Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN POLA MAKAN , DAYA INGAT DAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA Dafrosa Luni; Linros Susanti Tau; Siswi Wulandari
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7445

Abstract

Abstrak Peningkatan intensitas penggunaan smartphone di kalangan remaja berpotensi menimbulkan dampak negatif pada kesehatan, termasuk perubahan perilaku makan, fungsi kognitif, dan pola tidur. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan smartphone (gadget) dengan pola makan, daya ingat, dan kualitas tidur pada remaja SMAN 1 Fatuleu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data primer dikumpulkan melalui wawancara (kuesioner durasi smartphone), formulir Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk pola makan, Digit Span Test untuk daya ingat, dan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) versi Bahasa Indonesia untuk kualitas tidur. Data dianalisis secara kuantitatif. Hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan pola makan dan daya ingat diuji menggunakan Spearman Rho. Sedangkan hubungan dengan kualitas tidur diuji menggunakan Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara keterpaparan gadget dengan pola makan (P = 0,000 < 0,05). Terdapat juga hubungan yang signifikan antara keterpaparan gadget dengan daya ingat (P = 0,000 < 0,05 dan P = 0,003 < 0,05). Selain itu, ditemukan hubungan signifikan antara keterpaparan gadget dengan kualitas tidur (P = 0,001 < 0,05). Selanjutnya analisis Odds Ratio (OR) menunjukkan kekuatan hubungan yang kuat, OR = 8.31 dengan CI 95% (3.57 – 19.30) menegaskan bahwa remaja dengan keterpaparan gadget tinggi memiliki 8.31 kali risiko lebih besar mengalami kualitas tidur yang buruk dibandingkan kelompok keterpaparan rendah.Kesimpulan: Intensitas penggunaan gadget berhubungan signifikan secara negatif dengan pola makan, daya ingat, dan kualitas tidur pada remaja. Diperlukan intervensi untuk mengelola waktu layar demi kesehatan remaja. Kata Kunci: Pola Makan; Daya Ingat; Keterpaparan Gadget; Kualitas Tidur.
HUBUNGAN PENGALAMAN PERSALINAN DENGAN BONDING ATTACHMENT IBU DAN BAYI PADA MASA NIFAS Siswi Wulandari; Bram Mustiko Utomo; Weni Tri Purnani
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7523

Abstract

Abstrak Pengalaman persalinan merupakan salah satu aspek penting dalam asuhan kebidanan karena dapat memengaruhi adaptasi psikologis ibu pada masa nifas, termasuk pembentukan bonding attachment ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengalaman persalinan dengan bonding attachment ibu dan bayi pada masa nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame, Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 ibu nifas yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober–November 2025 menggunakan kuesioner karakteristik responden, Birth Satisfaction Scale-Revised (BSS-R) untuk mengukur pengalaman persalinan, dan Mother-Infant Bonding Scale (MIBS) untuk mengukur bonding attachment ibu dan bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengalaman persalinan positif dan bonding attachment yang baik. Ibu dengan pengalaman persalinan positif cenderung memiliki bonding attachment yang lebih baik dibandingkan ibu dengan pengalaman persalinan negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman persalinan berhubungan dengan kualitas ikatan emosional awal antara ibu dan bayi pada masa nifas. Oleh karena itu, asuhan persalinan yang berpusat pada perempuan perlu diperkuat untuk mendukung pengalaman persalinan yang positif dan pembentukan bonding attachment yang optimal.   Kata kunci : pengalaman persalinan, bonding attachment, ibu nifas.
PENGARUH EDUKASI BERBASIS KOMUNITAS TERHADAP PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS METODE IVA Siswi Wulandari; Windatania Mayasari; Erike Yunicha Viridula; Yusti Anggi Umbu Pingge
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7576

Abstract

Abstrak Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan perempuan yang memerlukan perhatian karena keterlambatan deteksi dapat meningkatkan risiko keparahan penyakit, sedangkan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat merupakan salah satu upaya deteksi dini yang mudah dijangkau. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi berbasis komunitas terhadap perilaku deteksi dini kanker serviks dengan metode inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Responden dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, kemudian dilakukan pengukuran pengetahuan, sikap, dan tindakan sebelum serta sesudah pemberian edukasi berbasis komunitas menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Edukasi berbasis komunitas meningkatkan pengetahuan responden tentang kanker serviks dan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat. Intervensi juga mendorong perubahan sikap menjadi lebih positif serta meningkatkan keikutsertaan responden dalam pemeriksaan inspeksi visual asam asetat. Perubahan pada kelompok intervensi tampak lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan melalui pendekatan komunitas lebih efektif karena lebih mudah diterima, sesuai dengan konteks sosial, dan mampu memperkuat dukungan lingkungan terhadap perilaku pencegahan. Edukasi berbasis komunitas berpengaruh terhadap perilaku deteksi dini kanker serviks dan berpotensi menjadi strategi promotif yang kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan. Kata kunci: deteksi dini, edukasi berbasis komunitas, inspeksi visual asam asetat, kanker serviks, wanita usia subur
The Relationship Between the Completeness of Medical Records and the Quality of Patient Care in Health Centers Siswi Wulandari; Bram Mustiko Utomo; Ayu Tiska Arlik; Mar'atus Sholihah; Pipit Andriyani
Research and Evidence on Knowledge in Administration and Management — Medical Electronic Data and Information Systems Vol. 1 No. 1 (2025): March, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/rekammedis.v1i1.295

