Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : KOMPUTEK

PENGARUH VARIASI LUBANG KATALIS TERHADAP EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR BERBAHAN BAKAR CAMPURAN PERTALITE DAN ETANOL M. Rizal Triwahyu Z; Wawan Trisnadi Putra; Kuntang Winangun
KOMPUTEK Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jkt.v5i2.823

Abstract

From the development and progress of a country, increasing the speed of growth, and increasing speed, from that we need a word to reduce exhaust emissions produced by motors because the catalyst is made of copper and it is easy for us to get the basic materials and for the manufacture of the catalyst is also a little easy. Its utilization is to reduce HC and CO gases from incomplete combustion of motorized vehicles and fuel mixed with ethanol which slightly helps to increase the combustion of motor vehicles. Seen from the CO results from the use of full hole catalyst, it is 2.7490, in the right hole is 2.4650 and the left hole is 2.6290. seen the results of HC from the use of the full hole of 597.30, on the right hole of 492.60 and the left hole of 637.70. 
PENGARUH MODIFIKASI PERMUKAAN PISTON (DOME) DENGAN BAHAN BAKAR ETHANOL TERHADAP TORSI DAN DAYA PADA MESIN 4 LANGKAH ASTRO 108CC Bagas Alfath Dinyar; Fadelan Fadelan; Kuntang Winangun
KOMPUTEK Vol 6, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jkt.v6i1.1140

Abstract

Replacing a standard piston with a dome piston can make changes to the performance of a 4 stroke combustion engine, this is due to the change in the compression ratio being larger, thus requiring fuel that contains a high octane number in order to get maximum combustion results. In the process of researching the piston which was originally raw in a convex shape, which aims to increase the compression ratio, changes that occur in engine performance can be observed from the test data in the test dyno. The results of the discussion or test on the effect of ethanol-fueled piston dome surface reconstruction on the performance of a 108cc 4 stroke engine with a standard piston diameter of 50 mm flat surface and a dome piston with a diameter of 51.5 mm convex surface which produces a compression ratio of 16.855 / 1 with the use of fuel. ethhanol fuel, it can be concluded that the maximum performance of a 4 stroke combustion engine is obtained in an engine that uses a dome piston with a power gain of 8.8 HP, which is an increase of 27% from an engine that uses a standard piston, and a torque of 7.79 Nm, which is an increase of about 9% from a standard piston engine. standard piston engine. 
PENGARUH VARIASI PANJANG PEGAS KOPLING TERHADAP PERFORMA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA HONDA TIGER 200 CC Panji Laksono Adji; Kuntang Winangun; Yoyok Winardi
KOMPUTEK Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jkt.v5i1.681

Abstract

Good acceleration and performance are influenced by the degree of flexibility of the clutch springs. The objective that underlies the implementation of this study is to determine the effect of replacing the clutch spring with different length variations. In this study, the data taken is the torque, power and fuel consumption of each type of clutch spring. In this test, two types of clutch springs were used, namely the standard clutch spring and the TDR type coupling spring which were varied in length (38.31mm), (40.93mm) with the addition of 2mm (42.93mm), (40.31mm) rings. also cutting thread 2mm (38.93mm), (36.31mm). Tests were carried out using a dynotest tool with an engine speed of 4000 rpm to 9000 rpm transmission position six. In the TDR clutch spring (42.93mm) there is an increase in torque of 7.42% with a torque yield of 16.20 Nm at 6000 rpm and an increase in power of 6.61% with a power yield of 14.5 HP at 7000 rpm. For fuel consumption TDR coupling spring at ideal rotation (low-medium), an increase of 9.68%. The decrease in fuel consumption only occurred at the top / high speed of 6.32%. For the test results pertalite ethanol fuel, there is a decrease in fuel consumption compared to pertalite fuel for all RPM variables
PERANCANGAN ALAT PENCACAH RUMPUT GAJAH DENGAN PISAU LENGKUNG KAPASITAS 110 KG/JAM Ilham Widdakso; Fadelan Fadelan; Kuntang Winangun
KOMPUTEK Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.389 KB) | DOI: 10.24269/jkt.v3i1.199

