Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNGA GLADIOL (Gladiolus hybridus L.) eftrida yuliana pasaribu; Nugraheni Widyawati; Alfred Jansen Sutrisno
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 9, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v9i4.353-360

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil bunga Gladiol serta menentukan komposisi yang paling baik dalam mendukung pertumbuhan dan perolehan hasil bunga. Penelitian dilakukan melalui percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 7 perlakuan komposisi media tanam yaitu P1 (tanah), P2 (tanah : arang sekam 1:1), P3 (tanah : arang sekam 1:2), P4 (tanah : arang sekam 2:1), P5 (tanah : cocopeat 1:1), P6 (tanah : cocopeat 1:2), P7 (tanah : cocopeat 2:1). Masing masing perlakuan ada dalam setiap kelompok yang sekaligus sebagai ulangan yang berjumlah 4 kelompok. Parameter yang diamati meliputi parameter fisik dan kimia media tanam yang terdiri dari pH, kadar air, dan NPK tersedia. Parameter pertumbuhan tanaman diamati melalui parameter tinggi tanaman dan jumlah daun serta hasil tanaman diamati melalui parameter jumlah bunga dan diameter bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam tidak mempengaruhi tinggi tanaman dan jumlah daun, tetapi mempengaruhi jumlah bunga dan diameter bunga.  Media tanam yang memberikan hasil terbaik adalah media tanah (P1) dengan jumlah bunga sebanyak 11.67 kuntum dan diameter bunga sebesar 13.62 cm.Kata Kunci: arang sekam, cocopeat, gladiol
Analisis Kesesuaian dan Kelayakan Agrowisata pada Desa Penyangga Danau Rawa Pening Adnin Maulana Al Faritsi; Alfred Jansen Sutrisno
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Manajemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2022.v10.i01.p06

Abstract

Utilization of the landscape of Rawa Pening Lake and its surroundings has not been optimized to the maximum. Where, residents of buffer village Lake Rawa Pening such as residents in Pojoksari Village, Bejalen Tambakboyo, and Asinan only use Rawa Pening Lake for sources of agricultural irrigation, aquaculture and water hyacinth cultivation. Whereas, the four villages can become agricultural-based tourism villages or agro-tourism villages. The objective of this study is to analyze the feasibility and suitability of the landscape of the four buffer villages into agrotourism villages. The methods used in this study are descriptive statistics, where there are 10 assessment criteria with each weight. Feasibility and suitability in each buffer village are assessed from aspects of feasibility are access, recreational resources, tourism facilities, tourism management and agrotourism programs and activities and then the suitability aspect are assessed from objects and attractions be it agricultural-based objects, natural objects, historical objects, and socio-cultural attractions. Based on the result of assessment, it was found that Bejalen Village and Asinan Village were very feasible and suitable villages to become agrotourism village, while for Tambakboyo Village it is quite feasible and suitable, then Pojoksari Village is a village that is less feasible and suitable of being an agrotourism village. So that of the four villages as buffer villages Lake Rawa Pening, only Bejalen and Asinan villages are the main priority for agrotourism development.
Analisis Persepsi Civitas Akademika Fakultas Pertanian dan Bisnis terhadap Variasi Pola Vertikal Garden Antonius Wirangga Prasetyo Wicaksono; Nugraheni Widyawati; Alfred Jansen Sutrisno
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i1.5343

Abstract

Pada salah satu sudut Gedung Diponegoro 66 terdapat kualitas visual yang buruk. Hal ini menurunkan nilai estetika gedung karena letak sudut tersebut pada pintu masuk. Sehingga, cara untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah membangun vertical garden. Cara ini dipilih karena area sudut tersebut memiliki area yang sempit dan ditutupi oleh pavement. Namun, sebelum melakukan pembangunan terlebih dahulu dilakukan analisis terhadap pola desain vertical garden. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan pola desain vertical garden yang memiliki nilai estetika yang tinggi dan mampu menjawab permasalahan minimnya lahan sehingga dapat diterapkan. Metode yang digunakan ialah uji validitas dan reliabilitas untuk pengujian data, setelah itu menggunakan analisis deskriptif untuk melihat bagaimana persepsi civitas akademika untuk setiap 10 pola desain Vertical garden. Hasil uji validitas dan realibilitas menunjukkan bahwa data valid dan realiabel. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai tertinggi pada pola desain ke 9 tetapi dikombinasikan dengan kontras warna pola desain ke 3. Pada pola desain ketiga memiliki kontras warna yang sangat cerah sehingga membuat desain pola vertical garden lebih enak untuk dilihat, sedangkan untuk pola desain ke sembilan memiliki pola desain yang unik dan cocok dan sesuai untuk kondisi fisik tempat.
PENILAIAN KORELASI BIODIVERSITAS DAN KARBON TERSIMPAN PADA TAMAN KOTA BENDOSARI, KOTA SALATIGA Dhias Pradipta Ananda; Alfred Jansen Sutrisno
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6014

