Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Status Ekonomi dan Tingkat Pendidikan Orangtua dengan Kejadian Verbal Abuse pada Anak Usia Pra Sekolah Muhammad Khabib Burhanuddin Iqomh; Yulia Susanti; Eka Nurul Pratiwi
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.176 KB) | DOI: 10.32584/jika.v2i1.127

Abstract

Verbal abuse merupakah hambatan untuk mencapai perkembangan anak. Pengalaman mendapatkan Verbal abuse akan memengaruhi kualitas hidup anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status ekonomi dan pekerjaan dengan verbal abuse  pada anak usia prasekolah. Desain penelitian menggunakan korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 200 orang tua dengan anak-anak usia pra-sekolah terdiri dari 100 ibu dan 100 ayah menggunakan teknik pengambilan sampel acak. Mengumpulkan data penelitian menggunakan kuesioner pengembangan teori verbal abuse. Lokasi penelitian di Kecamatan Bandengan, Kabupaten Kendal, Kota Kendal. Usia responden berkisar antara 21-39 tahun, mayoritas berpenghasilan tinggi (67%), tingkat pendidikan sebagian besar lulusan sekolah menengah (54%). Tidak ada hubungan antara status ekonomi dan peristiwa verbal abuse dengan nilai p 0,366 (p> 0,05), ada hubungan antara pendidikan dan verbal abuse yang dilakukan oleh ibu dengan nilai p 0,035 (p <0,05), tidak ada hubungan antara pendidikan dilakukan oleh ayah dengan kejadian verbal abuse dengan nilai p 0,438 (p> 0,05). Kata Kunci: Status ekonomi, Pendidikan, verbal abuseRelationship of Economic and Educational Status with Verbal Abuse in Preschool Age ChildrenAbstractVerbal abuse is a barrier to achieving development in children. The experience of getting Verbal abuse will affect the quality of life of children. The study design used descriptive correlation with a cross sectional approach. The number of samples of 200 parents with pre-school age children consisted of 100 mothers and 100 fathers using random sampling techniques. Collecting research data using a verbal abuse theory development questionnaire. Research location in Bandengan Sub-District, Kendal District, Kendal City. Age of respondents ranged from 21-39 years, the majority were high income (67%), the education level was mostly high school graduates (54%). There is no relationship between economic status and verbal abuse events with p value 0.366 (p> 0.05), There is a relationship between education and verbal abuse occurrences carried out by mothers with p value 0.035 (p <0.05), There is no relationship between education conducted by the father with verbal abuse events with p value 0.438 (p> 0.05). The recommendation for further research is to see the effects of verbal abuse with children's development.Key Words: Economic Status, Education, Verbal Abuse
HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA DENGAN TINGKAT ANSIETAS SAAT MENGHADAPI KEKAMBUHAN PASIEN GANGGUAN JIWA Livana PH; Yulia Susanti; Dimas Eka Ardika Putra
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 2, No 1 (2018): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.436 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v2i1.664

