Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis pemahaman pedagang makanan terhadap zakat perdagangan (studi kasus rumah makan di jalan pramuka kota samarinda provinsi kalimantan timur) Aqil Wardana; Rais Abdullah
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol. 5 No. 4 (2020): November
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v5i4.8702

Abstract

Penelitian ini dilakukan oleh Aqil Wardana dengan judul “Analisis Pemahaman Pedagang Makanan Terhadap Zakat Perdagangan (Studi Kasus Rumah Makan Di Jalan Pramuka Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur)” dibawah bimbingan Rais Abdullah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman pedagang makanan mengenai zakat perdagangan dan ketaatan para pedagang makanan dalam membayar zakat pedagang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dalam mengumpulkan data digunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik Triangulasi dengan menganalisis data yang diperoleh.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang makanan di Jalan Pramuka Kota Samarinda masih banyak yang tidak mengetahui dan tidak paham dengan zakat perdagangan. Pedagang makanan di Jalan Pramuka Kota Samarinda menganggap shadaqoh dengan zakat itu sama, dan masih banyak yang belum mengetahui nisab dan haul dari zakat perdagangan. Sedangkan, ketaatan para pedagang makanan di Jalan Pramuka Kota Samarinda dalam hal membayar zakat perdagangan, masih terdapat beberapa pedagang yang tidak mengeluarkan zakat perdagangan dikarenakan tidak mengetahui dan tidak memahami zakat perdagangan, menyamakan zakat dengan shadaqoh , dan tidak sesuai dengan ketentuan zakat perdagangan.
Heuristics and Dynamics of Economic Decision-Making in Pesantren: An Exploratory Qualitative Approach Rais Abdullah; Abiyajid Bustami; Darihan Mubarak; Norfaizah Othman
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61111/jakis.v14i1.1279

Abstract

This study aims to examine the heuristics and dynamics of economic decision-making in Pesantren by integrating perspectives from behavioural economics and Islamic economics. Unlike the assumption of full rationality in neoclassical economics, this study views economic decisions as the result of interactions among cognitive limitations, actors' experiences, institutional structures, and normative values. The study used an exploratory qualitative approach, with in-depth interviews conducted with nine key informants from two Pesantren in East Kalimantan and West Nusa Tenggara. The results of the study show that decision-makers in pesantren generally use heuristics as an adaptive strategy in dealing with uncertainty and information limitations. In the process, cognitive biases such as anchoring, loss aversion, and overconfidence emerge, with varying intensities depending on governance capacity and the level of decision centralisation. The findings also show that Islamic values, particularly trust, prudence, and benevolence, do not negate the existence of heuristics and biases but play an important role in shaping how economic decisions are justified, evaluated, and studied. The differences among Pesantren reflect greater variations in institutional capacity than in value orientation. This research makes an empirical contribution to understanding the economic decision-making process in Pesantren and offers implications for strengthening governance aligned with Islamic principles and behavioural economic insights. Studi ini bertujuan untuk meneliti heuristik dan dinamika pengambilan keputusan ekonomi di pesantren dengan mengintegrasikan perspektif dari ekonomi perilaku dan ekonomi Islam. Berbeda dengan asumsi rasionalitas penuh dalam ekonomi neoklasik, studi ini memandang keputusan ekonomi sebagai hasil interaksi antara keterbatasan kognitif, pengalaman aktor, struktur kelembagaan, dan nilai-nilai normatif. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif, dengan wawancara mendalam yang dilakukan dengan sembilan informan kunci dari dua pesantren di Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat. Hasil studi menunjukkan bahwa pengambil keputusan di pesantren umumnya menggunakan heuristik sebagai strategi adaptif dalam menghadapi ketidakpastian dan keterbatasan informasi. Dalam prosesnya, bias kognitif seperti anchoring, loss aversion, dan overconfidence muncul, dengan intensitas yang bervariasi tergantung pada kapasitas tata kelola dan tingkat sentralisasi keputusan. Temuan juga menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam, khususnya kepercayaan, kehati-hatian, dan kebajikan, tidak meniadakan keberadaan heuristik dan bias tetapi memainkan peran penting dalam membentuk bagaimana keputusan ekonomi dibenarkan, dievaluasi, dan dipelajari. Perbedaan antar pesantren mencerminkan variasi yang lebih besar dalam kapasitas kelembagaan daripada dalam orientasi nilai. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris untuk memahami proses pengambilan keputusan ekonomi di pesantren dan menawarkan implikasi untuk memperkuat tata kelola yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam dan wawasan ekonomi perilaku.
Critical Analysis of the Concept of Usury in Islamic Economics and its Implications for Islamic Finance Rais Abdullah; Sitti Nikmah Marzuki; Yayuk Karliena; A Zulfikar D
Journal of Noesantara Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jnis.v2i2.1847

Abstract

The concept of usury (riba) occupies a pivotal position in Islamic economics, serving as a foundational principle shaping Islamic financial practices. Despite its centrality, the interpretation and application of riba have been subjects of extensive debate among scholars, particularly concerning its implications for modern Islamic finance. This study aims to critically analyze the concept of riba within the framework of Islamic economics, exploring its historical evolution, interpretative nuances, and contemporary challenges. Employing a qualitative methodology, this research integrates a systematic review of classical Islamic jurisprudence texts and modern scholarly discourse, complemented by case studies of Islamic financial institutions. The findings reveal that while riba is unequivocally prohibited in Islamic law, its definition and scope vary, influencing the operational dynamics of Islamic financial products such as murabahah, ijarah, and sukuk. Moreover, the study identifies a tension between theoretical ideals and practical implementations, highlighting the need for greater consistency and innovation in Islamic finance to align with maqasid al-shariah. The study concludes that a nuanced understanding of riba is essential for addressing contemporary financial complexities and fostering the growth of an ethical and sustainable Islamic financial system.