Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

The Relationship Between Interpersonal Communication Skills and Marital Satisfaction of Working Wife Nining Maizura; Taufik Taufik
Jurnal Neo Konseling Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00429kons2021

Abstract

This research is motivated by the large number of married couples who experience divorce due to dissatisfaction in marriage. This study aims to describe: (1) interpersonal communication skills in working wives, (2) marriage satisfaction levels in working wives, and (3) finding a relationship between interpersonal communication skills and marriage satisfaction levels in working wives. The research subjects are 33 women who have been married for 6-10 years and work outside the home. The instrument used was a Likert scale model. Data analysis used is descriptive analysis with percentage techniques and for normality test, linearity test, and the relationship between the two variables used statistical analysis with Pearson Product Moment Correlation. The results of this study indicate that (1) the interpersonal communication skills of working wives are in the medium category with the average percentage of achievement 67%, (2) the level of marriage satisfaction of working wives is in the low category with the average percentage of achievement 59%, and (3) there is a significant positive relationship between interpersonal communication skills and marriage satisfaction in the wife who works for 0.891 with a significant level of 99%. Thus it can be interpreted that the higher the wife's interpersonal communication skills, the higher the level of marriage satisfaction and vice versa. Based on the research results, it is hoped that counselors in the city of Padang can provide assistance to women who are married and work, in the form of information services such as ways to avoid conflict.
BIMBINGAN KELOMPOK PRA-NIKAH BAGI MENCEGAH PERCERAIAN DI KALANGAN PASANGAN MUDA Taufik Taufik
Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 15 No 2 (2015): Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing divorce cases in the Court Religion lately raises concerns among the public and the government, given that the family is the first institution that became the backbone of the nation's progress. The divorce will have a negative impact on economic, social and cultural partner, especially for couples who have children will be able to have a negative impact on the development of children.Divorce cases indicate that many couples enter marriage are less equipped with adequate preparation, especially skills in dealing with turmoil and conflict in the household, as well as poor communication skills of each partner. These symptoms also showed that pre-marital counseling conducted by the prince of the couples getting married during this considered not effective in order to equip the readiness of young couples to marry. Therefore, it is necessary efforts to better prepare couples to be married with the activities of guidance and pre-marital counseling. Guidance Services Group premarital can be used as an alternative is offered for the purpose of prevention of divorce among young couples.
Peningkatan Kematangan Emosi Anak Bungsu melalui Layanan Bimbingan Kelompok Annajmi Alfath; Taufik Taufik; Indra Ibrahim
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.875 KB) | DOI: 10.29210/112900

Abstract

Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang bertujuan mendewasakan anak didik, sehingga mereka dapat mencapai tugas perkembangan yang optimal. Tugas perkembangan yang ingin dicapai salah satunya adalah mencapai kematangan emosi. Namun pada kenyataannya tidak semua siswa mencapai kematangan emosinya dengan baik, khususnya anak bungsu. Berdasarkan fenomena yang ada di MTsN Gurun Panjang dapat diketahui bahwa beberapa anak bungsu belum melihatkan kematangan emosinya. Melalui bimbingan kelompok diharapkan kematangan emosi anak bungsu dapat ditingkatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberhasilan dalam meningkatkan kematangan emosi anak bungsu. Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan teknik one group pre-test post-test design. Subjek dalam penelitian ini adalah anak bungsu. Teknik pengumpulan data menggunakan angket berskala. Data dianalisis dengan teknik Wilcoxon signed rank test dengan menggunakan bantuan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 20. Dari hasil penelitian menunjukkan tingkat kematangan emosi anak bungsu sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok berada pada kategori cukup dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok berada pada kategori sangat tinggi. Sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kematangan emosi anak bungsu sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok. Hal ini berarti terjadi peningkatan kematangan emosi setelah diberikan layanan bimbingan kelompok. Oleh karena itu, perlu upaya peningkatan kematangan emosi lebih lanjut melalui layanan bimbingan dan konseling terutama bimbingan kelompok.
Kondisi Kehidupan Rumah Tangga Pasangan Sebelum Bercerai dan Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian Alfina Sari; Taufik Taufik; Afrizal Sano
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 3 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.921 KB) | DOI: 10.29210/113400

