul Ittihad Bangkalan. Menghadapi tantangan rendahnya pemahaman siswa tentang pengelolaan keuangan dan keterbatasan akses terhadap aplikasi keuangan, kegiatan ini menggabungkan sosialisasi, workshop, dan demonstrasi interaktif mengenai pengelolaan keuangan dan penggunaan aplikasi keuangan digital. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan dari 40% pada pre-test menjadi 82% pada post-test. Meskipun belum mencapai literasi keuangan yang optimal, kegiatan ini memberikan fondasi yang kuat untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelola keuangan secara lebih efektif dan bijak. Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan literasi keuangan siswa.
Implementasi Tata Kelola Organisasi: Manfaat Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Web [Implementation of Organizational Governance: The Benefits of Web-Based Accounting Information Systems] Agustina, Heni; Elfita, Rizki Amalia; Wulan, Tri Deviasari; Arifianti, Novalina
Indonesia Berdaya Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251290

Abstract

Abstract. Organizational governance is one of the ways in which an organization structures and organizes its groups or activities. Good organizational governance can be achieved by utilizing an accounting information system. A website-based accounting information system is a system that can provide benefits such as transparency, efficiency, accountability, and ease of reporting and auditing. Accounting and financial reporting at the Maahad Tahfiz Al-Quran Darul Falah Selangor Malaysia Islamic boarding school currently still uses manual financial reporting using books. Therefore, the community service team offered to assist in managing the organization using a web-based accounting information system. The web-based accounting information system is expected to help the Islamic boarding school manage its organization transparently, quickly, and efficiently. The results of this community service initiative show that the boarding school administrators are now able to operate the accounting information system independently after undergoing training and have been able to apply better organizational management principles. Overall, this community service activity has had a positive impact in strengthening the organization, improving operational efficiency, and promoting the use of technology to support the sustainability of the boarding school. Abstrak. Tata Kelola organisasi merupakan salah satu bentuk usaha organisasi dalam Menyusun dan mengorganisasikan kelompok atau usahanya. Dalam mencapai tata Kelola organisasi yang baik dapat terwujud dengan memanfaatkan sistem informasi akuntansi. Sistem informasi akuntansi berbasis website merupakan sistem yang dapat memberikan manfaat seperti transparansi, efisiensi, akuntabilitas, serta kemudahan dalam pelaporan dan audit. Pelaporan akuntansi dan keuangan di Pondok Pesantren Maahad Tahfiz Al-Quran Darul Falah Selangor Malaysia saat ini tata Kelola pondok pesantren masih menggunakan pencatatan laporan keuangan secara manual menggunakan buku.  Oleh karena itu tim pengabdian Masyarakat menawarkan untuk membantu mengelola organisasi berbasis sistem informasi akuntansi berbasis web. Sistem informasi akuntansi berbasis web diharapkan dapat membantu pondok pesantren dalam mengelola organisasi secara transparan cepat dan efisien. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini menunjukkan bahwa pengelola pondok pesantren mampu mengoperasikan SIA secara mandiri setelah dilaksanakannya pelatihan, dan sudah mampu menerapkan prinsip tata Kelola organisasi lebih baik. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu memberikan dampak positif dalam memperkuat organsisasi, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung keberlanjutan pondok pesantren.
Tekanan Ketaatan Budgetary Slack (Perspektif Budaya Organisasi sebagai Variabel Moderasi) Majidi, Lalu M. Syahril; Agustina, Heni; Elfita, Rizki Amalia; Muttaqiin, Ninnasi
JURNAL AKUNTANSI DAN MANAJEMEN Vol 5 No 2 (2021): Accounting and Management Journal
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/amj.v5i2.2205

Abstract

Setiap perusahaan saling bersaing untuk melakukan yang terbaik dalam melakukan penganggaran dan kegiatan operasional lainnya. Namun hal tersebut justru membuat para manajemen dapat melakukan kesenjangan dalam membuat anggaran. Pentingnya suatu pengelolaan anggaran ini membuat banyak manajemen melakukan budgetary slack. Faktor yang dapat mempengaruhi adanya slack salah satunya adalah tekanan ketaatan pada suatu perusahaan. Bedasarkan hal tersebut peneliti ingin mengetahui seberapa besar pengaruh tekanan ketaatan terhadap budgetary slack yang dimoderasi oleh budaya organisasi. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh mahasiswa yang telah mengampu mata kuliah etika profesi dan bisnis. Jumlah sampel ditemukan sebanyak 110 mahasiswa. Berdasarkan hasil pengolahan data dan hasil analisisis menunjukkan bahwasannya variabel tekanan ketaatan memiliki pengaruh signifikan terhadap budgetary slack dan variabel budaya organisasi memoderasi hubungan tekanan ketaatan terhadap budgetary slack.
Peningkatan Literasi Akuntansi Dan Keuangan Remaja: Mempersiapkan Generasi Cerdas Finansial Di Era Digital [Improving Accounting and Financial Literacy among Adolescents: Preparing a Financially Smart Generation in the Digital Era] Elfita, Rizki Amalia; Agustina, Heni; Wulan, Tri Deviasari; Ghofirin, Mohamad
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261313

