Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KLASIFIKASI PENYAKIT SIROSIS MENGGUNAKAN METODE PCA-BACKPROPAGATION Khofifah Auliyatuz Zahroh; Saiful Bahri
Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa Vol 29, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/tr.2024.v29i1.8449

Abstract

Penyakit sirosis menjadi penyakit endemik yang berdampak pada sejumlah besar manusia di seluruh dunia. Menurut WHO (World Health Organization) pada tahun 2016 terdapat 1,3 juta kematian yang disebabkan oleh penyakit sirosis di seluruh dunia. Penyakit ini lebih sering terjadi pada pasien usia lanjut dengan usia sekitar 40-60 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh bermacam-macam unsur yang membahayakan hati misalnya obesitas, infeksi hepatitis yang tidak terdiagnosis, dan bahaya alkohol. Tujuan penelitian ini adalah mengklasifikasikan pasien yang terdiagnosis penyakit sirosis. Oleh karena itu, pada penelitian ini dalam melakukan klasifikasi menggunakan metode Backpropagation dengan reduksi fitur menggunakan PCA (Principal Component Analysis). Jumlah data yang digunakan sebanyak 418 data dengan 18 fitur. Kemudian dari data tersebut dilakukan tahap preprocessing serta reduksi fitur dengan PCA dan diperoleh 5 fitur yang berpengaruh. Selanjutnya melakukan analisis perbandingan Backpropagation dengan ekstraksi PCA dan tanpa ekstraksi PCA. Penelitian ini menggunakan parameter uji coba jumlah node dan learning rate. Hasil terbaik yang diperoleh berdasarkan nilai klasifikasi Backpropagation dengan menggunakan PCA sebesar 76.191% dengan jumlah node 50 dan learning rate 0.1. Sedangkan akurasi klasifikasi Backpropagation tanpa menggunakan PCA sebesar 67.857% dengan jumlah node 50 dan learning rate 0.3. Penelitian ini menggunakan parameter uji coba jumlah node dan learning rate. Hasil terbaik yang diperoleh berdasarkan nilai klasifikasi Backpropagation dengan menggunakan PCA sebesar 76.191% dengan jumlah node 50 dan learning rate 0.1. Sedangkan akurasi klasifikasi Backpropagation tanpa menggunakan PCA sebesar 67.857% dengan jumlah node 50 dan learning rate 0.3. Penelitian ini menggunakan parameter uji coba jumlah node dan learning rate. Hasil terbaik yang diperoleh berdasarkan nilai klasifikasi Backpropagation dengan menggunakan PCA sebesar 76.191% dengan jumlah node 50 dan learning rate 0.1. Sedangkan akurasi klasifikasi Backpropagation tanpa menggunakan PCA sebesar 67.857% dengan jumlah node 50 dan learning rate 0.3.
PERAMALAN HASIL PRODUKSI PADI DI KABUPATEN LAMONGAN MENGGUNAKAN METODE DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING Asyiqqotus Saidah; Saiful Bahri
Jurnal Bayesian : Jurnal Ilmiah Statistika dan Ekonometrika Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Bayesian : Jurnal Ilmiah Statistika dan Ekonometrika
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/bay.v4i1.78

Abstract

Food crops are an agricultural sub-sector that has a high contribution to the economy of Lamongan Regency. The increase in population growth rate affects the demand for food. In this study, the double exponential smoothing approach is used to forecast in order to avoid food shortages, especially rice. This method requires two parameters (α and β). This study uses data on rice production from the period 2009 to 2022. The results show that the best parameter values are α = 0,9 and ꞵ = 0,1 with a MAPE value of 11,72%. Based on the MAPE value, it is known that the forecasting model is good
Inventory and Diversity of Butterflies (Lepidoptera: Papilionoidea) in Puthuk Panggang Welut Tourism Area, Mojokerto, East Java Anida Reza Fahlefi; Misbakhul Munir; Saiful Bahri; Siska Umami; Nasywa Sayyida Amaliyah; Anggi Syavira Oktaviana; Muhamad Azmi Dwi Susanto
Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi Vol 7 No 1 (2024): Biosilampari: Jurnal Biologi
Publisher : Universitas PGRI Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62112/biosilampari.v7i1.115

