Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Lanskap Science Techno Park sebagai Kawasan Pendidikan dan Eduwisata Berbasis Pertanian Budianto, Hanna Wendyaz; Sutrisno, Alfred Jansen
Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Lanskap dan Lingkungan Volume 2 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/julia.v2i1.41014

Abstract

Kawasan laboratorium dan kebun percobaan untuk pendidikan tinggi di bidang pertanian sebaiknya terintegrasi. Hal ini guna mempermudah proses pembelajaran. Selain  itu, kawasan tersebut juga dapat menjadi sarana eduwisata di bidang pertanian. Namun, permasalahan yang dihadapi yaitu laboratorium dan kebun percobaan pada Fakultas Pertanian Dan Bisnis UKSW belum terintegrasi. Sehingga diperlukan konsep perencanaan dan perancangan yang dapat mengintegrasikan laboratorium dan kebun percobaan menjadi satu kawasan bersama dalam upaya pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kawasan Science Techno Park (STP) sebagai pusat pendidikan dan eduwisata di bidang pertanian. Metode penelitian ini yaitu metode kualitatif dan kuantitatif diperoleh dengan cara analisis deskriptif serta studi literatur.  Hasil persepsi dan preferensi diperoleh melalui wawancara terhadap dosen dan laboran. Melalui persepsi, narasumber menginginkan laboratorium dan kebun percobaan yang terintegrasi agar kebutuhan kapasitas ruangan terpenuhi dan mengoptimalkan proses pembelajaran dan penelitian. Sedangkan preferensi mendeskripsikan tentang harapan narasumber terkait penyediaan fasilitas fisik laboratorium, kebun percobaan dan kawasan eduwisata pada sebuah kawasan pertanian yang terintegrasi. Konsep pengembangan yaitu konsep zona ruang, ruang hijau, sirkulasi, dan konsep fasilitas dan utilitas. Perancangan ini menghasilkan master plan dan desain 3D terkait kawasan STP FPB UKSW. Perancangan Science Techno Park Fakultas Pertanian dan Bisnis bertujuan untuk menciptakan kawasan terintegrasi yang mendukung praktikum, penelitian, dan eduwisata melalui pembagian zona aktivitas yang sesuai.
Perancangan Lanskap Wisata Religi Desa Cukilan Berdasarkan Budaya Jawa Mada, Marko Septian; Sutrisno, Alfred Jansen
Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Lanskap dan Lingkungan Volume 2 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/julia.v2i2.42902

Abstract

Desa Cukilan memiliki objek wisata religi yaitu makam Ki Ageng Cukil Wanakusuma. Objek wisata ini telah dikunjungi oleh warga dari berbagai daerah khususnya pada saat event Saparan. Namun, objek wisata ini masih banyak memiliki kelemahan yaitu penataan sarana dan prasarana, kenyamanan termal untuk manusia serta estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan rekomendasi perbaikan penataan lanskap objek wisata makam Ki Ageng Cukil Wanakusuma. Metode yang digunakan yaitu analisis spasial untuk penataan sarana dan prasarana, analisis Temperature Humidity Index (THI) untuk aspek kenyamanan dan analisis Scenic Beauty Estimation (SBE) untuk aspek estetika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 lokasi titik parkir dan 3 lokasi titik ruang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang secara spasial menjadi ruang pendukung dari ruang inti yaitu objek bangunan makam. Penambahan pohon dibutuhkan untuk meningkatkan kenyamanan termal. Estetika didukung dengan penambahan tanaman peneduh, tanaman perdu, tanaman produktif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlu adanya penataan kembali fasilitas pendukung yang berdasarkan pada aspek kenyamanan, aspek estetika dan aspek sosial.
Desain Taman Tematik Berbasis Ekologis pada Kampus Kartini, Universitas Kristen Satya Wacana Hirwa, Gred Kornelia E; Sutrisno, Alfred Jansen
Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Lanskap dan Lingkungan Volume 2 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/julia.v2i2.43128