Abstract

Clients mental disorder characterized by cycles of recurrence, which reached 60-75% of all patients. Recurrence trigger psychological conflict such as anxiety in the family. Family characteristics need to be considered in understanding the problems of family anxiety when clients have a relapse. The purpose of this study was to determine the characteristics of a family relationship with the level of anxiety when faced with a client recurrence of mental disorders in RSJD Amino Gondhohutomo Semarang. The study used a descriptive correlational design with cross sectional approach. Sample was taken by purposive sampling as many as 40 families were clients of mental disorder experience recurrence in emergency ward RSJD Amino Gondhohutomo Semarang. Research tool questionnaire characteristics and Hamilton Anxiety Rating Scale (Hars). Statistic test used Kendall's tau_b and Somers’d. The results showed no relationship between job characteristics (pvalue = 0.029), income (pvalue = 0.040), and the type of family (pvalue = 0.027) with the anxiety level families in the face of recurrence clients with mental disorders, while the educational characteristics (pvalue = 0.390), relationship status (pvalue = 0.587), stage of development of the family (pvalue = 0.482), and ethnic culture (pvalue = a) there is no relationship. Further research is expected researching family anxiety when faced with a recurrence client by using different methods and samples consisting of various ethnic cultures Abstrak Klien gangguan jiwa dicirikan dengan siklus kekambuhan yang mencapai 60-75% dari keseluruhan penderita. Kekambuhan memicu terjadinya konflik psikologi seperti ansietas pada keluarga. Karakteristik keluarga perlu dipertimbangkan dalam memahami permasalahan ansietas keluarga saat klien mengalami kekambuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan karakteristik keluarga dengan tingkat ansietas saat menghadapi kekambuhan klien gangguan jiwa di RSJD Amino Gondhohutomo Semarang. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 40 keluarga klien gangguan jiwa yang mengalami kekambuhan di IGD RSJD Amino Gondhohutomo Semarang. Alat penelitian menggunakan kuesioner karakteristik dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Uji statistik menggunakan uji Kendall’s tau_b dan uji Somers’d. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara karakteristik pekerjaan (pvalue=0,029), penghasilan (pvalue=0,040), dan tipe keluarga (pvalue=0,027) dengan dengan tingkat ansietas keluarga saat menghadapi kekambuhan klien gangguan jiwa, sedangkan karakteristik pendidikan (pvalue=0,390), status hubungan (pvalue=0,587), tahap perkembangan keluarga (pvalue=0,482), dan etnis budaya  (pvalue=a) tidak ada hubungan. Peneliti selanjutnya diharapkan meneliti ansietas keluarga saat menghadapi kekambuhan klien dengan menggunakan metode berbeda dan sampel yang terdiri dari berbagai etnis budaya.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA Wintri Utari; Yulia Susanti; Livana PH
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 5 No 1 (2015): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.5.1.2015.22-28

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Lanjut usia merupakan proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berkaitan satu sama lain. Pada kondisi lansia yang seperti ini, dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan dan gangguan mental sepertidepresi. Dalam menghadapi kenyataan hidup agar memperoleh kesejahteraan pada usia lanjut sangat ditentukan oleh peran serta dan dukungan penuh dari keluarga. Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan depresi pada lansia Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling sebanyak 113 lansia. Alat penelitian menggunakan kuesioner Dukungan Keluarga dan kuesioner Geriatric Depression Scale(GDS), uji statisti cmenggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan depresi pada lansia nilai p=0,028 (pvalue< 0.05). Diskusi: Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk diteliti lebih lanjut tentang faktor yang dapat mempengaruhi depresi pada lansia dan lebih bisa melihat secara tepat dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada lansia. Kata kunci: Dukungan keluarga, depresi, lansia. ABSTRACT Introduction: Elderly is a natural process that accompanied the decline of their physical, psychological and social are intertwined with one another. In conditions such as the elderly, it can cause various health problems and mental disorders such as depression. In the face of the reality of living in order to obtain well-being in old age is determined by the participation and full support of the family. Methods: The purpose of this study was to determine the relationship between family support with depression in the elderly. This research uses descriptive correlational design with cross sectional method. The sample in this study were taken by purposive sampling of 113 elderly people. Research tools used questionnaires and questionnaires Family Support Geriatric Depression Scale (GDS), using a statistical test Chi Square test. Results: The results of this study showed no relationship between family support with depression in the elderly with a value of p = 0.028 (pvalue <0.05). Discussion: Future studies are recommended for further study of the factors that can affect depression in the elderly and can see exactly which family support with the level of depression in elderly. Keywords: Family support, depression, elderly.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK REMAJA, KELUARGA DAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA Fitriyatul Mukaromah; Livana PH; Yulia Susanti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 5 No 2 (2015): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.32583/pskm.5.2.2015.61-66