Abstract

Perkawinan bertujuan membangun keluarga yang harmonis, namun kenyataannya tidak demikian, sehingga mengakibatkan terjadinya perceraian. oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengungkap kondisi kehidupan rumah tangga pasangan sebelum berceerai dan faktor-faktor penyebab perceraiannya.Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) 65,71% kondisi usia pasangan baik, (2) 45,71% kondisi fisiologis pasangan cukup baik, (3) 71,43% kondisi psikologis pasangan kurang baik, (4) kondisi spiritual pasangan kurang baik, (5)65,71% kondisi komunikasi kurang baik, dan (6) 89% kondisi kehidupan seksual pasangan kurang baik. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya perceraian adalah: (1) 94,28% pasangan bersifat egois, (2) 85,71% pasangan tidak menghargai, (3) 82,85% pasangan tidak berada dekat saat pasangan membutuhkan, (4) sebanyak 80% pasangan tidak bisa diajak untuk saling berbagi, (5) 71,42 pasangan suka mengatur, dan tidak meluangkan waktu, dan 54,28% s/d 68,57% perceraian disebabkan oleh faktor lainnya.
Kondisi Stres Akademik Siswa SMA Negeri di Kota Padang Taufik Taufik; Ifdil Ifdil; Zadrian Ardi
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.788 KB) | DOI: 10.29210/12200

Abstract

This research conduct base from increasing the National Examination standards from recent years, and overload student’s learning activity in Senior High School (SMA). These conditions as triggers stress students, from a long time, its influence on their learning. Based that, the research is to identify level of student academic stress, and differences base gender, and school location. This research use Cluster Random Sampling. Samples are grouped into 3 (three), that’s school is located in downtown, midtown and the Suburbs. Research findings show that there are 15% of student’s stress academic at low levels of, 71,8% experiencing stress academic at medium level, and 13.2% of students experiencing stress academic at high level. There was no significant difference between the academic stress Student SMAN in Padang by location and gender. These research findings can then be an important basic need for guidance and counseling services in order to decrease the level of stress of academic students in Padang city, so that they can learn by making every effort that is optimal.
Kondisi Self Disclosure Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Gusmawati Gusmawati; Taufik Taufik; Ifdil Ifdil
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.536 KB) | DOI: 10.29210/17300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan kondisi self disclosure mahasiswa Bimbingan dan Konseling berdasarkan dimensi keluasan dan kedalaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah Inventori Pengukuran Self Disclosure Mahasiswa (IPSDM), dengan Sampel sebanyak 85 orang mahasiswa menggunakan teknik Simple Random Sampling. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa, 1) Sebanyak 55,29% mahasiswa Bimbingan dan Konseling memiliki kondisi keluasan self disclosure pada kategori tidak luas dan dilihat pada target person menunjukkan bahwa ibu merupakan target person pertama dan paling banyak dipilih responden penelitian (72,16%), 2) Sebanyak 38,82% mahasiswa Bimbingan dan Konseling memiliki kondisi kedalaman self disclosure pada kategori sedang. Penelitian ini merekomendasikan mahasiswa Bimbingan dan Konseling, agar dapat memperluas dan memperdalam kemampuan melakukan self disclosure dan perlu pelayanan Bimbingan dan Konseling untuk memperluas dan memperdalam kemampuan dalam melakukan self disclosure.
HUBUNGAN KONSEP DIRI AKADEMIK DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI Winda Permata Sari; Taufik Taufik; Indah Sukmawati
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2, No 2 (2016): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.204 KB) | DOI: 10.29210/12016264

