Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Review singkat: Potensi antioksidan dari serbuk sari lebah Netty Maria Naibaho
Journal of Tropical AgriFood Volume 5, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.5.1.2023.9861.1-12

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa kimia yang berfungsi untuk memperpanjang suatu produk dengan memperlambat proses peroksidasi lipid yang merupakan salah satu penyebab kerusakan makanan paling umum selama pengolahan dan penyimpanan. Review singkat ini mendiskusikan asal botani serbuk sari lebah (bee pollen), metode ekstraksi, penggunaan pelarut dan pengujian aktivitas antioksidannya. Bee pollen mengandung nutrisi dan senyawa golongan fenolat, flavonoid, serta terpenoid yang memiliki peran sebagai antioksidan yang dapat mengurangi stress oksidatif, dan oksidasi makromolekul yang dapat menekan munculnya penyakit regeneratif. Namun, aktivitas antioksidan senyawa kimia dari bee pollen ini dipengaruhi oleh musim, iklim, variasi lebah, dan proses pengolahan. Review singkat ini memberikan pengetahuan dasar tentang aktivitas antioksidan senyawa kimia dari bee pollen dan potensinya untuk diaplikasikan sebagai bahan tambahan pangan atau suplemen makanan.
The Effect of Storage Time and Temperature of Pagoda Mustard Meatballs and Milkfish Fortification Based on Microbiological Quality Netty Maria Naibaho; Rudito; Elisa Ginsel Popang; Mujibu Rahman
Formosa Journal of Applied Sciences Vol. 2 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjas.v2i6.4784

Abstract

Testing for salmonella sp. using Salmonella Shigella Agar (SSA) selective media with the Total Plate Count (TPC) method. The lowest ALT results for meatballs stored in the freezer at 0oC were 2.4 x10-5 colonies/ml and the total coliform shelf life was 30 days, which was less than 2400 APM/g, the sample met the standards set by BPOM in 2019, namely a maximum of 10-5 colonies/ml. While the results of the analysis of salmonella sp. the refrigerator and freezer methods with a shelf life of 30 days showed negative results, but the 4oC chiller storage and the other two methods showed positive results for the salmonella sp tested. Therefore, while making Pagoda mustard meatballs, milkfish substitutes can only be kept in a 4°C refrigerator for a maximum of 30 days (1 month).
Effect of Storage Time for Broiler Chicken Meat at a Temperature of 40 c with the Provision of Kaffir Lime Leaf Oil (Citrus Hystrix Dc) Netty Maria Naibaho; Asri Santalina Naibaho; Rudito
Formosa Journal of Applied Sciences Vol. 2 No. 8 (2023): August 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjas.v2i8.5810

Abstract

The storage process is an important factor in maintaining the shelf life of raw boiler chicken meat. The aim of the research was to determine the use of kaffir lime leaf essential oil on the shelf life of raw boiler chicken meat wrapped in overwrapping at a cold temperature of 4oC. 2.5 mL of kaffir lime leaf essential oil with a concentration of 1.5% was sprayed onto Whatman No.1 filter paper. Samples were taken on days 0, 1, 3, 5, and 7 at a storage temperature of 4oC. The total value of salmonella sp. and the overall total viable count (TVC) was calculated, and sensory type analysis was performed to determine the panelist's level of preference. The results show that the shelf life of raw boiler chicken meat is approximately 5 days. Kaffir lime leaf essential oil can extend the shelf life of boiler chicken meat for about 2 days.
PENGENALAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN KOMODITAS PERKEBUNAN BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR: Introduction To Plantation Commodity Processing Technology For Senior High School Students In Samarinda, East Kalimantan M. Atta Bary; Edi Wibowo Kurniawan; Rudito Rudito; Andi Lisnawati; Ahmad Zamroni; Mujibu Rahman; Muh. Yamin; Elisa Ginsel Popang; Anis Syauqi; Netty Maria Naibaho; Hamka Hamka; Farida Aryani; Mika Debora Br Barus; Adnan Putra Pratama; Dody Purwanto; Supriono Supriono; Yuliana Sabarina Lewar; Silvia Darmans; Rindawati Rindawati
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v2i5.154

