Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Basic Life Support sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Irmawan Farindra; Warda Elmaida Rusdi; Dwimantoro Iman Prilistyo; Mohammad Dwinanda Junaedi; Satrio Eko Ariefianto; Hidayat; Muhammad Akmal Aqila; Raissa Aydien Rusmana; Osya Azifa Firlani; Nathania Fauziah Hermawati
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari Juni
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v6i1.12620

Abstract

Permasalahan rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan keterampilan dalam menghadapi kondisi gawat darurat masih menjadi tantangan serius, terutama di lingkungan pondok pesantren. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan membekali santri dengan keterampilan Basic Life Support (BLS). Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan santri sebagai peserta utama. Subjek kegiatan terdiri dari 30 santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua bentuk utama, yaitu penyuluhan edukasi kesehatan dan pelatihan praktik BLS. Kegiatan edukasi dilaksanakan dalam dua sesi, mencakup materi tentang kesehatan reproduksi dan praktik BLS dengan bantuan media manekin. Selama kegiatan, digunakan media pembelajaran berupa presentasi PowerPoint dan booklet interaktif untuk mempermudah pemahaman peserta. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan pre-test sebelum penyuluhan dan post-test setelahnya. Data pre dan post-test dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil analisis pada data pre dan post test peserta menunjukkan adanya peningkatan rerata tingkat pengetahuan peserta (12,56%). Melalui uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatan nilai p < 0.0001 yang menandakan adanya perbedaan signifikan pada hasil pre dan post test peserta. Implikasinya, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas santri dalam menjaga kesehatan diri dan menghadapi situasi kegawatdaruratan.
Edukasi Kebersihan Area Kewanitaan dan Pengelolaan Menstruasi pada Santriwati Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur Dwimantoro Iman Prilistyo; Hartatiek Nila Karmila; Aditya Bhayusakti; Retno Diah Putri Ekayanti; Putro Luhur Budi Sapriyo; Nilta Najma Tsuroiyah; Dyona Hayu Maharani; Selfia Selfia
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3257

Abstract

Kebersihan area kewanitaan dan pengelolaan menstruasi merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi remaja putri. Identifikasi awal di Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil menunjukkan bahwa 8 dari 10 santriwati yang diwawancarai memiliki pemahaman kurang mengenai cara membersihkan area kewanitaan dan penggunaan pembalut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai kebersihan area kewanitaan dan pengelolaan menstruasi. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Mei 2026 melalui edukasi langsung selama 30–40 menit, diskusi, tanya jawab, serta penggunaan poster dan leaflet. Sebanyak 30 santriwati mengikuti seluruh rangkaian evaluasi dan memiliki data pretest–posttest lengkap sehingga seluruhnya dianalisis. Pengetahuan diukur menggunakan 10 soal pilihan ganda berskor 0–100. Rerata skor meningkat dari 71,33 menjadi 84,00; sebanyak 21 peserta meningkat, 7 tetap, dan 2 menurun. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan segera setelah edukasi, meskipun penurunan skor pada dua peserta menjadi bahan evaluasi untuk penguatan dan pendampingan lanjutan. Poster yang dipasang di area pesantren dan leaflet yang dibagikan menjadi luaran pendukung agar pesan dapat diakses kembali. Capaian kegiatan terbatas pada pengetahuan karena perubahan kebiasaan belum dievaluasi.