Abstract

Academic self-concept is the views, opinions or feelings about their academic abilities. Achievement motivation is encouragement for individuals to excel. This study is a descriptive correlational study aimed to describe the academic self-concept and achievement motivation of students and to test whether there is a relationship between academic self-concept and echievement motivation of students SMP N 1 VII Koto.subjects numbered 75 students taken high rank in his class. To see the connection techniques used in this study pearson product moment correlationthrough the statistical program SPSS for windows release 17. 
Konsep diri dan kedisiplinan belajar siswa Niko Reski; Taufik Taufik; Ifdil Ifdil
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 3, No 2 (2017): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.907 KB) | DOI: 10.29210/120182184

Abstract

Self- consept is one of the factors that affect student learning in school discipline. Positive self-concept, is essential for students to direct their behavior in accordance with the discipline learned in school. This study is a comparative descriptive study aims to identify and discipline konsepdiri students learn discipline and lack of discipline of learning, and to identify the concept of self-discipline and less disciplined students learn. results showed that the concept of self-discipline and less disciplined students are in good enough category and discipline students learn discipline and lack of discipline in the category quite well and there are significant differences between students learn discipline and lack of discipline. disperlukan potimalisasi role of all the schools umtuk improve self-concept and discipline of student learning.
Hubungan Pemahaman Karakter-Cerdas dengan Kecenderungan Perilaku Seks Bebas Siswa Suhartati Wahyu; Taufik Taufik
Jurnal Neo Konseling Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00641kons2022

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena yang sangat rentan dengan masalah seksualitas atau perilaku seks bebas. Perilaku seks bebas dipengaruhi oleh sejumlah faktor baik internal maupun eksternal. Dari faktor internal adalah karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman karakter-cerdas, mendeskripsikan kecenderungan perilaku seks bebas siswa dan mendeskripsikan hubungan pemahaman karakter-cerdas dengan kecenderungan perilaku seks bebas siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan populasi siswa  SMK Negeri 6 Padang.  Sampel diambil menggunakan teknik  Stratified Random Sampling dengan rumus Slovin. Data dikumpulkan dengan angket berskala tentang pemahaman karakter-cerdas dan angket kecenderungan perilaku seks bebas siswa. Data dianalisis dengan statistik deskriptif persentase dan untuk menguji hubungan kedua variabel, digunakan rumus Pearson Product Moment dengan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 25.0. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara pemahaman karakter-cerdas dengan kecenderungan perilaku seks bebas siswa, (2) pemahaman karakter-cerdas sangat menentukan bagaimana pengaruh seks bebas pada siswa. Artinya semakin tinggi pemahaman karakter-cerdas siswa maka semakin rendah kecenderungan perilaku seks bebasnya, begitu juga sebaliknya. Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan untuk mencegah kecenderungan perilaku seks bebas, disarankan guru BK atau konselor dapat memberikan bimbingan untuk meningkatkan pemahaman karakter-cerdas melalui layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok.
Hubungan kemampuan komunikasi interpersonal dengan keharmonisan keluarga Dwi Fitriza; Taufik Taufik
Counseling and Humanities Review Vol 2, No 1 (2022): Counseling and Humanities Review
Publisher : Counseling and Humanities Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/000484chr2022

Abstract

Komunikasi interpersonal merupakan faktor yang mempengaruhi keharmonisan suami istri dalam rumah tangga. Namun, tidak selalu komunikasi interpersonal antara pasangan suami istri selalu berjalan dengan baik, seringkali akibat komunikasi yang tidak berjalan baik menyebabkan kesalahpahaman bahkan perceraian dalam keluarga. Penelitian ini menguji hubungan komunikasi interpersonal dengan keharmonisan dalam keluarga. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah pasangan suami istri di kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci dengan teknik penarikan sampel bertujuan (Purposive sampling) sebanyak 70 orang atau 35 pasangan.Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan keharmonisan dalam keluarga.