Susanto, Susanto
Mathematics Education Masters Study Program, Universitas Jember

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Etnomatematika pada Batik Lukis Daun Singkong di Rumah Produksi Daweea Batik Bondowoso Yudianto, Erfan; Susanto, Susanto; Priciliya, Sinta
Jurnal Elemen Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Elemen
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethnomathematics is the relationship between culture and mathematics found in society's habits, where people have unconsciously applied mathematical concepts in their culture or habits. The custom referred to in this study is what is done by batik in making one batik sheet every time. The purpose of this study was to describe ethnomathematics on cassava leaves in the production house Daweea Batik Bondowoso East Java. This research is qualitative research with an ethnographic approach. The subject of this study was the craftsmen in the Daweea Bondowoso Batik production house. Data collection methods used are observation, interviews, and documentation. The observation was carried out by the researcher himself and assisted by two observers who were provided with observation guidelines. Interviews were conducted to artisans in Daweea Bondowoso batik production house, while the documentation was carried out by the researcher himself using a camera recorder. The results of this study indicate the existence of ethnomathematics in cassava leaves batik painting. Geometry concepts or elements found include points, lines, angles, flat shapes (rectangles, squares), congruence, concordance, equations, and geometric transformations (dilation).
ETNOMATEMATIKA PADA BANGUNAN UTAMA ASRAMA INGGRISAN BANYUWANGI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Agustin Faridatul Hasanah; Susanto Susanto; Dinawati Trapsilasiwi
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n2a1

Abstract

Abstrak:Matematika merupakan aktivitas manusia dan bagian dari budaya. Hubungan antara budaya dan matematika dikenal sebagai etnomatematika. Pengintegrasian budaya dalam pembelajaran matematika dapat membantu siswa dalam memahami materi matematika yang abstrak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan etnomatematika pada bangunan utama Asrama Inggrisan Banyuwangi yang merupakan bangunan bekas peninggalan kolonial dan menyimpan banyak kisah sejarah dari Inggris, Belanda hingga Jepang, serta memanfaatkan hasil penelitiannya menjadi question cards berbasis etnomatematika. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur bangunan utama Asrama Inggrisan memiliki bentuk-bentuk yang dianggap merupakan representasi dari konsep geometri, diantaranya yaitu garis, sudut, bangun datar, bangun ruang sisi datar, kesebangunan dan kekongruenan, simetri, dan transformasi geometri.Abstract:Mathematics relates to the human’s activity and part of the culture. The relationship between culture and mathematics is known as ethnomathematics. Integrating culture in mathematics learning can help the students to understand abstract mathematical material. This research aims to describe the ethnomathematics on the main building of Inggrisan dormitory in Banyuwangi which is a former colonial heritage building and saves many historical stories from England, Netherlands, and Japan. The research used was qualitative research. Data collection procedures in this study were observation, interviews, and documentation. The results showed that the architecture of the main building of Inggrisan dormitory in Banyuwangi had forms which were considered to be representations of geometrical concepts, including lines, angles, flat shapes, flat side spaces, congruence and concordance, symmetry, and geometric transformations which produced ethnomathematics-based question cards for mathematics learning.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH ARITMETIKA SOSIAL BERDASARKAN PERBEDAAN JENIS KELAMIN Didik Sugeng Pambudi; Ananda Dwi Iskarina; Ervin Oktavianingtyas; Susanto Susanto; Hobri Hobri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.489 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.4063

