Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Soal HOTS pada Materi Operasi Hitung Bilangan Bulat Positif untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa Kelas II SDN 3 Kademangan Wuli Oktiningrum; Lilik Indah Rahayu
Cakrawala Jurnal Ilmiah Bidang Sains Vol 1, No 1 (2022): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.638 KB) | DOI: 10.28989/cakrawala.v1i1.1264

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kelayakan instrument soal materi operasi hitung bilangan bulat untuk meningkatkan literasi numerasi, mengetahui hasil siswa terhadap instrument soal, dan mengetahui hasil pengembangan instrument soal materi operasi hitung bilangan bulat untuk meningkatkan literasi numerasi siswa Sekolah Dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Research and Development (R&D) yang terdiri atas 1) Potensi dan Masalah, 2) Pengumpulan Data, 3) Desain Produk, 4) Validasi Produk, 5) Perbaikan produk, 6) Uji Coba Produk, 7) Revisi Produk, 8) Uji Coba pemakaian, 9) Revisi Produk, 10). Produksi. Penelitian ini dimana menghasilkan sebuah produk tertentu dan menguji kelayakan produk yang dikembangkan. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan Brog and Gall. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 2 SD Negeri 3 Kademangan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan pretes dan postes, dokumentasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrument soal tersebut layak untuk diuji cobakan dengan melakukan revisi berdasarkan saran para ahli materi. Rata-rata kelayakan yang diberikan oleh ahli materi yaitu 96% dengan  kualifikasi “Sangat Layak” diujicobakan untuk siswa Sekolah Dasar. Rata-rata respon siswa terhadap media yang diberikan oleh kelompok kecil 92% dengan kualifikasi “sangat baik” dan oleh kelompok besar 95% dengan kualifikasi “Sangat Layak”. Hasil uji coba pada kelompok besar mengalami peningkatan  yakni pada rata-rata pretes 69 dan postest 89. Hasil uji coba kelompok besar nilai ketuntasan 50% pada pretes dengan menunjukkan kualifikasi tidak tuntas dan 100% pada posttest dengan kualifikasi tuntas, sehingga ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran. Hasil penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan, Instrumen Soal tersebut layak digunakan dan dapat meningkatkan literasi numerasi siswa kelas 2 Sekolah Dasar.
Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas VIII pada Materi Segiempat dengan Menggunakan Grid Paper Nadya Husenti; Wuli Oktiningrum
Cakrawala Jurnal Ilmiah Bidang Sains Vol 1, No 1 (2022): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.901 KB) | DOI: 10.28989/cakrawala.v1i1.1269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas VII MTs Ma’arif Sidomukti pada pokok bahasan segiempat yang menggunakan grid paper sebagai media pembelajarannya. Alasan penelitian ini dikarenakan dari hasil pengamatan sebelum penelitian dilakukan bahwa dalam pembelajaran di kelas, guru mengajarkan materi tanpa menggunakan media manipulatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, subjek dari penelitian ini adalah lembar jawaban siswa kelas VII MTs Ma’arif Sidomukti Gresik yang sebanyak 32 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 37,5 % siswa melakukan kesalahan konseptual, 43,75 % melakukan kesalahan procedural, dan 0,09 % melakukan kesalahan kalkulasi.
PENGEMBANGAN SOAL AKM DENGAN ETHNOMATEMATIKA BERBASIS CANVA UNTUK SISWA MENGUKUR LITERASI NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR Dyah Ayu Pramoda Wardhani; Wuli Oktiningrum
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.077 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6241

