Muhammad Haikal
Department Of History Education, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Adat Sumang Dalam Masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah Sufandi Iswanto; Muhammad Haikal; Ramazan Ramazan
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 2, No 2 (2019): Agustus, 2019, Customs, Culture and Development research
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk memahami adat istiadat Sumang, sejarah Sumang, ragamnya, nilai-nilai karakter Sumang dan revitalisasi Sumang dalam kehidupan masyarakat Gayo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan pendekatan kualitatif. Tahapan dalam metode sejarah adalah heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa sumang merupakan hukum adat asli gayo yang berasal dari bahasa gayo yang artinya ling gere jeroh, gere kona, gere jujur atau pecogah yang artinya kata-kata yang tidak baik, tidak dapat digunakan, tidak jujur atau bohong. Sumang juga berarti "tidak taat" yang berarti hal-hal yang sangat dilarang atau tidak sopan. Sumang hadir dalam kehidupan masyarakat Gayo sejak nenek moyang suku Gayo hidup dan disahkan sejak kerajaan Linge. Sumang dibedakan menjadi empat jenis, yaitu sumang perceraken, pelangkahen, pengunulen, dan penengonen/penerahen. Sumang mengandung nilai-nilai karakter seperti agama, tanggung jawab, cinta damai, kejujuran, dan lain sebagainya. Upaya revitalisasi Sumang dapat dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Dewan Adat Gayo, dan Dinas Syariah Islam dengan cara bekerjasama. Tujuan kerjasama ini adalah selain saling besinergi dan memperkokoh tali persaudaraan, diharapkan juga masing-masing dinas mampu memperkenalkan kembali budaya sumang dengan mensosialisasikan kembali budaya sumang kepada masyarakat luas terutama ke sekolah-sekolah.
The Role of the Ummul Ayman Islamic Boarding School in Samalanga District, Bireuen Regency in the Education of Children Victims of the Aceh Conflict, 1990-2021 Sinthia Yuriza; Muhammad Haikal
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 5, No 1 (2022): February 2022, Local History and Learning Media
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v5i1.24502

