Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : VALENSI

Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Komponen Bioaktif Sari Buah Namnam Adawiah Adawiah; Dede Sukandar; Anna Muawanah
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 2, November 2015
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.909 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3155

Abstract

Antioxidant is a compoud  inhibit that have an important role in protecting health due to it can absorb free radical molecules and inhibit oxidative reaction which cause anykinds of diseases. This study aims to determine the chemical compositition and antioxidant  activity of namnam juice, characteristic of namnam. In this experimental, proximat analysis, TPC, TFC, Vitamin C, antioxidant activity were evaluated. Namnam juice contains 996.03 mg/L of phenolics, 421.09 mg/Lof flavonoids, 121.44 mg/100mL of vitamin C and high antioxidant activity with IC50 5µL/mL.DOI :http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3155.
Profil dan Karakteristik Lemak Hewani (Ayam, Sapi dan Babi) Hasil Analisa FTIR dan GCMS Sandra Hermanto; Anna Muawanah; Rizkina Harahap
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3137.171 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.219

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisa profil dan karakteristik beberapa lemak hewani sebagaistudi pendahuluan dalam rangka pengembangan metode analisa kehalalan pangan. Samplingdilakukan terhadap tiga jenis sampel jaringan lemak hewani yang meliputi lemak ayam, lemak sapidan lemak babi. Sampel jaringan lemak ayam dan sapi diperoleh dari pasar tradisional sedangkansampel jaringan lemak babi diperoleh dari Rumah Pemotongan Hewan di daerah Jakarta Timur.Masing-masing sampel jaringan lemak diekstrak dengan pemanasan langsung dan selanjutnyadianalisa sifat fisikokimianya meliputi bobot jenis, indeks bias, titik leleh, bilangan asam, bilanganiod dan bilangan penyabunan. Analisa lebih lanjut dilakukan dengan metode FTIR (FourierTransform Infra red) dan GCMS (Gas Chromatography Mass Spectromtery) untukmengidentifikasi spesifitas masing-masing lemak berdasarkan pola serapan gugus fungsi dankomposisi asam lemaknya. Hasil analisa sifat fisikokimia yang diperoleh menunjukkan bahwa tidakterdapat perbedaan yang cukup signifikan untuk masing-masing sampel lemak kecuali untuk titikleleh, bilangan iod dan bilangan penyabunannya. Hasil analisa FTIR menunjukkan adanyaperbedaan pola serapan yang khas pada daerah 3010, 1110-1095 dan 975-965 cm-1 yangmerepresentasikan tingkat perbedaan komposisi asam lemak pada masing-masing sampel. Hal inidiperkuat dengan hasil analisa GCMS yang membuktikan adanya perbedaan kandungan SFA(saturated fatty acid), MUFA (monounsaturated fatty acid) dan PUFA (polyunsaturated fattyacid) pada ketiga sampel.
Karakteristik Cookies Berbahan Dasar Tepung Sukun (Artocarpus communis) Bagi Anak Penderita Autis Dede Sukandar; Anna Muawanah; Eka Rizki Amelia; Widad Basalamah
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 4, No.1, Mei 2014
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.981 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v4i1.1047

