Susanto, Susanto
Mathematics Education Masters Study Program, Universitas Jember

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Ethnomathematics in The Art of Barong Kemiren as Geometry Teaching Material Lioni Anka Monalisa; Susanto Susanto; Saddam Hussen; Inggil Ismiharto
Pancaran Pendidikan Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education The University of Jember Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25037/pancaran.v11i3.424

Abstract

Ethnomatematics is mathematics that is found in the culture of people who have unknowingly implemented mathematical concepts in their culture. The purpose of this qualitative research with an ethnographic approach is to describe ethnomathematics in the Barong Kemiren Art. The subjects of this study were three people, namely the head of the Barong Kemiren Arts, cultural observers who understand the history of the Barong Kemiren Arts and the dancers of the Barong Kemiren. Data collection methods used are observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that there is ethnomathematics in the Barong Kemiren Art. The geometric elements found include: flat shapes (triangles, squares, rectangles, and circles), spatial shapes (cubes, blocks, and tubes), congruence, and geometric transformations (reflections). Ethnomathematics in this study will be made worksheets with congruences material for class IX.
Pengembangan E-Modul Berbantuan Geogebra pada Materi Transformasi Geometri SMA Budi Wahyu Agung Pramana; Susanto; Abi Suwito; Nurcholif Diah Sri Lestari; Randi Pratama Murtikusuma
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v5i2.5694

Abstract

GeoGebra yang valid, praktis, dan efektif. Model pengembangan yang diterapkan merupakan model Thiagarajan (4D) dengan empat tahap yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Luaran penelitian berupa e-modul yang dapat diakses secara daring di situs web GeoGebra dan secara luring melalui modul berformat pdf atau ggb. Subjek penelitian merupakan peserta didik kelas XI MIPA 1 SMAN 2 Tanggul. Berdasarkan hasil pengembangan diperoleh e-modul yang sangat valid dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,85, memenuhi kriteria kepraktisan dengan tingkat cukup praktis ditinjau dari perolehan skor angket respons peserta didik sebesar 76,88%, dan tergolong dalam kategori efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik yang ditinjau dari rata-rata N-Gain sebesar 0,48. E-modul yang dikembangkan mampu meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi Transformasi Geometri SMA karena kemudahan dalam mengetahui hasil bayangan objek matematika dari suatu transformasi dan kemudahan dalam mengakses.
Analysis of Middle School Students' Mathematical Representation Ability on Triangle Material Based on Learning Style Sekar Ayu Rahmayani; Susanto Susanto; Abi Suwito
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.2384

Abstract

Perlu adanya penelitian yang dapat mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari gaya belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah 20 siswa kelas VII-D SMPN 4 Jember. Pengambilan sampel subjek dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui angket gaya belajar, tes kemampuan representasi matematis dan wawancara. Analisis data dilakukan dalam tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Siswa yang memiliki gaya belajar visual dominan pada kemampuan representasi visual, dan siswa yang memiliki gaya belajar auditori dominan pada kemampuan representasi verbal. Sedangkan pada siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik terlihat dominan pada kemampuan simbolik. Sehingga pembelajaran matematika yang memperhatikan gaya belajar siswa diperlukan, agar dapat mempermudah guru untuk memberikan stimulus yang tepat pada setiap kelompok sehingga memperoleh respon positif dari siswa dalam merepresentasikan ide-ide matematikanya. There is a need for research that can describe students' mathematical representation abilities in terms of their learning styles. This study uses a descriptive qualitative approach. The subjects of this study were 20 students of class VII-D SMPN 4 Jember. The subject sampling was by using purposive sampling technique. Data collection techniques through learning style questionnaires, mathematical representation ability tests and interviews. There were 3 steps of data analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Students who have a visual learning style are dominant in visual representation abilities, and students who have an auditory learning style are dominant in verbal representation abilities. Meanwhile, students who have a kinesthetic learning style are dominant in symbolic abilities. So that learning mathematics that pays attention to student learning styles is needed, in order to make it easier for teachers to provide the right stimulus to each group so as to get a positive response from students in representing their mathematical ideas.
PENGEMBANGAN PAKET TES GEOMETRI BANGUN DATAR UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP Handariyatul Masruroh; Susanto Susanto; Nurcholif Diah Sri Lestari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.824 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6729