Abstract

Literasi numerasi merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh siswa yang digunakan untuk memahami suatu konsep, prosedur, serta angka – angka matematika untuk menyelesaikan masalah sehari – hari, sehingga siswa menyadari bahwa matematika berperan penting dalam kehidupan sehari – hari untuk menyelesaikan permasalahan hidup. Literasi numerasi akan membentuk penalaran yang sistematis dan terstruktur. Tetapi kemampuan tersebut belum dikuasi sepenuhnya oleh siswa karena banyak factor, salah satunya adalah keterbatasan media serta penyajian soal yang monoton. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti merancang instrument soal AKM dengan ethnomatematika berbasis canva untuk mengukur literasi numerasi siswa sekolah dasar se-Kabupaten Malang.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE. Subyek penelitian adalah 100 siswa sekolah dasar se – Kabupaten Malang. Tahap analisis dimulai dari isi, konteks, dan proses kognitif. Pada tahap desain, peneliti merancang pertanyaan esai berdasarkan konten, konteks, dan AKM berbasis proses kognitif. Validitas berasal dari evaluasi empiris validasi dan uji reliabilitas kelompok kecil. Tahap implementasi menunjukkan bahwa pertanyaan memiliki dampak potensial pada kemampuan literasi numerasi siswa. Bagian terakhir, tahap evaluasi menunjukkan jika siswa perlu meningkatkan keterampilan literasi numerasi siswa untuk menghadapi era revolusi 4.0. 
DEBAT DENGAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI MAHASISWA PGSD Adzimatnur Muslihasari; Wuli Oktiningrum
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 33, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v33i1.13598

Abstract

AbstrakArgumentasi merupakan aktivitas verbal, sosial dan rasionalyang bertujuan untuk meyakinkan kritik yang masuk akal tentang suatu pandangan yang dapat diterima. Keterampilan argumentasi penting dimiliki mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan debat dengan mind mapping pada mata kuliah perspektif global dapat meningkatkan keterampilan argumentasi mahasiswa PGSD. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek mahasiswa Prodi PGSD kelas 21A2 yang berjumlah 25 mahasiswa. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, serta catatan lapangan. Data penelitian diolah dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan jika debat dapat meningkatkan ketrampilan argumentasi mahasiswa dengan kategori 68% baik, 22% cukup, serta 10% kurang. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasannya, menanggapi gagasan yang lain, serta mempertahankan gagasannya.Kata kunci: Keterampilan Argumentasi, Debat, Mind Mapping AbstractArgumentation skills are a very important skill to be possessed by students as a supplier to face the complexity of life problems in the 21st century. However, the skills are still very low. This is due to the lack of communication skills and innovative learning models. Thus, discussions with mind mapping are applied to courses with a global perspective to improve student argumentation skills. This research is a Class Action Research with the subject of a student Prodi PGSD class 21A2 which has a total of 25 students. The study consists of two cycles with data collection techniques such as observation, interview, lifting, and field recording. Research data is processed and analyzed qualitatively. The results of the study showed that debates can improve student argumentation skills by the category of 68% good, 22% sufficient, and 10% less. This affects the increasing courage of students in communicating their ideas, responding to other ideas, and defending their ideas.Keywords: Argumentation Skills, Debate, Mind Mapping
PENDAMPINGAN ORANG TUA MELALUI TALK TO HEART DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BINA DIRI ABK BERBASIS KELUARGA wuli oktiningrum; Adzimatnur Muslihasari
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): APRIL 2023
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v2i2.2113

Abstract

Children with special needs or ABK are children who have different conditions from other children. The differences lie in physical, mental, intelligence, and emotional. So they need special attention and treathment. Even they have much attention for their family, they need to be strong and independent. So, the parents should teach them self development activity. The activity such as eating by their self, toilet activity, showering, and another house work. This is important for their survival, but many parents are unable to accompany them or do not understand how to support them. Thus, the Talk to Heart activity was held for parents of students with special needs. Through service learning methods, it is hoped that they will be able to assist parents of special needs students in developing basic family self-development skills. Because the role of the family is very important for ABK students. Keywords: children with special needs, self development activity, parents, talk to heart, service learning   ABSTRAK Anak berkebutuhan khusus atau ABK adalah anak yang memiliki kondisi berbeda dengan anak lainnya. Perbedaannya terletak pada fisik, mental, kecerdasan, dan emosional. Kondisi yang berbeda tersebut menyebabkan ABKmembutuhkan perhatian dan perlakuan khusus. Perhatian keluarga sebagai lingkungan terdekat sangat berperan penting agar ABK kuat dan mandiri. Orang tua harus mengajari mereka kegiatan pengembangan diri. Kegiatan tersebut seperti makan sendiri, aktivitas toilet, mandi, dan pekerjaan rumah lainnya. Hal Ini penting untuk kelangsungan hidup mereka, tetapi banyak orang tua tidak dapat menemani mereka atau tidak mengerti bagaimana mendukung mereka. Dengan demikian, diadakan kegiatan Talk to Heart bagi orang tua siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan dengan metode pembelajaran pelayanan ini diharapkan dapat membekali orang tua siswa berkebutuhan khusus dalam mengembangkan keterampilan dasar pengembangan diri keluarga. Kata Kunci: Anak berkebutuhan khusus, Pengembangan diri, Orang tua, Talk to heart, Pembelajaran pelayanan
UPAYA MENGEMBANGKAN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BAGI SISWA SD NEGERI 1 DILEM KEPANJEN wuli oktiningrum; Luthfiatus Zuhroh
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v2i1.2114