Abstract

Abstrak Tepung sukun (Artocarpus communis) merupakan tepung yang bebas gluten sehingga baik digunakan sebagai alternatif dalam pembuatan cookies untuk anak penderita autis. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap cookies sukun dan berbagai formulasinya dibandingkan dengan cookies berbahan dasar tepung lain yang meliputi pengaruh penambahan bahan tambahan terhadap sifat kimia, fisika, daya terima cookies sukun, kadar kalsium dan fosforus cookies sukun, dan mengetahui cookies sukun tersukai memenuhi standar mutu cookies menurut SNI 01-2973-1992 atau tidak. Uji organoleptik dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan dan penerimaan panelis terhadap cookies sukun dibandingkan dengan cookies berbahan dasar tepung lain (terigu, beras, sagu) dan cookies sukun dalam berbagai formulasi. Parameter yang digunakan meliputi warna, aroma, tekstur, rasa dan penerimaan keseluruhan. Uji kadar kalsium dilakukan menggunakan spektroskopi serapan atom pada λ 422.7 nm dan kadar fosforus menggunakan spektroskopi UV-Vis pada λ 880 nm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam anova dan analisis Duncan. Cookies sukun memiliki penerimaan yang rendah dibandingkan cookies tepung lain berdasarkan penerimaan rasa dan penerimaan umum. Formulasi cookies sukun memperbaiki sifat fisik (aroma, rasa, warna, dan tekstur) dan daya terima cookies sukun oleh panelis. Cookies sukun tersukai adalah formulasi 718 dengan bahan tambahan susu kedelai.  Mutu cookies sukun tersukai formulasi 718 sesuai dengan SNI 01-2973-1992 kecuali kadar protein yang masih rendah 8.05% dan terdapat kandungan tembaga dengan sebesar 1.56 ppm. Cookies sukun tersukai memiliki kadar kalsium dan fosforus tertinggi dibandingkan dengan tepung sukun dan cookies komersil untuk anak penderita autis sehingga cookies sukun tersukai sangat baik dikonsumsi oleh anak penderita autis. Kata kunci : Artocarpus communis, autis, cookies sukun, organoleptik, kalsium, fosforus Abstract Breadfruit (Artocarpus communis) has been reported as a functional food ingredient for autistic children. This study aims to determine the level of A panelist on cookies breadfruit and various formulations compared to other flour-based cookies which include the effect of additives on the properties of chemistry, physics, power accept cookies breadfruit, calcium and phosphorus levels cookies breadfruit, breadfruit cookies and find out the most preferred if it meets quality standards according to SNI 01-2973-1992 cookies or not. Organoleptic test was conducted to determine the level of preference and acceptance panelist on cookies breadfruit compared with other flour-based cookies     (wheat, rice, sago) and breadfruit cookies in a variety of formulation. The parameters used include, colour, frageance, texture, flavor and overall acceptance. Calcium level test performed using atomic absorption spectroscopy method at λ 422.7 nm and phosphorus levels using UV-Vis spectroscopy at λ 880 nm. The data were analyzed using analysis of variance anova and Duncan analysis. The test results showed Cookies breadfruit organoleptif have low enrollment compared to other flour cookies views of the average revenue flavor and general acceptance of cookies breadfruit, breadfruit cookies formulations can improve the physical properties (fragrance, flavor, color, and texture) and acceptance of cookies breadfruit by panelists. An increase in the average value of A formulation compared breadfruit cookies before formulation. Cookies are breadfruit tersukai 718 formulations with soy milk additives. Quality breadfruit cookies tersukai 718 formulations in general accordance with SNI 01-2973-1992 except protein content and contained 8.05% Cu content with a small concentration (1.56 ppm). Cookies breadfruit tersukai have the highest levels of calcium and phosphorus compared with breadfruit flour and commercial cookies for autistic children so that the most preferred breadfruit cookies very well taken by autistic children. Keywords : Artocarpus communis, autism, breadfruit cookies, organoleptic, calcium, phosphorus
Analisis Tingkat Kerusakan Lemak Nabati dan Lemak Hewani Akibat Proses Pemanasan Sandra Hermanto; Anna Muawanah; Prita Wardhani
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.6, Mei 2010
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.776 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i6.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas dan tingkat kerusakan lemak nabati dan lemakhewani akibat proses pemanasan pada suhu tinggi. Beberapa lemak nabati dan lemak hewani yangdijadikan sampel dalam penelitian ini meliputi minyak goreng curah, minyak goreng kemasan, minyakikan, margarine, lemak babi, lemak sapi, lemak ayam dan minyak zaitun. Masing-masing sampeldipanaskan pada suhu 110oC selama 30 menit, selanjutnya stabilitas dan tingkat kerusakannnyadianalisis dengan mengukur kadar radikal bebas melalui analisis malondialdehid dengan metodekolorimetri dan komposisi asam lemak jenuh (saturated fatty acid), asam lemak tak jenuh tunggal(mono unsaturated fatty acid) serta asam lemak tak jenuh ganda (poly unsaturated fatty acid) denganmenggunakan Gas Chromatography Mass Spectrofotometry (GCMS). Hasil penelitian menunjukkanbahwa kandungan radikal bebas sebagai parameter kerusakan lemak pada masing-masing sampelrelatif berbeda dimana pada minyak ikan dihasilkan radikal bebas sebesar 40 μmol/L, sedangkan padaminyak goreng curah sebesar 25 μmol/L, minyak goreng kemasan 20 μmol/L, margarine 16 μmol/L,minyak zaitun 30 μmol/L, lemak ayam 37 μmol/L, lemak sapi 18 μmol/L dan lemak babi 31 μmol/L.Hasil analisa GCMS menunjukkan bahwa kandungan asam lemak jenuh terbesar diperoleh padasampel lemak sapi (65.53%), sedangkan asam lemak tidak jenuh ganda terbesar diperoleh pada minyakikan sebesar 30.24%. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat kerusakan lemak pada masing-masingsampel sangat dipengaruhi oleh kandungan awal asam lemak tak jenuh ganda yang terdapat padamasing-masing sampel seperti pada minyak ikan dimana komposisi asam lemak tidak jenuh gandarelatif lebih besar dibandingkan dengan yang lain.
Antioxidant Activity From Water Extract Of Kecombrang Flower (Etlingera elatior) Leading To Jelly Candy Formulation Dede Sukandar; Nani Radiastuti; Anna Muawanah; Adeng Hudaya
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.2, Mei 2011
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v2i2.203

