Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA PEMBELAJARAN SAINS (TILAS HUJAN) ANAK USIA DINI DI TK PGRI TAMANSARI Rima Susilawati Rahmasyiami; Noer Laelly Laelly Barorroh; Taufik Abdul Ghofur; Lukman Lukman
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 2 (2023): September
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v5i2.1906

Abstract

Peningkatan keterampilan motorik halus melalui permainan sains pada kelompok B TK PGRI TAMANSARI. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilatar belakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti. Dengan keterbatasan media yang ada di sekolah, kegiatan pembelajaran yang monoton, serta kurangnya stimulus yang dilakukan karena lembaga lebih mengutamakan calistung untuk peserta didiknya, dalam peningkatan keterampilan motorik halus menjadi kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pembelajaran sains terhadap perkembangan motorik halus anak (2) jenis-jenis permainan sains apa saja yang bisa di terapkan dan (3) solusi terhadap tenaga pendidik tentang pentingnya menggunakan media pembelajaran.
Upaya Guru Dalam Mengembangakan Kognitif Dan Kreativitas Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Permainan Puzzle Di TK Negeri 25 Rabangodu Utara Kota Bima Nurillah Nurillah; Ihlas Ihlas; Khairuddin Khairuddin; Lukman Lukman
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 6 No 2 (2023): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING )
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v6i2.1957

Abstract

Research that describes how much effort teachers put into developing the cognitive and creativity of children aged 4-5 years through puzzle games. The aim of this research is to find out how teachers use it and the obstacles they face in teaching children to play puzzles to develop the cognitive and creativity of children aged 4-5 years at Kindergarten 25 Rabangodu Utara, Bima City. The research method used in this research is a descriptive qualitative method. Specifically, qualitative research methods involve data collection techniques through in-depth interviews and participant observation. Apart from that, qualitative data analysis using a descriptive approach is used as a data analysis technique. The results of the research conducted by the author show that puzzle games have a very good impact on the cognitive development and creativity of children at Al Mahasin Bima Kindergarten. Through puzzle games, children can learn about early literacy, differentiate between objects, practice concentration, learn to be patient, solve problems and stimulate children to produce new works that are useful for themselves. The obstacles faced by teachers in teaching children to play puzzles are triggered by two factors, namely internal factors, including: children find it difficult to focus, are lazy, like to disturb their friends and children cannot yet be independent. Where he doesn't want to be left by his parents until it's time to get home from school. Meanwhile, the external factors are parents, schools (teachers), and the community environment.
Upaya Guru Dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Permulaan Pada Anak Usia Dini (Studi Deskriptif di TK Negeri 03 Kecamatan Dompu) Arinah Arinah; Ihlas Ihlas; Lukman Lukman
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 6 No 2 (2023): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING )
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v6i2.2002

Abstract

This research aims to describe the planning, implementation, approach and evaluation of teachers in improving initial reading skills in Kindergarten 03 Dompu District. This research uses descriptive research methods with a qualitative approach. The results of data analysis show that the planning carried out by the teacher is quite good, the teacher prepares the RKH one day before learning, prepares the class and media according to the theme to be studied. This can be seen only once the teacher invites children to remember the previous day's learning activities, carry out apperception and inform them about the theme of that day. In the implementation of learning, teachers are more dominant in using whiteboards and assignment books compared to other media. The teacher does not use a child-centered approach, only rolling/changing the child's sitting position once every 2 weeks. Then during the evaluation, it was seen that several times the teacher asked the children what activities had been carried out in one learning day and the teacher never informed the children about the learning activities for the next day.
AKTUALISASI MULTIPLE INTELLIGENCES PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN OUTBOUND DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM PELANGI ANAK NEGERI YOGYAKARTA Lukman Lukman
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i1.277

Abstract

This research is titled the actualization of multiple intelligences in children aged 5-6 years through outbound games in the Rainbow Islamic Kindergarten of Yogyakarta State Children. With the aim of analyzing and knowing the results of developing the multiple intelligences approach. This research is expected to contribute positively to the development of Early Childhood learning, especially in multiple intelligences learning in outbound games for Early Childhood, as well as reference material for Rainbow IslamicKindergarten, Yogyakarta Children and the wider community. This type of research is research (field research), namely researchers conduct direct research on the object under study and data collection found in the field. This research includes the type of qualitative research, namely research that intends to understand the phenomenon of what is experienced by the subject of research such as behavior, perceptions, motivations, actions, and others. Data collection techniques were carried out by observing passive participation, through observation, interviews and documentation, and triangulation. After the data is obtained, it checks the validity of the data, analyzes the data with steps of data reduction, data presentation, conclusions, and verification of data. Development of outbound learning is designed sothat children do not feel bored receiving learning in the classroom. The results of the research findings are: first, children can explore and express multiple intelligence in each playing activity using four types of steps,namely; (a) at the time of environmental arrangement, (b) on the footing before playing (circle time1), (c) during playing activities, (d) when stepping after playing (circle time 2 / recalling). Every outbound game always provides communication, counting, gesture, social, cooperation, naturalist, and moral values for children’s development. Second, supporting factors in the actualization of multiple intelligences in Early Childhood Through Outbound Games include; a conducive Taman Kanak environment, creative teachers, game tools that are already available, then supplemented with adequate facilities and infrastructure. While the inhibiting factors in the actualization of multiple intelligences in Early Childhood throughoutbound games include; the absence of good cooperation between teachers and parents of students, community environment, family environment, the presence of social media, and technological sophistication, so that children are very difficult to monitor.
ANALISIS KEMAMPUAN DESAIN PEMBELAJARAN GURU NON-LINIER DI PAUD/TK SE-KOTA BIMA Lukman Lukman; Muslim Muslim
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i2.344

