Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Kapasitas Ruang Parkir Off Street Sepeda Motor dan Mobil di Ruko Mega Galaxy Surabaya Muhammad Satria Wicaksono; Zainal Abidin; Miftachul Huda
AGREGAT Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.717 KB) | DOI: 10.30651/ag.v4i2.3684

Abstract

Abstract Parking is one of the elements that cannot be separated from the overall road transportation system. The existence of infrastructure such as parking facilities is urgently needed, one of which is in offices. The availability of parking spaces is often not able to accommodate vehicles so there is a need to analyze the capacity of parking spaces. The case study location was taken at Ruko Mega Galaxy Surabaya. In analyzing the parking space capacity, we will discuss the conditions of parking spaces, characteristics of parking spaces, and problem solving. The discussion on this problem starts from the identification of problems in the field, literature studies, preliminary surveys to determine the existing conditions and data collection. Then proceed with analyzing the data and discussion, so that the actual parking space capacity obtained on motorbikes and cars. Furthermore, characteristic analysis is applied according to Director General of Land Transportation 1996, then conclusions and recommendations are drawn. From the results of this survey, the parking characteristics of Ruko Mega Galaxy Surabaya, namely the static capacity of vehicles as much as 500 SRP motorcycles and 120 SRP cars. On the maximum accumulation of 556 motorbike parking lots and 138 vehicles. The volume of motorcycle parking is 1256 vehicles and cars are 941 vehicles. For maximum motorcycle parking duration 3.69 hours and 2.07 hours car. Turn over the maximum parking of motorbikes 3 times change and car 8 times change. The maximum motorcycle parking index is 111% and cars are 115%. and dynamic motorbike capacity of 2300 SRP and 552 SRP cars. Based on factual conditions, the maximum accumulation of parking has not been able to accommodate the volume of vehicles so that if it is projected in the next 3 years SRP is needed. Keywords: Characteristics, SRP, Motorcycle, Car, ShophouseAbstrakParkir merupakan salah satu unsur sarana yang tidak dapat dipisahkan dari sistem transportasi jalan raya secara keseluruhan. Keberadaan prasarana seperti fasilitas parkir sangat dibutuhkan salah satunya di perkantoran. Ketersediaan ruang parkir sering kali tidak mampu menampung kendaraan sehingga perlu adanya analisis terhadap kapasitas ruang parkir. Lokasi studi kasus ini diambil di Ruko Mega Galaxy Surabaya .Dalam melakukan analisis kapasitas ruang parkir ini akan dibahas mengenai kondisi ruang parkir, karakteristik ruang parkir, serta pemecahan masalah. Pembahasan pada permasalahan ini dimulai dari identifikasi permasalahan di lapangan, studi literatur, survei pendahuluan untuk mengetahui kondisi eksisting dan pengumpulan data. Kemudian dilanjutkan menganalisis data dan pembahasan, sehingga didapatkan kapasitas ruang parkir aktual pada sepeda motor dan mobil. Selanjutnya diterapkan analisis karakteristik menurut Dirjen Perhubungan Darat 1996, lalu ditarik kesimpulan dan saran.Dari hasil survei ini didapatkan karakteristik parkir Ruko Mega Galaxy Surabaya yaitu kapasitas statis kendaraan sebanyak 500 SRP sepeda motor dan 120 SRP mobil. Pada akumulasi parkir maksimum sepeda motor 556 kendaraan dan mobil 138 kendaraan. Volume parkir sepeda motor 1256 kendaraan dan mobil 941 kendaraan. Untuk durasi parkir maksimum sepeda motor 3.69 jam dan mobil 2.07 jam. Turn over parking maksimum sepeda motor sebanyak 3 kali pergantian dan mobil 8 kali pergantian. Indeks parkir maksimum sepeda motor adalah 111% dan mobil 115%. dan kapasitas dinamis sepeda motor sebesar 2300 SRP dan mobil 552 SRP. Berdasarkan kondisi faktual, akumulasi parkir maksimum sudah tidak mampu menampung volume kendaran sehingga jika diproyeksikan dalam 3 tahun kedepan perlu adanya penambahan SRP.Kata Kunci: Karakteristik, SRP, Sepeda Motor, Mobil, Ruko
Analisis Kinerja Lalu Lintas Akibat Pembangunan Pelabuhan Taddan di Kabupaten Sampang Sabila Rosadi; Zainal Abidin; Miftachul Huda
AGREGAT Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.236 KB) | DOI: 10.30651/ag.v3i2.2274

