Articles
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA KOMODITAS CENGKEH DI KABUPATEN TOLITOLI
Fitriana Fitriana;
Abd Fattah;
Nurmala Nurmala;
Adnan Putra Pratama
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2021): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/ags.v5i1.1168
Tanaman cengkeh merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Tolitoli. Semakin tingginya biaya produksi dan dampak fluktuasi harga komoditas cengkeh menjadi masalah utama bagi para petani dalam membudidayakan komoditas ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya harga pokok produksi komoditas cengkeh di Desa Bilo Kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Cahaya Tani). Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Agustus 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan sumber data berasal dari data primer yang dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Penentuan biaya produksi dilakukan dengan cara memperhitungkan biaya langsung dan tidak langsung dari seluruh komponen biaya usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga pokok produksi Komoditas Cengkeh di Desa Bilo Kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Cahaya Tani) yang diperoleh sebesar Rp. 22.042.024/Ha dengan Harga Pokok Produksi per kilonya sebesar Rp. 70.422.
The Impact of Government Policies on The Competitiveness of Clove Commodity in Tolitoli Regency: Multi Period PAM Approach
Adnan Putra Pratama;
Dwidjono Hadi Darwanto;
Masyhuri Masyhuri
Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/ae.55747
This study aims to determine the competitiveness of clove commodities in Tolitoli Regency in terms of competitive and comparative advantages and to determine the impact of government policies on the sustainability of clove farming in Tolitoli Regency. The method of determining respondents using a simple random sampling method and obtained as many as 87 samples of clove farmers. The data analysis method used is the Multi-Period PAM (Policy Analysis Matrix). The results of this study indicate that the clove commodity in Tolitoli Regency has competitiveness in terms of competitive and comparative advantages with a PCR value of 0.415 and DRCR 0.412. The impact of government policies on the output of clove farming in Tolitoli is protective against farming systems with an NPCO value of 1.088, but tends to be weak. While on the other hand, the impact of government policies on clove farming inputs is unprotective with an NPCI value of 1.061, meaning that farmers have not received positive incentives from the current input subsidy policy. The impact of government policies on input-output as a whole is protective and provides positive incentives to farmers, but the value of the coefficient shows the level of protection that is still relatively weak and very vulnerable if there is a change in policy. The regional government is expected to provide protection to clove farmers in the form of setting the cost of clove purchases and also to exercise strict supervision of cartel practices in the clove trade system.
Pelatihan Pembuatan Makanan Sehat Berbahan Dasar Udang untuk Pemenuhan Gizi Keluarga di Kelurahan Sempaja Timur
Adnan Putra Pratama;
Mika Debora Br Barus;
Andi Lisnawati;
Elisa Ginsel Popang
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1770
Masalah sumberdaya manusia menjadi perhatian pemerintah saat ini utamanya dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Makanan menjadi salah satu aspek penting dalam penentuan gizi di masyarakat akan tetapi tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi keluarga masih minim. Semakin banyak beredar makanan cepat saji yang dengan kandungan kalori tinggi semakin membuat masyarakat abai akan pentingnya makanan sehat dan bergizi. Ibu rumah tangga memea Masalah sumber daya manusia menjadi perhatian pemerintah saat ini utamanya dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Makanan menjadi salah satu aspek penting dalam penentuan gizi di masyarakat akan tetapi tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi keluarga masih minim. Semakin banyak beredar makanan cepat saji yang dengan kandungan kalori tinggi semakin membuat masyarakat abai akan pentingnya makanan sehat dan bergizi. Ibu rumah tangga memegang peranan penting dalam pemenuhan gizi rumah tangga. Salah satu makanan dengan kandungan gizi tinggi adalah udang. Ketersediaannya yang mudah didapatkan menjadikan salah satu pilihan alternatif dalam membuat olahan makanan sehat yang berbahan dasar udang. Udang dapat diolah menjadi makanan sehat dan bergizi seperti bola-bola udang sebagai bentuk diversifikasi dari olahan makanan sehat. Minimnya pengetahuan ibu-ibu rumah tangga dalam membuat produk olahan pangan sehat rumah tangga menjadi alasan yang dianggap perlu untuk melakukan pelatihan pembuatan pangan sehat untuk rumah tangga berbahan dasar udang. Olahan udang ini juga dapat dijadikan sebagai ide usaha dengan branding makanan sehat untuk pendapatan tambahan. gang peranan penting dalam pemenuhan gizi rumah tangga. Salah satu makanan dengan kandungan gizi tinggi adalah udang. Ketersediaannya yang mudah didapatkan menjadikan salah satu pilihan alternatif dalam membuat olahan makanan sehat yang berbahan dasar udang. Udang dapat diolah menjadi makanan sehat dan bergizi seperti bola-bola udang sebagai bentuk diversifikasi dari olahan makanan sehat. Minimnya pengetahuan ibu-ibu rumah tangga dalam membuat produk olahan pangan sehat rumah tangga menjadi alasan yang dianggap perlu untuk melakukan pelatihan pembuatan pangan sehat untuk rumah tangga berbahan dasar udang. Olahan udang ini juga dapat dijadikan sebagai ide usaha dengan branding makanan sehat untuk pendapatan tambahan.