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perilaku seksual remajamerupakan segala tingkah laku remaja yang didorong oleh hasrat seksual baik dilakukan dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara karakteristik remaja, keluarga dan pola asuh orangtua dengan perilaku seksual remaja. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan rancangan penelitian croos sectional. Responden yang menjadi subjek penelitian ini adalah remaja dengan populasi 160 yang menjadi sampel berjumlah 125. Teknik yang digunakan teknik Pro portionate Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan Spearman dan Anova. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara karakteristik remaja (umur =p value 0,397 dan jeniskelamin= p value 732), karakteristik keluarga (tipekeluarga = p value 0,896, pekerjaan ayah = p value 0,711, penghasilan ibu = p value 0,064, pendidikan ayah = value 0,317 dan pendidikan ibu = p value 0,119) dengan perilaku seksual remaja. Sementara itu ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu (p value = 0,042), pekerjaan ayah (p value =0,026), pola asuh orang tua (p value=0,000)dengan perilaku seksual remaja. Sedangkan suku bangsa ayah dan ibu tidak dapat dikorelasikan karena semua suku bangsa Jawa. Diskusi: Hasil penelitian ini diharapkan remaja dapat bekerja sama dengan petugas kesehatan atau instansi kesehatan untuk mengadakan penyuluhan kesehatan mengenai seksualitas. Kata kunci: Karakteristik Remaja, Keluarga, Pola Asuh, Perilaku Seksual Remaja ABSTRACT Introduction: Adolescent sexual behaviour is all adolescent behaviour that is pushed by good sexual desire is done with also kind fellow. Methods: This research will aim to detects connection existence between adolescent characteristics, family and pattern brings up parents with behaviour adolescent sexual. This research is correlation watchfulness by using research plan cross sectional. Respondent that be subject this research adolescent with population 160 that is sample numbers 125. Technique that used technique proportionate stratified random sampling. Data analysis uses univariate and bivariate with Spearman and Anova. Results: Research result shows that there is no connection between adolescent characteristics (age =p value 0,397 and sex = p value 732, families characteristics (family type = p value 0,896, father job = p value 0,711, mother income = p value 0,064, father educations = value 0,317 and mother education = p value 0,119) with adolescent sexual behaviour. Meanwhile there connection significant between mother job (p value = 0,042, father jobs (p value =0,026, pattern brings up parents (p value=0,000) with adolescent sexual behaviour. While father tribe and mother can not correlation because all java tribe. Discussion: This research result is supposed adolescent can cooperate with well-being operator or well-being resort to hold well-being elucidation hits sexuality. Keywords: Adolescent characteristics, family and pattern care parents with adolescent sexual behaviour
EFEKTIFITAS INTERVENSI KEPERAWATAN: SENAM DAN RELAKSASI DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Yulia Susanti; Agus Setiawan; Wiwin Wiarsih
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 6 No 2 (2016): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.6.2.2016.65-69

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Skizofrenia Penyakit tidak menular (PTM) menjadi sebagai penyebab utama kematian didunia. Proporsi penyebab kematian PTM pada orang-orang berusia kurang dari 70 tahun, terdiri dari penyakit kardiovaskular 39%, diikuti kanker 27%, sedangkan penyakit pernafasan kronis, penyakit pencernaan dan PTM yang lain bersama-sama menyebabkan sekitar 30% kematian, serta diabetes 4%. Upaya pencegahan dan penanggulangan PTM hipertensi akan lebih efektif dan efisien jika faktor risiko dapat dikendalikan.Berbagai intervensi keperawatan dapat diberikan pada penderita hipertensi seperti pemberian terapi komplementer, pemberian informasi tentang masalah kesehatan, pengaturan pola makan, latihan atau olah raga. Metode: Karya ilmiah ini bertujuan untuk melaporkan penerapanintervensi keperawatan berupasenam dan relaksasi pada penderita hipertensi. Karya ilmiah ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan: intervensi keperawatan terhadap 60 penderita hipertensi yang berusia dewasa. Hasil: Penerapan intervensi keperawatan berupa senam dan relaksasi dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi usia dewasa.Rata – rata penurunan tekanan darah sistolik 6,6 mmHg dan tekanan darah diastolik 5,05 mmHg Diskusi: Tindakan keperawatan senam dan relaksasi direkomendasikan untuk diberikan pada penderita hipertensi dimasyarakat dalam upaya pengendalian hipertensi dirumah. Kata kunci: Senam, Relaksasi, Penyakit Hipertensi. ABSTRACT Introduction: Non-communicable disease (PTM) is the leading cause of death in the world. The proportion of causes of PTM death in people aged less than 70 years, consisting of 39% cardiovascular disease, followed by cancer 27%, while chronic respiratory illness, gastrointestinal illness and other PTM together cause about 30% of deaths, as well as diabetes 4% . Efforts to prevent and control PTM hypertension will be more effective and efficient if risk factors can be controlled. Nursing interventions can be given to hypertensive patients such as complementary therapy, information on health issues, dietary regulation, exercise or gymnastics. Methods: This paper aims to report on the application of nursing interventions in the form of exercise and relaxation in hypertensive patients. This scientific work uses the approach of nursing care: nursing intervention to 60 adult hypertensive patients. Results: Implementation of nursing intervention in the form of exercise and relaxation can decrease blood pressure of adult hypertension patient. Mean systolic blood pressure reduction of 6.6 mmHg and diastolic blood pressure 5.05 mmHg. Discussion: Nursing and relaxation treatment is recommended to be given to people with hypertension in the community in controlling hypertension at home. Keywords: Exercise, Relaxation, Hypertension Disease.
ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERATAAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN PERUSAHAAN GO-PUBLIC PERIODE 2014-2016 YANG TERDAFTAR DI BEI Yulia Susanti; Abdul Wahid Mahsuni; Junaidi Junaidi
e_Jurnal Ilmiah Riset Akuntansi Vol 6, No 10 (2017): e_Jurnal Ilmiah Riset Akuntansi Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.814 KB)