Abstract

AbstractTaddan Port is a new port in Sampang Madura district which is expected to be the center of new activities planned to be operational in 2018, so that traffic performance is needed before and after the Taddan port operation. This study aims to determine the performance of existing traffic before and after the Taddan port operation in unsignalized intersections and interurban road around the Taddan port location and it recommendation. This study was analyzed using the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI) with KAJI and Excel software. The primary data in this study are survey peak hour in active day and passive day, geometric survey of road and unsignalized intersections, and environmental conditions while secondary data are population numbers, vehicle growth, location maps, width of Tanglok Port (old) and width of Taddan Port (new). The results of the analysis of the existing traffic performance (2018) with the KAJI and Excel software show that the degree of saturation (DS) of the unsignalized intersection Jl. Mutiara - Jl. Diponegoro, Jl. Prajjan - Jl. Camplong and interurban road Jl. Taddan in the existing conditions are 0.74, 0.73 and 0.65. While the degree of saturation (DS) in the year (2018) with software KAJI and Excel after the Taddan port operation are 0.86, 0.84 and 0.75. Keywords: degree of saturation (DS), MKJI, unsignalized, interurban, port  AbstrakPelabuhan Taddan adalah pelabuhan baru di kabupaten Sampang Madura yang diperkirakan akan menjadi pusat aktifitas baru yang direncanakan akan beroperasi pada tahun 2018, sehingga perlu diketahui kinerja lalu lintas sebelum dan sesudah pelabuhan Taddan beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja lalu lintas eksisting sebelum dan setelah pelabuhan Taddan beroperasi pada simpang tak bersinyal dan ruas jalan di sekitar lokasi pelabuhan Taddan serta merekomendasikannya. Penelitian ini dianalisis menggunnakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) dengan software KAJI dan Excel. Data primer pada penelitian ini adalah survei lalu lintas jam puncak hari aktif dan hari libur, survei geometrik ruas jalan dan simpang tak bersinyal, dan kondisi lingkungan sedangkan data sekunder adalah jumlah penduduk, jumlah pertumbuhan kendaraan, peta lokasi, luas Pelabuhan Tanglok (lama) dan luas rencana Pelabuhan Taddan (baru). Hasil analisis kinerja lalu lintas eksisting (2018) dengan software KAJI dan Excel menunjukkan bahwa nilai derajat kejenuhan simpang tak bersinyal Jl. Mutiara - Jl. Diponegoro, Jl. Prajjan - Jl. Camplong dan ruas jalan antar kota Jl.Taddan pada kondisi eksisting memiliki nilai 0.74, 0.73, dan 0.65. Sedangkan nilai derajat kejenuhan pada tahun (2018) dengan software KAJI dan Excel setelah pelabuhan Taddan beroperasi memiliki nilai 0.86, 0.84, dan 0.75. Kata Kunci: derajat kejenuhan (DS), MKJI, tak bersinyal, antar kota, pelabuhan
Analisa Kinerja Tingkat Pelayanan Trotoar Pada Ruas Jalan Kota Surabaya Selama Pandemi COVID-19 (Studi Kasus : Jalan Kapasan) Abdul Azizu Mirza; Zainal Abidin; Miftachul Huda
AGREGAT Vol 6, No 1 (2021): Vol.6, No.1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v6i1.8326