KINERJA DAYA SAING EKSPOR CRUDE COCONUT OIL INDONESIA DAN PESAING UTAMA DI PASAR INTERNASIONAL
Adnan Putra Pratama;
Mirza Ahmad Syawal
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/mja.v5i2.2092
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan komparatif dan Kompetitif Crude Coconut Oil Indonesia dan negara pesaing utama dalam kurun waktu tahun 2004 hingga 2021 dan menghitung kontribusi Provinsi Sulawesi Tengah terhadap total ekspor CCO Indonesia. Data bersumber dari website resmi Badan Pusat Statistik, UNComtrade, International Trade Center dan Kementerian Pertanian. Penelitian ini menggunakan metode Revealed Comparatif Advantage (RCA), Acceleration Ratio (AR), Export Product Dynamic (EPD) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Hasil analisis RCA dan AR untuk mencari tahu keunggulan komparatif menunjukan Crude Coconut Oil Indonesia. Indonesia mempunyai daya saing secara komparatif dengan nilai rata-rata RCA sebesar 33,23 dan 0,9998. Hasil analisis EPD dan ISP untuk mencari tahu keunggulan kompetitif menunjukan Crude Coconut Oil Indonesia mampu bersaing dengan negara lain dibuktikan dengan posisi Indonesia yang berada pada kuadran Rising Star dan nilai ISP 0,94. Provinsi Sulawesi Tengah dalam total ekspor CCO Indonesia tidak terlalu berkontribusi secara signifikan, provinsi Sulawesi Tengah hanya berkontribusi sebesar 4% dalam 5 tahun terkahir.Â
Pemberdayaan Kelompok Tani Desa Loa Duri Ulu Melalui Pemanfaatan Serbuk Kayu Untuk Pembuatan Pupuk Bokashi
Muhammad Tahrir;
Pandhu Rochman Suosa Putra;
Adnan Putra Pratama;
Bagus Satria;
Fajar Ramadhani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1516
Pertanian masih menjadi pemeran utama sebagai penyedia bahan pangan, bahan baku industri, dan penghasil devisa. Penggunaan pupuk kimia yang dilakukan secara terus menerus berdampak pada menurunnya kualitas tanah dan daya dukung lahan pertanian. Saat ini dibutuhkan sebuah gerakan inovasi dan edukasi kepada masyarakat petani akan pentingnya menjaga kualitas tanah dengan pemberian bahan organik untuk mengembalikan kesuburan tanah. Salah satu alternatif yang dapat diaplikasikan adalah pembuatan pupuk yang bahannya dari limbah kayu industri sebagai pupuk Bokashi. Kegiatan ini melibatkan para petani dan dilaksanakan di Desa Loa Duri Ulu Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. Salah satu alternatif yang dapat diaplikasikan adalah pembuatan pupuk yang bahannya dari limbah kayu industri sebagai pupuk Bokashi. Kegiatan ini melibatkan para petani dan dilaksanakan di Desa Loa Duri Ulu Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. Pemanfaatan limbah serbuk kayu yang digunakan sebagai alternatif dari penggunaan pupuk kimia diharapkan mampu menghemat biaya produksi usaha tani sekaligus mengedukasi petani tentang pentingnya menjaga produktifitas lahan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk demonstrasi dan pendampingan langsung kepada kelompok tani mulai dari proses penyiapan, pembuatan pupuk, proses fermentasi pupuk sampai menjadi pupuk bokashi yang dapat digunakan. Diharapkan pupuk okashi ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada lahan pertanian atau dapat dijadikan sebagai produk komersil.
PENGENALAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN KOMODITAS PERKEBUNAN BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR: Introduction To Plantation Commodity Processing Technology For Senior High School Students In Samarinda, East Kalimantan
M. Atta Bary;
Edi Wibowo Kurniawan;
Rudito Rudito;
Andi Lisnawati;
Ahmad Zamroni;
Mujibu Rahman;
Muh. Yamin;
Elisa Ginsel Popang;
Anis Syauqi;
Netty Maria Naibaho;
Hamka Hamka;
Farida Aryani;
Mika Debora Br Barus;
Adnan Putra Pratama;
Dody Purwanto;
Supriono Supriono;
Yuliana Sabarina Lewar;
Silvia Darmans;
Rindawati Rindawati
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Pakis Journal Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58184/mestaka.v2i5.154
Higher education has a noble task, namely disseminating science and technology and cultural arts to all citizens with personal and institutional references to the principles of scientific methodology. Community capabilities need to be developed from various social strata by conveying the Tri Dharma of Higher Education, which is the main task of lecturers, this is a form of effort from universities to accelerate competitiveness to encourage the realization of government programs in national development. This community service activity is in collaboration with partners, namely high school and vocational schools (SMA / K) in Samarinda. The target of this program is to introduce and disseminate laboratory-based processing of plantation commodities at the Samarinda State Agricultural Polytechnic (PPNS) campus. From the results of observations in the field, there are still many high school / vocational students in Samarinda who are still not familiar with the processing technology of plantation commodities and the processing process and analysis techniques. The method of this activity is the delivery of material directly (lectures), discussion and deepening of the material by means of questions and answers, as well as simulation of laboratory-scale plantation commodity processing technology. The result of the implementation of this service is an increase in students' knowledge regarding plantation commodity processing technology and the students involved in this activity are able to master plantation commodity processing technology.
KINERJA DAYA SAING EKSPOR CRUDE COCONUT OIL INDONESIA DAN PESAING UTAMA DI PASAR INTERNASIONAL
Adnan Putra Pratama;
Mirza Ahmad Syawal
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/mja.v5i2.2092
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan komparatif dan Kompetitif Crude Coconut Oil Indonesia dan negara pesaing utama dalam kurun waktu tahun 2004 hingga 2021 dan menghitung kontribusi Provinsi Sulawesi Tengah terhadap total ekspor CCO Indonesia. Data bersumber dari website resmi Badan Pusat Statistik, UNComtrade, International Trade Center dan Kementerian Pertanian. Penelitian ini menggunakan metode Revealed Comparatif Advantage (RCA), Acceleration Ratio (AR), Export Product Dynamic (EPD) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Hasil analisis RCA dan AR untuk mencari tahu keunggulan komparatif menunjukan Crude Coconut Oil Indonesia. Indonesia mempunyai daya saing secara komparatif dengan nilai rata-rata RCA sebesar 33,23 dan 0,9998. Hasil analisis EPD dan ISP untuk mencari tahu keunggulan kompetitif menunjukan Crude Coconut Oil Indonesia mampu bersaing dengan negara lain dibuktikan dengan posisi Indonesia yang berada pada kuadran Rising Star dan nilai ISP 0,94. Provinsi Sulawesi Tengah dalam total ekspor CCO Indonesia tidak terlalu berkontribusi secara signifikan, provinsi Sulawesi Tengah hanya berkontribusi sebesar 4% dalam 5 tahun terkahir.Â
Indonesian Clove Competitiveness and Competitor Countries in International Market
Adnan Putra Pratama;
Dwidjono Hadi Darwanto;
Masyhuri Masyhuri
Economics Development Analysis Journal Vol 9 No 1 (2020): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/edaj.v9i1.38075
Trade liberalization is currently demanding every country to increase the competitiveness of its products. Indonesia as the largest clove producer in the world has a major competitor in the international market. This study aims to determine the competitiveness of Indonesia's clove exports and competing countries in the international market and determine the factors that affect its competitiveness. The data used in this study are secondary data from five major producing countries namely Indonesia, Madagascar, Tanzania, Sri Lanka, and Comoros during the period 2000-2017 sourced from UNComtrade, FAO and the World Bank. Competitiveness is measured by Revealed Comparative Advantage (RCA), Acceleration Ratio (AR) and Export Product Dynamic (EPD) while the factors that affect competitiveness are used panel data regression methods using E-Views software. The results showed that Indonesia had the lowest RCA index, the AR value showed Madagascar and Tanzania were able to capture market share in the international market and the EPD value showed that all countries occupied the rising star position except Sri Lanka in the falling star position. Panel data regression analysis results show that the market share and GDP variables significantly influence the competitiveness of the main clove producing countries while the production variables and export prices do not significantly influence the country's competitiveness. The government must dare to take policies to limit clove imports and increase exports.