Abstract

Rumput gajah merupakan salah satu pakan ternak yang banyak mengandung nutrisi yang tinggi seperti 19,9 % bahan kering, 10,2 % protein kasar , 1,6 % lemak, 34,2 % serat kasar, 11,7 % abu dan 42,3 % bahan ekstrak tanpa nitrogen dan dapat tumbuh subur di indonesia sehingga banyak ditanam oleh para peternak khusunya di daerah pedesaan. Tujuan dari proyek akhir ini adalah pembuatan alat pencacah rumput gajah dengan pisau lengkung. Pembuatan alat ini berfugsi untuk mempermudah para peternak sapi dalam memotong atau mencacah rumput gajah, yang awalnya dalam pemberian pakan hijaun rumput gajah diberikan kepada hewan ternak dengan secara langsung dan sebagian ada yang menggunakan cara manual yaitu menggunakan sabit dalam pencacahan. Pembuatan alat ini dimulai dengan melakukan pengamatan alat pencacahan yang ada dipasaran, pada umumnya mesin pencacah rumput gajah yang ada dipasaran mempunyai desain pisau berbentuk lurus.Setelah melakukan pengamatan Tahap selanjutnya adalah perencanaan yaitu meliputi perancangan gambar, perhitungan untuk menentukan komponen yang akan dipergunakan. Tahap akhir adalah proses pembuatan atau perakitan. Dengan adanya alat pencacah rumput gajah untuk hewan ternak yang dirancang dengan kapasitas 110kg/jam, dimana alat ini memiliki pisau lengkung berjumlah 2 buah diharapkan akan mampu mencacah rumput gajah dengan hasil yang lebih cepat dan lebih merata dibanding dengan mesin pencacah yang memiliki desain pisau berbentuk lurus. Sehingga dapat membantu membercepat dalam proses pencacahan, yaitu dengan memasukan rumput gajah kedalam mesin pencacah dan selanjutnya akan keluar potongan – potongan kecil dengan panjang 6 – 8 cm yang telah siap Untuk diberikan hewan ternak.
PENGARUH MODEL JEMBATAN RANGKA BATANG BERBAHAN STIK ES KRIM TERHADAP BEBAN KRITIS Muhamad Sigit Sulaiman; Fadelan Fadelan; Kuntang Winangun
KOMPUTEK Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.704 KB) | DOI: 10.24269/jkt.v2i2.142

Abstract

Sistem struktur jebatan rangka batang merupakan struktur yang susunannya terdiri dari 2 (dua) batang yang menyalurkan gaya tarik dan gaya tekan, dengan kata lain, rangka batang terdiri dari dua gaya pada komponen struktur saja. Sistem struktur rangka batang juga banyak di aplikasikan pada struktur bangunan gedung dan rumah. Jembatan rangka batang mempunyai 2 (dua) komponen utama yang dikaitkan menjadi satu dengan balok-balok melintang. Rangka batang pada umumnya dipakai dalam jembatan gantung konvensional karena memiliki kelebihan aerodinamis yang bagus. Beratnya yang relatif ringan merupakan keuntungan dalam pembangunan nya dimana jembatan bisa dirakit bagian demi bagian. Tulisan ini membahas tentang hasil penelitian model-model konstruksi jembatan, berupa penelitian macam-macam model kontruksi jembatan rangka batang dengan komponen struktur terbuat dari bahan kayu yaitu stik eskrim. Penelitian ini merupakan penelitian dengan bahan baku yang mudah diperoleh dan secara khusus memberikan dampak yang bermanfaat di dalam pembuatan jembatan. Ruang lingkup jembatan yaitu merupakan struktur jembatan termasuk dalam jenis jembatan rangka batang material penyusun seluruhnya yaitu menggunakan stik es krim dan sistim sambungan menggunakan lem kayu. Perhitungan beban menggunakan beban gravitasi. Pengujian yang dipakai dalam penelitian ini adalah pengujian dengan memberi beban dan ditarik ke bawah. Dan model jembatan yang paling kuat menerima beban adalah tipe Pratt dengan kekutan rata-rata 19,81 kg, jembatan yang paling kuat kedua adalah tipe Howe dengan kekuatan rata-rata 19,77 kg, dan yang paling bawah adalah tipe Warren dengan kekuatan 14,59 kg.
PENGARUH PENGGUNAAN TIGA METODE INJECTOR CLEANER TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA HONDA VARIO INJEKSI 125 Bagus Dwi Seno Kuncoro Supriyatmojo; Wawan Trisnadi Putra; Kuntang Winangun
KOMPUTEK Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.501 KB) | DOI: 10.24269/jkt.v2i2.137