Abstract

Penelitian ini berjudul: “Analisis kemampuan desain pembelajaran guru non- linier di PUAD/TK Se-Kota Bima”. Tujuan adalah untuk mengalisis dan melihat bagaimana kemampuan guru non-linier dalam mendesain pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas, terutama di PAUD/TK yang ada di kota Bima. Metode penelitian yakni kualitatif dengan Jenis penelitian field research, yaitu peneliti mengadakan penelitian langsung terhadap objek yang diteliti dan dilakukan pengumpulan data yang ditemukan di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan partisipasi pasif, melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, serta triangulasi.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI TAMAN KANAKKANAK NEGERI 08 PENATOI KOTA BIMA Run Alfisal Run Alfisah; Lukman Lukman
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v2i1.575

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah; 1) untuk menjelaskan implementasi manajemen kelas dalam kegiatan belajar mengajar di Taman KanakKanak Negeri 08 Penatoi Kota Bima, 2) untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam implementasi manajemen kelas dalam kegiatan belajar mengajar di Taman Kanak-Kanak Negeri 08 Penatoi Kota Bima. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu penelitian berangkat dari sebuah teori menuju data dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan, dan data yang di hasilkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Kanak-Kanak Negeri 08 Penati Kota Bima Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen di Taman Kanak-Kanak Negeri 08 Penatoi Kota Bima dilakukan dengan tahap awal yaitu perencanaan program yang terdiri dari PROTA, PROSEM, RPPM, RPPH yang berisikan Tema dan Sub Tema, Kompetensi Dasar (KD), Materi, dan rencana kegiatan yang didalam terdapat kegiatan Pembuka, Inti, dan Penutup, dan terakhir melakukan evaluasi terkait kegiatan yang dilakukan. Dalam hal ini terdapat juga kendala yang di alami guru dalam implementasi manajemen kelas dalam kegiatan belajar mengajar di Taman Kanak-Kanak Negeri 08 Penatoi Kota Bima ialah Faktor Guru, Faktor peserta didik, dan kurangnya media ajar atau Alat Peraga Edukatif (APE).
UPAYA GURU DALAM MENGINTERNALISASIKAN NILAI-NILAI SIKAP MAJA LABO DAHU PADA ANAK KELAS B TK NEGERI PEMBINA 03 RASANA’E BARAT KOTA BIMA Afriani Muhlisa Afriani Muhlisa; Lukman Lukman
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v2i2.580

Abstract

Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik, dengan tekhnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data penelitian ini yaitu guru/tenaga pendidik dan anak di kelas B1 di Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembina 03 Rasana’e Barat Kota Bima. Terkait dengan tekhnik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan nilai sikap Maja labo dahu yaitu dengan memberikan pembiasaan-pembiasaan serta dengan mengarahkan anak sekaligus memberi contoh yang baik bagi anak seperti menghargai sesama dan menghormati orang yang lebih tua, disiplin waktu, mengikuti aturan yang telah ditetapkan sekolah, Imtaq serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Serta merasa malu dan takut jika melakukan suatuperbuatan yang menyimpang dari ajaran agama. Hingga dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Apapun yang dilakukan oleh manusia selalu dilihat oleh Allah swt. Oleh sebab itu nilai maja labo dahu merupakan alat pengotrol dalam bertindak bagimasyarakat Bima. Metode yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan nilai sikap maja labo dahu yaitu tergantung dari pembelajaran yang diberikan dan disesuaikan dengan usia perkembangan anak. Karena di Taman kanak-kanak (TK) Negeri Pembina 03 Rasana’e Barat Kota Bima menggunakan model pembelajaran yang berbasis area, maka setiap area memiliki APE yang dibutuhkan dalam menanamkan nilai sikap maja labo dahu seperti APE tata cara berwudhu dan shalat. Metode yang digunakan ada enam metode yaitu metode bercerita, metode keteladanan, demonstrasi untuk nilai ibadah, metode karyawisata, metode pemberian tugas dan metode pembiasaan. Guru sebagai ibu kedua anak di sekolah setelah ibu yang telah melahirkan mereka merupakan ssalah satu salah satu sumber belajar anak usia dini yang menjadikan mereka sebgai model yang ditiru dalam menanamkan nilai kearifan lokal maja labo dahu sebagai falsafah hidup masyarakat Bima (Mbojo) sangat penting sebagai penyaring dan tameng anak dalam bertingkah laku dan bertutur kata sekaligus dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan anak. Tujuan penelitian ini dilakukan untukmengetahui upaya, usaha dan metode yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan sikap Maja labo dahu pada anak di kelas B di Taman KanakKanak (TK) Negeri Pembina 03 Rasana’e Barat Kota Bima.
DAMPAK NIKAH SIRI ORANGTUA TERHADAP POLA ASUH ANAK USIA DINI Lukman Lukman; Abdussahid Abdussahid
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i1.646