Abstract

Profil pelajar Pancasila menjadi suatu bagian yang penting dalam perkembangan pendidikan nasional di Indonesia karena berperan mengarahkan kebijakan – kebijakan pendidikan untuk membangun karakter serta kompetensi peserta didik. Profil pelajar Pancasila terdiri dari enam dimensi, yaitu: (1) beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, (2) mandiri, (3) bergotong-royong, (4) berkebinekaan global, (5) bernalar kritis, dan (6) kreatif. Keenam dimensi tersebut haruslah dilihat secara utuh sebagai suatu kesatuan agar setiap individu dapat menjadi pelajar sepanjnag hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai – nilai Pancasila. Maka dari itu pendekatan yang efektif dilakukan untuk mengembangkan profil pelajar Pancasila kepada siswa yaitu dengan permainan tradisional. Permainan tradisional adalah symbol pengetahuan yang dilakukan secara turun temurun dengan berbagai fungsi dan pesan yang tersirat di dalamnya. Oleh sebab itu, maka dilakukan pemberdayaan permainan tradisional untuk meningkatkan profil pelajar Pancasila kepada siswa di SD Negeri 1 Dilem Kepanjen. Tujuannya agar siswa dapat meningkatkan kemampuan kreatif, bernalar kritis dan mandiri, serta membudayakan sikap gotong royong, berakhlak mulia, dan berkebhinekaan global dalam suatu permainan tradisional.
MENDONGENG UNTUK MENUMBUHKAN LITERASI MEMBACA SISWA SDN 1 MAGUAN Adzimatnur Muslihasari; Wafiyatu Maslahah; Wuli Oktiningrum; Rizka Fibria Nugrahani
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): APRIL 2023
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v2i2.2122

Abstract

Storytelling activities for students of SDN 1 Maguan aim to foster student reading leteraticy. The methods used include 3 stages, namely preparation stage; implementation stage; and evaluation stage. Preparations include observations and interviews about students' reading literacy levels and programs that have been implemented by the school, planning activity formats, and budgets. The observation show that SDN 1 Maguan has never been carried out storytelling activities and students' reading literacy tends to be low when viewed from the frequency of visits to the library. The community service program is carried out with one storyteller who utilizes fairy tale aids in the form of hand puppets. The participants are students of Maguan 1 elementary school grade 1 to 4 which totals 84 students. The organizing committee for this activity is PGSD UNIRA students. This activity is well carried out and proven to increase students' interest in reading which will lead to reading literacy. The recommendation that can be submitted to the school is to design an advanced program to increase the learning experience of students in order to improve students' reading literacy that can make it easier for students to enrich their vocabulary. So that easier to achieve reading literacy.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Luas Bangun Datar “LuBaDa” untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Wuli Oktiningrum; Tinta Arinda Putri
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 3 Nomor 2, September 2022
Publisher : Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrpd.v3i2.14014