Abstract

Dalam penelitian ini akan meneliti tentang bagaimana pengaruh penggunaan tiga metode injector cleaner terhadap emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar khususnya pada Honda Vario Injeksi 125. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan eksperimen secara langsung pada unit instrumen dan alat ukur yang sesuai pada masing – masing pengujian. Pada hasil penelitian diketahui bahwa metode direct injector cleaner memberikan pengaruh peningkatan konsumsi bahan bakar sebesar 20% dibanding penggunaan metode pembersih injector cleaner fluid dan ultrasonic injector cleaner. Penurunan gas CO hingga 0,11 % dihasilkan oleh metode direct injector cleaner pada 6000 rpm. Penurunan kandungan HC terendah dihasilkan oleh metode Ultrasonic injector cleaner dengan angka 60 ppm pada putaran mesin 6000 rpm. Kandungan CO2 yang dihasilkan metode direct injector cleaner lebih  stabil dibanding denganmetode injector cleaner fluid, dan ultrasonic injector cleaner
ANALISA KEVAKUMAN DAN PERBEDAAN MAP SENSOR PADA PERUBAHAN RPM TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG PADA MOBIL TOYOTA KIJANG EFI 2000 Ikko Yuswanda; Wawan Trisnadi Putra; Kuntang Winangun
KOMPUTEK Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.429 KB) | DOI: 10.24269/jkt.v3i1.251

Abstract

Meningkatnya kebutuhan manusia dalam bidang transportasi, pemakaian bahan bakar minyak juga semakin meningkat. Apabila hal ini dibiarkan secara terus menerus maka masyarakat akan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari akibat dari harga bahan bakar minyak yang melambung tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh RPM dan kevakuman pada MAP (Manifold Absolute Pressure) Sensor terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang dan untuk mengetahui MAP Sensor yang paling efisien konsumsi bahan bakarnya. Metode pengujian yang dilakukan diantaranya mengatur putaran mesin dengan membuka katup gas menggunakan sekrup dan melihat pembacaan putaran pada speedometer selama proses pengujian, Mengukur volume bahan bakar yang dikonsumsi mesin oleh MAP Sensor dengan cara menyambungkan tangki bahan bakar dengan pipa plastik transparan kemudian mesin dibunyikan selama 20 detik, kemudian melihat perubahan volume pada pipa transparan dan mengukurnya menggunakan mistar baja, dan mengukur emisi gas buang yang dihasilkan mesin oleh MAP Sensor menggunakan emission gas analyzer. Terjadi perubahan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang dihasilkan akibat MAP Sensor yang berbeda. RPM dan kevakuman pada MAP (Manifold Absolute Pressure) Sensor berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang. MAP yang paling irit dan ramah lingkungan adalah MAP 89420-12040.
Pengaruh Jumlah Lubang Injektor Terhadap Performa Motor Yamaha New Vixion 150 CC Handika Adi Pratama; Yoyok Winardi; Kuntang Winangun
KOMPUTEK Vol 7, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jkt.v7i1.2049

Abstract

For now the development of EFI (Electronic Fuel Injection) motorcycle engines for motorcycle engines to improve engine performance. The injector functions as a fuel sprayer inlet (intake manifold). This research was conducted to determine the effect of the number of injector holes on engine performance. The research method used was an experimental method carried out in the laboratory and using a Yamaha New Vixion 150 cc motorcycle with Pertalite fuel and using 4 hole, 6 hole and 10 hole injectors to determine the effect on its performance. This study used a Dynamometer (Dynotest) to determine the results of torque, power and the Cartec CET 210 series tool to determine the results of exhaust emissions and a measuring cup to determine the results of fuel consumption. The results showed that the maximum torque indicated on the 6-hole injector was 14.18 Nm compared to the 4-hole 13.36 Nm and 10-hole 5.83 Nm. The maximum power on the 6 hole injector is 15.18 HP compared to 4 holes 14.38 HP and 10 holes 4.80 HP. The best exhaust emissions from the 6-hole injector are CO2 12.7%, O2 6.53%, HC 428 ppm. Fuel consumption 4 holes 18.2 ml/minute, 6 holes 24.2 ml/minute, 10 holes 39.7 ml/minute. From the research it can be concluded that the 6-hole injector is a good size for the performance of the 150 cc Yamaha New Vixion motorbike.