Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PUSKESMAS TERIAK KECAMATAN TERIAK KABUPATEN BENGKAYANG Yanuarius Dwi Haryanto; Suharno Suharno; Asmadi Asmadi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 3 No 2 (2024): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v3i2.338

Abstract

Air limbah Puskesmas mengandung senyawa dan mikroorganisme pathogen yang berpotensi mencemari lingkungan. Puskesmas Teriak sampai saat ini belum memiliki IPAL. Penelitian bertujuan merencanakan desain IPAL yang memenuhi standar pengolahan air limbah di Puskesmas Teriak dengan sistem biofilter anaerob-aerob. Desain IPAL ini menggunakan kombinasi media Sarang Tawon dan Media Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode observasional dimana peneliti merencanakan desain unit IPAL sesuai standar. Hasil penelitian menunjukkan volume unit operasi dan proses IPAL yaitu bak penampungan awal (2,11m x 0,80m x 1,80m), bak anaerob media sarang tawon (2,81m x 0,80m x 1,80m), bak aerob media MBBR (2,81m x 0,80m x 1,80m), bak penampungan akhir (2,11m x 0,80m x 1,80m), dan bak kontrol (1m x 1m x 0,80m). Anggaran untuk membangun IPAL sebesar Rp. 42.440.850,00. Saran untuk pemerintah daerah Kabupaten Bengkayang, dapat menggunakan penelitian ini sebagai acuan pembangunan IPAL Puskesmas Teriak.
GAMBARAN KUALITAS UDARA DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RUMAH SAKIT BERSALIN NABASA KOTA PONTIANAK Virda Alvika; Suharno Suharno; Moh. Adib
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 3 No 2 (2024): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v3i2.342

Abstract

Kualitas udara ruang rumah sakit merupakan salah satu penyebab terjadinya infeksi nosokomial karena beberapa cara transmisi kuman penyebab infeksi dapat ditularkan melalui udara. Mikroba yang terdapat di udara merupakan salah satu faktor penentu kualitas udara di rumah sakit dari segi mikrobiologi. Jenis penelitian ini deskriptif, dilakukan dengan cara pengukuran angka kuman udara, suhu, kelembaban dan kejadian infeksi nosokomial pada pasien dan penunggu pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas mikroba udara di ruang rawat inap kelas III Rumah Sakit Bersalin Nabasa Kota Pontianak. Hasil penelitian pemeriksaan angka kuman udara yaitu, pada ruang Agatha 25.098CFU/m³ dengan suhu (31ºC) dan kelembaban (61%), ruang Daniel 14.100CFU/m³ dengan suhu (27ºC) dan kelembaban (69%), ruang Ester 25.662CFU/m³ dengan suhu (31ºC) dan kelembaban (85%), ruang Martha 17.484CFU/m³ dengan suhu (30ºC) dan kelembaban (60%), dan ruang Sarah 18.048CFU/m³ dengan suhu (31ºC) dan kelembaban (43%). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menggunakan kuesioner, tidak ada pasien yang menggambarkan kejadian infeksi nosokomial pada ruangan-ruangan yang telah diukur saat penelitian, karena rata-rata pasien yang di wawancara tidak lebih dari 48 jam. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan bahwa variabel angka kuman, suhu dan kelembaban udara tidak memenuhi syarat sesuai peraturan yang telah ditetapkan yaitu Permenkes no 2 tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan.
EFEKTIVITAS KOMBINASI KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA), KETUMBAR (CORIANDRUM SATIVUM) DAN BUNGA CENGKEH (SYZGIUM AROMATICUM) SEBAGAI PENGAWET IKAN NILA (BENTUK FISIK) Erna Kuspita; Bambang Supraptono; Suharno Suharno
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 3 No 2 (2024): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v3i2.344

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang memerlukan pengelolaan yang baik agar tetap bermanfaat bagi tubuh. Salah satu masalah utama dalam penanganan bahan pangan, khususnya bahan pangan segar seperti ikan nila, Penggunaan bahan pengawet alami seperti kunyit, ketumbar, dan bunga cengkeh menawarkan alternatif yang lebih aman dibandingkan bahan pengawet sintetis yang berpotensi mengandung zat berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi kunyit, ketumbar, dan bunga cengkeh sebagai pengawet alami pada ikan nila, serta menentukan kombinasi yang paling efektif dalam memperpanjang daya simpan ikan nila segar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain one group pretest-posttest with control. Populasi penelitian adalah ikan nila segar yang dibeli di Pasar Flamboyan, Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila tanpa perlakuan memiliki daya awet rata-rata 10,6 jam, kombinasi bubuk kunyit dan ketumbar memperpanjang daya awet ikan nila hingga 28,4 jam, kombinasi kunyit dan bunga cengkeh mencapai 31,4 jam, kombinasi ketumbar serta bunga cengkeh menunjukkan hasil yang paling efektif dalam mengawetkan ikan nila 34,4 jam. Uji ANOVA menunjukkan nilai p < 0,000, mengindikasikan perbedaan signifikan antara perlakuan.
PENGARUH VARIASI BIOAKTIVATOR TRICO-G PADA PEMBUATAN KOMPOS AMPAS TEBU Asterius Rido; Iswono Iswono; Suharno Suharno
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.386