Abstract

Tes merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk mengukur ketercapaian pembelajaran matematika. Dengan adanya pengembangan paket tes geometri, guru dapat mengukur kemampuan penalaran matematis siswa sehingga guru akan lebih mudah dalam merancang pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan penalaran matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan paket tes geometri pokok bahasan bangun datar untuk mengukur kemampuan penalaran matematis siswa SMP yang valid, praktis, dan efektif, serta untuk mendeskripsikan profil kemampuan penalaran matematis siswa SMP dalam menyelesaikan paket tes geometri bangun datar. Penelitian ini mengkombinasikan penelitian pengembangan dan penelitian kualitatif. Model penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah formative evaluation yang terdiri dari enam tahap, yaitu: preliminary, self evaluation, expert review, one-to-one, small group dan field test. Setelah paket tes geometri yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif dilakukan penelitian kualitatif untuk mengetahui profil kemampuan penalaran matematis siswa. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar validasi, tes geometri, angket respon siswa, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paket tes geometri yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif. Analisis kemampuan penalaran matematis siswa SMP menunjukkan siswa berkemampuan penalaran matematis tinggi mampu memenuhi enam aspek penalaran matematis yaitu analisis. menyatukan/sintesis, generalisasi, membenarkan, menarik kesimpulan, dan mengevaluasi. Siswa berkemampuan penalaran matematis sedang mampu memenuhi empat aspek penalaran yaitu analisis, menyatukan/sintesis, generalisasi, dan membenarkan. Siswa berkemampuan penalaran matematis rendah tidak mampu memenuhi aspek penalaran atau hanya mampu memenuhi satu aspek penalaran yaitu analisis
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED COOPERATIVE LEARNING DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Dinar Aulia Wahyuningtyas; Sunardi Sunardi; Erfan Yudianto; Susanto Susanto; Abi Suwito
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.605 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6733

Abstract

AbstrakPenelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dalam penelitian ini untuk mengembangkan model pembelajaran Problem Based Cooperative Learning (PBCL) beserta perangkatnya yang terdiri dari RPP, LKS, dan THB yang valid, praktis, dan efektif kemudian menguji pengaruhnya terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP. PBCL adalah hasil modifikasi sintaks PBL dan Cooperative Learning. Adapun sintaks model pembelajaran PBCL adalah mengorientasikan siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membimbing kelompok bekerja dan belajar, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, dan memberi penghargaan. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dan dilanjutkan dengan penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi aktivitas siswa, observasi keterlaksanaan model dan perangkat pembelajaran, angket respon siswa, dan tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran PBCL beserta perangkatnya memenuhi kriteria sangat valid, praktis, dan efektif. Kepraktisan diperoleh dari hasil observasi keterlaksanaan model dan perangkat pembelajaran. Berdasarkan dari uji t-test diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran PBCL materi persamaan garis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.  AbstractThis study is based on the lack of students ability in solving mathematical problem. According to that background, this study is aimed to develop a learning model of Problem Based Cooperative Learning (PBCL) along with the learning kits, RPP, LKS, and THB, in a valid, practical, and effective problem solving format, and to examine its effectiveness towards junior high school students’ ability to solve mathemathical problmes. PBCL is a syntax modification result of PBL and Cooperative learning, itself is orienting students on problem, organizing students into learning groups, organizing students for learning, guiding for working and learning group, analyzing and evaluating problem solving process, and giving appreciation. This study used developing research continued by experiment research. The data collection techniques were an interview, student activity observation, the implementation of a learning model and kit observation, a student response form, and a problem solving ability test. The result of this study showed that the learning model and kits of PBCL fulfill the criteria of being very valid, practical, and effective. According to the T-test experiment, it can be concluded that there is a significant influence of the PBCL learning model on students’ ability to solve mathematical problems.
PROSES PEMECAHAN MASALAH NUMERASI TIPE URAIAN PADA MATERI SPLDV BERDASARKAN TAHAPAN POLYA Dian Kurniati; Sefina Vamelia Hanim; Ervin Oktavianingtyas; Susanto Susanto; Dhanar Dwi Hary Jatmiko
SIGMA Vol 9, No 1 (2023): SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/sigma.v9i1.2067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemecahan masalah numerasi siswa kelas VIII MTs berdasarkan tahapan Polya pada materi SPLDV. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 9 siswa di salah satu kelas VIII MTs di Kota Kediri. Instrumen yang digunakan yaitu masalah numerasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nampak proses pemecahan masalah siswa berdasarkan tahapan Polya yang meliputi memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pada proses memahami masalah, siswa cenderung menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan berdasarkan informasi penting, serta merepresentasikan masalah dalam bentuk pemisalan variabel dan model matematika. Pada proses menyusun rencana, siswa memilih metode substitusi atau campuran untuk digunakan sebagai penyelesaian masalah, serta menentukan rencana penyelesaian dengan berurutan. Pada proses melaksanakan rencana, siswa menyelesaikan masalah sesuai dengan metode dan rencana yang disusun sebelumnya. Pada proses memeriksa kembali, siswa cenderung mengecek kebenaran jawaban dengan mensubstitusikan setiap nilai variabel ke dalam model matematika.
Keterampilan Geometri Siswa Masalah Kesebangunan dan Kekongruenan pada Ornamen Masjid Roudhotul Muchlisin Jember Ayu Endang Purwati; Susanto Susanto; Erfan Yudianto; Sunardi Sunardi; Saddam Hussen
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 5 (2023): October
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i5.5392