Abstract

AbstractSurabaya is the capital city of East Java and is the center of business in the eastern part of Indonesia. So that there are many movements that occur around it, especially on the sidewalk. Based on this function, this research was conducted at the location of Jalan Kapasan which is included in the area. The primary data in this study is a survey to the place to be reviewed to find data on the number of pedestrians, sidewalks, pedestrian travel time, and also distributing questionnaires to respondents to find out people's perceptions of current road conditions. The questionnaire was processed using SPSS software by performing validity and reliability tests to determine the consistency level of the questionnaire. Meanwhile, secondary data uses maps of research locations and data from BPS Surabaya.From the results of the analysis calculated using geometric statistics, it can be concluded that for now and the next five years, both on holidays and effective days of the Jalan Kapasan sidewalk, it is included in the LOS A category because the current value is <16 which means it is suitable for pedestrians to use. Keywords: Market, Pedestrians, Surabaya, Service level, Variable  AbstrakSurabaya merupakan Ibu Kota Jawa Timur dan menjadi pusat bisnis di wilayah Indonesia Timur. Sehingga banyak pergerakan yang terjadi di sekitarnya khususnya pada ruas trotoar. Berdasarkan fungsi tersebut penelitian ini dilakukan pada lokasi Jalan Kapasan yang termasuk dalam kawasan tersebut. Data primer  pada penelitian ini adalah survei ke tempat yang akan ditinjau untuk menemukan data jumlah pejalan kaki, ruas trotoar, waktu tempuh pejalan kaki, dan juga membagikan kuesioner kepada responden untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kondisi jalanan pada saat ini. Kuesionr diolah dengan Software SPSS dengan dilkakukan uji validitas dan uji reliabilitas untuk mengetahui tingkat kekonsistenan kuesioner. Sedangkan data sekunder menggunakan peta lokasi penelitian dan data BPS Surabaya.Dari hasil analisis yang dihitung menggunakan statistik geometrik dapat disimpulkan bahwa untuk saat ini dan lima tahun ke depan, baik pada hari libur maupun hari efektif ruas trotoar Jalan Kapasan termasuk dalam kategori LOS A karena nilai arus <16 yang berarti layak untuk digunakan pejalan kaki. Kata Kunci: Pasar, Pejalan kaki, Surabaya, Tingkat pelayanan, Variabel
Analisis Kinerja Lalu Lintas Sebelum dan Setelah Pembanguan Blitar Town Square Miftachul Huda
Rekayasa: Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016): JURNAL REKAYASA TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/rjrs.v1i2.182

Abstract

Blitar Town Square merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang diperkirakan menjadi pusat aktifitas baru yang direncanakan akan beroperasi pada tahun 2016, sehingga perlu diketahui kinerja lalu lintas sebelum dan setelah Blitar Town Square beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja lalu lintas eksisting pada simpang sekitar Blitar Town Square dan kinerja lalu lintas pada simpang sekitar Blitar Town Square setelah Blitar Town Square beroperasi selama lima tahun. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Data primer pada penelitian ini adalah survei lalu lintas jam puncak harian dan survei kondisi geometrik simpang, sedangkan data sekunder pada penelitian ini adalah jaringan jalan. Analisis kinerja lalu lintas diawali dengan menghitung arus lalu lintas pada jam puncak, kapasitas simpang, dan derajat kejenuhan. Hasil analisis kinerja lalu lintas menunjukkan bahwa nilai derajat kejenuhan (DS) simpang pada kondisi eksisting memiliki nilai < 0.750, sedangkan nilai DS pada kondisi lima tahun setelah Blitar Town Square beroperasi memiliki nilai > 0.750, yaitu pada simpang bersinyal Semeru-Kelud dari Barat ke Timur yang memiliki nilai DS 1.097
Drainase Bawah Permukaan (Subsurface Drainage ) Pada Pembangunan Gardu Induk (GI) PLN Di Kawasan Industri Terpadu Batang – Jawa Tengah Rosytha, Anna; Yuliastuti, Dayat Indri; Huda, Miftachul
Konstruksia Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.2.64-72