Abstract

AbstrakBerpikir reflektif yang terdiri dari tahapan reacting, elaborating/comparing, dan contemplating merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam  aktivitas siswa memecahkan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif siswa SMP dalam menyelesaikan masalah aritmetika sosial berdasarkan jenis kelamin. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini melibatkan siswa kelas IXF di satu SMP Negeri di Banyuwangi. Pengumpulan data menggunakan metode tes  dan  wawancara. Tes tertulis berisi materi aritmetika sosial diberikan kepada 31 siswa kelas IXF. Kemudian berdasarkan hasil tahapan contemplating, maka dipilih 4 siswa terdiri dari 2 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan untuk dilakukan wawancara. Triangulasi metode digunakan untuk memperoleh data yang valid, yaitu membandingkan antara hasil tes tertulis dengan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa persamaan dan perbedaan antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan dalam berfikir reflektif saat memecahkan masalah aritmetika sosial. Pada fase reacting, siswa laki-laki dan siswa perempuan sama baiknya dalam menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal menggunakan kata-kata dari soal atau menggunakan bahasa sendiri. Pada tahap elaborating/comparing, siswa perempuan menunjukkan kemampuan lebih baik dari siswa laki-laki dalam menghubungkan apa yang diketahui dengan apa yang ditanya, menyebutkan kecukupan informasi untuk menjawab soal,  menghubungkan masalah yang ditanyakan dengan masalah yang pernah diterima sebelumnya, menyusun rencana penyelesaian masalah berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki serta menyelesaikan permasalahan menggunakan strategi yang telah disusun. Pada tahap contemplating, siswa laki-laki lebih baik pencapaiannya daripada siswa perempuan dalam menemukan kesalahan pada penetapan jawaban, menjelaskan letak kesalahan, memperbaiki kesalahan, dan membuat kesimpulan dengan benar. Secara keseluruhan, siswa perempuan memiliki kemampuan berfikir reflektif lebih baik daripada siswa laki-laki. Berdasarkan hasil ini, maka disarankan kepada guru matematika hendaknya selalu melatih siswa mengembangkan kemampuan berfikir reflektif dalam aktivitas memecahkan masalah matematika di sekolah. Selanjutnya siswa dilatih untuk mempresentasikan bagaimana melakukan semua tahapan berfikir reflektif tersebut, sehingga semua siswa, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kemampuan berfikir reflektif  sangat baik untuk memecahkan masalah matematika. Kata kunci:    Aritmetika Sosial; Berpikir Reflektif; Jenis Kelamin; Memecahkan Masalah Matematika. Abstract Reflective thinking which consists of the stages of reacting, elaborating/comparing, and contemplating is one of the factors that play an important role in students' activities in solving mathematical problems. This study aims to describe the reflective thinking ability of junior high school students in solving social arithmetic problems based on gender. This study uses a qualitative descriptive study on students of class IXF at a SMP Negeri at Banyuwangi. Data collection using test and interview methods. A written test containing material on social arithmetic was given to 31 students of class IXF. Then based on the results of the contemplating stage, 4 students were selected consisting of 2 male students and 2 female students to participate in the interview. Triangulation method is used to obtain valid data, namely comparing the results of written tests with interviews. The data were analyzed descriptively. The results showed that there were some similarities and differences between male students and female students in reflective thinking when solving social arithmetic problems. In the reacting phase, male students and female students were equally good at writing down what was known and what was asked in the question using words from the questions or using their own language. At the elaborating/comparing stage, female students showed better abilities than male students in connecting what was known to what was asked, mentioning the adequacy of information to answer questions, connecting the problems asked to problems that had been received before, compiling a problem-solving plan based on experience and solve problems using the strategies that have been prepared. At the contemplating stage, male students had better achievements than female students in finding errors in determining answers, explaining where errors were, correcting errors, and making correct conclusions. Overall, female students have better reflective thinking skills than male students. Based on these results, it is suggested that mathematics teachers should always train students to develop reflective thinking skills in mathematical problem solving activities at school. Furthermore, students are trained to present how to do all the stages of reflective thinking, so that all students, both male and female, have excellent reflective thinking skills to solve mathematical problems.Keywords: Gender; Reflective Thinking; Social Arithmetic; Solving Math Problems.
Etnomatematika pada Bentuk Jajanan Tradisional di Desa Kemiren Banyuwangi Khas Suku Osing sebagai Bahan Pembelajaran Matematika Arifatul Hasanah; Susanto Susanto; Dina Trapsilasiwi
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 9, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v9i2.29893

Abstract

Etnomatematika hadir dalam rangka menjembatani antara peserta didik dan kebudayaan, sehingga matematika mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etnomatematika pada bentuk jajanan tradisional di desa Kemiren, Banyuwangi khas suku Osing dan menyusun lembar kerja peserta didik dengan melibatkan etnomatematika. Jajanan tradisional khas Osing di desa Kemiren, Banyuwangi dijadikan sebagai objek penelitian karena jajanan tersebut diyakini masih tetap terjaga keunikannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode pengumpulan data yaitu observasi oleh 3 orang observer, wawancara dengan 3 pembuat jajanan tradisional khas suku Osing, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat etnomatematika pada bentuk jajanan tradisional di desa Kemiren, Banyuwangi khas suku Osing yaitu konsep bilangan pecahan dan bilangan bulat, konsep aljabar dan perbandingan, konsep bangun datar dan ruang, konsep transformasi, konsep kesebangunan dan kekongruenan, serta konsep aritmatika sosial.
Etnomatematika pada Batik Lukis Daun Singkong di Rumah Produksi Daweea Batik Bondowoso Erfan Yudianto; Susanto Susanto; Sinta Priciliya
Jurnal Elemen Vol 6, No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v6i2.2002