Abstract

A research on antioxidant activity of kecombrang flower ( Etlingera Elatior) water extract leading tojelly candy formulation was conducted. This experiment aims to elucidate the potential usage ofkecombrang flower as a functional food ingredient. Antioxidant activity of the kecombrang flowerwater extract was determined using Diphenyl Picryl Hidrazyl ( DPPH) method. In order to elucidatethe responsible compound for antioxidant activity, GCMS analysis was undertaken. Water extract ofkecombrang flower have antioxidant activity ( IC50=61,6497 ppm) and based on GCMS analysis itcontained 1-dodekanol ( tR=11,60, area=11,73, similarity at 95 %), 3-metil-1-oxo-2-buten 1-(21,41,51-trihidroxyl phenil) ( tR=13,02, area=3,17, similarity at 57 %) and 1-tetradecene ( tR= 13,26,area=6,03, similarity at 98 %). Formulation of jelly candy using kecombrang flower was designedand based on organoleptic test, C formula ( pink, sample code 763) was the optimum jelly pepermintformula with average score of 3,52.
Penggunaan Bunga Kecombrang (Etlingera Elatior) Dalam Proses Formulasi Permen Jelly Anna Muawanah; Ira Djajanegara; A Sa’duddin; Dede Sukandar; Nani radiastuti
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v2i4.270

Abstract

Penelitian penggunaan bunga kecombrang dalam formulasi permen jelly telah dilakukan. Tujuan daripenelitian ini adalah mengetahui formulasi yang paling disukai berdasarkan uji organoleptik danspesifikasinya berdasarkan standar permen jelly dalam SNI 3547.2-2008. Penelitian ini terdiri dari duatahap yaitu pertama penentuan formulasi permen jelly dan kedua analisis produk meliputi sifat fisik,sifat kimia, aktivitas antioksidan, cemaran logam dan total mikroba. Sediaan bunga kecombrang yangdigunakan dalam formulasi permen jelly adalah ekstrak air dan manisan bunga kecombrang. Hasilpenelitian menunjukan bahwa formula kode M2 merupakan produk yang paling disukai oleh panelisberdasarkan uji organoleptik.Spesifikasi permen jellytersebut adalah kekerasan 130,43 g force;kekenyalan 10; pH 3,84; kadar air 4,92% (b/b); kadar abu 0,14% (b/b); kadar protein 7,34% (b/b);kadar lemak 0,15% (b/b); kadar gula pereduksi 6,18% (b/b); aktivitas antioksidan (IC50) 161,82μg/mL; logam Pb 0,52 mg/L dan total mikroba permen jelly sampai akhir penyimpanan pada hari ke-4masih dibawah 5x104 koloni/gram yaitu 8,19x103 koloni/gram produk. Berdasarkan standar permenjelly, spesifikasi permen jellyyang paling disukai telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam SNI3547.2-2008.
Pengaruh Lama Inkubasi dan Variasi Jenis Starter Terhadap Kadar Gula, Asam Laktat, Total Asam dan pH Yoghurt Susu Kedelai Anna Muawanah
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi VOLUME 1, NO.1, NOVEMBER 2007
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.698 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i1.206

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan yoghurt susu kedelai, untuk mengetahuipengaruh jenis starter terhadap perubahan kadar gula, asam laktat, total asam dan pH padasusu hasil fermentasi. Sebagai perlakuan dalam penelitian ini adalah variasi starterLactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus dan lama inkubasi. Parameteryang diuji meliputi Kadar gula, asam laktat dengan metode HPLC, total asam dengantitrasi dan pH dengan pH meter. Hasilnya menunjukkan bahwa Waktu inkubasimempengaruhi penurunan pH dan kenaikan konsentrasi total asam. Perbandingan variasijumlah dua starter yang digunakan tidak mempengaruhi proses perubahan komponen gulamenjadi asam laktat. Data HPLC menunjukkan bahwa komponen gula adalah sukrosa danlaktosa yang konsentrasinya menurun selama inkubasi dari 0 jam sampai 8 jam. Jenis Asamyang dihasilkan adalah asam laktat, dimana konsentrasinya mengalami peningkatan 0 jamsampai 8 jam, terutama pada sampel yang perbandingan starternya 1:3.
Analisa Radikal Bebas pada Minyak Goreng Pedagang Gorengan Kaki Lima Sri Yadial Chalid; Anna Muawanah; Ida Jubaedah
Jurnal Kimia Valensi Jurnal valensi Volume 1, No.2, Mei 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.687 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i2.254