Abstract

Tourism area is a tourism site that utilises the potential of natural resources, tourism areas support butterfly habitats, one of which is in Puthuk Panggang Welut Tourism, Mojokerto. The Puthuk Panggang Welut area has a natural ecosystem and there has been no previous research related to butterfly diversity. The purpose of this study was to determine the diversity of butterfly species (Lepidoptera: Papilionoidea) in the Puthuk Panggang Welut tourist area, Mojokerto. The capture of specimens was carried out by the transect method using an insect net (sweep net). Based on observations obtained, five families, namely Hesperiidae, Lycaenidae, Nymphalidae, Papilionidae, and Pieridae, the number of species obtained, as many as 30 species from five families and 221 individuals, with a value of H' = 3.07 so that it can describe the quality of the environment at Puthuk Panggang Welut Tourism, is classified as a high level of diversity. In addition, on the tourist track, the species Troides helena was found, which is one of a protected species.
Keanekaragaman dan Kemerataan Jenis Collembola Gua di Kawasan Karst Malang Selatan widya pertiwi; Saiful Bahri; Saiku Rokhim; Nirmala Fitria Firdhausi
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 4 No. 2 (2020): Biotropic, Volume 4 Nomor 2, 2020
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/biotropic.2020.4.2.134-139

Abstract

Karst adalah bentang alam yang unik yang terbentuk akibat dari pelarutan batuan karbonat atau batuan gamping oleh air hujan. Di dalam kawasan karst terbentuk beberapa gua yang menjadi ci khas dari kawasan karst yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman Collembola gua yang berada di Kawasan Karst Malang Selatan. Sampel yang diambil adalah berasal dari tanah yang berada di lantai gua dengan menggunakan teknik Purposiv Sampling. Penelitian dilakukan pada empat gua yaitu Gua Harta, Gua Krompyang, Gua Prapatan JLS, dan Gua Lowo. Setiap pengambilan sampel dilakukan tiga kali pengulangan pada setiap zona, yaitu zona terang, zona remang, dan zona gelap. Hasil analisis data menghasilkan nilai Indeks Keanekaragaman H’=0,46121 dan Indeks Kemerataan E=0,28656.
Keanekaragaman Capung (Odonata) di Aliran Sungai Desa Karangrejo, Kacamatan Garum, Blitar Zakki Mubarak; Nirmala Fitria Firdhausi; Saiful Bahri
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 6 No. 1 (2022): Biotropic, Volume 6 Nomor 1, 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/biotropic.2022.1.1.55 - 60

Abstract

Capung merupakan salah satu bioindikator lingkungan perairan karena habitatnya yang bergantung pada sumber air. Naiad capung menghabiskan hidupnya sebelum menjadi imago dewasa di dalam air. Capung juga berperan sebagai predator alami bagi serangga kecil dan hama tanaman persawahan dan perkebunan. Ekosistem sungai memeiliki vegetasi yang bervariasi dan biota yang beragam serta kondisi lingkungan dan tipe habitat yang bermacam-macam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman capung di aliran sungai Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dengan pengulangan sebanyak 3 kali pada tiap pengamatan. Metode pengambilan data menggunakan transek belt dengan menyusuri aliran aliran sungai dan visual day flying dengan mencatat jumlah capung yang terbang. Data yang diperoleh diidentifikasi dan dihitung indeks kenaekaragaman (H’) Shannon-Wiener. Hasil pengamatan didapatkan 29 spesies yang terdiri dari 8 famili. Spesies terbanyak ditemukan individu adalah Pantala flavescens sebanyak 459 individu dan ditemukan satu individu yakni Zyxomma obtusum dan Euphaea variegata. Nilai rata-rata indeks keanekaragaman kawasan tersebut tergolong rendah dengan H’= 1.85, dengan indeks tertinggi H’=2.26 dan terendah H’=1,23.
Keanekaragaman Serangga pada Tanaman Akasia (Acacia nilotica) Di Savana Bekol Taman Nasional Baluran Situbondo Jawa Timur Saiful Bahri; Nirmala Fitria Firdhausi; Esti Tyastirin; Intan Ahmad
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 6 No. 1 (2022): Biotropic, Volume 6 Nomor 1, 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baluran National Park Situbondo have function to field study, and plays a role as the ecotourism area. Bekol savanna is part of Baluran National Park which has been invaded by Acacia (A. nilotica) plants. The aim of this study was to determine the diversity and abundant of the insects in A. nilotica in Bekol savannas park, Baluran national park. The research method has been employed with the make plots in the savannas dimensions of 20 x 20 m. Insect was collected by flying trap without antractan for four weeks. Insect identification was carried out at Entomology Laboratory SITH ITB. Diversty index was analyzed by Shannon’s index and abundant index with the Simpson’s index. The results showed that the 527 insects caught consisted of 5 insect orders that lived on A. nilotica in the Bekol Savanna . Diversity of insect have the range medium from H= 1,73186 – 2,29266. Insect diversity has high in the plot III and low from plot II. Abundant index was known that the familia Formicidae is dominance species with Polyrhachis sp=45,77465 % plot I, Crematogaster sp= 62,2807% plot II, Crematogaster sp= 45,45455% plot III and plot IV Crematogaster sp= 38,67925%. The low of diversity index because just many insect could live in the A. nilotica and some species likes Caryedon serattus, Zyras compressicornis, Crematogaster sp and Trigona lavaiceps was collected from four site reseach. The abundant of familia Formicidae because they have mutuallystic symbiosis with the A. nilotica. From the result we could conclude that diversity and abundant insect dependent to the plant and interaction have done.
Morphological Variations of The Genus Huia Yang,1991 in Region of Java, Kalimantan and Sumatra Meilinda Rodhiya Idrus; Ahmad Nauval Arroyyan; Saiful Bahri; Amir Hamidy
Jurnal Biodjati Vol 6 No 1 (2021): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v6i1.10771

