Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Yuridis Terhadap Pemberian Remisi Bagi Narapidana Tindak Pidana Korupsi Ahmad Syafiih; Ichwan Setiawan
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/.v12i1.2432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan menganalisa hukum mengenai pemberian remisi bagi narapidana tindak pidana korupsi (studi kasus: Putusan MK Nomor 41/PUU/XIX/2021). Dengan menggunakan metode pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif. Pemberian remisi merupakan bagian pembinaan narapidana yang secara teknis proses ini sudah berada diluar koridor kekuasaan kehakiman. Mengingat bahwa konsepsi dari pemasyarakatan menyebutkan bahwa negara mempunyai kewajiban terhadap seorang narapidana untuk membuat mereka tidak menjadi lebih jahat sebelumnya. Akibat dari pemberian remisi, membuat narapidana mendapatkan pemotongan hukuman atau bahkan pembebasan bersyarat sehingga tidak perlu menjalani hukuman sebagaimana putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. syarat-syarat pemberian remisi sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah RI No. 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Pasal 34 ayat (2) Peraturan Pemerintah tersebut menyatakan: Remisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan kepada Narapidana dan Anak Pidana yang telah memenuhi syarat Berkelakukan baik dan Telah menjalani masa pidana lebih dari 6 (enam) bulan. Mahkamah Konstitusi berpendapat dalam Putusannya No. 41/PUU-XIX/2021 yang pada pokoknya menyatakan bahwa isi dari rumusan norma yang terkandung dalam peraturan pelaksana Undang-Undang Pemasyarakatan harus memiliki semangat yang sejalan dengan filosofi pemasyarakatan yakni mengakomodir dan menguatkan pelaksanaan rehabilitasi dan reintegrasi sosial serta konsep restorative justice. Oleh karena itu, maka seharusnya hak remisi diberikan tanpa pengecualian, maknanya bahwa hak remisi berlaku sama bagi seluruh warga binaan pemasyarakatan, kecuali memang dicabut oleh suatu Putusan Pengadilan. Mahkamah Konstitusi juga berpendapat bahwa selama menjalani pidana perampasan kemerdekaan Narapidana harus tetap diberikan hak-haknya yang mendasar dengan prinsip bahwa satu-satunya hak yang dirampas dari Narapidana adalah hak untuk hidup bebas.
EVALUASI KAPASITAS HILIR SUNGAI HANDIL BAKTI, BARITO KUALA Ekawati Laily Ramadhani; Ichwan Setiawan; Sa'dianoor
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i2.702

Abstract

Seiring dengan bertambahnya penduduk dan meningkatnya pembangunan pada wilayah Handil Bakti, yang merupakan daerah perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala, menyebabkan perubahan lingkungan khususnya perubahan tata guna lahan. Perubahan ini mengakibatkan menurunnya fungsi sungai, kondisi Sungai Handil Bakti pada saat ini sering terjadi luapan akibat curah hujan yang tinggi dan pengaruh pasang surut dari Sungai Barito. Oleh karena itu diperlukan inventarisasi kondisi hilir Sungai Handil Bakti saat ini untuk mengetahui daerah mana yang sering tergenang jika terjadi hujan dan pasang tinggi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengevaluasi Sungai Handil Bakti dan mengetahui lokasi yang rawan mengalami genangan jika terjadi hujan dan pasang tinggi. Metode pengukuran dilakukan dengan tiga metode yaitu, pengukuran profil penampang sungai, pengukuran pasang surut, dan pengukuran debit aliran dilakukan secara manual. Berdasarkan hasil evaluasi kondisi Sungai Handil Bakti dari hasil pengukuran dan pemodelan menggunakan program HECRAS 4.1.0 maka diketahui masih banyak ruas yang mengalami genangan jika pada saat pasang tinggi sungai terjadi, kondisi ini akan semakin bertambah parah jika pada saat yang bersamaan terjadi hujan. Adapun genangan terjadi akibat banyaknya sampah dan tanaman air liar sehingga mengakibatkan aliran sungai terhambat. Lokasi yang mengalami genangan berada pada sepanjang jalan dengan genangan kurang lebih 10 hingga 16 cm.
ANALISIS NON REVENUE WATER (NRW) PADA JARINGAN PERPIPAAN PDAM BERSUJUD, BATULICIN Ekawati Laily Ramadhani; Irwandy Muzaidi; Ichwan Setiawan; Ifal Ardhy; Sa'dianoor Sa'dianoor
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.848