Abstract

Taman Kota Bendosari ini merupakan salah satu RTH yang dimiliki oleh Kota Salatiga dan menjadi paru-paru kota, yang fungsinya sebagai aspek berlangsungnya daur ulang antara karbondioksida (CO2) dan oksigen (O2). Taman Kota Bendosari memiliki keanekaragaman hayati yang menunjukkan adanya jasa lanskap biodiversitas yang harus dipertahankan serta dilestarikan. Selain itu vegetasi di taman juga menyerap karbon dan berpotensi untuk mengatasi pemanasan global. Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai biodiversitas dan karbon tersimpan pada Taman Kota Bendosari terhadap pengelolaan jasa lanskap, serta mengkorelasikan hubungan kedua variabel tersebut. Selain itu, penelitian ini juga merumuskan rekomendasi untuk menentukan langkah selanjutnya menuju masyarakat rendah karbon. Metode yang digunakan untuk mengestimasi karbon tersimpan yaitu persamaan alometrik, sedangkan untuk menghitung nilai biodiversitas menggunakan Indeks Shannon-Wiener dan Indeks Margalef. Nilai biodiversitas yang didapat terdiri dari nilai indeks kekayaan spesies yaitu 6,72 dengan status tinggi. Nilai indeks kemerataan yaitu 0,82 dengan status tinggi, dan nilai  keanekaragaman yaitu 3,17 dengan status tinggi. Kandungan karbon tersimpan pada plot 1 yaitu pohon sebanyak 5319,55 ton/ha, tumbuhan bawah sebanyak 4,83 ton/ha, nekromassa sebanyak 3,83 ton/ha, dan seresah sebanyak 13,23 ton/ha. Sedangkan untuk plot 2 yaitu pohon sebanyak  6640,02 ton/ha, tumbuhan bawah sebanyak 4,34 ton/ha, nekromassa sebanyak 3,79 ton/ha, dan seresah sebanyak 12,9 ton/ha. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara biodiversitas dan serapan karbon. Hal tersebut disebabkan oleh keberadaan pohon di Taman Kota Bendosari sebagian besar bukan pohon dengan diameter batang yang besar, walaupun jumlah pohon pada taman sangat tinggi jika dilihat dari nilai biodiversitas. 
ANALISIS KORELASI KERUSAKAN POHON, SERAPAN TIMBAL, BIOMASSA POHON, DAN TINGKAT KENYAMANAN PADA ALUN-ALUN KABUPATEN BLORA Margaretha Ines Nawangsari; Alfred Jansen Sutrisno
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6002