Abstract

Gardu Induk (GI) termasuk dalam kategori objek strategis Nasional, PT. PLN (Persero) membangun Gardu Induk (GI) 150 kV dengan kapasitas 2 x 60 Mega Volt Ampere (MVA) untuk mendukung pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang mana merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).  Luas lahan Gardu Induk ini adalah 2 Ha yang berada didalam areal Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Drainase kawasan merupakan salah satu infrastruktur penting didalam GI yang berfungsi untuk mengurangi risiko banjir dan genangan, melindungi struktur bangunan dan jalan, serta menjaga kualitas lingkungan. Salah satu sistem drainase pada pembangunan GI adalah drainase bawah permukaan (Subsurface Drainage) yang berfungsi untuk melindungi bangunan yang berada di dalam tanah seperti Cable Duct. Dari hasil analisa hidrologi didapatkan curah hujan rencana (R) sebesar 30,10 mm, direncanakan menggunakan pipa perforated dengan diameter pipa 6 in dengan jarak antar pipa 4 meter dan panjang pipa 50 meter, Debit yang dialirkan masing-masing pipa sebesar 1,835 ltr/dt dengan kapasitas debit penampang saluran pipa sebesar 3.69 ltr/dt dan kecepatan aliran air dalam pipa sebesar 0.405 m/dt. Direncanakan kolam retensi berbentuk long storage dengan dimensi 75 x 1.80 x 0.7 m dan kapasitas tampungan sebesar 94.50  m3
Performance Evaluation of Trans Jatim Bus Corridor 2 (Surabaya-Mojokerto) Huda, Miftachul; Zainal Abidin; Rifqi Handi Saputra
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v4i2.66

Abstract

Kota Surabaya sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur memiliki permasalahan seperti kemacetan. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penyediaan angkutan umum massal yang menghubungkan Kota Surabaya dengan wilayah penyangga, salah satunya adalah Mojokerto. Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan moda transportasi publik yaitu Bus Trans Jatim Koridor 2 yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Kota/Kabupaten Mojokerto. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu SK Dirjen Perhubungan Darat Nomor 687 tahun 2002. Kriteria yang dilakukan penilaian yaitu faktor muat (load factor), kecepatan perjalanan, waktu antara (headway), waktu henti, sirkulasi, dan waktu tunggu. Hasil penelitian diperoleh nilai faktor muat (load factor) rute Surabaya-Mojokerto dan sebaliknya untuk hari efektif kerja yaitu 57%. dan 69%, sedangkan untuk hari libur yaitu 32% dan 49%. Rerata kecepatan rute Surabaya-Mojokerto dan sebaliknya untuk hari efektif kerja yaitu 32 km/jam dan 42 km/jam, sedangkan untuk hari libur yaitu 39 km/jam dan 42 km/jam. Rerata waktu antara (headway) rute Surabaya-Mojokerto dan sebaliknya yaitu 11 menit. Rerata waktu sirkulasi rute Surabaya-Mojokerto dan sebaliknya yaitu 84 menit dan 98 menit, sedangkan untuk hari libur yaitu 80 menit dan 100 menit. Jumlah armada yang dibutuhkan rute Surabaya-Mojokerto dan sebaliknya yaitu 18 armada.
Revitalization of Local Religious Traditions in Islamic Education: A Literature Study on the Role of Local Wisdom as Green Da'wah Al-Jauhariyah, Ni’matullah; Albab, Ahmad Ulil; Huda, Miftachul
Journal of Malay Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2025): Journal of Malay Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jmis.v8i1.30396

