Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kajian SROI Program Peduli Pasien TBC CSR PT Smelting Gresik Ekawati, Rina; Prasetyo, Ari Djanuar; Farrah, Farrah
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 1 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i1.14016

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari Program Peduli Pasien TBC yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Smelting Gresik melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI). Program ini dirancang untuk mendukung pasien TBC di wilayah Gresik dan sekitarnya dengan menyediakan layanan pengobatan, edukasi, serta penyuluhan kesehatan. Melalui pendekatan SROI, kajian ini mengukur nilai sosial yang diciptakan oleh program dibandingkan dengan investasi yang telah dilakukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada pasien TBC berupa peningkatan kualitas hidup dan akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga menciptakan nilai positif bagi komunitas lokal dan berkontribusi pada pengurangan beban kesehatan masyarakat. Selain itu, kajian ini mengidentifikasi berbagai pemangku kepentingan yang terlibat, seperti pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, komunitas, dan pemerintah daerah, serta mengevaluasi dampak yang mereka rasakan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, Program Peduli Pasien TBC ini menghasilkan pengembalian investasi sosial yang signifikan, menunjukkan bahwa investasi CSR PT Smelting Gresik memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas. Kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan lain dalam mengimplementasikan program CSR yang berdampak sosial dan berkelanjutan, serta mendukung upaya nasional dalam penanggulangan TBC di Indonesia..
Respons Pertumbuhan Gulma Sembung Rambat terhadap Variasi Konsentrasi Bioherbisida Ekstrak Daun Bambu Apus Ekawati, Rina; Sururi, Moh; Hartini, Hartini
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i1.303

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang tidak diinginkan kehadirannya karena menghambat pertumbuhan tanaman budidaya dan berpotensi menurunkan produktivitas. Gulma memiliki sifat kompetitif yang tinggi, mudah berkembang biak, dan dapat tumbuh dengan mudah di lingkungan dengan sumber daya terbatas, sehingga mampu menghambat pertumbuhan serta mengurangi hasil tanaman budidaya (Utami et al., 2020). Sembung rambat merupakan gulma tahunan yang tumbuh merambat dengan cepat. Gulma tersebut dominan tumbuh pada areal kelapa sawit belum menghasilkan. Bioherbisida mulai banyak dikembangkan sebagai salah satu alternatif dari penggunaan herbisida kimia, salah satunya daun bambu apus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji dan menentukan konsentrasi ekstrak daun bambu untuk mengendalikan gulma sembung rambat. Penelitian ini mengimplementasikan rancangan acak kelompok non faktorial dengan 6 taraf perlakuan ekstrak daun bambu (0, 10, 30, 50, 70, dan 90%). Hasil hpenelitian menunjukkan bahwa aplikasi bioherbisida dari ekstrak daun bambu berpengaruh nyata terhadap hari kematian gulma, persentase kematian gulma, bobot basah dan kering gulma sembung rambat. Pemberian bioherbisida dari ekstrak daun bambu dengan konsentrasi 90% menghasilkan waktu kematian gulma tercepat, yaitu 2 hari. Konsentrasi tersebut juga menghasilkan persentase kematian gulma tertinggi (100%). Bobot basah dan kering gulma terendah pada konsentrasi 90% berturut – turut adalah 0,43 g dan 0,1 g.
Transformasi Gang Sempit Menjadi Sentra UMKM: Model Pemberdayaan Masyarakat Go Global, Go Digital, Go Green di Kelurahan Duren Tiga Rina Ekawati; Dadan Abdan Sakur
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Juli : SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v5i3.3165