Abstract

Analisis Korelasi Kerusakan Pohon, Serapan Timbal, Biomassa Pohon, dan Tingkat Kenyamanan Pada Alun-alun Kabupaten Blora. Alun-alun Blora merupakan fasilitas umum yang disediakan pemerintah kota. Memiliki peran penting dalam hal penyerapan polutan. Potensi pohon di alun-alun Blora diantaranya sebagai peneduh, penyerap gas-gas penyebab pencemaran udara. Namun saat ini, banyak pohon yang mengalami kerusakan. kerusakan yang terjadi di sebabkan oleh usia pohon, penyakit, gulma, cuaca, dan perilaku manusia. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana kolerasi antara kerusakan pohon, serapan timbal, biomassa pohon, serta tingkat kenyamanan termal.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis pohon yang berada di alun-alun Blora, menganalisis keruskan pohon, menganalisis serapan timbal, menganalisis kandungan biomassa, dan mengukur kualitas termal, serta menganalisis kolerasi fungsi ekologis pohon dengan kerusakan. Metode yang digunakan adalah kemampuan analisis pohon dalam menyerap timbal, analisis biomassa, analisis Forest Health Monitoring (FHM), dan analisis Themal Humidity Index (THI), dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 190 pohon dari 7 jenis pohon. Dari hasil analisis FHM semua kategori pohon untuk kerusakan ringan terdapat 11 pohon, rusak sedang terdapat 155 pohon, dan rusak berat terdapat sebanyak 3 pohon.Hasil serapan timbal paling tinggi pada pohon glodokan tiang, dan hasil paling rendah pada pohon palem raja. Untuk nilai THI kategori nyaman/sebagian berada di bawah nanungan pohon tanjung dan nilai THI kategori tidak nyaman berada pada tanpa naungan, dan perkerasan. Terdapat korelasi yang kuat diantara biomassa, dan timbal dengan nilai korelasi 0,046 , kemudian antara FHM, dan THI dengan nilai korelasi 0,017. Kata kunci : Fungsi ekologis, Fisik pohon, Pohon, Korelasi
PENILAIAN FUNGSI POHON TEPI JALAN DIPONEGORO KOTA SALATIGA DALAM MENJERAP DEBU Muhammad Syaiful Afrizal; Bistok Hasiholan Simanjuntak; Alfred Jansen Sutrisno
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6187

Abstract

Pohon yang terdapat di lanskap perkotaan memiliki peran sebagai penyaring polusi udara, terutama debu yang beterbangan. Sedangkan Jalan Diponegoro Kota Salatiga merupakan jalan dengan tingkat kepadatan kendaraan dan aktivitas masyarakat yang tinggi. Berdasarkan peran pohon sebagai penyaring debu dan polusi udara, maka perlu dilakukan penelitian tentang penilaian fungsi pohon tepi jalan di Jalan Diponegoro dalam menyerap debu. Tujuan penilaian fungsi pohon di tepi Jalan Diponegoro adalah untuk mengetahui kemampuan pohon dalam menyerap debu pada lanskap Jalan Diponegoro dan memberikan rekomendasi berupa pemilihan pohon yang tepat di kawasan tersebut. penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 November 2019 di sepanjang Jalan Diponegoro Salatiga. Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah gelas beaker, kertas saring, oven, kuas, akuades, dan sampel daun. Metode yang digunakan yaitu menggunakan perhitungan rumus jerapan debu pada daun dan dilanjutkan dengan metode statistik dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pohon dengan tipe tajuk piramidal dan menyebar memiliki nilai penyerapan debu tertinggi. Dari hasil perhitungan, maka dapat disimpulkan bahwa tipe tajuk piramidal dan menyebar memiliki daya serap debu yang sesuai sehingga dapat dilakukan tindakan yang direkomendasikan berupa pemilihan pohon dengan daya serap debu terbaik di Jalan Diponegoro Kota Salatiga yaitu pohon dengan bentuk tajuk piramida dan menyebar.
Desain Lanskap Lapangan Golf Berbasis Fungsi Ekologis Syach Fahreza; Alfred Jansen Sutrisno
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl.faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v14i2.40903

Abstract

The golf course landscape is one form of sports area that can be a buffer zone between urban and rural areas. The golf course landscape functions as an area to absorb CO2 in the atmosphere, a windbreaker as well as a habitat for birds. The purpose of this research is to produce an ecologically based golf course landscape plan and design. The planning process includes site inventory surveys, site data analysis, design concept creation, golf course design development, and design development. Stages of site analysis using descriptive methods on the biophysical and physical components of the site. Meanwhile, the data analysis used the stored carbon analysis method is a allometric equation. The results show that in planning the golf course landscape, the landscape is divided into three spaces, namely the game area, maintenance area and service area. Then, landscape planning also determines the proposed contour, proposed drainage, and vegetation selection. The results of the planning are used to design the landscape, where the planting design is determined based on the composition of the vegetation that produces the highest stored carbon, which consists of grass, herbs, shrubs and trees. Then, the selection of vegetation that can bring birds and vegetation that can break the wind. The forms of planning and designing the golf course landscape are in the form of proposed contour drawings, proposed drainage, spatial concepts and three-dimensional visualization of the golf course landscape.
ANALISIS KELAYAKAN DAN KESESUAIAN DESA CANDIREJO DAN LOPAIT MENJADI DESA AGROWISATA Yosua Aprianto Kasim; Alfred Jansen Sutrisno
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 22 No 1 (2023): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v21i2.827