Abstract

Ampas tebu mengandung serat yang tidak bisa larut dalam air dengan komposisi terbesar adalah lignin, selulosa, dan pentosan sehingga proses penguraian membutuhkan waktu yang cukup lama. Bioaktivator Trico-G merupakan bahan yang mengandung mikroorganisme aktif Trichoderma sp., Aspergillius sp. dan Gliocladium sp. Mikroorganisme ini berfungsi untuk membantu dan mempercepat proses dekomposisi sampah organik ampas tebu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas variasi dosis Trico-G pada pembuatan Kompos Ampas Tebu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Terdiri 7 perlakuan dosis 0 gr (kontrol), 50 gr, 60 gr, 70 gr, 80 gr, 90 gr, 100 gr dengan 5 pengulangan, dalam setiap komposter berisi 3 kg ampas tebu, total sampel adalah 35 dengan populasi 105 kg sampah ampas tebu. Hasil dosis Trico-G paling efektif dalam penelitian ini pada dosis 100 gram dengan ciri tekstur hancur, warna coklat kehitaman, tidak berbau, pH 7, suhu 32ºC dan kelembaban dalam kategori normal yang mengalami pematangan hari ke 26.
EFEKTIVITAS KONSENTRASI BUAH BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) SEBAGAI PENGAWET ALAMI PADA IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER) Suriya Asfita; Suharno Suharno; Fathmawati Fathmawati
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.395

Abstract

Ikan kembung (Rastrelliger sp.) merupakan ikan yang mengandung protein tinggi yang membuat daya tahan ikan kembung tidak bertahan lama. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memiliki rasa asam yang dapat dijadikan pengawet alami untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perasan belimbing wuluh terhadap daya awet ikan kembung. Penelitian ini bersifat eksperimen semu, ikan diberi perasan belimbing wuluh dan aquades dengan persentase 28,57%, 31,03%, 33,33%, 35,48%, dan 37,50%, sampel ikan kembung yang digunakan sebanyak 30 ikan dari lima perlakuan. Analisis data menggunakan Uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya awet ikan kembung pada konsentrasi 28,57% berlangsung selama 15,4 jam, konsentrasi 31,03% berlangsung 21,8 jam, konsentrasi 33,33% berlangsung 26,8 jam, konsentrasi 35,48% bertahan 31,6 jam, dan konsentrasi 37,50% bertahan 35 jam. Daya awet ikan kembung sebelum diberi perasan buah belimbing wuluh hanya bertahan selama 8,6 jam, sedangkan ikan kembung yang sudah diberi perlakuan perasan buah belimbing wuluh, yang paling efektif dan lama bertahan yaitu pada persentase 37,50% yang bertahan selama 35 jam.
GAMBARAN KONDISI FISIK RUMAH PENDERITA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIANTAN HULU Deffran Putra; MaIik Saepudin; Suharno Suharno
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.396

Abstract

Pada tahun 2023, terdapat 1.509 kasus ISPA pada balita di Puskesmas Siantan Hulu, Pontianak Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik rumah balita penderita ISPA di wilayah kerja Puskesmas tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan sampel 28 rumah balita penderita ISPA. Data dikumpulkan melalui checklist, kuesioner, dan analisis persentase.Hasil penelitian menunjukkan 19 rumah (67,8%) memiliki ventilasi yang memenuhi syarat, sedangkan 9 rumah (32,2%) tidak memenuhi syarat. Kondisi lantai yang memenuhi syarat ditemukan pada 21 rumah (75%), sementara 7 rumah (25%) tidak memenuhi syarat. Sebanyak 23 rumah (82,2%) memiliki kondisi dinding yang baik, sementara 5 rumah (17,8%) tidak memenuhi syarat. Kepadatan hunian yang memenuhi standar ditemukan pada 22 rumah (78,6%), sedangkan 6 rumah (21,4%) tidak memenuhi syarat. Semua balita dalam penelitian ini mengalami batuk, pilek, dan demam selama 14 hari. Diperlukan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang rumah sehat dan pencegahan ISPA. Petugas kesehatan diharapkan memberikan edukasi kepada orang tua agar menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat bagi balita.
EFEKTIVITAS GENJER SEBAGAI PENURUNAN KADAR BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND) PADA LIMBAH DOMESTIK RUMAH TANGGA Nigda Aqguilira; Suharno Suharno
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.399