Abstract

Narrow alleys in urban areas are often neglected despite their potential to be developed into productive economic spaces. This community service program aims to transform narrow alleys in Duren Tiga Village into UMKM centers implementing the concept of "go Global, go Digital, go Green" to increase beneficiary income and expand multi-stakeholder cooperation. The method used is a participatory approach based on social mapping, Café Mini Forest infrastructure development, capacity building through business skills training, product innovation, digital marketing, sanitation-hygiene, halal certification processes, and continuous mentoring. The program results demonstrate successful transformation of narrow alleys into productive community gathering and socializing spaces. Eight out of nine UMKMs successfully obtained halal certification, innovative product diversification based on passion fruit was created, digital marketing strategies were implemented through social media, and participation in the regional PERTIWI Exhibition Dekafy Fest 2025. The program successfully transformed the approach from charitable assistance to sustainable productive empowerment, although it has not yet changed the quality of life of beneficiaries completely and opens opportunities for future program development.
Dari Gang Sempit ke Sentra UMKM: Inovasi Corporate Social Responsibility dalam Pemberdayaan Masyarakat Urban Rina Ekawati; Dadan Abdan Sakur; Ari Djanuar Prasetyo
Jurnal Transformasi Bisnis Digital Vol. 2 No. 4 (2025): Juli: Jurnal Transformasi Bisnis Digital (JUTRABIDI) 
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jutrabidi.v2i4.822

Abstract

Urban space limitations and community economic empowerment needs present complex challenges in Corporate Social Responsibility (CSR) implementation in densely populated areas. This study aims to analyze the effectiveness of MSME empowerment programs through optimizing narrow alleys into productive economic centers in Duren Tiga Village, South Jakarta. Using mixed methods research with sequential explanatory design and CIPP evaluation model, the study involved 9 assisted MSMEs, PT PLN Puslitbang management, and related stakeholders during August 2024-July 2025 period. Results show that transformation of 200 m² narrow alley into Café Mini Forest successfully increased average MSME turnover by 67.9% and halal certification achievement by 88.9%. The program integrates "go global, go digital, go green" approach with multi-stakeholder partnership model contributing to SDGs 1, 8, 12, and 17. Spatial optimization innovation creates economic multiplier effects through 250% foot traffic increase and cost-efficient shared facilities. This model proves that community empowerment-based CSR can transform limited spaces into sustainable economic ecosystems, offering a replicable framework for similar urban empowerment programs.
Bimbingan teknis budidaya tanaman sayuran secara hidroponik dan pembuatan pupuk kompos Ekawati, Rina; Dwicitra, Yudatama
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i1.16219

Abstract

Sayuran diperlukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan nutrisi akan vitamin, serat, dan mineral. Budidaya sayuran dapat dilakukan secara hidroponik yang tidak memerlukan lahan yang luas dan dapat dipanen secara berkala. Hewan ternak yang dipelihara akan menghasilkan limbah kotoran. Beberapa warga masih memiliki kendala terkait dengan pengolahan limbah kotoran ternak. Pemanfaatan limbah kotoran ternak sebagai pupuk kompos dapat bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan untuk pemupukan organik di lahan pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bimbingan teknis terkait dengan budidaya tanaman sayuran secara hidroponik dan pembuatan pupuk kompos dari limbah kotoran ternak sapi. Bimbingan teknis ini dilaksanakan di Padukuhan Kajor Kulon, Kelurahan Selopamiro, Imogiri, Kabupaten Bantul. Kegiatan bimbingan teknis tersebut dilakukan dengan dua sesi, yaitu sesi materi dan praktik budidaya sayuran secara hidroponik dan pengomposan. Hasil kegiatan diperoleh bahwa budidaya sayuran secara hidroponik merupakan pengetahuan baru, terutama bagi ibu – ibu rumah tangga dan ingin melakukan hidroponik untuk menambah kebutuhan pangan akan sayuran. Pengomposan limbah kotoran ternak sapi dapat mengurangi pencemaran lingkungan serta dijadikan sebagai pupuk organik yang bermanfaat untuk lahan pertanian mereka.   Technical guidance for cultivating vegetable plants hydroponically and making compost fertilizer   Abstract: Vegetables are needed by humans to meet their nutritional needs for vitamins, fiber, and minerals. Vegetable cultivation can be done hydroponically which does not require a large area of land and can be harvested periodically. Raised livestock will produce manure waste. Some residents still have problems related to the processing of manure waste. Utilization of livestock manure waste as compost can help reduce environmental pollution and for organic fertilization on agricultural land. This community service activity aims to provide technical guidance on the hydroponic cultivation of vegetable crops and making compost from cattle manure waste. This technical guidance was carried out in Kajor Kulon hamlet, Selopamiro Village, Imogiri, Bantul Regency. The technical guidance activities were carried out with two sessions, namely material sessions and practice of hydroponic vegetable cultivation and composting. The results of the activity obtained showed that hydroponic vegetable cultivation is new knowledge, especially for housewives who want to do hydroponics to increase food needs for vegetables. Composting cow dung waste can reduce environmental pollution and be used as an organic fertilizer that is beneficial for their agricultural land.
ANALISIS INTENSITAS SERANGAN HAMA RAYAP (Coptotermes curvignathus) PADA TANAMAN MENGHASILKAN KELAPA SAWIT DI JENIS LAHAN YANG BERBEDA Sitorus, Rizky Ashabi; Ekawati, Rina; Muningsih, Retno
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4591

Abstract

Lahan rawa dan Spodosol termasuk areal lahan yang dimanfaatkan untuk tanaman kelapa sawit. Kondisi lahan tersebut juga mempengaruhi adanya serangan hama pada tanaman kelapa sawit. Salah satu hama yang dominan pada areal lahan tersebut adalah rayap (Copcotermes curvignahtus). Hama rayap merupakan hama yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intensitas serangan hama rayap Copcotermes curvignathus terhadap tanaman kelapa sawit dan peningkatan serangan hama rayap setelah dilakukan pengendalian secara kimiawi, yaitu penyemprotan Termisida berbahan aktif Fipronil 80% di PT Kapuasindo Palm Industri kebun Sungai Serawi yang terletak di Desa Kelin Panggau, Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini berfokus untuk membandingkan intensitas serangan hama rayap di lahan rawa dan Spodosol. Pemilihan kedua jenis lahan tersebut berdasarkan pada ketersediaan jenis lahan yang sebagian besar terdiri dari lahan rawa (74,6%) dan Spodosol (25,4%). Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling atau pengambilan sampel secara sengaja sebanyak 20% sampel dari jumlah seluruh tanaman dalam 1 blok. Berdasarkan hasil pengamatan, tanaman kelapa sawit yang terserang hama rayap paling banyak ditemukan dengan gejala Ringan. Intensitas serangan hama rayap ditemukan lebih banyak di lahan rawa dengan intensitas Sedang (2,7%) dan lahan Spodosol dengan intensitas Ringan (0,5%). Intensitas serangan hama rayap tidak berpengaruh terhadap produksi tanaman kelapa sawit yang disebabkan pengendalian yang sesuai prosedur yang berlaku dan didukung oleh perawatan yang baik.
Social Return On Investment (SROI) Program Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (TJSL) BUMN Tahun 2024 Ekawati, Rina; Prasetyo, Ari Djanuar; Suesilowati, Suesilowati
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14591

Abstract

The SROI Environmental Social Responsibility Program aims to measure the impact of the GBK Ecofoodcourt empowerment program. The research method used is qualitative causality. Primary data collection techniques through in-depth interviews and secondary results of program fund monetization. In general, the GBK Ecofoodcourt Development Program has enormous benefits in improving the welfare of UMKM managers and their employees. The SROI value of the GBK Ecofoodcourt Development Program reached a value of 2.75, which means it is greater than 1. The meaning of this ratio value is that the program has an optimal positive impact on the beneficiaries.
THE CHARACTERISTICS OF FERMENTATION DRINK FROM JACKFRUIT SEED JUICE (Artocarpus heterophyllus) IN VARIATION THE GIVING OF SUCROSE AND SKIM MILK WITH THE BACTERIA Lactobacillus casei Ekawati, Rina; Afandi, Mhd Irfan Arya; Tumanggor, Ardani; Wattimena, Jason Samuel; Husein, Jakfar
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 34 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24961/j.tek.ind.pert.2024.34.3.241

