Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Artefak

QUOTES BUDI UTOMO SEBAGAI SARANA PENGUAT KESADARAN NASIONAL Brigida Intan Printina
Jurnal Artefak Vol 6, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.836 KB) | DOI: 10.25157/ja.v6i1.2043

Abstract

This article aims to describe the Budi Utomo Quotes Based on Canva Applications for National Awareness Strengthens. In order for the struggle of the Budi Utomo movement to be interpreted in depth by generations, the visual graphic media was chosen to strengthen the national awareness of the generation. This is in line with the basic principles of Budi Utomo's movement, namely the primacy of mind or mind in terms of education. The research method in this article is qualitative descriptive. The writing results describe the process and results of the use of visual graphic media that photographed Budi Utomo's movement with the aim of strengthening the national awareness of Indonesian youth so as to be able to integrate past struggles as a capital "repeating the glory of the past" through education. The hope with this article is that observers of history are able to implement historical learning easily and can adjust technological developments, but without losing their identity as a cultured nation.
Paradigma Pedagogi Reflektif Terintegrasi Flipped Classroom pada Materi Majapahit Mempersatukan Nusantara Menggunakan Media Pembelajaran Peta Timbul Printina, Brigida Intan; Kusmayadi, Yadi; Nurholis, Egi
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.14309

Abstract

Paradigma Pedagogi Reflektif terintegrasi Flipped Classroom pada materi Majapahit mempersatukan nusantara merupakan implementasi pembelajaran yang dilakukan pada kelas Media Pembelajaran Sejarah menggunakan sarana peta timbul. Tujuan penelitian yang pertama menguraikan pengalaman pembelajaran dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif terintegrasi Flipped Classroom menggunakan media pembelajaran peta timbul, yang kedua ialah menganalisis hasil pembelajaran dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif terintegrasi Flipped classroom menggunakan media pembelajaran peta timbul. Metode penulisan menggunakan penelitian kualitatif, dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan.  Subjek penelitian ini ialah mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma angkatan 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berdinamika dan menjawab hasil penugasan berdasarkan 3 nilai keutamaan dalam PPR yaitu  nilai Competence atau penggalian konteks didapatkan hasil rata-rata mahasiswa mendapatkan 87% tingkat pemahaman dalam penggalian konteks pemahaman materi,  Pada nilai Compassion penggalian pengalaman, ada sekitar 86% pengalaman yang didapat untuk memaknai dinamika pengerjaan proyek dan sebagian besar memahami bahwa pengerjaan proyek peta timbul memliki banyak tantangan. Mahasiswa mendapatkan nilai Conscience dengan cara merefleksikan proses pengalaman dan banyak yang merasa mendapatkan wawasan dan pemaknaan dari pengerjaan media pembelajaran peta timbul, karena ada sekitar 88% mahasiswa yang mampu menggali nilai ketelitian, kesabaran, kreativitas serta tanggungjawab. Tindak lanjut dari hasil pembelajaran bahwa ada 21 mahasiswa yang akan menggunakan media yang sama dengan alasan kebermaknaan dalam dinamika kelompok  dalam pengerjaannya, dan menambah kemampuan metakognitif untuk menemukan relevansi pembelajaran sejarah. Sedangkan ada 4 mahasiswa yang tidak menggungakan karena memakan waktu, tenaga dan biaya.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN DARING MATA KULIAH PENGANTAR SOSIOLOGI-ANTROPOLOGI DALAM MENUMBUHKAN HUMANISME Printina, Brigida Intan; Raharjo, Yoel Kurniawan
Jurnal Artefak Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.357 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i1.7297

Abstract

Pengantar Sosiologi dan Antropologi memiliki capaian pembelajaran mengembangkan manusia-manusia humanis yang peka dengan persoalan sosial-budaya. Masyarakat sebagai sebuah kajian dijadikan sebagai social laboratory untuk diamati dengan terjun melihat ke lapangan. Namun pandemi Covid-19 memaksa model pembelajaran berubah menjadi daring untuk menimalisir paparan pergerakan virus. Hal ini menjadi sebuah problematika sekaligus tantangan bagi pembelajaran Sosiologi-Antropologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran daring Pengantar Sosiologi-Antropologi; 2) Idealisasi pembelajaran Pengantar Sosiologi-Antropologi untuk menumbuhkan nilai-nilai humanisme; dan 3) Solusi atas problematika pembelajaran daring sebagai sebuah tantangan. Metode yang digunakan riset kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam (depth interview) dan studi literatur. Adapun manfaat dari penelitian ini ialah menemukan solusi idealisasi pembelajaran daring dalam mata kuliah Pengantar Sosiologi-Antropologi untuk menumbuhkan humanisme ditengah dunia yang semakin tidak menentu akibat pandemi Covid-19
Refleksi Integrasi Bangsa dalam Pemilu 1999–2024 melalui media interaktif: Studi Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Printina, Brigida Intan; Haryono, Anton
Jurnal Artefak Vol 12, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i2.20627

Abstract

This study aims to analyze the critical reflections of History Education students at Sanata Dharma University on the dynamics of national integration in Indonesia’s general elections from 1999 to 2024 through interactive media. The research is grounded in Indonesia’s democratic challenges, including political polarization, identity conflicts, and declining democratic quality. A qualitative approach with a case study design was employed, involving 25 students through observation, interviews, and reflective documentation. The findings reveal that students demonstrate a good understanding of democratic concepts and are able to apply democratic values in daily life. However, challenges remain, such as limited political literacy and low critical awareness of disintegration issues. The study recommends strengthening political education and digital literacy, promoting transparent law enforcement, encouraging inclusive political dialogue, and developing justice-oriented policies to reinforce national integration.