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kerusakan minyak goreng pada pedagang gorengan yang berjualan di lokasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri II Ciputat. Kerusakan ditinjau dari kadar radikal bebas yang terkandung pada sampel minyak goreng. Radikal bebas adalah molekul reaktif yang dapat menyebabkan penyakit seperti diabetes, kanker, trakoma dan penyakit jantung koroner. Sebanyak 200 ml minyak goreng hasil pengorengan disampling dari pedagang gorengan yaitu pedagang cimol, mie telor goreng, tigor (terigu goreng), batagor, baso goreng dan empe- empe. Sampel diambil pada pukul 10.00 dan 14.00 WIB selama dua hari berturut-turut. Analisa meliputi; warna, kadar air, indeks bias, asam lemak bebas. Analisa kadar radikal bebas diukur dengan menentukan kadar malondialdehid dengan spektrofotometer visible. Ke- 5 sample menunjukkan kadar air berkisar antara 3,47-8,86%, indek bias antara 1,46391 -1,46498, asam lemak bebas 0,24- 0,74% dan radikal bebas 0,012 – 0,069 nmol/ml. Secara umum dapat disimpulkan bahwa minyak goreng yang digunakan pedagang gorengan kaki lima sudah mengalami penurunan mutu gizi karena tidak memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh SNI, sehingga kurang aman untuk digunakan. Minyak dan lemak merupakan sumber energy bagi manusia (9 kal/g), wahana bagi vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E dan K, meningkatkan citarasa dan kelezatan makanan dan memperlambat rasa lapar (Winarno, 2002). Selain itu minyak dan lemak juga sumber asam lemak essensial yang sangat penting terutama asam lemak linoleat (18:2 n- 6) dan asam α-linolenat (18:3 n-3) bagi tubuh. Berdasarkan sumber minyak dan lemak dibagi dua yaitu minyak hewani dan nabati. Minyak hewani seperti minyak ikan, lard, sapi dan domba, sedangkan minyak nabati seperti minyak kelapa, minyak sawit, minyak kacang dan minyak zaitun. Dari segi kandungan kimia, minyak disusun oleh asam lemak jenuh, asam lemak tidak jenuh tunggal dan asam lemak tidak jenuh jamak (PUFA). Asam lemak jenuh bersifat merusak kesehatan karena sifatnya yang lengket pada dinding saluran darah, mengakibatkan Atherosklerosis sedangkan asam lemak tidak jenuh dan PUFA terutama asam lemak linoleat dan lineolenat berguna bagi kesehatan dan dikenal dengan sebutan “Good guys” (Winarno, 1999). Minyak goreng yang banyak digunakan pada masyarakat kita adalah minyak nabati seperti minyak sawit dan minyak kelapa. Selama proses penggorengan minyak goreng mengalami berbagai reaksi kimia diantaranya reaksi hidrolidis, oksidasi, isomerisasi dan polimerisasi. Reaksi kimia yang terjadi pada asam lemak contohnya pemanasan minyak pada suhu di atas 200oC dapat menyebabkan terbentuknya polimer, molekul tak jenuh membentuk ikatan cincin (Kataren, 1986, Haliwell B, and Gutteridge JMC. 1999). Alat penggoreng yang terbuat dari besi dapat merangsang oksidasi lemak. Pada pedagang gorengan terutama pedagang kaki lima minyak yang digunakan tidak mengalami pergantian dengan minyak yang baru, biasanya mereka hanya melakukan penambahan beberapa liter saja ke dalam minyak goreng lama. Proses ini menyebabkan penurunan kualitas minyak, ditandai dengan warna minyak yang gelap, indek bias, bilangan asam, bilangan iod, senyawa polimer dan radikal bebas terjadi peningkatan (Djatmiko, Enni. 2000). Banyak data ilmiah yang menyatakan bahwa penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, diabetes, tumor dan kanker akibat sumbangan dari radikal bebas yang bersumber terutama dari makanan dan minuman(Nabet BF. 2002, Haliwell B, and Gutteridge JMC. 1999). Kerja radikal bebas pada molekul tubuh berlangsung lama dengan kata lain terakumulasi dalam tubuh dan baru menimbulkan gejala penyakit setelah tahunan (Hishino H et al 2000). Minyak goring sering digunakan sebagai medium untuk pengolahan makanan karena menimbulkan rasa gurih pada makanan, hal ini meningkatkan peminat masakan seperti peminat gorengan. Gorengan merupakan makanan yang merakyat dan banyak disukai pada hampir semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang tua. Bagi anak-anak sekolah seperti pelajar SMP, gorengan merupakan jajanan yang lezat dan murah serta cukup mengenyangkan. Jajanan gorengan yang banyak diminati adalah goring mie telur goreng, terigu goring, batagor dan bakso goring. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa gorengan yang dijajakan sudah digoreng dengan cara yang benar. Bila kebiasaan ini tidak ada yang mengontrol tidak mustahil akan menyebabkan kerusakan pada generasi muda Indonesia beberapa tahun mendatang. Pada masyarakat kita sudah banyak kasus kematian yang terjadi pada usia produktif dan sifatnya mendadak, seperti kasus kematian akibat penyakit jantung, diabetes, dan penyakit kanker. Penyakit-penyakit di atas merupakan sumbangsih dari waktu masih anak-anak melalui makanan dan minuman. Dengan alasan ini peneliti tertarik melakukan penelitian tentang kandungan radikal bebas pada minyak gorengan yang digunakan pedangan gorengan yang berjualan di sekitar sekolah Menengah Pertama (SMP)N Negeri II Ciputat.
Characteristics and Antibacterial Activity of Apis and Trigona Honey Types against Escherichia coli and Staphylococcus Aureus on Various Heating La Ode Sumarlin; Nurul Amilia; Anna Muawanah; Nadya Uswatun Hasanah; Hajar Hajar
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 2, November 2022
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v8i2.27241