Abstract

Huia is a frog belonging to the family Ranidae which has a wide distribution in the world, including in Indonesia. Huia in Indonesia consists of 4 species spread from Sumatra, Java and Kalimantan, namely Huia masonii, Huia cavitympanum, Huia modligianii, and Huia sumatrana. Huia was originally incorporated into the genus Amolops and divided into 3 different sub-genus. The method used was quantitative descriptive as the data obtained in the form of descriptions of the morphometric and meristic characters PAST 3 analyzed software of wet specimens from the Museum Zoologicum Bogoriense. The aims were to determine the morphological variations in Huia characters due to the interesting distribution patterns of species, that were scattered on each island.. The results obtained show that there were morphological variations but have not shown significant grouping with the dominant character of each population of the entire genus Huia in Indonesia.
Pengendalian Hama Bemisia tabaci pada Tanaman Melon Varietas Golden Langkawi melalui Modifikasi Warna dan Ketinggian Perangkap Nurriza Dwi Dellita Sari; Saiful Bahri; Eko Teguh Pribadi; Abdul Manan; Atiqoh Zummah
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.379

Abstract

Buah melon (Cucumis melo L.) kaya nutrisi, namun produksinya rentan terhadap serangan hama seperti kutu kebul. Penggunaan perangkap likat menjadi solusi alternatif untuk mengendalikan hama tersebut tanpa terlalu mengandalkan insektisida sintetik. Penelitian ini secara mendalam mengevaluasi tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan hama kutu kebul (Bemisia tabaci) terhadap tanaman melon, sekaligus menguji efektivitas perangkap lengket dengan memvariasikan warna (hijau, kuning, coklat, putih) dan tinggi (antara 50 hingga 200 cm). Eksperimen dilakukan di dalam rumah kaca dengan menerapkan Rancangan Acak Lengkap faktorial karena kondisi lingkungan yang tidak seragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkap lengket berwarna kuning mampu secara efisien mengurangi populasi kutu kebul hingga mencapai 6.307 individu. Meskipun demikian, penyesuaian tinggi perangkap tidak memberikan pengaruh signifikan (Sig=0,061) terhadap pengurangan populasi kutu kebul, namun tinggi perangkap ternyata dipengaruhi oleh pertumbuhan tanaman. Meskipun perangkap kuning terbukti efektif dalam lingkungan yang seragam, analisis Two-Way ANOVA mengungkap nilai Signifikansi yang menunjukkan hasil yang lebih kompleks. Variabel abiotik seperti iklim, cahaya, dan kelembapan ternyata memegang peran penting dalam memengaruhi efikasi perangkap. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang strategi pemilihan perangkap lengket untuk mengendalikan populasi kutu kebul pada tanaman melon, sambil menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor lingkungan dalam pengembangan strategi pengendalian hama yang efektif.