Abstract

This study aims to determine the giving’s effect of sucrose and skim milk concentrations on the features of jackfruit seed juice probiotic drinks. This research implemented a completely randomized design with two factors. The first and second factor is sucrose and skim milk given, with five treatment levels: 0, 5, 10, 15, and 20%, respectively. There were 25 treatment combinations and they were repeated two times. Sucrose and skim milk in different variations resulted in considerably varied interactions with total lactic acid bacteria, total lactic acid, pH, and stability tests. Giving 0% sucrose with 15% skim milk resulted in the highest overall lactic acid bacteria (LAB) concentration compared to other treatments (9.2 × 107 CFU/ml). The total LAB is calculated using SNI 01-2981-2009 at 107 CFU/mL. Giving 0% sucrose with 20% skim milk elevated total lactic acid the most compared to other treatments (2.46%). After 48 hours of fermentation, the pH ranged between 3.1 and 5.2. The probiotic drink's stability test follows the SNI 7552:2009 standard for yogurt stability, indicating a high stability rating (> 85%). Keywords: functional foods, jackfruit seed, milk, probiotic, sucrose
Shoot Production and Flavonoid Content of Waterleaf on Shading Stress Ekawati, Rina
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.375 KB) | DOI: 10.29244/jhi.9.3.216-223

Abstract

Kolesom (Talinum triangulare (Jacq.) Willd.) merupakan salah satu jenis sayuran fungsional. Tanaman kolesom megandung senyawa flavonoid dan antosianin yang berperan sebagai antioksidan dan cardioprotective. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan respon produksi pucuk dan kandungan flavonoid tanaman kolesom pada pemberian naungan. Percobaan ini dilakukan di Politeknik LPP Yogyakarta, dari bulan Maret sampai September 2016. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal yang terdiri dari dua taraf perlakuan, yaitu tanpa naungan dan naungan paranet. Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga total terdapat enam satuan percobaan. Pemberian naungan paranet 82.51% menurunkan produksi pucuk kolesom. Kandungan klorofil b dan nisbah klorofil b/a pucuk kolesom yang ternaungi lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa naungan. Naungan meningkatkan kandungan total flavonoid. Kata kunci: antosianin, fenilpropanoid, intensitas cahaya rendah, metabolit sekunder, Talinum triangulare
The Effect of Different Shading Level on Growth and Plant Biomass Character of Dayak Union (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) Ekawati, Rina; Saputri, Lestari Hetalesi
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.11.3.221-230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat naungan yang berbeda terhadap karakter pertumbuhan dan biomassa tanaman bawang Dayak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga September 2020 (5 bulan) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan perlakuan berbagai tingkat naungan yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu tanpa naungan (0%), naungan 55%, dan naungan 75%. Perlakuan diulang lima kali sehingga terdapat 15 satuan percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 10 tanaman sehingga total terdapat 150 tanaman. Pengamatan dilakukan pada suhu dan kelembaban udara, umur bertunas, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan komponen biomassa tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian naungan 55% dan 75% menghasilkan tinggi tanaman dan luas daun bawang Dayak yang lebih tinggi dan luas dibandingkan tanpa naungan. Naungan 75% memberikan tinggi tanaman 37.1% lebih tinggi, sedangkan naungan 55% memberikan luas daun 41.6% lebih luas dibandingkan tanpa naungan. Jumlah daun dan komponen biomassa tanaman tidak dipengaruhi oleh pemberian naungan. Bawang Dayak dapat ditanam di lahan dengan persentase naungan 55 – 75%. Kata kunci: Eleutherine palmifolia, intensitas cahaya rendah, keragaan, suhu