Abstract

Kampus Kartini merupakan salah satu kawasan yang menyediakan layanan jasa akademik dan kesehatan yang dimiliki oleh Universitas Kristen Satya Wacana. Sarana dan prasarana yang ada digunakan untuk menunjang aktifitas utama pada kawasan tersebut termasuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Namun, RTH yang dimiliki masih terbatas, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengguna kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kenyamanan secara ekologis Kampus Kartini serta merancang taman tematik untuk meningkatkan kenyamanan berbasis ekologis. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi melalui survei lapang dan studi literatur. Variabel penelitian ini ialah kenyamanan termal dan kebisingan. Metode analisis data yang digunakan ialah statistik deskriptif dan THI (Thermal Humadity Index). Kenyamanan termal pada Kampus Kartini di masing-masing titik penelitian (Laboratorium, Asrama, Graha, Kantor Fakultas dan Kantor Asrama) masuk dalam kategori tidak nyaman dengan nilai rata-rata THI 27,71 – 28,42. Tingkat kebisingan pada Kampus Kartini berbeda-beda disetiap titik. Dimana, tingkat kebisingan paling tinggi adalah Kantor Asrama dengan nilai rata-rata 56,5 dB - 58,7 dB. Kecepatan angin lebih besar terjadi pada sore hari yaitu 2 m/s - 2,7 m/s yang masuk kategori kecepatan angin sepoi-sepoi. Sehingga, perencanaan dan perancangan desain taman tematik berbasis ekologis pada Kampus Kartini berfokus pada peningkatan kenyamanan termal serta mampu mengurangi kebisingan menggunakan tanaman.  
THE ABILITY OF TREMBESI TREE (Samanea Saman), JABON (Neolamarckia Cadamba), AND ACASIA (Acacia Mangium) in Absorbing Dust in BENDOSARI PARK, SALATIGA CITY Pratama, Dimas Karunia; Sutrisno, Alfred Jansen
AGROTECH Research Journal Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.725 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i1.703

Abstract

Air pollution causes serious problems to the environment that will have an impact on living things. Trees are useful as a reduction in pollution caused by the density of vehicle mobility. Dust is one source of pollution from the dense mobility of vehicles. The purpose of this study was to determine the absorption of dust on trees. The research method used was purposive sampling, where Trembesi (Samanea Saman), Jabon (Neolamarckia Cadamba), and Acacia (Acacia Mangium) trees were used as samples. The result of dust absorption. Trembesi Tree (Samanea Saman) is 0.443 mg/cm2 - 0.649 mg/cm2 , Jabon Tree (Neolamarckia Cadamba) is 0.059 mg/cm2 - 0.072 mg/cm2 , Acacia Tree (Acacia Mangium) is 0.127 mg/cm2 - 0.130 mg/cm2 .
Program Adiwiyata “School Garden for Better Future” Sekolah Dasar (SD) Kristen Satya Wacana Salatiga Yuliawati, Yuliawati; Setiawan, Andree Wijaya; Sutrisno, Alfred Jansen; Widyawati, Nugraheni; Prihtanti, Tinjung Mary; Pudjihartati, Endang
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i2.15182

Abstract

Background: Pendidikan lingkungan hidup di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap keberlanjutan lingkungan. Keterlibatan siswa dalam kegiatan yang mendukung pelestarian alam sejak dini sangat penting untuk membentuk perilaku yang pro-lingkungan. Program "School Garden for Better Future" di SD Kristen Satya Wacana Salatiga dirancang untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pelestarian alam dan keterampilan praktis dalam pertanian. Metode: Mitra pengabdian dalam program ini adalah 52 siswa kelas 4 di SD Kristen Satya Wacana Salatiga. Metode partisipatif digunakan, dan melibatkan tahapan pertemuan koordinasi, pembuatan taman, monitoring, edukasi, evaluasi, dan integrasi kegiatan pengabdian ke dalam kurikulum sekolah. Data dikumpulkan melalui kuisioner, observasi langsung, dan wawancara, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil: Taman sekolah telah berhasil dibentuk sebagai sarana pembelajaran lingkungan yang dinamis. Edukasi tentang tanaman hias dan panduan pemeliharaan meningkatkan pemahaman siswa mengenai lingkungan hidup. Evaluasi melalui pengisian kuisioner menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi di antara peserta edukasi, dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktis yang signifikan. Integrasi kegiatan pengabdian masyarakat ke dalam kurikulum sekolah dan program ekstrakurikuler mendukung keberlanjutan program ini dengan melibatkan partisipasi aktif dari siswa dan guru. Kesimpulan: Implementasi Program "School Garden for Better Future" di SD Kristen Satya Wacana Salatiga telah berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya pelestarian alam serta keterampilan praktis dalam pertanian berkelanjutan.
Hubungan Nilai Biodiversitas dan Serapan Karbon Vegetasi pada Agroekosistem Sawah Irigasi dan Kebun di Sub DAS Tuntang Hulu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia: Correlation Between Biodiversity and Carbon Sequestration in Vegetation Across Irrigated Rice and Plantation Agroecosystems in the Upper Tuntang Sub-Watershed at Semarang Regency, Central Java Anugraheni, Eliza; Sutrisno, Alfred Jansen; Savitri, Galuh Windi; Nugrahanto, Bernardinus Arga; Simanjuntak, Bistok Hasiholan
JURNAL AGROTEKNOLOGI Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/j-agt.v19i1.53686