Abstract

Heating in honey processing can inhibit fermentation, crystallization, and the growth of microorganisms, such as bacteria. However, the effect of the honey heating process on the properties of honey and its antibacterial activity has not been further studied. Therefore, in this study, the properties of honey of both Apis and Trigona species from Bogor, Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, and Lombok, were tested. The properties of honey, including water content, acidity, reducing sugar, 5-hydroxymethylfurfural (HMF), and diastase enzyme activity, were tested at heating temperatures 50, 70, and 90 °C. The antibacterial activity was determined using the disc method against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The results showed that the average water content and acidity values decreased after heating. However, the values met the SNI quality requirements with a water content value of < 22% and the acidity value not exceeding 50 mL NaOH 0.1 N/kg in the Apis and Trigona types of honey. The reduced sugar content fluctuated after heating all samples, and the average HMF level of honey increased after heating. However, the activity of the diastase enzyme decreased, although the value was still within the SNI standard value. The selected honey samples of the Apis and Trigona types were active in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus but were not active against Escherichia coli.
Natural Zeolite as Mo and MoP Catalysts Support for Catalytic Deoxygenation of Jatropha Oil Aziz, Isalmi; Farhan, Muhammad; Saridewi, Nanda; Azizah, Yulyani Nur; Muawanah, Anna; Nurbayti, Siti; Dwiatmoko, Adid Adep; Adhani, Lisa
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 1, May 2025
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology Syarif Hidayatullah Jakarta State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v11i1.45272

Abstract

Non-edible oil, such as Jatropha oil, is an interesting feedstock for the development of renewable diesel (green diesel). Catalytic deoxygenation using natural zeolite-supported Mo-based catalysts is a promising process for the conversion of Jatropha oil to green diesel. Mo and MoP catalysts supported on natural zeolite were synthesized by wet impregnation at a concentration of 5% (w/w). The catalysts were characterized by XRD, XRF, SAA and NH3-TPD. The catalysts were successfully synthesized with the appearance of Mo and MoP peaks on the catalyst diffractogram. XRF results also showed that Mo and P were present in the catalyst. Metal impregnation decreased the surface area and pore volume of the catalyst, but increased the average pore diameter. The NH3-TPD profile of the catalyst showed that the weak acid sites of both catalysts were larger than the strong acid sites. Based on the activity test of catalytic deoxygenation of Jatropha oil, the MoP/HZ catalyst produced a higher conversion (67%) and liquid product yield (79%) than Mo/HZ. This is associated with a larger pore diameter, so that the distribution of reactants on the catalyst surface is more optimal. However, the highest green diesel selectivity of 82% is produced by the Mo/HZ catalyst. The Mo/HZ catalyst is more oriented towards the HDO reaction, whereas the MoP/HZ catalyst is more oriented towards the DCO/DCO2 reaction.