Abstract

Ethnomathematics is the relationship between culture and mathematics found in society's habits, where people have unconsciously applied mathematical concepts in their culture or habits. The custom referred to in this study is what is done by batik in making one batik sheet every time. The purpose of this study was to describe ethnomathematics on cassava leaves in the production house Daweea Batik Bondowoso East Java. This research is qualitative research with an ethnographic approach. The subject of this study was the craftsmen in the Daweea Bondowoso Batik production house. Data collection methods used are observation, interviews, and documentation. The observation was carried out by the researcher himself and assisted by two observers who were provided with observation guidelines. Interviews were conducted to artisans in Daweea Bondowoso batik production house, while the documentation was carried out by the researcher himself using a camera recorder. The results of this study indicate the existence of ethnomathematics in cassava leaves batik painting. Geometry concepts or elements found include points, lines, angles, flat shapes (rectangles, squares), congruence, concordance, equations, and geometric transformations (dilation).
PROFIL KEMAMPUAN SPASIAL SISWA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN FLORENCE LITTAUER Ifka Nurafni Hibatullah; Susanto Susanto; Lioni Anka Monalisa
FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol 6, No 2 (2020): FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/fbc.6.2.115-124

Abstract

Kemampuan spasial yang baik membantu siswa SMA dalam meningkatkan pemahaman mereka dalam memahami simbol, bentuk, tabel, dan gambar dalam pembelajaran geometri. Siswa dengan tipe kepribadian berbeda memiliki level kecerdasan visual-spasial yang berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa ditinjau dari tipe kepribadian Florence Littauer. Unsur-unsur kemampuan spasial yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah persepsi spasial, rotasi mental, dan visualisasi spasial. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah 10 siswa kelas X MIPA 1, SMA Negeri 1 Jember. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis angket kepribadian untuk menentukan subjek. Dilanjutkan analisis hasil tes, dan analisis transkrip wawancara, kemudian penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis hasil tes dan wawancara diperoleh keterangan bahwa siswa sanguinis dan phlegmatis mampu memenuhi semua indikator dari unsur persepsi spasial dan rotasi mental. Siswa melankolis mampu memenuhi semua indikator pada setiap unsur kemampauan spasial. Siswa koleris mampu memenuhi semua indikator persepsi spasial dan 2 indikator pada unsur rotasi mental dan visualisasi spasial.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY BERBANTUAN GEOGEBRA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Ahmad Sofi Yullah; Susanto Susanto; Abi Suwito
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4184.341 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.5010

Abstract

Penelitian ini mempunyai maksud yakni memahami efektifnya aktivitas belajar mengajar dengan model discovery berbantuan GeoGebra dilihat dari kemampuan berfikir kreatif matematika murid. Metode dari penelitian yang dipilih ialah kuantitatif. murid kelas XI SMKN 6 Jember menjadi populasi dalam penelitian. Sampel pada penelitian diambil melalui cara acak yang terdiri dari kelas kontrol serta eksperimen dengan memakai metode cluster random sampling. Data penelitian ialah instrumen berupa pre-test serta post-test untuk memahami kemampuan berfikir kreatif matematika murid. Desain penelitian ialah penelitian kuasi eksperimen, dengan tehnik analisa data yang dipakai ialah uji parametik yakni independent sample t-test. Penelitian mendapatkan hasil jika kemampuan murid meningkat sesudah mengikuti aktivitas belajar mengajar dengan model discovery berbantuan geogebra. Hasil dari nilai post-test dalam kelas ekserimen lebih tinggi dibanding hasil nilai post-test dalam kelas kontrol serta rata-rata nilai N-Gain score dalam kelas eksperimen senilai 68.8% dikategorikan cukup efektif. Dalam kelas kontrol senilai 42.8% dikategorikan kurang efektif. Sehingga bisa diambil simpulan jika aktivitas belajar mengajar dengan model discovery berbantuan GeoGebra efektif dalam peningkatan kemampuan berfikir kreatif murid materi transformasi geometri refleksi. In this study, we will determine GeoGebra-assisted effectiveness discovery teaching and learning activities model in terms of students' creative thinking skills, which integrates the quantitative methods. The research population are class XI students at SMKN 6 Jember, divided into control and experimental class. Sampling using cluster random sampling method. The study data are instruments in the form of post-test and pre-test to determine student creative thinking ability in mathematics. The study results indicate an increase in students using GeoGebra-assisted discovery learning models. The post-test result in the experimental class is greater than the post-test result in the control class. The research design is a quasi-experimental, with data analysis techniques using parametric independent sample t-test. The results of the analysis show that the average N-Gain value in the test class is 68.8%, entered in the category is quite effective. For comparison, the average N-Gain value in the control class is 42.8% which is categorized as less effective. It implies that the implementation of discovery teaching and learning model using GeoGebra effective to improve the students' creative thinking skill on the reflection geometry transformation material.
Analisis Keterampilan Geometri Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Transformasi Geometri yang Berkaitan dengan Etnomatematika di Taman Nasional Alas Purwo Brigita Wanda Pangestika; Susanto Susanto; Lela Nur Safrida; Dinawati Trapsilasiwi; Lioni Anka Monalisa
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i4.2857