Abstract

Limbah cair domestik semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan merupakan salah satu sumber pencemar perairan yang meinjadi ancaman seirius, seihingga dipeirlukan peingolahan. Penelitin ini menggunkan tanaman genjer. Tujuan umum dari peineilitian ini adalah eifeiktivitas tanaman genjer dalam peinurunan kadar BOD limbah domeistik rumah tangga. Peineilitian Ini meirupakan eikspeirimein seimu, analisis meinggunakan uji Kruskal-Wallis, deingan sampeil seibanyak 250 L dari 4 peingulangan pada setiap peirlakuan. Beirdasarkan hasil peineilitian, rata-rata peingukuran kadar BOD seiteilah dilakukan proseis fitoremediasi deingan meinggunakan tumbuhan genjer deingan lama waktu 5 hari meinunjukan bahwa pada variasi genjer 450 gram dikeitahui kadar BOD meingalami peinurunan meinjadi 91 mg/L (78,2%), variasi 500 gram meinjadi 42,5 mg/L (81,6%), variasi 550 gram meinjadi 30 mg/L (85,6%), variasi 600 meinjadi 32,3 mg/L (85,6%) dan variasi 650 meinjadi 29 mg/L (85,8%). Nilai rata-rata kadar BOD seiteilah dilakukan peingolahan paling efektif ialah pada variasi 650 gram genjer dimana mampu meinurunkan kadar BOD meinjadi 29 mg/L (85,8%).
ANALISA KUANTITATIF PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU DAN EKONOMI DIKAITKAN DENGAN KEBERHASILAN STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA Yuli Hendrawati Rahayu Ningsih; Bambang Supraptono; Suharno Suharno
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.403

Abstract

Pelaksanaan program Stop BABS ini memberikan banyak manfaat untuk kelangsungan hidup masyarakat terutama kebersihan lingkungan yang juga akan berdampak bagi kesehatan. Desa Sutera merupakan desa yang belum berhasil BABS dan Desa Gunung Sembilan adalah desa yang sudah Stop BABS. Tujuan penelitian untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Dukungan Petugas Kesehatan dan Dukungan Tokoh Masyarakat Dengan Tingkat Keberhasilan Stop BABS di Wilayah Kerja Puskesmas Sukadana. Penelitian ini menggunakan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 86 responden yang terdiri dari 44 responden dari desa yang Stop BABS dan 42 responden yang desa BABS. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Analisis data menunjukkan ada hubungan antara Pengetahuan OR: 2,987, Sikap OR: 2,991, Perilaku OR: 2,779, Ekonomi OR:3,132, dukungan petugas kesehatan OR: 4,762 dan dukungan tokoh masyarakat OR: 4,472 dengan keberhasilan Stop BABS di Wilayah Kerja Puskesmas Sukadana. Diharapkan masyarakat masyarakat harus sadar bahwa pentingnya jamban sehat.
EFEKTIVITAS AERATOR VENTURI DAN FILTRASI MENGGUNAKAN MEDIA PASIR KERANG TERHADAP PENURUNAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALI DI DESA AMPERA RAYA SUNGAI AMBAWANG Febriyan Yusaputra; Asmadi; Paulina; Suharno; Abdul Syukur
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.443

Abstract

Kadar besi (Fe) pada air sumur gali di Desa Ampera Raya sangat tinggi yaitu 6,30 mg/L, hasil tersebut melebihi batas aman yang ditetapkan oleh Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023 yaitu 0,2 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar besi (Fe) melalui proses aerator venturi dan filtrasi menggunakan media pasir kerang pada air sumur gali. Metode aerator venturi dipilih karena pembuatannya cukup sederhana sehingga mudah diaplikasikan oleh masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian metode quasi eksperimental (eksperimen semu). Sampel yang diteliti memiliki kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menggunakan 5 perlakuan waktu pengendapan setelah proses aerasi venturi. Hasil penelitian menunjukkan proses aerator venturi dan filtrasi menggunakan media pasir kerang dapat menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur gali. Hasil penurunan kadar besi (Fe) paling optimal di menit ke-80, dari nilai kadar besi awal 4,62 mg/L turun menjadi 3,31 mg/L dengan efektivitas penurunan sebesar 28,35%. Hasil penelitian kombinasi aerator venturi dan filtrasi menggunakan media pasir kerang bisa menurunkan kadar besi pada air sumur gali. namun, hasil olahan tersebut masih jauh dari nilai kadar besi yang diperbolehkan berdasarkan Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023. Sebaiknya peneliti selanjutnya melakukan proses penambahan koagulan jenis PAC (Poly Aluminium Chloride) sebelum proses filtrasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PHBS RUMAH TANGGA DI DESA KENDAWANGAN KIRI KECAMATAN KENDAWANGAN Sondang Bolon Gultom; Bambang Supraptono; Malik Saepudin; Suharno; Asmadi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.445

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan PHBS di Desa Kendawangan Kiri, Kecamatan Kendawangan. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi pendidikan, pendapatan, pengetahuan, sikap, peran petugas kesehatan, dan peran kader kesehatan. Desain penelitian ini adalah Study Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. PHBS baik sebanyak 62 responden (62%); pendidikan tinggi 59 responden (59%); pendapatan cukup 45 responden (45%); pengetahuan baik 64 responden (64%); sikap mendukung 59 responden (59%); Peran petugas kesehatan kurang berperan 59 responden (59%); peran kader kesehatan tidak berperan 98 responden (98%). Ada hubungan antara pendidikan (p=0,000); pendapatan (p=0,000); pengetahuan (p=0,000); sikap (p=0,000); dan peran petugas kesehatan (p=0,000); terhadap penerapan PHBS. Tidak ada hubungan peran kader kesehatan (p=0,524 ) terhadap penerapan PHBS.