Abstract

Higher education has a noble task, namely disseminating science and technology and cultural arts to all citizens with personal and institutional references to the principles of scientific methodology. Community capabilities need to be developed from various social strata by conveying the Tri Dharma of Higher Education, which is the main task of lecturers, this is a form of effort from universities to accelerate competitiveness to encourage the realization of government programs in national development. This community service activity is in collaboration with partners, namely high school and vocational schools (SMA / K) in Samarinda. The target of this program is to introduce and disseminate laboratory-based processing of plantation commodities at the Samarinda State Agricultural Polytechnic (PPNS) campus. From the results of observations in the field, there are still many high school / vocational students in Samarinda who are still not familiar with the processing technology of plantation commodities and the processing process and analysis techniques. The method of this activity is the delivery of material directly (lectures), discussion and deepening of the material by means of questions and answers, as well as simulation of laboratory-scale plantation commodity processing technology. The result of the implementation of this service is an increase in students' knowledge regarding plantation commodity processing technology and the students involved in this activity are able to master plantation commodity processing technology.
Kandungan fitokimia dan aktivitas antibakteri madu Heterotrigona itama yang diternakkan pada areal tumbuhan caliandra (Calliandra culothyrsus) terhadap bakteri Escherichia coli Arung, Enos Tangke; Ardy, Ari; Syafrizal, Syafrizal; Naibaho, Netty; Paramita, Swandari
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.12967

Abstract

Madu Heterotrigona itama dikenal sebagai alternatif dalam pengobatan yang sering dijumpai dengan langsung dikonsumsi. Kemampuan madu dalam menghambat aktivitas bakteri karena mengandung senyawa antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi  madu lebah tanpa sengat (kelulut) Heterotrigona itama yang diternakkan pada areal tumbuhan kaliandra dalam menghambat aktivitas bakteri Escherichia coli selama 6 bulan pengamatan (Oktober 2022 – Maret 2023). Penelitian ini menggunakan metode difusi agar untuk menguji sifat antibakteri madu. Prosedur ini meliputi penuangan media nutrient agar ke cawan petri dan dibiarkan mengering. Kemudian, dibuat lubang pada media dan ditambahkan suspensi bakteri. Dilakukan pengujian pada sampel secara intensif selama enam bulan. Kloramfenikol digunakan sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Hasil menunjukkan bahwa  madu lebah tanpa sengat Heterotrigona itama efektif dalam menghambat pertumbuhan  bakteri Escherichia coli. Sifat antibakteri madu dipengaruhi oleh efek senyawa bioaktif yang dominan.
Pengaruh Metode Karbonisasi terhadap Profil Fisik dan Kimia Briket dari Limbah Baglog Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Netty Maria Naibaho
Jurnal Loupe Vol 16 No 01 (2020): Edisi Juli 2020
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v16i01.75

Abstract

Energi merupakan kebutuhan dasar manusia, sehingga perlu mencari energi yang dapat diperbaharui, salah satunya adalah energi dari limbah biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia briket dari limbah biomassa baglog jamur tiram dengan perbedaan jenis karbonisasi cerobong dan karbonisasi sangrai. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAL) dengan satu faktor dengan tiga kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa nilai tertinggi pada perlakuan karbonisasi sangrai (P2) pada parameter yaitu kadar air, kadar abu, dan volatile metter, masing-masing nilainya 13.59%, 33.10%, dan 45.54%. Nilai karbon terikat dan nilai kalor tertinggi ditunjukkan pada perlakuan karbonisasi cerobong dengan nilai 4280.72 kal/g cm2. Sedangkan, nilai karbon terikat dan nilai kalor terendah terdapat pada perlakuan karbonisasi sangrai dengan masing-masing nilai 25.77%, 3988.77 kal/g cm2. Metode karbonisasi cerobong menunjukan nilai kalor yang tinggi pada briket baglog jamur tiram yang dapat dijadikan sebagai salah satu sumber energi memenuhi SNI karbon aktif yaitu 5000 kal/g.
Fermentasi Sistem Aerob Dan Anaerob Dalam Pembuatan Cuka Dari Nira Aren (Arenga Pinnata) Netty Maria Naibaho
Jurnal Loupe Vol 14 No 01 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v14i01.101

