Ernita Obeth
Department Of Agriculture Technology, Agricultural Polytechnic Of Samarinda, Kampus Gunung Panjang, Jl. Samratulangi, Samarinda

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Buletin Poltanesa

Pengaruh Upah dan Fasilitas Kerja Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Wanita Di Perkebunan Kelapa Sawit Ernita Obeth; Ella Febria Ramadiana
Poltanesa Vol 22 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.967 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v22i1.467

Abstract

Peranan pekerja wanita dalam perkebunan kelapa sawit cukup besar. Pekerjaan perawatan pokok kelapa sawit yang meliputi penyemprotan dan pemupukan secara umum dikerjakan oleh pekerja wanita. Upah dan fasilitas kerja merupakan dua hal yang penting dalam menunjang produktivitas para pekerja tidak terkecuali pekerja wanita di kebun kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sejauh mana pengaruh upah dan fasilitas kerja terhadap produktivitas pekerja perempuaan di kebun kelapa sawit. Data diperoleh dari 26 orang pekerja wanita dan 7 orang mandor yang menjadi responden. Data kemudian dianalisis menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda untuk mengetahui nilai koefisien regresi, nilai t, nilai F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah dan fasilitas kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas yang (koefisien regresi upah 0.456 dan koefisien regresi fasilitas kerja 0.532) namun secara parsial pengaruh upah ini tidak signifikan (t-hitung 1.721 < t-tabel 2.069) sedangkan fasilitas kerja berpengaruh signifikan (t-hitung 2.845 > t-tabel 2.069). Secara simultan, upah dan fasilitas kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas (sig 0.000 < 0.005) dan berkontribusi 52% terhdap naik-turunnya produktivitas.
Analisa Potensi Bahaya Pabrik Kelapa Sawit di Desa Jambuk, Kecamatan Bongan, Kalimantan Timur Ernita Obeth; Fahrizal; Fathur Fiqri Hidayahtullah
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1822

Abstract

Perkebunan kelapa sawit memiliki peran penting dalam perkembangan perekonomian di Indonesia. Hal ini mendorong pertumbuhan perkebunan kelapa sawit termasuk pabrik kelapa sawit. Lingkungan kerja pabrik memiliki potensi bahaya dan risiko bagi karyawan pabrik namun masih banyak perusahaan kelapa sawit yang belum menerapkan sistem kesehatan dan keselamatan kerja yang baik sehingga masih banyak kecelakaan kerja yang terjadi di pabrik. Penerapan sistem kesehatan dan keselamatan kerja adalah bagian dari manajemen risiko. Dalam rangka mengurangi potensi risiko yang terjadi di pabrik kelapa sawit, perlu dilakukan analisa HIRARC (hazard identification, risk analysis, and risk control). Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan 20 responden yang dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama (hazard identification) adalah wawancara terhadap mandor dan karyawan pabrik. Tahap kedua (risk analysis) adalah wawancara terhadap karyawan di stasiun pengamatan dan tahap ketiga (risk control) adalah wawancara terhadap pihak manajemen dan Ahli K3. Hasil pengamatan menunjukkan penyebab terjadinya bahaya adalah tidak adanya pembangunan infrastruktur secara berkala, adanya kelalaian dalam inspeksi dan pemeliharaan mesin, dan kelalaian karyawan dalam penggunaan APD. Hasil identifikasi bahaya menunjukkan adanya potensi bahaya cedera dan luka di stasiun loading ramp dan indexter sedangkan bahaya cedera, luka hingga kehilangan nyawa di stasiun grading, oil control, dan boiler. Level risiko paling rendah adalah 4 (level rendah) sedangkan level risiko tertinggi adalah 20 (level ekstrim). Tindakan pengendalian yang dilakukan adalah engineering control, administrative control, dan penggunaan alat pelindung diri.