Abstract

Matematika memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia termasuk kebudayaan. Oleh sebab itu perlu adanya keterkaitan antara budaya dengan pembelajaran matematika di sekolah. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan guna mengetahui keterampilan geometri yang dimiliki siswa dalam menyelesaikan permasalahan kesebangunan dan kekongruenan yang berkaitan dengan etnomatematika pada ornamen Masjid Roudhotul Muchlisin di Jember. Terdapat lima keterampilan geometri yang harus dipenuhi siswa adalah keterampilan visual, keterampilan verbal, keterampilan menggambar, keterampilan logika dan keterampilan terapan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas IX SMP Negeri 6 Jember. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua metode yaitu tes dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kecenderungan subjek penelitian hanya mampu memenuhi tiga keterampilan geometri yaitu keterampilan visual, keterampilan logika dan keterampilan terapan. Keterampilan verbal hanya dipenuhi pada satu nomor soal dengan konsep kekongruenan yakni pada soal nomor 3 serta pada saat sesi wawancara. Keterampilan menggambar hanya mampu dipenuhi oleh siswa pada soal dengan perintah menggambar yakni soal nomor 2. Siswa dengan keterampilan logika akan dengan mudah menerapkan konsep geometri pada suatu objek nyata dan cenderung akan mampu memenuhi keterampilan terapan. Rekomendasi untuk meningkatkan keterampilan verbal dan menggambar siswa yaitu dengan cara mengidentifikasi keterampilan geometri siswa sejak dini
The Development of Geometric Rows and Sequences Problem-Based Learning with Liveworksheet Media Jatmiko, Dhanar Dwi Hary; Sunardi, Sunardi; Susanto, Susanto; Suwito, Abi
(JIML) JOURNAL OF INNOVATIVE MATHEMATICS LEARNING Vol. 6 No. 4 (2023): VOLUME 6 NUMBER 4, DECEMBER 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jiml.v6i4.21658