Abstract

Tanpa disadari matematika mempunyai peran yang cukup penting dalam kebudayaan misalnya dalam mempengaruhi konstruksi budaya manusia. Oleh karena itu perlu adanya keterkaitan budaya dalam pembelajaran matematika di sekolah. Berdasarkan kondisi tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan geometri siswa dalam menyelesaikan masalah transformasi geometri yang berkaitan dengan etnomatematika di Pura Luhur Giri Salaka yang terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Keterampilan geometri yang harus dipenuhi siswa adalah keterampilan visual, verbal, menggambar, logika dan terapan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas XI SMA Negeri 1 Purwoharjo. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dan metode wawancara. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa kecenderungan subjek penelitian hanya memenuhi tiga keterampilan geometri yakni keterampilan visual, logika dan terapan. Kecenderungan siswa mampu memenuhi indikator keterampilan visual. Keterampilan verbal hanya dipenuhi siswa pada saat wawancara berlangsung. Keterampilan menggambar hanya dipenuhi siswa pada soal nomor 2. Siswa dengan keterampilan logika akan mudah untuk menerapkan konsep geometri terhadap suatu objek nyata dan mampu memenuhi indikator keterampilan terapan.
Analysis of Student’s Mathematical Reasoning in terms of Learning Independence During Distance Learning Nuzula Erlisa Nuraziza; Susanto Susanto; Abi Suwito; Dinawati Trapsilasiwi; Reza Ambarwati
Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Vol 3 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Wisnuwardhana University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/jelmar.v3i1.67

Abstract

Mathematical reasoning is the student’s ability to think logically regarding mathematics problems. The indicators of mathematical reasoning used in this study are presenting statements mathematically, performing mathematical manipulations, compiling the proofs for the truth of solutions, and drawing conclusions from statements presented. This study used qualitative research methods and aims to describe the students' mathematical reasoning abilities for the subject of Three Dimensions, reviewed by their learning independence during Distance Learning. This research was conducted at SMAN 1 Pasuruan class XII MIPA 1 for the 2021/2022 academic year. The instruments used in this study are learning independence questionnaires, mathematical reasoning ability tests, and guides for the interview. The results showed that 21 students can be categorized into Medium Level in terms of their learning independence, and 14 students can be categorized into High Level in terms of their learning independence. Students who have medium learning independence showed medium and low mathematical reasoning abilities. Students are able to solve problems by fulfilling two indicators of mathematical reasoning ability. On the other hand, students with high learning independence showed high mathematical reasoning abilities. Students are able to solve problems by fulfilling all indicators of mathematical reasoning abilities.
KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SEGIEMPAT DITINJAU DARI SELF-CONFIDENCE Angelica Ona Ernitasari; Susanto Susanto; Lela Nur Safrida; Sunardi Sunardi; Ervin Oktavianingtyas
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 5, No 5 (2022): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v5i5.10873

Abstract

The purpose of this study was to describe the creative thinking skills of class VIII SMPN 11 Jember students by paying attention to students' self-confidence in solving rectangular problems. The type of research is descriptive qualitative research. The research subjects were 30 students. Methods of collecting data using questionnaires, tests, and interviews. The instruments used are self-confidence questionnaires, creative thinking skills test questions, and interview guidelines. Students' creative thinking skills are needed when learning activities. Creative thinking skills are skills in creating a new idea that can be combined into something new and relatively different from previously existing ideas and can be used to solve a problem with the indicators used, namely fluency, flexibility, originality, and elaboration. Students' self-confidence is measured by paying attention to indicators, namely believing in their own abilities, acting positively in dealing with problems, acting independently in making decisions, having a positive self-concept, and being brave in expressing opinions. The data analysis method used is the questionnaire method, the test method, and the interview method. The results obtained from this study are students with low self-confidence have low achievement on all indicators of creative thinking skills, students with moderate self-confidence have high achievement on indicators of fluency and flexibility indicators. Students with high self-confidence have high achievement on all indicators of creative thinking skills.