Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Persepsi Guru PAUD terhadap Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Anak Redi Awal Maulana; Elnawati Elnawati; Malika Putri Septiyani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7719

Abstract

Kemampuan berfikir kritis merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, namun pada konteks indonesia kemampuan ini masih relatif rendah. Pendekatan Pembelajaran mendalam dipandang sebagai alternatif yang relevan untuk meningkatkan kualitas proses belajar anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru PAUD terhadap penerapan pembelajaran mendalam dalam mengembangkan kemampuan berfikir kritis pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam dengan analisis data berbasis IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Hasil penelitian menunjukan bahwa guru menilai pembelajaran mendalam mampu mendorong eksplorasi, pemaknaan dan keterlibatan aktif anak. Tetapi implementasinya masih terkendala oleh pemahaman konsep yang terbatas, kebiasaan pembelajaran yang bersifat rutin, serta minimnya dukungan pelatihan. Penelitian ini memberikan implikasi langsung bagi praktik PAUD, antara lain sebagai dasar pengembangan pelatihan guru mengenai statergi pembelajaran mendalam , perancangan aktivitas yang menstimulasi berfikir kritis dan penguatan budaya refleksi dalam pembelajaran. Selain itu temuan ini dapat digunakan oleh pengambil kebijkan dan lembaga pendidikan untuk merancang dan kurikulum serta program pendampingan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Peningkatan Early Numeracy Melalui Permainan Berbasis Recycled Materials pada Anak Usia 5–6 Tahun TIWI PUJIANTIE; Elnawati Elnawati; Redi Awal Maulana
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.4066

Abstract

Early numeracy merupakan kompetensi dasar yang menentukan kesiapan anak memasuki pendidikan formal. Observasi awal menunjukkan kemampuan early numeracy anak usia 5–6 tahun masih rendah, khususnya dalam mengenal lambang bilangan, menghitung, mengurutkan angka, dan mencocokkan bilangan dengan kuantitas benda. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas permainan berbasis recycled materials dalam meningkatkan kemampuan early numeracy anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan ketuntasan dari 53,00% pada pratindakan menjadi 72,08% pada Siklus I dan 89,17% pada Siklus II. Permainan berbasis recycled materials terbukti efektif menciptakan pengalaman belajar aktif dan kontekstual. Media ini dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran inovatif, ekonomis, dan konstruktivistik untuk mengembangkan numerasi anak usia dini.  
Pengaruh Diklat Berjenjang Tingkat Dasar terhadap Kinerja Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini Sheila Nurfani; Asep Munajat; Elnawati Elnawati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1672

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh Pelatihan dan Pendidikan Tingkat Dasar terhadap kinerja guru PAUD di Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur. Pendidik PAUD memiliki peran penting dalam menumbuhkan karakter dan kecerdasan seorang anak. Namun, sebagian besar pendidik di wilayah ini kekurangan sumber daya pendidikan yang tepat dan memiliki tantangan ketika mencoba memahami proses pengajaran. Melalui HIMPAUDI, pemerintah mempromosikan Diklat Berjenjang, termasuk Diklat Tingkat Dasar, sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan profesional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri dari 62 pendidik PAUD yang telah mengikuti Pelatihan dan Pendidikan Tingkat Dasar. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS versi 27 dengan menggunakan analisis validitas, reliabilitas, dan regresi linier. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada dampak yang signifikan antara pendidik yang telah mengikuti Diklat Tingkat Dasar dan kebiasaan kerja mereka. Aspek yang mengalami pertumbuhan meliputi kemampuan dalam merencanakan, melaksanakan, menilai, dan memajukan pendidikan. Meskipun demikian, terdapat perbedaan hasil lapangan yang menunjukkan perlunya pelatihan lanjutan. Menurut peneliti, Pelatihan dan Pendidikan Tingkat Dasar merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan mutu pendidik PAUD. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh dan modifikasi program untuk memastikan hasil pelatihan disajikan sebaik mungkin.
Developing Children's Social Skills Through Traditional Games (A Case Study on Children Aged 4-6 Years in Developing Social Skills at ABA 1 Kindergarten, Sukabumi City) Ibnu Hurri; Redi Awal Maulana; Elnawati Elnawati; Ira Maya Maspupah
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 11, No 1 (2006): VOLUME 11 NUMBER 1 JANUARI 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v11i1.8211

Abstract

This study aims to examine the impact of traditional games on the development of social skills in children aged 4–6 years at Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Kindergarten in Sukabumi City. This study used a qualitative methodology with a case study design. This study included 17 children aged 4-6 years who were actively engaged in learning activities centered on local content. Data collection was conducted through participant observation, teacher interviews, and documentation of educational activities. The analysis involved the triangulation of sources and methodologies to guarantee the validity of the data. The study findings indicate that the traditional game of engklek significantly improves the social skills of children aged 4–6 years at Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Kindergarten in Sukabumi City. Children demonstrated improvements in collaboration, communication, empathy, turn-taking, adherence to game rules, and conflict resolution. Furthermore, hopscotch encouraged active participation, cooperative behavior, and improved social relationships among peers. These findings confirm that integrating traditional games into early childhood education preserves local culture and effectively enhances the development of social skills in early childhood.
Narratives of Play and Creativity: Preschool Teachers’ and Children’s Experiences in Fostering Fine Motor Creativity through Play-Based Learning Nunung Nuryati; Nelia Guswanti; Deden HMS; Elnawati Elnawati
International Journal of Educational Narratives Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijen.v4i1.3502

Abstract

Background. Early childhood represents a critical period for the development of cognitive, emotional, social, and motor skills, with play serving as an essential context for learning and self-expression. Understanding the factors that contribute to children’s creativity, particularly fine motor creativity, is important for supporting holistic development in early childhood education.Purpose. This study aimed to examine the simultaneous contribution of playfulness, cognitive flexibility, emotional regulation, and social interaction to fine motor creativity in preschool children.Method. A correlational research design was employed with a sample of 120 children aged 4–6 years from several early childhood education centers. Standardized instruments and observational assessments were used to measure playfulness, cognitive flexibility, emotional regulation, social interaction, and fine motor creativity. The data were analyzed using Pearson correlation and multiple regression to determine both individual and combined effects of the predictor variables.Results. The findings indicated that playfulness, cognitive flexibility, emotional regulation, and social interaction were all significantly and positively associated with fine motor creativity. Multiple regression analysis revealed that these variables collectively explained 62% of the variance in fine motor creativity, with playfulness showing the strongest individual contribution.Conclusion. The results suggest that fine motor creativity develops through the integration of cognitive, emotional, and social processes rather than through isolated factors. These findings highlight the importance of play-based learning environments that promote imaginative engagement, flexible thinking, emotional regulation, and cooperative interaction. The study provides practical implications for early childhood educators, curriculum developers, and parents in designing holistic approaches that support creativity and motor skill development.