Abstract

This study aims to find out how (1) the background of the birth of the Ummul Ayman Islamic Boarding School was, (2) the education management system of the Ummul Ayman Islamic Boarding School was in handling children victims of the Aceh conflict before the Helsinki MoU. (3) the education management system of the Ummul Ayman Islamic Boarding School in handling children victims of the Aceh conflict after the Helsinki MoU, (4) the results of the education process for children of Aceh conflict victims at the Ummul Ayman Islamic Boarding School were . The approach used in this research is a qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, documentation, and literature studies. The results of this study are (1) the background of the establishment of the Ummul Ayman Islamic Boarding School when conditions in Aceh were being hit by armed conflict which caused many negative impacts and the destruction of the social order of society in various aspects of life , especially in the aspect of education. (2), the education management system of the Ummul Ayman Islamic boarding school before the peace in Aceh followed the national education system, while the non-formal education system of the Ummul Ayman Islamic boarding school followed the Dayah Salafiyah method. (3) After the MoU in Helsinki, the situation in the Aceh Province began to improve, Islamic boarding schools began to be built. (4), the results of the education process for children victims of the Aceh conflict at the Ummul Ayman Islamic Boarding School after they leave or finish there are ustadz/teaching staff, establish study centers, writers, and continue
Hubungan Pemahaman Museum Aceh dan Kesadaran Sejarah dengan Hasil Belajar Siswa Sma Negeri di Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh Muhammad Haikal
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 1, No 1 (2018): Februari, 2018, Correlation Research, Model Application and Pure History
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) hubungan pemahaman Museum Aceh dengan hasil belajar sejarah pada siswa  SMAN di Kecamatan Kuta Alam; (2) hubungan  kesadaran sejarah dengan hasil belajar sejarah  pada siswa  SMAN di Kecamatan Kuta Alam; dan (3) hubungan antara pemahaman Museum Aceh dan kesadaran sejarah secara bersama-sama dengan hasil belajar sejarah pada siswa  SMAN di Kecamatan Kuta Alam. Jenis penelitian ini adalah penelitian  survey dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa  SMAN di Kecamatan Kuta Alam yang terdiri atas dua sekolah yaitu SMAN 8 Banda Aceh dan SMAN 12 Banda Aceh berjumlah 100 siswa kelas XI IPS. Ukuran sampel penelitian berjumlah 78 siswa. Ukuran sampel ditentukan berdasarkan Tabel Issac dan Michael. Pengumpulan data menggunakan metode tes dan angket. Tes digunakan untuk mengukur variabel pemahaman Museum Aceh dan hasil belajar  sejarah sedangkan angket digunakan untuk mengukur variabel kesadaran sejarah. Uji coba instrumen tes dilakukan untuk tingkat kesukaran, daya pembeda dan reliabilitas. Uji coba kuesioner untuk mengetahui uji validitas butirdan reliabilitas. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji linieritas. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi, regresi sederhana dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemahaman Museum Aceh (X1) dengan hasil  belajar sejarah (Y) dengan koefisien korelasi sebesar 0,250 dan nilai 0 value (0,027 0,05). (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesadaran sejarah (X2) dengan hasil belajar sejarah (Y) dengan koefisien korelasi sebesar 0,234 dan nilai  0value (0,039   0,05). (3) terdapat hubungan positif yang signifikan secara bersama pemahaman Museum Aceh (X1) dan kesadaran sejarah (X2) dengan hasil belajar sejarah (Y).
Perbandingan Prestasi Belajar Menggunakan Metode Pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review) dan Metode Diskusi Pada Mata Pelajaran Sejarah Siswa Kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Gunung Meriah Indah Indah; Mawardi Umar; Muhammad Haikal
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 4, No 1 (2021): Februari 2021, Learning History and Social Sciences
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v4i1.20023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan prestasi belajar menggunakan metode pembelajaran SQ3R dan metode diskusi pada mata pelajaran sejarah siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Gunung Meriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian true-experimental design dengan desain posttest-only control design. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPS yang terdiri atas 3 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 A sebagai kelas eksperimen yang terdiri atas 18 siswa dan siswa kelas XI IPS 3 A sebagai kelas kontrol yang terdiri atas 18 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai  = 2,24  dan nilai  pada taraf α = 0,05 dengan dk = 34 adalah 2,03 berarti    atau 2,24 2,03. Oleh karena itu, sesuai kriteria pengujian maka  ditolak dan  diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar menggunakan metode pembelajaran SQ3R dan metode diskusi, dan pada penelitian ini prestasi belajar siswa yang diajarkan menggunakan metode pembelajaran SQ3R lebih baik daripada prestasi belajar siswa yang diajarkan menggunakan metode diskusi.
The Role of the Ummul Ayman Islamic Boarding School in Samalanga District, Bireuen Regency in the Education of Children Victims of the Aceh Conflict, 1990-2021 Sinthia Yuriza; Muhammad Haikal
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 5, No 1 (2022): February 2022, Local History and Learning Media
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v5i1.24502

Abstract

This study aims to find out how (1) the background of the birth of the Ummul Ayman Islamic Boarding School was, (2) the education management system of the Ummul Ayman Islamic Boarding School was in handling children victims of the Aceh conflict before the Helsinki MoU. (3) the education management system of the Ummul Ayman Islamic Boarding School in handling children victims of the Aceh conflict after the Helsinki MoU, (4) the results of the education process for children of Aceh conflict victims at the Ummul Ayman Islamic Boarding School were . The approach used in this research is a qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, documentation, and literature studies. The results of this study are (1) the background of the establishment of the Ummul Ayman Islamic Boarding School when conditions in Aceh were being hit by armed conflict which caused many negative impacts and the destruction of the social order of society in various aspects of life , especially in the aspect of education. (2), the education management system of the Ummul Ayman Islamic boarding school before the peace in Aceh followed the national education system, while the non-formal education system of the Ummul Ayman Islamic boarding school followed the Dayah Salafiyah method. (3) After the MoU in Helsinki, the situation in the Aceh Province began to improve, Islamic boarding schools began to be built. (4), the results of the education process for children victims of the Aceh conflict at the Ummul Ayman Islamic Boarding School after they leave or finish there are ustadz/teaching staff, establish study centers, writers, and continue