Abstract

The lack of development of Student Worksheets  that match what is needed by students can be one of the reasons why many students have difficulty understanding learning materials. This study aims to describe the process and results of the development of the mathematics worksheets based on Problem Based Learning by utilizing liveworksheets on geometric sequences and series material. The type of this research is research and development. This worksheet is designed using Canva and Microsoft Word by utilizing liveworksheets. The subjects of the field trial were 28 students of class XI. This research uses the Four D model from Thiagarajan which consists of the stages of definition, design, development, and dissemination. Data collection methods consist of observation, test, and questionnaire methods. Based on the results obtained from trials in the field, it can be concluded that the mathematics worksheets based on Problem Based Learning by utilizing liveworksheets on geometric sequences and series material met the valid, practical, and effective categories. Other researchers can make maximum use of the features provided on the liveworksheets site because in this study they only utilized a few features and must be alert in anticipating when an error occurs on the site while it is being used.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN LITERASI NUMERASI BERBASIS ETNOMATEMATIKA PERTANIAN BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Lela Nur Safrida; Susanto Susanto; Abi Suwito; Reza Ambarwati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i2.20202

Abstract

Literasi numerasi merupakan salah satu kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik. Hasil evaluasi national menunjukkan masih berada pada level cakap. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik. Salah satunya mengintegrasikan budaya dalam Matematika, khususnya instrumen literasi numerasi agar pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna. Hal ini disebabkan karena etnomatematika erat dengan kehidupan sehari-hari maupun lingkungan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen berbasis etnomatematika pertanian guna mengeksplorasi kemampuan literasi numerasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang tahapan penelitian Plom yaitu (1) preliminary research (penelitian awal), (2) prototyping phase (tahap pengembangan), dan (3) assessment phase (tahap asesmen). Adapun subjek uji coba penelitian ini yaitu 29 siswa kelas V SD Muhammadiyah I Jember. Hasil analisis data menunjukkan produk pengembangan berupa instrumen literasi dan numerasi memenuhi kriteria valid dan praktis. Pengembangan instrumen literasi numerasi merupakan salah satu sarana yang mendukung eksplorasi kemampuan literasi numerasi siswa. Kata kunci: literasi, numerasi, etnomatematika, Sekolah Dasar Abstract: Numeracy literacy is one of the abilities that students are expected to have by students. The results of the national evaluation showed that numeracy lieracy was still at a midle level. Therefore, various efforts are made to improve students' numeracy literacy skills. One of them is integrating culture in Mathematics, especially numeracy literacy instrumens so that learning is more effective and meaningful. This is because ethnomathematics is closely related to students' daily life and environment. This research aimed to develop an instrumen based on agricultural ethnomathematics to explore students' numeracy literacy abilities. This research is development research with Plomp research stages, namely (1) preliminary research (initial research), (2) prototyping phase (development stage), and (3) assessment phase (assessment stage). The research subjets are 29 fifth grade students of SD Muhammadiyah I Jember.  The results of data analysis show that the development product in the form of literacy and numeracy instrumens meets the criteria of being valid and practical. The development of numeracy literacy instrumens is one means that supports the exploration of students' numeracy literacy abilities. Keywords: literacy, numeracy, ethnomathematics, elementary school
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOMETRI PYTHAGORAS MELALUI ANALISIS PROBLEMATIKA DAN STRATEGI PERBAIKAN PEMBELAJARAN Adillia Natasya Saputri; Abi Suwito; Frenza Fairuz Firmansyah; Susanto
EDUCATIONAL JOURNAL : General and Specific Research Vol. 5 No. 3 (2026): Educational Journal (General and Specific Research)
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20389705

Abstract

This study aims to analyze the various problems experienced by students in learning geometry and to examine improvement efforts that can enhance students’ learning motivation. Based on the results of the study, it was found that many students experience difficulties in understanding basic geometry concepts. These difficulties are reflected in students’ low ability to recognize shapes, understand relationships between geometric figures, and apply formulas correctly in problem-solving. In addition, students often make errors in using principles and procedures for solving geometry problems. Another dominant difficulty is students’ limited ability to understand word problems, which makes it difficult for them to translate problems into mathematical forms. The factors causing these learning difficulties originate not only from cognitive aspects, but are also influenced by emotional factors, the learning environment, and students’ low motivation in participating in the learning process. Therefore, effective improvement efforts are needed, such as strengthening mathematical communication, implementing active learning methods, and providing opportunities for students to explore and express mathematical ideas independently. With appropriate and engaging learning strategies, students’ learning motivation can increase, leading to a better understanding of geometry concepts and improved learning outcomes.