Impact Of Climate Change On Cognitive Aspect And Income Of Marn Farmers In Marginal Area In Lombok Timur District
Muhammad Joni Iskandar;
Adnan Putra Pratama;
Andi Lisnawati
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/agritepa.v10i2.4979
Climate change is a phenomenon that farmers do not want to exist because the production risk it creates is quite high. Given that the ability of farmers in anticipation is still minimal with limited information and knowledge so that the potential for crop failure is large. The purpose of this study is to estimate the impact of climate change on the cognitive aspects and income of corn farmers in marginal areas. The research location was determined purposively in Jerowaru District. The research sample of 30 was determined by census in the Temodo Lestari farmer group. Estimation of the cognitive aspects uses the EPIC model with the Likerts Summated Rating Scale (LSRS) while income is estimated using the concept of total revenue minus the total cost while running a corn farming business. The results showed that more than 60 percent of farmers know about climate change and the risks it poses. While the climate change adaptation strategy for the majority of farmers has not implemented it as a result of more than 30 percent of farmers still lack information related to climate change. The income of corn farmers due to climate change is more than 40 million per hectare.
THE THE EXISTENCE OF THE AGRICULTURAL SECTOR IN THE ECONOMIC STRUCTURE OF CENTRAL SULAWESI PROVINCE
Adnan Putra Pratama;
Garist Sekar Tanjung;
Moh. Wahyudi Priyanto
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 10 No 1 (2023): june
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/agroland.v0i0.1285
Central Sulawesi's agricultural sector is classified as a substantial sector. This study aims to identify the existence of the agricultural sector in the economic structure of Central Sulawesi. Data analysis used Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), and Shift Share Analysis methods. The data used is based from the Central Statistics Agency for Central Sulawesi and Indonesia in 2015-2020 based on constant prices. The results showed that the agricultural sector of Central Sulawesi was classified as the base sector with the highest average LQ value and was followed by the mining and quarrying sector. Meanwhile, the results of the DLQ analysis show that the agricultural sector is threatened with repositioning in the future. The combined analysis of LQ and DLQ indicates that the agricultural sector in Central Sulawesi is on a basic non-prospective. The results of shift-share analysis (Nij) show that the highest performance in the agricultural sub-sector is produced by the plantation sub-sector and the fishery sub-sector. The industrial mix value (Mij) from the agricultural sector and all sub-sectors mostly shows negative numbers, so only three agricultural sub-sectors, including the developed sector in Central Sulawesi Province include the horticulture sub-sector, livestock sub-sector, and fishery sub-sector. Based on the value (Cij) of the agricultural sector, it shows a negative number, so the sub-sectors that need to be improved include the food crops sub-sector, the horticulture sub-sector, the plantation sub-sector, and the fisheries sub-sector. It is necessary to pay attention to increasing labor wages in the agricultural sector and improving the performance of agro-industry in Central Sulawesi to create added value.