Abstract

Absdtract. The development of digital financial services or financial technology (fintech) has had a significant impact on the financial behavior of young people. Senior high school students are increasingly exposed to application-based financial services, yet their level of financial literacy remains low. Data from the 2025 National Survey on Financial Literacy and Inclusion (SNLIK) by the Financial Services Authority (OJK) shows that Indonesia’s financial literacy index stands at 66.46%, while the financial inclusion index reaches 80.51%. Among the 15–17 age group, the literacy level is only 51.86%, indicating a wide gap between the utilization of financial services and the understanding of inherent risks. This community service program was carried out at SMAN 1 Bangsal, Mojokerto, with the aim of improving financial literacy and introducing fintech safely to students. The implementation method included needs analysis, interactive workshops, digital financial application simulations, and evaluations through pre-tests and post-tests. The results showed a significant increase in students’ understanding average financial literacy scores improved by 70–100% across various indicators. Students demonstrated wiser attitudes in managing pocket money, recording expenses, and understanding the risks of illegal online loans. This program reinforces previous literature stating that the integration of financial literacy with digital literacy can foster healthy financial behavior. Abstrak. Perkembangan layanan keuangan digital atau financial technology (fintech) membawa dampak signifikan terhadap perilaku finansial generasi muda. Siswa sekolah menengah atas (SMA) semakin terpapar layanan keuangan berbasis aplikasi, namun tingkat literasi keuangan mereka masih rendah. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 66,46%, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%. Pada kelompok usia 15–17 tahun, tingkat literasi hanya 51,86%, menandakan adanya kesenjangan yang lebar antara pemanfaatan layanan keuangan dengan pemahaman risiko yang melekat. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMAN 1 Bangsal, Mojokerto, dengan tujuan meningkatkan literasi keuangan dan mengenalkan fintech secara aman kepada siswa. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, workshop interaktif, simulasi aplikasi keuangan digital, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa: nilai rata-rata literasi keuangan meningkat 70–100% pada berbagai indikator. Siswa menunjukkan sikap lebih bijak dalam mengelola uang saku, mencatat pengeluaran, serta memahami risiko pinjaman online ilegal. Program ini memperkuat literatur terdahulu yang menyebutkan bahwa integrasi literasi keuangan dengan literasi digital mampu menciptakan perilaku finansial sehat.
Utilization of Moringa Leaf Pudding as a Solution within the Germas Tating (Turirejo Community Movement to Combat Stunting) Program for Toddlers Afwan Romdloni, Muhammad; Elfita, Rizki Amalia; Navis, Khiliah; Ainur Rahma, Ramadhani Vica
Journal of Health Community Service Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Health Community Service: 2024 May Editor's Choice
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhcs.v4i2.8634

Abstract

Stunting is a condition in which toddlers have a length or height below the standard for their age, reflecting chronic malnutrition. Various strategies have been implemented to address this issue, including the provision of complementary feeding (MP-ASI) using locally available food sources to ensure age-appropriate nutrient intake. According to the Auxiliary Public Health Center in Turirejo Village, Gresik Regency, the prevalence of stunting has declined in recent years; however, in 2022, 30 toddlers were still identified as stunted, making it a continuing public health concern. The intervention employed a structured approach consisting of problem identification, development of a problem-solving framework, pre-test assessment, health education and practical training, and post-test evaluation. As a practical solution, a demonstration of complementary food preparation using moringa (Moringa oleifera) leaves was conducted. Moringa leaves were processed into moringa pudding as a protein-rich supplementary food for stunted toddlers. Pre-test and post-test results were presented in percentage form, and differences in knowledge among mothers of toddlers and posyandu cadres regarding stunting, complementary feeding, and exclusive breastfeeding were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The findings indicated a p-value < 0.05, demonstrating a significant improvement in knowledge after the educational session. Participants were able to prepare and serve moringa pudding according to the demonstrated recipe. This socialization and local food–based complementary feeding initiative serves as a community learning strategy to prevent further increases in stunting prevalence in Turirejo Village.