Abstract

The quality of healthcare services in Primary Health Centers (Puskesmas) is strongly influenced by the completeness of medical records, which are essential for ensuring continuity, safety, and accountability of patient care. Complete documentation supports accurate clinical decision-making and service evaluation. Purpose: This study aimed to analyze the relationship between medical record completeness and the quality of patient care in Puskesmas in the Yogyakarta Special Region. Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted involving 100 patient respondents. Data were collected through medical record audits to assess documentation completeness and validated service quality questionnaires to measure patients’ perceptions of care quality. The association between variables was analyzed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of 0.05. Results: Only 38% of medical records were classified as complete. However, the analysis showed a significant positive relationship between medical record completeness and patient care quality (r_s = 0.624; p = 0.001). Conclusion: Medical record completeness plays a critical role in improving healthcare quality in Puskesmas and should be strengthened through systematic documentation management and continuous staff training.
Assessing the Quality Gap in Medical Record Data between Underdeveloped and Non-Underdeveloped Regions based on National Health Reporting Quality Indicators Bram Mustiko Utomo; Siswi Wulandari; Arum Sukma; Maria Yasinta Dobhe; Clara Anabel Galla
Research and Evidence on Knowledge in Administration and Management — Medical Electronic Data and Information Systems Vol. 1 No. 2 (2025): September, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/rekammedis.v1i2.305

Abstract

Accurate medical record data is crucial for effective healthcare and evidence-based policy in Indonesia. This study aimed to quantify the significant quality discrepancies—in completeness, accuracy, and timeliness—persisting between the underdeveloped 3T regions (Tertinggal, Terdepan, Terluar) and non-3T counterparts. We utilized a comparative design and analyzed multisource secondary data from the Ministry of Health, BPS, and BPJS Kesehatan (2023–2024), employing ANOVA and regression analysis on validated national reporting quality indicators. Results unequivocally demonstrate that 3T regions significantly lag non-3T areas across all metrics ($p < 0.001$). Regional classification was a powerful predictor, independently accounting for $38\%$ of the variance in overall data quality (Adjusted $R^2 = 0.57$). These findings underscore the urgent need for targeted resource allocation toward digital infrastructure and capacity building in 3T regions to foster equity in health information systems, which is paramount for advancing Indonesia’s commitments to Universal Health Coverage (UHC) and the SDGs.
The Efficacy of Utilizing BPJS Health Claim Big Data on the Accuracy of Diagnosis Coding in Type B Hospital Medical Records Fauzia Laili; Siti Aminah; Siswi Wulandari; Khofifah Rafika; Nadia Vivi K
Research and Evidence on Knowledge in Administration and Management — Medical Electronic Data and Information Systems Vol. 1 No. 2 (2025): September, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/rekammedis.v1i2.308

Abstract

The pervasive problem of diagnostic coding inaccuracies significantly impacts the financial integrity and efficiency of Indonesia's National Health Insurance (JKN) system in Type B hospitals. This study aims to assess the efficacy of utilizing large-scale BPJS Health claims data to improve coding accuracy and identify its key determinants. A quantitative, retrospective secondary data analysis was conducted on 150,000 claim records spanning 2020–2024. Big Data analytics employing Random Forest (RF) and Classification and Regression Tree (CART) models successfully detected coding discrepancies, achieving an overall accuracy of 87.2% for primary diagnoses. Statistical analysis indicated that the maturity of the Electronic Medical Record (EMR) system (p<0.01) and staff ICD-10 training (p<0.05) are highly significant determinants. Crucially, the application of this predictive analysis resulted in a 12% reduction in coding errors compared to historical methods. In conclusion, the utilization of BPJS claim Big Data substantially enhances coding accuracy and reliability, confirming the necessity of integrating data-driven technology with simultaneous investments in digital infrastructure and continuous human capacity building for the sustainable quality improvement of the Indonesian health system.
Implementasi Program Edukasi dan Latihan Yoga Prenatal untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ibu Hamil Trimester II dan III di Kota Kediri Tahun 2025 Siswi Wulandari; Bram Mustiko Utomo; Ida Tri Wahyuni; Siti Aminah
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 2 No 1 (2025): November 2025
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/adimaska.v2i01.7144