Abstract

Irrigated rice fields with flooded cultivation systems tend to produce more carbon than they sequester, as the vegetation is dominated solely by rice plants. In contrast, plantation agroecosystems, which contain a more diverse range of plant species, have greater potential for carbon sequestration due to their higher biomass. This study aimed to analyze the relationship between plant biodiversity and vegetation carbon sequestration in irrigated rice fields and plantation areas within the Upper Tuntang Sub-watershed, at Semarang Regency, Central Java. The research involved 48 sample plots, consisting of 8 irrigated rice field sites and 40 plantation sites, selected based on carbon potential using NDVI data. Research stages included establishing sampling plots, plant species identification, and measuring both biodiversity and vegetation carbon sequestration. Results showed that the biodiversity index in irrigated rice fields fell into the low category, as rice was the only dominant species. In contrast, the plantation exhibited medium biodiversity indices due to the presence of more varied plant species. Carbon sequestration was highest (7,68) at point 5 and lowest (0,01) at point 7 in irrigated rice fields, while in plantation it was highest (230,00) at point 37 and lowest (0,01) at point 39. To assess the relationship between biodiversity and carbon sequestration, the plots were classified into three vegetation structure types: (1) understory plants, (2) understory plants and trees, and (3) understory plants, trees, and shrubs. A significant relationship between biodiversity and carbon sequestration was observed in plots containing both understory plants and trees with sig. value (2-tailed) of 0,047. However, no significant relationship was found in plots dominated solely by understory vegetation with sig. value (2-tailed) of 0,897, nor in plots containing understory, trees, and shrubs with sig. value (2-tailed) of 0,255. The research can serve as a basis for sustainable agroecosystem management, as it shows that increasing plant biodiversity can contribute significantly to increased vegetation carbon sequestration in the Upper Tuntang Sub-Watershed. Keywords: biodiversity, carbon sequenstration, plantation, rice field
The Influence of Owner Characteristics on the Utilization of Yards in Planned and Unplanned Settlements Sutrisno, Alfred J; Astuti, Ani P
JURNAL BUDIDAYA PERTANIAN Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Budidaya Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbdp.2023.19.1.21

Abstract

Yard is important for the community of Salatiga City. Salatiga City has two types of settlements, namely planned and unplanned settlements. The utilization of yards in both types of settlements differs. Therefore, this study aimed to examine the influence of yard owner characteristics on yard utilization, which was assessed by the visual condition of yards in planned and unplanned settlements. Yard owner characteristics were assessed by length of stay, age, and occupation. The sample selection method used was purposive sampling, with a total of 35 respondents. 10 respondents were from planned settlements and 25 respondents from unplanned settlements. The data analysis method used was Scenic Beauty Estimation (SBE), which was used to assess visual quality. Visual quality was divided into three categories: low, medium, and high. Subsequently, the Kruskall Wallis test was used to examine the influence of owner characteristics on yard utilization. The results showed that out of 10 yards in planned settlements, two yards were in the high category, five yards in the medium category, and three yards in the low category. Meanwhile, in unplanned settlements, out of 25 yards, 11 yards were in the high category, nine yards in the medium category, and five yards in the low category. The owner characteristic that influenced yard utilization was the owner occupation, which was seen from the Asymp. Sig. value <0.05, which was 0.049.
PERENCANAAN AKTIVITAS AGROWISATA DALAM MENDUKUNG PROGRAM DESA WISATA PADA DESA CUKILAN Gunawan, Antonius; Sutrisno, Alfred Jansen
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i4.4853

