Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Upaya Preventif Komplikasi Kehamilan dan Persalinan Melalui Edukasi Kesehatan tentang Tanda-tanda Bahaya pada Ibu Hamil Widyantari, Kadek Yuke; Hidayati, Rizka Dita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 3 No 1 (2024): JPMJ Vol 3 No 1 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v3i1.318

Abstract

Komplikasi kehamilan dan persalinan adalah penyebab utama kematian ibu global. Keterlambatan dalam mencari dan menerima perawatan, serta kurangnya kesadaran tentang tanda-tanda bahaya obstetrik, memperburuk situasi ini, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk mencegah komplikasi pada kehamilan dan persalinan dengan meningkatkan pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah memberikan pendidikan kesehatan langsung kepada ibu hamil pada trimester pertama, kedua, dan ketiga. Edukasi dilakukan selama 120 menit di PMB Maria Soeroso Bandar Lampung dengan 12 peserta, menggunakan leaflet, lembar balik, dan spanduk. Hasilnya, pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya seperti perdarahan dari jalan lahir, penglihatan mata kabur, nyeri perut hebat, sakit kepala parah, janin kurang aktif bergerak, mual muntah yang berlebihan, kejang, demam tinggi, dan keluarnya cairan dari jalan lahir sebelum waktunya meningkat. Selain itu, ibu-ibu juga saling berbagi pengalaman kehamilan mereka.
EFFECTS OF RELAXATION THERAPY USING MUSIC ON BREAST MILK PRODUCTION IN POSTPARTUM MOTHERS Kadek Yuke Widyantari; Djaswadi Dasuki; Menik Sri Daryanti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i2.682

Abstract

Introduction: Low milk production is one of the main reasons mothers do not provide breast milk exclusively. Relaxation therapy interventions are expected to help increase milk production. Purpose: The purpose of this scoping review is to map available evidence related to the effect of relaxation therapy interventions on breast milk production in postpartum mothers. Methods: In this scoping review, the authors identify studies that explain the effect of relaxation therapy on breast milk production in postpartum mothers from three databases (PubMed, Wiley, and Science Direct). Searches are limited to studies published in English and present data for the period 2010-2019. The identified research was reviewed using the PRISMA Flowchart. Studies with quantitative designs related to the effect of relaxation therapy on the production of breast milk are then selected for review. Results: From a total of four articles that have been reviewed, two sub-themes are found, relaxation therapy increases milk production (increased success of breastfeeding, increased milk secretion and fat content in breast milk), and relaxation therapy decreases maternal stress levels (reduces stress scores and cortisol levels). Conclusion: From this review, some evidence shows music therapy is effective in significantly increase milk production. All studies included in the analysis have limitations related to the research design or sample collection procedures. The method of relaxation therapy is simple, inexpensive, and easy to use without the involvement of hospital staff. Regarding the intervention, all the intervention groups in this study showed a significant effect compared to the control group. 
Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Prenatal Yoga Pada Ibu Hamil dengan Edukasi Kesehatan Di PMB Maria Selvi Bandar Lampung Hidayati, Rizka Dita; Widyantari, Kadek Yuke
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 3 No 2 (2024): JPMJ Vol 3 No 2 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v3i1.319

Abstract

Kehamilan yang dialami ibu akan mengalami perubahan pada fisik dan psikologis. Pada masa kehamilan, perubahan ini memberikan ketidaknyamanan yang dirasakan ibu seperti nyeri pada punggung, nyeri pada kemaluan, kualitas tidur yang buruk, cemas dan lain sebagainya. Asuhan yang ditawarkan oleh bidan adalah olahraga. Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan olahraga teratur. Prenatal Yoga merupakan jenis olahraga yang efektif untuk mengurangi ketidaknyamanan pada ibu hamil, baik pada fisik maupun psikologis. Edukasi kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait manfaat prenatal yoga pada kehamilan. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan edukasi kesehatan secara langsung kepada ibu hamil trimester satu, kedua dan ketiga. Edukasi kesehatan dilakukan selama 120 menit di TPMB Maria Silvi dan TPMB Bandar Lampung dengan jumlah peserta 20 orang. Media yang digunakan adalah leaflet, spanduk dan gymball. Hasil edukasi kesehatan yang diberikan adalah peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang prenatal yoga, meliputi manfaat dan teknik pelaksanaan pada kehamilan.Kata Kunci : Kehamilan, Prenatal Yoga, Asuhan Kebidanan
Breastfeeding Practices During The First 1000 Days And Their Long-Term Association With Stunting In Children Under Five: A Systematic Literature Review Widyantari, Kadek Yuke; Fatriani, Rully; Sari, Nirma Lidia; listiana, Akma
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.21055