Abstract

The growing complexity of the global environmental crisis demands an Islamic da'wah approach that is not only spiritual but also ecological. The concept of Green Da'wah, or environmentally conscious da'wah, has emerged as a strategic approach to cultivating Muslim awareness of their role as khalīfah fī al-arḍ (vicegerents on Earth). Within Indonesian society, a range of local religious traditions, such as nyadran, sedekah bumi, tahlilan, and slametan, contain ecological wisdom that holds significant potential as instruments for both Islamic da'wah and education. This study aims to theoretically examine the integration of local wisdom found in these religious traditions with Islamic ecological principles, and to explore the role of Islamic education as a medium for revitalizing such traditions in response to modernity and environmental degradation. Employing a qualitative approach through library research, this study analyzes scholarly references from Islamic sources, cultural anthropology, Islamic education, and ecotheology. The findings reveal a convergence of values between local traditions and Islamic teachings on living harmoniously with nature, which can be implemented through culturally rooted Islamic education. Institutions such as Islamic boarding schools and madrasas hold strategic potential in shaping students' ecological character through contextualized curricula grounded in local wisdom. These findings underscore the importance of integrating local traditions into Islamic education as a sustainable and culturally embedded strategy for ecological da'wah.
Metaheuristic Hyperparameter Optimization and Explainable Deep Learning for Baggage Threat Detection Maseleno, Andino; Huda, Miftachul; Fudholi, Ahmad; Ratanamahatana, Chotirat Ann
Emerging Science Journal Vol. 10 No. 1 (2026): February
Publisher : Ital Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/ESJ-2026-010-01-06

Abstract

The American Statistical Association reports that Bangkok, the capital and largest city of Thailand, holds the top spot as the most visited city worldwide in 2023. X-ray imaging for security screening plays a crucial role in upholding transportation security by detecting a diverse range of threats or prohibited items carried by passengers. This study introduces an advanced deep learning model leveraging YOLOv8, renowned for its enhanced efficiency in automating baggage detection processes. To enhance the model's hyperparameters and adjust them finely during the training process using the baggage dataset, the system utilized a metaheuristic optimization algorithm known as Evolutionary Genetic Algorithm, which is based on evolutionary principles. Incorporating explainable artificial intelligence techniques such as Local Interpretable Model-Agnostic Explanations (LIME) and Gradient-weighted Class Activation Mapping (Grad-CAM) allows for visual interpretation of predictions, aiding operators in utilizing the model effectively. We trained and tested the baggage dataset, which included 8,312 images and five classes: gun, knife, pliers, scissors, and wrench. The YOLOv8 model achieved the following metrics for the detection of prohibited objects in baggage inspection: an overall precision of 90.5%, recall of 83.3%, mAP50 of 91.3%, and mAP50-95 of 67%. The proposed method can fully automate the recognition of prohibited objects during baggage inspection. This approach is beneficial for designing an integrated, automatic, and non-destructive X-ray image-based classification system.
RECONSTRUCTING THE PHILOSOPHY OF ISLAMIC ECO-SOCIAL ENTREPRENEURSHIP: PESANTREN-BASED COASTAL DEVELOPMENT AS A PARADIGM OF ETHICAL TRANSFORMATION Suyono, Suyono; Fathurrohman, Fathurrohman; Fuady, Ahmad Silmul; Huda, Miftachul
Jurnal Al-Ijtimaiyyah Vol. 12 No. 1 (2026): In Press
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v12i1.34347

Abstract

The structural paradox of coastal poverty in Muslim-majority communities lies in abundant marine resources alongside economic marginalization and environmental degradation. While Islamic institutions have historically contributed to social welfare, their role in contemporary sustainability discourse remains underexplored. This study examines pesantren-based coastal development as a model of ethical transformation to reconstruct the philosophical foundations of Islamic eco-social entrepreneurship. Using a thematic and interpretative analysis, the findings reveal that pesantren function as socio-economic catalysts beyond their religious roles. Santri-led enterprises diversify livelihoods, reduce reliance on exploitative middlemen, and promote environmentally responsible practices such as sustainable fishing and waste management. Triangulated data indicate a shift from exploitative to conservation-oriented behavior. The model is grounded in three dimensions: khilafah (ecological stewardship), integration of religious knowledge and skills, and commitment to maslahah and mizan. This integrative approach positions pesantren as ethical-economic actors, redefining poverty alleviation as moral-ecological reconstruction within a sustainable Islamic development paradigm.