Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Etos Kerja Mapalus dalam Penguatan Moderasi Beragama Masyarakat Kampung Jawa Tondano Nainggolan, Alon Mandimpu; Kandowangko, Lidya; Situmorang, Yehezkiel; Heydemans, Nency Aprilia; Lahamendu, Natalia
Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan Vol 18, No 1 (2024): Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38075/tp.v18i1.390

Abstract

The purpose of this study is to describe Mapalus Work Ethic (mutual collaboration of Minahasa culture) in Christian-Islamic interactions in Kampung JaTon Minahasa. The approach employed is phenomenology, which involves observation and in-depth interviews. The study's findings reveal that Mapalus' local knowledge serves as a reinforcer, unifier, and adhesive for religious groups in Tondano Java, which is consistent with religious moderation indicators. Mapalus ideals and religious moderation practices in Kampung Java-Tondano include openness, togetherness, and tolerance. This study concludes that establishing religious moderation based on local wisdom is vital and relevant to execute since it positively helps building peace between religious communities.Keywords: Work ethic; Mapalus; Religious Moderation; Tondano Java.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Inkuiri pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen di Kelas X-7 SMA Negeri 1 Manado Situmorang, Yehezkiel; Munthe, Horasman Perdemunta; Emor, Yefta Harni
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 2.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to measure student’s critical thinking abilities ini the learning of christian Religious Education and to identify how inquiry-based learning strategies enchance student’s critical thinking abilities in the subject of Christian Religious Education in Class X-7 of SMA Negeri 1 Manado. The method used in this study in Classroom Action Research following Sthepen Kemmis Svheme with 2 cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection for each cycle. Data collection instruments include critical thinking skill test, classroom observation and documentation. Data analysis techniques used are quantitative data analysis and qualitative data analysis. From the pre-cycle data, it was found that student’s interpretative skills were at 66,8%, which increased to 73,9% in cycle I and futher increased to 88,9% in cycle II. For analitical skills, the pre-cyle precentage was 10,9%, which increased to 73,9% in cyle I, and the reached 88,9% in cycle II. The evaluation ability in the pre-cycle was found to 10,9%, while in cycle I it increased to 73,9% and then increased again in cycle II to 88,9%. Student’s inference abilities in the pre-cycle were at 10,9%, then increased to 73,9% in cycle I, and further increased to 88,9% in cycle II. For this research data, it can be concluded that 1) there is a significant improvement in term sif interpretative, analytical, evaluative, and inference abilities. 2) Inquiry-based learning strategies have proven to be effective in enhancing critical thinking skills in the subject of christian Religious Education in class X-7 of SMA Negeri 1 Manado.
Relevansi Ilmu Filsafat bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pendidikan Agama Kristen Sidabutar, Hasudungan; Situmorang, Yehezkiel
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.88

Abstract

The concept of Christian theology departs from God as the ultimate reality but philosophy departs from the human mind which thinks critically, questions many things to their roots. This fact often makes many Christians today still have anti-philosophical attitudes, and this certainly has an impact on the development of Christian religious education. History has recorded that the birth of philosophers in the ancient Greek era emphasized how the beginnings of science developed. This happens because philosophy gave birth to a tradition of critical and logical thinking that breaks, liberates, guides and ultimately brings humans to enlightenment. The development of science cannot be separated from this philosophical tradition. The relevance of philosophy to the development of Christian religious education disciplines is if philosophy, first, the tradition of philosophy gets a portion in the practice of Christian religious education. Second, the practice of Christian religious education must provide space for freedom of thought. Third, the practice of Christian religious education is open and not exclusive. The discipline of philosophy should not be ignored, because it is a tool to describe the philosophical foundations of science, namely ontological, epistemological and axiological. Konsep teologi kristen yang berangkat dari Allah sebagai realitas utama namun sebaliknya filsafat berangkat dari pikiran manusia yang berpikir secara kritis, mempertanyakan banyak hal sampai keakar-akarnya. Kenyataan ini yang kerap menjadikan banyak orang kristen pada masa kini masih memiliki sifat anti terhadap filsafat, dan hal ini tentu berdampak pada perkembangan ilmu pendidikan agama Kristen. Sejarah telah mencatatkan bahwa kelahiran para filsuf pada era Yunani kuno menandaskan bagaimana awal mula ilmu pengetahuan berkembang. Hal ini terjadi karena filsafat melahirkan tradisi berpikir kritis dan logis yang mendobrak, membebas, membimbing dan pada akhirnya membawa manusia kepada pencerahan. Perkembangan ilmu pengetahuan tidak bisa dilepaskan dari tradisi filsafat ini. Relevansi filsafat terhadap pengembangan disiplin ilmu pengetahuan pendidikan agama Kristen apabila filsafat, Pertama, tradisi ilmu filsafat mendapatkan porsi dalam praktik ilmu pendidikan Agama Kristen. Kedua, praktik pendidikan agama Kristen harus memberi ruang kebebasan untuk berpikir. Ketiga, praktik ilmu pendidikan agama Kristen bersikap terbuka dan tidak eksklusif. Disiplin ilmu filsafat tidak boleh diabaikan, karena ia merupakan alat untuk menguraikan pondasi ilmu secara filosofis yaitu ontologis, epistemologis dan aksiologis.
Penyediaan Tempat Sampah Fungsional di Desa Ciasem Hilir untuk Gerakan Subang Ngabret Ali Akbar, Bagus; Muzaqi, Alfarizi; Agustin, Rahmawati; Lestiani, Dewi; Robbi Nujul Qur'aniah, Nur; Situmorang, Yehezkiel; Rosalinda; Khoirunnisa, Aulia; Melinda Putri, Dila; Hazzandhie; Marbun, Fajar; Fajar Sidiq, Muhammad; Andella, Lella; Indrawan, Teguh; Rizky Faradilla, Annisa; Pandu Wibiksana, Muhammad; Irma Yulistiani, Delis; Oktapia, Nindia; Nurmala, Siska; Fauzy Dimas Nugraha, Yusuf; Agustriana, Rendi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyediaan tempat sampah fungsional di Desa Ciasem Hilir merupakan inisiatif penting yang bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara Universitas Subang dan masyarakat setempat dalam mendukung gerakan Subang Ngabret. Dalam konteks pemilahan sampah organik dan anorganik yang semakin mendesak, desa ini menghadapi tantangan pemilahan sampah yang kurang efisien. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian ini adalah memperkenalkan penyediaan tempat sampah fungsional organic dan anorganik yang lebih efektif sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pengabdian ini mencakup Mahasiswa KKN Universitas Subang dan warga desa, yang terlibat dalam sosialisasi dan pemilahan mengenai sampah. Metode yang digunakan meliputi edukasi, dan kolaborasi langsung di lapangan Bersama Masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah, serta penurunan volume sampah yang tidak terkelola. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan kolaboratif antara universitas dan masyarakat dapat menciptakan solusi yang berkelanjutan dan efektif dalam pengelolaan lingkungan. Pentingnya hasil pengabdian ini adalah sebagai model bagi daerah lain untuk mengadopsi praktik pemilahan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.