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih bertahan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dengan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Praktik menyusui selama 1000 Hari Pertama Kehidupan telah diidentifikasi sebagai faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan linear, meskipun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang beragam.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti terkini mengenai hubungan antara praktik menyusui selama 1000 HPK dengan risiko stunting pada anak di bawah usia lima tahun.Metode: Tinjauan literatur sistematis dilakukan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian dilakukan pada database PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest, dengan batasan tahun terbit 2020–2025. Seleksi artikel menggunakan kerangka PICOS, dan penilaian kualitas menggunakan instrumen dari Joanna Briggs Institute.Hasil: Sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi. ASI eksklusif secara konsisten dikaitkan dengan penurunan risiko stunting. Inisiasi menyusui dini bersifat protektif, sementara menyusui lebih dari 12 bulan pada keluarga berpenghasilan rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko stunting akibat rendahnya keberagaman makanan. MP-ASI yang tidak memadai, berat badan lahir rendah, dan infeksi berulang turut memperburuk risiko.Kesimpulan: Praktik menyusui yang optimal selama 1000 HPK sangat penting untuk mencegah stunting. Keberhasilan menyusui perlu didukung oleh pendidikan ibu, pemberian MP-ASI yang sesuai, serta intervensi multifaktorial.Saran: Diperlukan program edukasi yang berkelanjutan bagi ibu mengenai praktik menyusui dan pemberian MP-ASI yang tepat, serta kebijakan yang mendukung intervensi lintas sektor untuk menanggulangi faktor risiko stunting secara komprehensif. Kata Kunci: menyusui, stunting, 1000 hari, MP-ASI, nutrisi dini, pertumbuhan anak ABSTRACT Background: Stunting remains a persistent public health issue in low- and middle-income countries, with long-term consequences for children's physical and cognitive development. Breastfeeding during the first 1000 days has been identified as a critical factor influencing linear growth, though previous studies have yielded mixed findings.Objective: This study aims to systematically review recent evidence on the relationship between breastfeeding practices during the first 1000 days and the risk of stunting among children under five.Methods: A systematic literature review was conducted using the PRISMA framework. Articles were retrieved from PubMed, ScienceDirect, and ProQuest, limited to studies published between 2020 and 2025. The PICOS model guided the inclusion criteria, and the Joanna Briggs Institute checklist was used for quality appraisal.Results: Twelve articles met the inclusion criteria. Exclusive breastfeeding was consistently associated with reduced stunting risk. Early initiation of breastfeeding had a protective effect, whereas prolonged breastfeeding beyond 12 months in poor households increased stunting risk, likely due to poor dietary diversity. Inadequate complementary feeding, low birth weight, and recurrent infections further compounded the risk.Conclusion: Optimal breastfeeding during the first 1000 days significantly reduces the risk of stunting. However, successful breastfeeding requires maternal education, appropriate complementary feeding, and multifactorial interventions.Suggestion: Sustainable maternal education programs and integrated policy support are essential to promote optimal feeding practices. Multisectoral interventions addressing nutrition, healthcare access, food security, and sanitation are recommended to effectively reduce stunting rates in vulnerable populations. Keywords: breastfeeding, stunting, 1000 days, complementary feeding, early nutrition, child growth
Cegah Anemia Pada Ibu Hamil : Penyuluhan Kesehatan Di Posyandu Cempaka Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung Fatriani, Rully; Widyantari, Kadek Yuke; Herliana, Herliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 4 No 1 (2025): JPMJ Vol 4 No 1 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v4i1.425

Abstract

Anemia selama kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 42,3% pada tahun 2023. Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) dan literasi gizi ibu hamil yang masih rendah menjadi tantangan utama dalam upaya pencegahan anemia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan kader posyandu mengenai pencegahan anemia melalui pendekatan edukasi partisipatif berbasis komunitas di Posyandu Cempaka, Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif yang melibatkan 17 ibu hamil, 5 kader posyandu, dan 2 bidan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test, yang disertai penggunaan media edukatif berupa leaflet dan presentasi visual. Hasil menunjukkan peningkatan proporsi peserta dengan pengetahuan baik dari 27% menjadi 77%, serta peningkatan skor rata-rata dari 56 menjadi 82. Tidak ada lagi peserta dengan kategori pengetahuan rendah setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi partisipatif terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai anemia. Oleh karena itu, program edukasi serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara rutin dengan pelatihan kader yang berkelanjutan guna memperkuat peran mereka dalam menyampaikan informasi kesehatan secara mandiri.
Faktor Prenatal dan Postnatal yang Berhubungan dengan Stunting pada Anak Usia Di Bawah Lima Tahun Fatriani, Rully; Widyantari, Kadek Yuke; Dayani, Tiara Rica; Sari, Nirma Lidia
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung Vol 13 No 2 (2025): JKPBL Vol 13 No 2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v13i2.435

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition condition in children caused by inadequate nutritional intake over a prolonged period and is influenced by maternal, infant, environmental, and other interrelated factors. This study aims to review the latest scientific evidence and summarize prenatal and postnatal factors associated with stunting in children under five years through a systematic review. Article selection was carried out using the PRISMA guideline, limited to publications from the last two years (2021–2023), with a systematic literature search conducted via PubMed and Wiley Online Library. A total of 24 articles were included in the final analysis, and the findings revealed that prenatal factors (low maternal education, maternal age <25 years, maternal height ≤145 cm, underweight status, low frequency of antenatal care, working status, and home delivery), postnatal factors (low birth weight, male children, child’s age >11 months, non-exclusive breastfeeding, prematurity, history of diarrhea, and inadequate minimum dietary diversity), as well as other environmental factors (limited access to clean water, lack of adequate sanitation facilities, and rural residence) are significantly associated with stunting in children under five years. The study highlights that the most prominent determinants of stunting are low maternal education, male gender, child’s age >11 months, and non-exclusive breastfeeding, underscoring the need for government interventions to improve parental education, expand exclusive breastfeeding coverage, and strengthen maternal health services, sanitation access, and equitable healthcare distribution, particularly in rural areas.