Abstract

Vinegar is one of the products that are often utilized by the community to enhance the taste of food. The purpose of this study was to determine the taste of vinegar with the addition of cinnamon and to determine the effect of long fermentation in the production of Neera vinegar. This research was completed by using randomized design with 2 factors, namely the long fermentation and fermentation type (aerobe and anaerobe). The results show that the highest water content was found in anaerobic fermentation with an average of 0.97%. The lower water content was in aerobic fermentation with an average of 0.96%. Since the high pH was at 2 days interval with pH 4, while the low pH was at day 6 that was with pH 3. The results of organoleptic tests for color showed the highest fermentation value on day 6 was with anaerobic fermentation with the average value of 3.70. The highest value of the organoleptic test for aroma was found in day 4 with anaerobic fermentation with an average of 3.60. The organoleptic test showed that anaerobic fermentation had the highest taste rate of 3.6 on average on day 6. Anaerobic fermentation process for 6 days resulted in pH value and organoleptic test preferred by panelists.
Pengaruh Suhu Pengeringan Berbeda terhadap Sifat Kimia Tepung Bawang Tiwai (Eleutherine palmifolio (L) Merr) Netty Maria Naibaho
Jurnal Loupe Vol 17 No 02 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v17i02.876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap rendemen dan kandungan kimia tepung bawang tiwai dengan perlakuan suhu berbeda. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yaitu suhu pengeringan (50°C, 60°C, dan 70oC) dengan waktu pengeringan 8 jam, masing-masing diulang 3 kali. Parameter yang diamati adalah uji kadar air, kadar abu, rendemen, kadar protein, kadar serat dan kadar vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 (suhu pengeringan 50oC) menghasilkan nilai rendemen, kadar air, kadar abu, kadar protein dan vitamin C yang tertinggi dengan nilai berturut-turut sebesar 24.08 %, 12,06%, 2,51%, 3,62%, dan 0,252 mg/100 gram. Namun, kadar serat kasar tertinggi terdapat pada perlakuan P3 (suhu pengeringan 70oC) sebesar 5,67%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rendemen dan kandungan kimia tepung bawang tiwai dapat berkurang atau bertambah karena ada proses suhu pengeringan yang berbeda.
Tanaman Berbunga Penghasil Pollen Sebagai Sumber Pakan Lebah: Flowering Plants that Produce Pollen as Food Source for Honeybees Netty Maria Naibaho
Jurnal Loupe Vol 18 No 01 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i01.948

Abstract

Aroma bunga merupakan komponen penting dari repertoar sifat tanaman berbunga, yang digunakan untuk menarik perhatian lebah. Tujuan ulasan ini untuk menguraikan keadaan pengetahuan tentang pentingnya serbuk sari tanaman sebagai sumber pakan lebah dan pentingnya aroma bunga terkait aspek ekologi kimia pada perilaku lebah dalam mencari sumber pakan dalam mengumpulkan serbuk sari pada sarangnya. Komponen senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman berbunga menunjukkan sifat daya tarik lebah terhadap bunga tersebut. Semakin tinggi nilai aromatiknya, maka semakin banyak lebah yang hinggap. Sehingga perlunya studi lanjut tentang sejauh mana aroma nektar dan serbuk sari secara langsung mempengaruhi komunikasi lebah di dalam sarang, dan perlu kajian pentingnya karakteristik nonvolatil dari nektar atau serbuk sari.
Analisis Kadar Air, pH, Asam Lemak Bebas, β-Karoten dan Antibakteri Sabun Padat dari Formulasi Bee Pollen H. Itama (Meliponini) dan Olive Oil (Olea Europaea): Analysis of Water Content, pH, Free Fatty Acids, β-Carotene and Antibacterial Solid Soap from Bee Pollen H. Itama (Meliponini) and Olive Oil (Olea Europaea) Formulations Netty Maria Naibaho; Suci Rahmadani
Jurnal Loupe Vol 19 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i02.2931

Abstract

Saat ini, bahan kimia aktif biologis alami yang berasal dari produk lebah digunakan dalam pengobatan alternatif, dan hal ini semakin mendapat perhatian. Produk lebah telah digunakan sebagai bahan kosmetik dan perawatan perawatan kulit, salah satunya sebagai sabun. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pH, asam lemak bebas, β-karoten dan aktivitas antibakteri pada sabun padat formulasi bee pollen dan olive oil. Metode perlakuan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari A1 = bee pollen 9%: olive oil 3%, A2 = bee pollen 6%: olive oil 6%, dan A3 = bee pollen 3%: olive oil 9%, semua perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kadar pH pada perlakuan P2 dan P3 sebesar 8,38 yang terendah perlakuan P1 sebesar 8,02, asam lemak bebas pada perlakuan P3 sebesar 0,81% yang terendah perlakuan P1 sebesar 0,52%, β-karoten pada perlakuan P3 sebesar 132,2ppm yang terendah perlakuan P1 sebesar 98,2ppm. Untuk aktivitas antibakteri perlakuan P1 memberikan diameter penghambatan sebesar 18 mm dengan persentase penghambatan 78%. Formulasi bee pollen dan olive oil sebesar 3% dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada konsentrasi 6,25 ppm.