Abstract

Nikah siri masih menjadi fenomena sosial yang cukup marak sekaligusmenjadi ajang perdebatan di masyarakat. Praktik nikah siri dilakukanoleh masyarakat awam yang tidak paham akan hukum, walaupun tidakmenutup kemungkinan bahwa pernikahan siri dilakukan oleh orangorangyang memahami hukum. Bagi sebagian masyarakat yang masih awamhukum menganggap bahwa nikah siri sebagai jalan keluar terbaik dantidak ada unsur dosa di dalamnya karena telah dilakukan menurutagama, hanya saja tidak dicatatkan melalui pegawai pencatat nikah olehkantor urusan agama sehingga tidak mempunyai bukti otentik. Padahaljika ditelusuri secara akibat hukum, maka pernikahan siri berdampakpada persoalan-persoalan yang akan terjadi tidak hanya pada isteritetapi terhadap status anak. Meskipun nikah siri merupakan pernikahanyang meski telah memenuhi syarat rukun nikah, tetapi karena alasantertentu, tidak dicatatkan di kantor urusan agama. Problem mendasaryang dirasakan oleh para perempuan pelaku nikah sirih seperti; problempsikis dan tekanan batin sebagai akibat dari ketidakpastian hukumtentang status pernikahannya. Beban psikis tersebut juga terjadi karenastereotype masyarakat terhadap perempuan pelaku nikah siri yangdianggap sebagai isteri simpanan, hamil di luar nikah, selingkuhan dansebagainya, dan akan berpengaruh terhadap pendidikan dan yang palingutama sekali adalah pendidikan agamanya. Penelitian ini menggunakanpenelitian pustaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode penelitian yuridis normatif.Penelitian yuridis normatif adalahsuatu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahanpustaka atau sekunder. Dalam metode penelitian kepustakaan, penulismenggunakan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan-bahanpustaka, seperti; buku-buku, jurnal, dan lainnya.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA ANAK USIA DINI Sri Jamilah; Lukman Lukman; Asfiati Asfiati
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i2.679

Abstract

Pendidikan Multikultural menjadi diskusi menarik khususnya dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan pendidikan Anak Usia Dini. Namun lebih dari pada itu semua, pendidikan multikultural dalam konteks ke Anak Usia Dini menjadi sangat penting, setidaknya sebagai solusi alternatif terhadap berbagai bentuk perilaku tindak kejahatan kemanusiaan yang dilatar belakangi oleh perbedaan kelompok, ras, etnik, agama dan budaya. Pendidikan multikultural untuk anak usia dini dihadirkan untuk memberikan corak warna alternatif solusi lain untuk membangun watak dan karakter bangsa dengan upaya membentuk, membiasakan, menanamkan nilai-nilai toleran, demokrasi, kesetaraan dan keadilan, sehingga melahirkan sikap saling meghormati menghargai sejak usia dini terhadap seluruh bentuk perbedaan yang ada dilingkungannya.
IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK DI TK AL-MAHASIN KOTA BIMA Lukman Lukman; Umar Umar; Utari Aderima; Samsudin Samsudin
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 4 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v4i1.834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sekolah Ramah Anak (SRA) pada aplikasi pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Mahasin Kota Bima. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif yg bersifat naratif. Data-data diperoleh melalui beberapa metode pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menerima pemahaman wacana implementasi Sekolah Ramah Anak dalam pembelajaran Anak Usia Dini pada TK Al-Mahasin Kota Bima. hasil analisis data memberikan bahwa implementasi Sekolah Ramah Anak pada pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Mahasin Kota Bima sudah relatif baik. di prakteknya, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan prinsip Sekolah Ramah Anak telah hampir mendekati teori yg ada. Ini dibuktikan menggunakan hasil pengamatan serta dokumentasi pada TK Al-Mahasin Kota Bima. Pengamatan serta dokumentasi difokuskan pada kelengkapan wahana dan Prasarana yg ada pada TK Al-Mahasin Kota Bima, aplikasi metode pembelajaran, sikap terhadap peserta didik, serta kesehatan lingkungan. wahana serta prasarana yang pada TK Al-Mahasin Kota Bima telah ditata sedemekian rupa sehingga lingkungan secara holistik dapat mendukung aktivitas anak, baik secara fisik, mental juga motorik.