Abstract

Tuntang District is located in Semarang Regency, Central Java Province. This district has an aquatic landscape, namely Rawa Pening Lake. Rawa Pening Lake has attractive natural tourism potential because of its very beautiful natural scenery and Rawa Pening Lake is sorrounded by mountains. In addition, the lake area is also used as a place for fish cultivation because the outskirts have fish cages, and are also used for irrigation of rice fields. However, this potential has not been developed properly. So the purpose of this research is to analyze the suitability and feasibility of Candirejo Village and Lopait Village to become agro-tourism villages. The research method used is to identify land use using a classification method based on the condition of satellite imagery, Analyzing the social conditions (perceptions) of the community, where the sample was selected using the stratified random sampling method, Analyzing the visual conditions (landscape aesthetics) using the Scenic Beauty Estimation (SBE) method, and Assessing the feasibility and suitability of each village based on the results of the previous three stages. The results of the study can be seen in the table of the total value of all the variables in the 2 agro-tourism villages. In conclusion, Candirejo Village and Lopait Village have the potential to be used as agro-tourism villages, but Lopait Village still needs to be improved in several variables.
Penilaian Status Kesuburan Tanah Desa Tijayan Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten Elvina Septianta Molle; Andre Wijaya Setiawan; Alfred Jansen Sutrisno
Agrotechnology Research Journal Vol 5, No 2 (2021): Agrotechnology Research Journal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.894 KB) | DOI: 10.20961/agrotechresj.v5i2.54230

Abstract

Tijayan Village is located in Manisrenggo District, Klaten Regency, which has an area of agricultural land in the form of rice fields which is 105.80 ha of 155.3 ha of the village area. The extent of agricultural land in Tijayan Village needs to be maintained to increase agricultural products ranging from rice, secondary crops, and horticulture commodities. The researcher found a lack of information about soil maintenance in Tijayan Village. Therefore, the researcher conducted this research to determine and study the soil fertility and soil management efforts based on the limiting factors of fertility in Tijayan Village. In addition, soil fertility assessment is based on a desk study, detailed survey, soil analysis, making fertility distribution maps, and descriptive analysis. Determination of soil fertility status based on Soil Research Guidelines published by Soil Research Center, Bogor Indonesia, with parameters of cation exchange capacity, base saturation, total phosphorus, total potassium, and C- organic. Map made by using the ArcGIS 10.4 application. The fertility of Tijayan Village is categorized as low soil fertility class. The limiting factors for soil fertility are soil cation exchange capacity 3.47 me/ 100 g until 12.33 me/100g, total potassium < 10 mg/100g, and C- organic 1.213% - 2.286% . Consequently, management needs to be done by adding organic matter to the soil, fertilizing organically or inorganically, and the principle of healthy plant cultivation for rice fields.
Perencanaan Lanskap Kebun Bergizi pada Lahan Sempit Kampus Kartini Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Tusanto; Alfred Jansen Sutrisno
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl.faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v15i1.41649

Abstract

Kartini Campus has a land that has not been utilized well. That land has medium extent but can be utilized effectively. One of the utilization that can be conducted is agricultural activities in narrow land. As of this research tried to make narrow land agricultural model that can be used to fulfill nutritional food needs of dormitory students. The research methods are calculate the area that can be utilized with direct measurement, calculate the nutrition needs of students by identifying and calculate the body weight divided by body weight standard based on age and gender, then multiplied by nutritional needs standard. Determine the type of plants by adjusting with the climate condition and nutritional needs. Research result show that there are 8 points that can be utilized for agricultural activities with total area is ± 3.450,94 m2 (1) Block A (± 387,9 m2); (2) Block B (± 1.541,2 m2); (3) Block C (± 326,6 m2); (4) Block D (± 379,5 m2) (5) Block E (± 114.04 m2); (6) Block F (± 293,8 m2); (7) Block G (± 298.8 m2); and (7) Block H (± 109,1 m2). Nutritional needs of students is nutritional adequacy average of Kartini 11A dormitory students for energy ±2.489,525 kcal, protein 58,998 g, fat 83,069 g, and carbohydrate 342,285 g. So that there are several types of plants that are developed which are fruit plants (papaya) and vegetable plants (mustard, long beans, kale, spinach, and eggplant).