Abstract

ABSTRAKSI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Analisa Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Perataan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan Dan Minuman Perusahaan Go-Public Periode 2014-2016 Yang Terdaftar Di BEI. Lokasi penelitian yaitu pada Pusat Penelitian dan Pengkajian Pasar Modal Indonesia (P4MI) Fakultas Ekonomi Islam Malang dengan waktu penelitian Januari 2017 sampai Juni 2017. Pengujian terhadap ketepatan reaksi pasar saham dilakukan dengan Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan Dan Minuman Perusahaan Go-Public Periode 2014-2016 Yang Terdaftar Di BEI dengan metode purpose sampling populasi yang dijadikan sampel merupakan populasi yang memenuhi kriteria tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Metode pengujian menggunakan Uji Normalitas, Uji Asumsi Klasik, dan Analisis Regresi Linier Logistik dengan Program SPSS for Windows Versi 24. Kesimpulan yang diperoleh bahwasannya Return On Asset (ROA), Net ProfitMargin (NPM), Leverage, dan Ukuran Perusahaan secara simultan berpengaruh positif terhadap perataan laba. Serta dari penelitian ini ditemukan bahwa variabelReturn Of Asset (ROA) dan Net Profit Margin (NPM) berpengaruh positif terhadap perataan laba. Sedangkan variabel Leverage (DAR) dan Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh positif terhadap perataan laba.Kata kunci: Return Of Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Leverage (DAR) dan Ukuran Perusahaan.
Performance Based Capitation Settings in the National Health Insurance Program for Primary Healthcare Facilities Yulia Susanti; Khairani
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 3 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i3.1545

Abstract

The National Health Insurance Program by the Health Social Security Administration Agency aims to provide access to quality, safe, and affordable health services. A capitation payment system is implemented for Primary Healthcare Facilities based on the number of registered participants, but this system faces obstacles in encouraging service quality improvement. To address this, Performance-Based Capitation was developed with key indicators such as contact numbers, non-specialist referral ratios, and controlled Prolanis participant ratios. This study uses normative juridical methods to analyze the regulations, implementation, and challenges of Performance-Based Capitation in National Health Insurance. The data was analyzed qualitatively through a study of laws and regulations, scientific literature, and related reports. The results of the study show that the implementation of Performance-Based Capitation is effective in increasing the utilization of Primary Healthcare Facilities, reducing the referral rate to an advanced level, and improving the management of chronic diseases. However, there are obstacles in the form of limited infrastructure, resource inequality, and lack of coordination between stakeholders. To increase the success of Performance-Based Capitation, it is necessary to strengthen regulations, increase the capacity of human resources, utilize information technology, and provide performance-based incentives.
IMPLEMENTASI GERMAS DI MASYARAKAT Yulia Susanti; Cahyo Suraji; Pujiati Setyaningsih
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.232 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1722