Abstract

The area of land used, and the visual conditions of the agricultural landscape are required. This research aims to identify land use and activities in the agricultural sector, identify the visual conditions of the agricultural landscape, and provide recommendations for planning agricultural tourism activities. This research is qualitative research which is useful for further exploring the data needed where the research variables are visual quality and community perception, especially farmers, and combined using a quantitative approach using Scenic Beauty Estimation (SBE) data analysis to evaluate visual quality and descriptive statistics to determine farmer perceptions. Cukilan Village. The results of this research show that the agrotourism landscape planning for Cukilan Village can be implemented well and has different agricultural commodities in each planting season. The conclusion of this research is based on the results of the research, it can be concluded that the planning of agrotourism activities in Cukilan Village, especially in some villages such as Krajan 2, Salak, Patran, Banjaran Gunung, Banjaran Cengklik has different agricultural products every month. The visual quality in Cukilan Village has natural landscape visuals and gets a medium average score, which means it can give a beautiful and attractive impression to tourists.
KAJIAN KEMAMPUAN POHON PADA LANSKAP ALUN – ALUN PANCASILA DALAM MENYERAP KARBON DAN PARTIKEL TIMBAL Adiantoro, Haris; Sutrisno, Alfred Jansen
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4676

Abstract

activities. Such as, exercising, playing and relaxing. However, there is a problem that arises, namely a decrease in air quality due to emissions or exhaust gas from vehicles around the square. This is because the square is surrounded by the main road of Salatiga City. The aim of this research is to assess the ability of trees around the Alun-alun to absorb carbon and lead particles. The research method used was an exploration method where a total of 112 trees were analyzed for their ability to absorb carbon. Then trees that fall within a 5 meter radius around the road are samples for analysis of their ability to absorb lead, where the total number of trees sampled is 8 trees. Carbon absorption was assessed using the allometric equation while lead absorption used AAS (Atomatic Absorption Spectrophotometry). The average result of tree carbon uptake was 7,887 tonnes/ha, where the highest uptake was the Banyan tree at 70,267 tonnes/ha, the Angsana tree 20,046 tonnes/ha and the lowest was the Glodogan Tiang tree at 0.017 tonnes/ha. The lead uptake results showed that the Glodogan Tiang tree had the highest uptake of 590,500 ppm/g and the lowest was the Japanese Cedar tree at 65,100 ppm/g. The conclusion of this research shows that carbon uptake is influenced by trunk diameter and tree height, while lead uptake is influenced by tree location and leaf characteristics.
EVALUASI KERUSAKAN POHON PADA LANSKAP KAMPUS DIPONEGORO UKSW Hati, Krisnanda Ayub; Sutrisno, Alfred Jansen
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2024 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v7i2.3442

Abstract

Pohon adalah salah satu elemen penting pada lanskap kampus karena memiliki banyak fungsi, misalnya sebagai peneduh, penyerapan karbon, dan suplai oksigen. Sehingga, perawatan pohon menjadi hal yang harus dilakukan untuk mendukung keberlangsungan hidup dan fungsi pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan pohon pada lanskap kampus UKSW Diponegoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dimana pohon yang dijadikan sampel adalah pohon yang memiliki diameter minimal 20 cm. Teknik analisis data yang digunakan adalah Forest Health Monitoring (FHM). Teknik ini berfokus pada bagian fisik pohon, dimana indikator adalah bagian kerusakan, tipe kerusakan, dan jumlah keparahan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 433 sampel pohon yang memenuhi kriteria minimal diameter 20 cm. Jenis pohon yang mendominasi lanskap kampus UKSW antara lain pohon Kiara  Payung (Filicium decipiens) dengan jumlah 55, Glodokan tiang (Polyalthia longifolia) dengan jumlah 35 dan Angsana (Pterocarpus indicus) dengan jumlah 57 pada kampus UKSW Diponegoro. Dari hasil analisis FHM ditemukan bahwa pohon yang mengalami rusak ringan sebesar 19 pohon, rusak sedang 410 pohon dan rusak berat 4 pohon. Kemudian, jenis kerusakan yang mendominasi pada seluruh pohon adalah patahnya cabang atau kematian, rusaknya daun serta perubahan warna daun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pohon di UKSW masuk dalam kategori rusak sedang dan kerusakan yang dialami oleh pohon tersebut meliputi patahnya cabang atau kematian, kerusakan pada daun, serta perubahan warna daun.