Abstract

Kehamilan pada trimester II dan III sering disertai keluhan nyeri punggung, sulit tidur, serta kecemasan menjelang persalinan. Kondisi ini, bila tidak dikelola, dapat menurunkan kenyamanan dan kesejahteraan ibu hamil. Salah satu upaya komplementer yang dapat dilakukan adalah yoga prenatal, yaitu latihan yang menggabungkan gerakan lembut, pernapasan, dan relaksasi yang disesuaikan dengan perubahan tubuh ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kenyamanan fisik dan psikologis ibu hamil melalui program edukasi dan latihan yoga prenatal di Kota Kediri. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif dan praktik yoga prenatal terstruktur pada 85 ibu hamil (45 trimester II dan 40 trimester III) dalam empat sesi latihan. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan, keluhan fisik, dan persepsi kesejahteraan sebelum dan sesudah program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman ibu tentang manfaat dan prinsip aman aktivitas fisik, penurunan keluhan nyeri punggung dan kesulitan tidur, serta meningkatnya rasa rileks dan percaya diri menghadapi persalinan. Sebagian besar peserta menyatakan puas dan bersedia melanjutkan latihan secara mandiri di rumah. Disimpulkan bahwa program yoga prenatal dapat diterapkan di tingkat komunitas dan berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari kelas ibu hamil rutin untuk mendukung kesehatan fisik dan mental ibu hamil.
Penguatan Kelas Ibu Hamil melalui Yoga Prenatal di Kota Kediri Siswi Wulandari; Bram Mustiko Utomo; Siti Aminah; Nikmatul Firdaus; Erike Yunicha Viridula; Darmining
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 2 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/b4ptxb71

Abstract

Kehamilan trimester II dan III sering disertai keluhan fisik dan psikologis, seperti nyeri punggung, gangguan tidur, serta kecemasan menjelang persalinan. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan kelas ibu hamil melalui intervensi promotif yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kelas ibu hamil melalui yoga prenatal di Kota Kediri. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif yang dilaksanakan pada bulan Maret–April 2026 dengan melibatkan 35 ibu hamil trimester II dan III. Program meliputi edukasi tentang manfaat dan keamanan yoga prenatal, praktik gerakan sederhana, latihan pernapasan, relaksasi, serta pendampingan latihan dalam kelas ibu hamil. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan, keluhan fisik, kenyamanan psikologis, kehadiran peserta, dan umpan balik terhadap pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu hamil tentang yoga prenatal, berkurangnya keluhan nyeri punggung dan kesulitan tidur, serta meningkatnya rasa rileks, tenang, dan percaya diri menghadapi persalinan. Sebagian besar peserta juga menyatakan bahwa kegiatan bermanfaat, gerakan mudah diikuti, dan bersedia melanjutkan latihan secara rutin maupun mandiri di rumah. Dapat disimpulkan bahwa yoga prenatal dapat digunakan sebagai strategi penguatan kelas ibu hamil yang mendukung kenyamanan fisik dan psikologis ibu hamil. Kegiatan ini penting untuk dikembangkan sebagai bagian dari layanan promotif berkelanjutan di masyarakat
Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Anak Usia Sekolah di SDI Nidzamyah Mojoroto Siswi Wulandari; Dessy Lutfiasari; Alfika Alwatizahro; Huda Rohmawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.18013

Abstract

Penyakit tidak menular pada masa dewasa sering berawal dari faktor risiko yang muncul sejak masa kanak-kanak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular pada anak usia sekolah serta meningkatkan pengetahuan siswa mengenai upaya pencegahan melalui pendekatan edukasi berbasis sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SDI Nidzamyah Mojoroto, Kediri, pada Desember 2025 dengan rancangan pra-eksperimental one-group pretest-posttest untuk komponen edukasi dan skrining kesehatan berbasis sekolah untuk komponen deteksi dini. Peserta kegiatan berjumlah 96 siswa kelas III sampai V. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pengukuran tinggi badan dan berat badan, penilaian status gizi berdasarkan indeks massa tubuh menurut usia, pengukuran tekanan darah, serta asesmen singkat perilaku berisiko. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 27,1% siswa berada pada kategori gizi lebih atau obesitas dan 17,7% memiliki hasil tekanan darah meningkat atau tinggi yang memerlukan pemantauan. Rerata skor pengetahuan siswa meningkat dari 55,8 menjadi 83,1 setelah edukasi. Program ini menunjukkan bahwa model skrining, edukasi, dan tindak lanjut di sekolah dapat menjadi strategi praktis untuk memperkuat pencegahan dini penyakit tidak menular pada anak.