Abstract

Salah satu program pemerintah untuk mengendalikan PTM yaitu program GerakanMasyarakat Hidup Sehat (GERMAS). GERMAS merupakan program peningkatan statuskesehatan berbasis masyarakat yang mengutamakan upaya preventif dan promotif tanpamenghilangkan upaya kuratif dan rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalammemasyarakatkan paradigma sehat. Pemerintah Jawa Tengah sendiri menetapkan indikatorGERMAS di Jawa Tengah yaitu ABCDEF yang merupakan singkatan dari Aktivias Fisik rutin 30menit sehari, Banyak konsumsi sayur setiap hari, Cek Kesehatan, Diberikannya ASI ekseklusif,Enyahlah secepatnya asap rokok dan fokus pada pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pelaksanaan tindakan masyarakat GERMAS. Responden dalam penelitian iniberjumlah 196 keluarga. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner terstuktur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaksanaan tindakan GERMAS kurang baik.Pelaksanaan GERMAS masyarakat pada indikator Cek Kesehatan masih minimal yaitupemeriksaan berat badan, tinggi badan, tekanan darah, gula darah sewaktu. Kata kunci: GERMAS, hidup sehat, cek kesehatan, ABCDEF
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA DALAM PENYUSUNAN SKRIPSI Yulia Susanti; Qania Nabila; Rina Anggraeni
HelFin Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v1i1.5356

Abstract

Setiap mahasiswa diwajibkan menyelesaikan skripsi atau tugas akhir sebagai persyaratan untuk meraih gelar Sarjana. Mahasiswa perlu memiliki pemahaman terhadap metode penelitian dan kemampuan menulis secara ilmiah. Penyusunan skripsi memerlukan kesiapan, dan tidak jarang mahasiswa mengalami kecemasan ketika menghadapinya. Kecemasan yang dirasakan mahasiswa mencakup perasaan khawatir, takut, was-was, dan stres. Dalam proses ini, dukungan keluarga berupa informasi, dukungan instrumental, penilaian, dan dukungan emosional sangat diperlukan oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan mahasiswa dalam penyusunan skripsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah skripsi, dan sampel diambil secara total sebanyak 41 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 21 tahun, dengan 82,9% berjenis kelamin perempuan. Dukungan keluarga dinilai baik oleh 63,4% responden, dan sebanyak 58,5% tidak merasakan tingkat kecemasan yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan mahasiswa dalam penyusunan skripsi. Dukungan keluarga yang memadai dapat mempengaruhi tingkat kecemasan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi.
The Effect of Self-Healing Butterfly Hug on Anxiety Levels Yulia Susanti; Esa Lalita Candra; Rina Anggraeni; Riani Pradara Jati; Livana PH; Amel Dawod Kamel Gouda
Journal Of Nursing Practice Vol. 8 No. 2 (2025): January
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v8i2.668

Abstract

Background: Tension refers to sensations of discomfort, anxiety, and fear, often linked to internal or external threats. Final-year students frequently encounter anxiety when working on their thesis, which can become problematic due to the intense anxiety that may negatively impact both physical and mental health. Lowering anxiety levels can be accomplished through Self Healing with the Butterfly Hug technique. Purpose: The purpose of this research was to determine the effect of Selft-Healing Butterfly Hug on students anxiety levels. Methods: The DASS questionnaire was used as the measurement tool. The study employed a Quasi-Experimental design with a One Group Pretest-Posttest Without Control format. The research sample comprised nursing students from Kendal Health Sciences College who met the specified criteria, with a total of 22 respondents selected through purposive sampling. Statistical analysis was performed using the Wilcoxon test. Results: The research results indicate that the average age of the respondents is 22 years. The majority of respondents are female, totaling 17 (77.3%). Out of the 22 respondents, the most prevalent anxiety level before the intervention was severe anxiety, reported by 12 respondents (54.5%). After the intervention, most respondents experienced moderate anxiety, with 14 respondents (63.3%). This demonstrates the impact of the Self-Healing Butterfly Hug technique on anxiety levels, as severe anxiety prior to the intervention was reduced to moderate anxiety afterward. The Wilcoxon statistical test yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant reduction in anxiety following the intervention. Conclusion: The findings of this study indicate a notable decrease in anxiety levels after applying the Self Healing Butterfly Hug technique.