Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor Prenatal dan Postnatal yang Berhubungan dengan Stunting pada Anak Usia Di Bawah Lima Tahun: Bahasa indonesia Kadek Yuke Widyantari; Rully Fatriani; Tiara Rica Dayani; Nirma Lidia Sari
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung Vol. 13 No. 2 (2025): JKPBL Vol 13 No 2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v13i2.435

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition condition in children caused by inadequate nutritional intake over a prolonged period and is influenced by maternal, infant, environmental, and other interrelated factors. This study aims to review the latest scientific evidence and summarize prenatal and postnatal factors associated with stunting in children under five years through a systematic review. Article selection was carried out using the PRISMA guideline, limited to publications from the last two years (2021-2023), with a systematic literature search conducted via PubMed and Wiley Online Library. A total of 24 articles were included in the final analysis, and the findings revealed that prenatal factors (low maternal education, maternal age <25 years, maternal height ?145 cm, underweight status, low frequency of antenatal care, working status, and home delivery), postnatal factors (low birth weight, male children, child's age >11 months, non-exclusive breastfeeding, prematurity, history of diarrhea, and inadequate minimum dietary diversity), as well as other environmental factors (limited access to clean water, lack of adequate sanitation facilities, and rural residence) are significantly associated with stunting in children under five years. The study highlights that the most prominent determinants of stunting are low maternal education, male gender, child's age >11 months, and non-exclusive breastfeeding, underscoring the need for government interventions to improve parental education, expand exclusive breastfeeding coverage, and strengthen maternal health services, sanitation access, and equitable healthcare distribution, particularly in rural areas.
Peningkatan Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Perempuan dan Keluarga Berencana melalui Penyuluhan pada Pasangan Usia Subur dan Ibu Hamil Kadek Yuke Widyantari; Rully Fatriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 5 No 1 (2026): JPMJ Vol 5 No 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v5i1.540

Abstract

Kesehatan reproduksi perempuan merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Program Keluarga Berencana (KB) mendukung pasangan usia subur dalam merencanakan kehamilan serta mengatur jumlah dan jarak kelahiran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur dan ibu hamil mengenai kesehatan reproduksi perempuan dan program KB. Kegiatan dilaksanakan melalui pendidikan kesehatan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab yang didukung oleh media leaflet dan banner. Kegiatan dilaksanakan pada 16 April 2026 di Poskeskel Sukadanaham, wilayah kerja Puskesmas Gedong Air, Bandar Lampung, Indonesia. Peserta berjumlah 12 orang yang terdiri atas pasangan usia subur dan ibu hamil. Pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner yang terdiri atas 15 pertanyaan, yang diberikan sebelum dan setelah penyuluhan. Skor pengetahuan dihitung berdasarkan persentase jawaban benar dengan batas nilai ?70. Hasil menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan meningkat dari 64,4 ± 8,2 pada pretest menjadi 83,9 ± 5,3 pada posttest. Median skor meningkat dari 66,7 (IQR 58,3–66,7) menjadi 86,7 (IQR 80,0–86,7). Sebelum penyuluhan, sebanyak 2 peserta (16,7%) memperoleh skor ?70, sedangkan setelah penyuluhan seluruh peserta (12 orang; 100,0%) mencapai skor tersebut. Dengan demikian, proporsi peserta yang mencapai kategori pengetahuan ?70 meningkat sebesar 83,3 poin persentase. Kegiatan juga berlangsung secara interaktif, ditunjukkan oleh keaktifan peserta dalam diskusi dan tanya jawab mengenai metode kontrasepsi serta pemilihan metode yang sesuai dengan kondisi kesehatan individu. Kegiatan ini memberikan tambahan informasi yang dapat mendukung peserta dalam mempertimbangkan pilihan KB sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan.