Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antituberkulosis pada Pasien Tuberkulosis Paru Kategori 1 Wiputri, Oktaviany Irma; Widiantika, Nanda Ayu; Hanistya, Ria; Handayani, Dwi; Avianto, Primadi
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 8 No. 1 (2026): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v8i1.8072

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Indonesia mencatat 877.531 kasus TB pada tahun 2023, menjadikannya salah satu negara dengan beban TB tertinggi. Keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kepatuhan penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada pasien TB paru kategori 1 di Puskesmas Wonokromo. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif, menggunakan data rekam medis dari sistem SITB pada periode 2022–2024. Sampel dipilih secara purposive sampling dan memenuhi kriteria inklusi sebanyak 112 pasien. Pengukuran kepatuhan dilakukan menggunakan metode Medication Possession Ratio (MPR). Hasil menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (56%) dan kelompok usia terbanyak 50–59 tahun (38%). Sebagian besar pasien bekerja sebagai wiraswasta (25%), dengan 27% di antaranya memiliki komorbiditas diabetes melitus. Berdasarkan status gizi, sebagian besar pasien memiliki indeks massa tubuh (IMT) kategori normal. Berdasarkan hasil analisis menggunakan MPR, sebanyak 97% pasien menunjukkan kepatuhan baik terhadap pengobatan (rata-rata MPR 89,40%), melampaui standar WHO sebesar 85%. Sebanyak 3% pasien tergolong tidak patuh, disebabkan putus berobat atau meninggal. SOP penatalaksanaan TB sudah diterapkan, meskipun tidak ditemukan kasus TB pada ibu hamil. Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Indonesia recorded 877,531 TB cases in 2023, making it one of the countries with the highest TB burden. The success of TB treatment is highly dependent on the level of patient adherence to therapy. This study aims to describe the profile of adherence to the use of Anti-Tuberculosis Drugs (OAT) in category 1 pulmonary TB patients at Wonokromo Health Care. This study is a descriptive observational study with a retrospective approach using medical record data from the SITB system in the 2022-2024 period. Samples were selected by purposive sampling as many as 112 patients. Compliance measurements were made using the Medication Possession Ratio (MPR) method. The results showed that most patients were male (56%) and the largest age group was 50-59 years (38%). All Pulmonary TB patients reside in the Surabaya area. Most patients worked as self- employed (25%), with 27% of them having comorbidity of diabetes mellitus. All patients received category 1 OAT therapy in the form of KDT which was given according to the patient weight. Based on nutritional status, most patients had normal body mass index (BMI). Based on the results of analysis using MPR, 97% of patients showed good adherence to treatment (average MPR 89.40%), exceeding the WHO standard of 85%. A total of 3% of patients were classified as non-adherent, due to treatment dropout or death. SOPs for TB management have been implemented, although no cases of TB in pregnant women were found.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien Tuberkulosis Widiyanti Afifah; Dwi Anggraini Fara Dyta; Ria Hanistya; Karima Samlan; Oktaviany Irma Wiputri
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1333

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan global, dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi. Keberhasilan terapi tuberkulosis sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara teratur, di mana tingkat pengetahuan pasien terbukti memiliki hubungan terhadap kepatuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Ngagel Rejo Surabaya. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional, dengan teknik time limited sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April – Mei 2025 dan didapatkan 23 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan dianalisis menggunakan uji chi-square. Karakteristik pasien menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (52%), berusia 50–59 tahun (39,1%), berpendidikan SMA (52%), serta sebagian besar bekerja sebagai pegawai swasta (39%). Hasil analisis menunjukkan 52,2% responden memiliki pengetahuan tinggi dan 56,5% memiliki kepatuhan yang baik terhadap pengobatan. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat tuberkulosis (p = 0,001), di mana semakin tinggi pengetahuan pasien, semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien.
Profil Perencanaan dan Pengadaan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya Menggunakan Analisis ABC-VEN Karima Samlan; Selly Nita Noni Amanda; Rachma Dessidianti; Fuad Muzakky; Ria Hanistya; Widiyanti Afifah; Eka Amalia Suciati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Juli 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/smt59n40

Abstract

Instalasi farmasi rumah sakit mempunyai peranan yang sangat penting untuk melakukan pengelolaan obat terkait perencanaan obat serta pengadaan obat oleh karena itu diperlukan metode yang tepat agar terjamin ketersediaan obat saat dibutuhkan, salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode ABC-VEN. Analisis ABC yaitu mengklasifikasikan kategori persediaan menjadi tiga kategori yaitu A (Fast Moving), B (Moderate Moving), dan C (Slow Moving). Analisis VEN menentukan prioritas V (Vital) harus tersedia, E (Essential) perlu tersedia, N (Nonessential) bukan prioritas. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental menggunakan analisis deskriptif, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan data kuantitatif dan kualitatif, data diperoleh dari pemakaian obat periode bulan Januari sampai Desember 2023. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan pada analisis ABC dimana 52 item merupakan kelompok A (70%), 77 item merupakan kelompok B (20%), 675 item merupakan kelompok C (10%). Analisis VEN dari 64 item merupakan kelompok V (8,07%), 551 item merupakan kelompok E (68,45%), 188 item merupakan kelompok N (23,48%). Perencanaan serta pengadaan obat yang sudah dilakukan di logistik obat Instalasi Farmasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya berdasarkan hasil observasi serta wawancara yang telah dilakukan terdapat beberapa kendala dalam prosesnya namun dapat diselesaikan dengan mudah sehingga perencanaan dan pengadaan yang dilakukan sudah cukup efektif serta efisien.