Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Terapi Menggenggam Bola Karet Pada Pasien Sroke Non Hemoragik Di Ruang Saraf RSUD Jend. Ahmad Yani Kota Metro Yollanda Olisa; Eko Wardoyo; Giri Susanto
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 2 (2024): JKRI - Januari 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Riskesdas Lampung 2018, prevalensi stroke berdasarkan karakteristik kelompok umur 65-74 tahun adalah 2,94 % dan pada umur >75 tahun adalah 3,60 %. Berdasarkan karakteristik jenis kelamin 0,90 % pada wanita dan 0,76 % pada pria, Kondisi klinis stroke dapat menyebabkan gangguan mobilitas fisik, Salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan bola karet, Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk Melakukan Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Pada Pasien Stroke Non Hemoragik (SNH) Dengan Masalah Keterbatasan Fisik Dengan Pendidikan Kesehatan Terapi Menggenggam Bola Karet. Metode penulisan Pada Karya tulis ilmiah ini penulis menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang berfokus pada tindakan keperawatan, tindakan keperawatan yang dipilih adalah Tindakan Terapi Bola Karet, Asuhan keperawatan ini dilakukan di bulan Juni 2023 di Rumah sakit Ahmad Yani Metro. Pengumpulan data menggunakan alat pemeriksaan fisik dan format pengkajian KMB, serta Prinsip etika keperawatan. Hasil evaluasi dalam melaksanakan tindakan keperawatan pada penyakit Stroke dengan masalah gangguan kebutuhan aktivitas sesuai dengan rencana keperawatan yang telah dibuat. Pada subyek asuhan telah melatih genggam bola karet. Maka penulis menyimpulkan bahwa terapi genggam bola dapat meningkatkan kekuatan otot pada kedua pasien dengan stroke non hemoragik, namun pasien dan keluarga perlu melanjutkan terapi genggam bola karet dirumah karena intervensi yang perawat berikan hanya terbatas 3 hari sehingga perawat memebrikan edukasi mengenai langkah terapi genggam bola karet. Diharapkan perawat dirumah sakit dapat menerapkan terapi genggam bola karet kepada pasien stroke untuk mengatasi masalah gangguan kebutuhan aktivitas
Hubungan Health Literacy Terhadap Self Management Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Bunut Hana Zumaedza Ulfa; Eko Wardoyo; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 2 (2024): JKRI - Januari 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit yang memerlukan perawatan jangka panjang, dan pengelolaan yang tidak mampu dapat berakibat pada komplikasi. Upaya untuk mengurangi komplikasi dapat dilakukan melalui manajemen perawatan diri (self-care management). Literasi kesehatan yang mencakup pemahaman terhadap informasi kesehatan merupakan faktor kunci untuk melakukan manajemen perawatan diri secara optimal. Literasi kesehatan dan manajemen perawatan diri menjadi konsep penting dalam perawatan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk memulai hubungan antara literasi kesehatan dan manajemen mandiri pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Bunut. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih secara purposive, melibatkan 67 responden. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Health Literacy Scale European Union Q16 (HLS-EU-Q16) dan kuesioner Diabetes Self Management Instrument (DSMI) versi Indonesia. Analisis data menggunakan uji gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (59,7%) memiliki tingkat literasi kesehatan yang baik, sementara sebagian besar dari mereka (50,7%) juga memiliki manajemen perawatan diri yang baik. Uji hipotesis chi-square menghasilkan p-value sebesar 0,000 (<0,005), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara health literasi dan self-management pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Asuhan Keperawatan Pasien Stroke Non Hemoragik (SNH) Dengan Penerapan Latihan Rom Pasif Di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Tahun 2023 Raju Fredy Hati Wijaya; Eko Wardoyo; Sugiarto
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 2 (2024): JKRI - Januari 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke Non Hemoragik adalah suatu gangguan pada otak karena terhentinya atau tersumbatnya aliran darah ke otak akibat dari iskemik, trombosis, emboli dan penyempitan lumen. Pada umunya pasien stroke non hemoragik akan mengalami gangguan sensoris dan motoris yang mengakibatkan gangguan keseimbangan termasuk kelemahan otot, serta hilangnya koordinasi, hilangnya kemampuan keseimbangan tubuh dan postur (hemiparesis). Salah satu tindakan intervensi dalam penanganan stroke yaitu pentingnya Latihan ROM Pasif dapat meningkatkan derajat kesehatan serta peningkatan kekuatan otot pada penderita stroke non hemoragik dengan tindakan Range Of Motion. Range Of Motion adalah melatih persendian atau pergerakan yang mengalami masalah pada tubuh seseorang yang dibantu oleh seorang perawat dimana seseorang harus merasa nyaman pada saat diberi asuhan keperawatan. Tujuan dari asuhan keperawatan yang dilakukan agar pasien merasa lebih nyaman dalam melakukan kegiatan atau tindakan apapun yang berhubungan dengan kegiatan yang ingin dilakukan dan menambah untuk kesembuhan seseorang. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan ROM sangat membantu dalam pergerakan pasien. diharapkan untuk setiap perawat dapat melakukan tindakan ROM secara efektif dan lebih maksimal untuk kesembuhan pasien dalam memberikan asuhan keperawatan yang professional. Kesimpulan dalam penelitian didapatkan kasus pada Tn.N dengan masalah keperawatan yang ditemukan yaitu gangguan mobilitas fisik dengan Implementasi keperawatan yaitu melakukan range of motion dan melakukan kolaborasi dengan keluarga pasien ketika melakukan ROM pasif serta mengevaluasi semua kegiatan yang dapat dilakukan pasien selama perawatan serta kebutuhan pasien selama dilakukan aktifitas