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat peserta didik pada pembelajaran matematika kelas IV SD Negeri 3 Wonokerso. Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui kelayakan dan kevalidan media interaktif “LuBaDa” dalam pembelajaran matematika materi luas bangun datar untuk siswa kelas IV SD Negeri 3 Wonokerso; (2) untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas IV SD Negeri 3 Wonokerso. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah Research and Development (R & D), dimana peneliti menghasilkan sebuah produk tertentu unyuk menguji kelayakan produk yang akan dikembangkan. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan Analiysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 3 Wonokerso. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan cara melakukan wawancara dan observasi, validasi produk kepada ahli media dan ahli materi, angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif “LuBaDa” layak dijadikan sebagai media pembelajaran dengan melakukan revisi berdasarkan saran para ahli media dan ahli materi. Kelayakan media dapat dibuktikan dengan hasil validasi ahli media mendapatkan hasil skor 93,3% dan hasil validasi ahli materi mendapatkan hasil 95,7%, maka dapat dikatakan bahwa media interaktif “LuBaDa” ini berkualifikasi Valid dengan sedikit revisi. Hasil rata-rata hitung yang diperoleh pada angket minat belajar sebelum menggunakan media yaitu 50,8% termasuk dalam kategori “cukup” dan hasil rata-rata hitung sesudah menggunakan media yaitu 76,5% termasuk dalam kategori “baik”. Oleh karena itu media pembelajaran interaktif “LuBaDa” layak dan valid digunakan dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan minat belajar siswa.
PENGARUH PEMBELAJARAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, ARTS AND MATHEMATICS (STEAM) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR Wuli Oktiningrum; Adzimatnur Muslihasari; Dyah Ayu Pramoda Wardhani; Andi Wibowo
Edutainment Vol 12 No 1 (2024): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/e.v12i1.866

Abstract

Abstrak Keterampilan berpikir kreatif menjadi salah satu dari kemampuan yang harus dikuasai oleh mahasiswa calon guru SD, karena dibutuhkan untuk mengembangkan diri dan memecahkan masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari- hari. Jika kemampuan berpikir kreatif berkembang maka akan memunculkan ide atau gagasan, menemukan hubungan yang saling berkaitan, membuat dan melakukan imajinasi, dan memiliki banyak sudut pandang terkait banyak hal. Kenyataanya, hasil belajar siswa serta motivasi belajar siswa masih rendah, hal ini dipengaruhi oleh banyak factor, salah satunya adalah kurangnya kreativitas guru dalam mengajar atau menyampaikan materi. Maka dari itu penting sekali membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kreatif, dengan memberikan soal – soal open ended atau model pembelajaran yang menuntut kemampuan berpikir kreatif. Pembelajaran STEAM merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu yang menuntut kreativitas mahasiswa dalam memecahkan masalah. Penelitian ini akan mengukur pengaruh antara pembelajaran STEAM dengan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa calon guru SD. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan jenis non equivalent control group design. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang menyatakan bahwa nilai Sig.(2-tailed) adalah 0,015 kurang dari 0,05 sehingga, H0 ditolak dan Ha di terima. Pada kemampuan berpikir kreatif diperoleh rata – rata 85. Berdasarkan tabel indicator kemampuan berpikir kreatif, maka skor tersebut termasuk dalam sangat kreatif. Sehingga, dapat disimpulkan jika pembelajaran STEAM dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa calon guru SD. Kata Kunci: STEAM; Kemampuan Berpikir Kreatif; Kemampuan Abad 21 Abstract Creative thinking skills are one of the abilities that must be mastered by prospective elementary teacher students, because they are needed to develop themselves and solve problems that occur in everyday life. If the ability to think creatively develops, it will bring up ideas or ideas, find interrelated relationships, create and carry out imagination, and have many points of view related to many things. In fact, student learning outcomes and student learning motivation are still low, this is influenced by many factors, one of which is the lack of teacher creativity in teaching or delivering material. Therefore, it is very important to equip students with the ability to think creatively, by giving open ended questions or learning models that demand creative thinking skills. STEAM learning is cross-disciplinary learning that demands student creativity in solving problems. This study will measure the effect between STEAM learning and the creative thinking skills of prospective elementary school teachers. The method used is experimental research with a type of non-equivalent control group design. Based on the results of hypothesis testing which states that the Sig. (2-tailed) value is 0.015 less than 0.05 so, H0 is rejected and Ha is accepted. Based on the indicator table of creative thinking ability, the score is included in very creative. Keywords: STEAM; Creative Thinking Skills; 21 Century Skills.