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dalam penyediaan kebutuhan air kepada masyarakat umum. PDAM beroperasi di seluruh wilayah Indonesia satunya di Kecamatan Batulicin yaitu PDAM Bersujud. Seiring meningkatnya jumlah penduduk Kecamatan Batulicin mengakibatkan kebutuhan air bersih yang terus meningkat, sementara sarana air bersih dari PDAM masih terbatas. Salah satu faktor terbatasnya pelayanan distribusi PDAM disebabkan oleh kesulitan yang dihadapi pihak PDAM dalam penyampaian air ke berbagai lokasi berupa tekanan air yang tidak mencukupi untuk memenuhi persyaratan pemasangan jaringan pipa baru dari rumah ke rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kehilangan air yang sebenarnya di PDAM Bersujud, melalui analisis kehilangan air, analisis neraca air, dan analisis indeks kebocoran infrastruktur. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan tingkat kehilangan air (NRW) di PDAM Bersujud selama tahun 2022-2023 adalah sebesar 219.168 m3/tahun, atau setara dengan kehilangan air sebesar 33%. Rincian kehilangan air ini terbagi menjadi kehilangan non-fisik sebesar 18.395,57 m3/tahun, dan kehilangan fisik sebesar 200.772,39 m3/tahun. Penilaian indeks kebocoran infrastruktur (ILI) di PDAM Bersujud didapatkan nilai sebesar 15,74 yang mana termasuk dalam kategori C (lemah) yaitu tingkat kehilangan air cukup tinggi.
EVALUASI PADA SALURAN DRAINASE PEMUKIMAN JALAN TONHAR KOTA BANJARBARU (MENGGUNAKAN PROGRAM HEC-RAS 4.1.0) Ekawati Laily Ramadhani; Ichwan Setiawan; Muhammad Ryani
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i2.1011

Abstract

Kota Banjarbaru merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Selatan. Peralihan fungsi lahan yang semula terbuka atau kosong menjadi tertutup oleh bangunan-bangunan pemukiman masyarakat dan industri, mengakibatkan air yang meresap ke dalam pori-pori tanah terhalang. Permasalahan ini sering mengakibatkan terjadinya bencana banjir di wilayah Kota Banjarbaru, salah satu kejadian banjir yang sering terjadi ada di pemukiman Jalan Tonhar. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui penyebab terjadinya banjir, mengetahui debit berapakah kala ulang banjir terjadi banjir dan mengetahui berapa ukuran dimensi saluran yang sesuai pada Jalan Tonhar. Perhitungan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu yang pertema analisa hidrologi menentukan intesitas hujan dan kala ulang debit banjir, kedua analisa hidraulika menentukan rencana desain dimensi saluran dan pemodelan aliran menggunakan aplikasi HEC-RAS. Penyebab terjadinya di Jalan Tonhar adalah meluapnya aliran sungai rimba sehingga menghambat aliran di hilir saluran drainase Jalan Tonhar, Debit rencana yang digunakan adalah kala ulang 5 tahun (Q5) dengan nilai sebesar 0,649 m3/det. Dimensi saluran yang dibutuhkan berdasarkan debit Q5 bentuk persegi dengan dimensi adalah lebar (B) 0,84 meter dan tinggi (H) 0,62 meter.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH PEDESAAN (STUDI KASUS: DESA LOKRAWA) Ekawati Laily Ramadhani; Elia Anggarini; Irwandy Muzaidi; Emma Ruhaidani; Dyah Pradhitya Hardiani; Ichwan Setiawan; Nazwal Aqli
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1468

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia untuk keperluan rumah tangga, industri, dan sektor publik. Desa Lokrawa, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala memiliki sumber air dari Sungai Lokrawa, namun distribusinya belum merata sehingga sebagian wilayah belum terlayani. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi ketersediaan air baku, memproyeksikan kebutuhan hingga tahun 2040, serta merumuskan rekomendasi pengelolaan. Data primer diperoleh dari pengukuran debit sesaat sungai menggunakan metode pelampung dan penampang melintang, sedangkan data sekunder meliputi jumlah penduduk dan peta desa. Hasil pengukuran menunjukkan debit sesaat Sungai Lokrawa sebesar 40,41 m³/detik. Proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2040 mencapai 1.132 jiwa dengan kebutuhan air domestik 60 liter/orang/hari, ditambah kebutuhan non-domestik (5%) dan kehilangan air (15%), sehingga total kebutuhan diperkirakan 1,941 liter/detik. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan kapasitas sumber air, menunjukkan potensi pasokan yang sangat mencukupi. Rekomendasi meliputi konservasi daerah imbuhan, edukasi masyarakat tentang perlindungan sumber air, serta pembentukan kembali lembaga pengelola sistem air bersih untuk menjamin kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan. Dengan pengelolaan tepat, Sungai Lokrawa mampu memenuhi kebutuhan air bersih desa secara berkelanjutan.