Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Development of Prophetic Intelligence (Phenomenology Study of Religious Transformation) Ahmad Sultoni; Alef Theria Wasim; Aris Fauzan
International Journal of Islamic Educational Psychology Vol 1, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.056 KB) | DOI: 10.18196/ijiep.1102

Abstract

This research is a study of the process and results of Prophetic Intelligence development conducted by Kalong students (students who are not staying in the school) in the Roudhotul Muttaqien Islamic boarding school led by KH Hamdani Bakran Adz Dzakiey. This type of research is qualitative research design with Phenomenology Study. Data collection techniques used involved observation, interview, and documentation. Qualitative data analysis used Interpretative Phenomenology Analysis (IPA) and Validity testing used triangulation and reflection. The results of this study are; 1) there are several transformation phases of the mystical experience of the kalong student with three sequences, a) Pre-transformation process in the desire to feel the essence of worship, b) the process of transformation in the derive of mystical experience towards Allah, and c) Post-transformation process that describes changes in a more religious mindset and more polite behavior and gives benefit to the surrounding. The mastery of prophetic intelligence by  kalong student is grouped in two ways; a) mastery of quantitative competencies, including mastery of intellectual intelligence, spiritual intelligence, emotional intelligence, and perceptual intelligence in a prophetic perspective, b) mastery of qualitative competencies in accordance with the essence of prophetic intelligence, such as turning the body into a light that shows the attainment of clarity of heart, obtaining abilities that had not previously been studied (getting Laduni's knowledge).
ORGANISASI KEAGAMAAN DAN PENANGANAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT): Studi tentang Peran Biro Nuurus Sakiinah dalam KDRT di Yogyakarta Rahmania Nader Wambes; Mega Hidayati; Aris Fauzan
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajip.v5i2.1374

Abstract

Abstract: Domestic violence (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) is understood as violence related to gender. This concept refers to the subordinative position because the relationship between men and women reflects powerless and powerful or the inequality of power between the two. This paper aims to understand how the Nuurus Sakiinah Bureau owned by 'Aisyiyah and Nasyi'atul' Aisyiyah Yogyakarta Special Region handles domestic violence cases in Yogyakarta and analyze the weaknesses and strengths of handling these cases. This type of research is qualitative with interview data collection methods and secondary data documentation. The findings of this study explain that there are four types of domestic violence cases that have been handled by the Nuurus Sakiinnah Family Consultation Bureau, namely psychological violence, economic neglect; physical and verbal abuse. Therefore, the handling given varies according to the case that occurs. For cases of Psychic violence, the Bureau tends to provide counseling and self-reinforcement. For cases of economic neglect, the Bureau deals with economic independence counseling and training. For cases of Physical and Verbal violence, counseling and self-strengthening are usually given to face the next life and therapy if needed. Meanwhile, the absence of open houses, difficulties in mediation, and the absence of complete counseling data to support administration are the weaknesses of this bureau. However, this Bureau makes victims who have successfully passed the treatment process as volunteers to deal with other victims and also provides spiritual counseling, legal assistance and follow-up therapy when the victim is still in need.Keywords: Domestic Violence, ‘Aisyiyah Nasyi’atul, ‘Aisyiyah, Nuurus Saqinnah Bureau. Abstrak: Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dipahami sebagai kekerasan yang berhubungan gender. Konsep ini mengacu pada posisi subordinatif karena relasi antara laki-laki dan perempuan mencerminkan powerless dan powerful atau ketimpangan kekuasaan antara keduanya. Tulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana Biro Nuurus Sakiinah milik ‘Aisyiyah dan Nasyi’atul ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menangani kasus KDRT di Yogyakarta serta menganalisa kelemahan dan kelebihan dari penanganan kasus tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode pengambilan data wawancara dan data sekunder dokumentasi. Temuan penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat empat jenis kasus KDRT yang telah ditangani oleh Biro Konsultasi Keluarga Nuurus Sakiinnah, yaitu kekerasan Psikis, penelantaran ekonomi; kekerasan fisik dan kekerasan verbal. Oleh karena itu, penanganan yang diberikan berbeda-beda sesuai dengan  kasus yang terjadi. Untuk kasus kekerasan Psikis, Biro cenderung memberikan konseling dan penguatan diri. Untuk kasus penelantaran ekonomi, Biro menangani dengan konseling dan pelatihan kemandirian ekonomi. Untuk kasus kekerasan Fisik dan Verbal biasanya diberikan konseling dan penguatan diri untuk menghadapi kehidupan selanjutnya serta pemberian terapi jika diperlukan. Sementara itu belum adanya rumah singgah, kesulitan dalam mediasi, serta belum adanya kelengkapan data konseling untuk menunjang administrasi menjadi kelemahan biro ini. Namun, Biro ini menjadikan korban yang telah berhasil melewati proses penanganan sebagai volunteer untuk menangani korban yang lain dan juga pemberian konseling spiritual, pendampingan ke jalur hukum dan terapi lanjutan ketika korban masih membutuhkan.Kata Kunci: KDRT, ‘Aisyiyah, Nasyi’atul ‘Aisyiyah, Biro Nuurus Sakiinah
STRATEGI KELUARGA MUSLIM DALAM PEMBELAJARAN RELIGIUSITAS ANAK PADA MASYARAKAT MULTI AGAMA DI GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Inda Wulansari; Akif Khilmiyah; Aris Fauzan
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v6i2.8572

Abstract

Lingkungan keluarga dan sosial mempengaruhi karakter anak-anak. Nilai-nilai religiusitas sangat dibutuhkan oleh anak-anak. Karenanya, artikel ini membahas sebuah penelitian mengenai strategi keluarga muslim dalam penguatan religiusitas anak pada masyarakat multi agama gunungkidul, untuk mengkaji bagaimana keberhasilan keluarga muslim dalam penguatan religiusitas anak, untuk menemukan faktor penghambat dan strategi mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek dari penelitian ini adalah keluarga muslim yang mempunyai anak usia 6-12 tahun. Selain itu, berdasarkan karakteristik latar belakang pendidikan agama orang tua, pekerjaan, dan ketokohan dalam masyarakat kuwangen lor. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dari Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.  Adapun hasil dari penelitian ini adalah 1. Strategi keluarga muslim dalam penguatan religiusitas anak: Keteladanan dalam penguatan aqidah, pembiasaan dalam ibadah, pemberian nasehat, pengawasan terhadap pergaulan anak, keteladanan dalam berperilaku, serta penerapan hadiah dan hukuman yang mendidik. 2. Keberhasilan keluarga muslim dalam penguatan religiusitas anak yaitu terdapat tiga tingkatan. Kategori sangat baik terdapat pada aspek pengetahuan agama, praktik agama dan konsekuensi karena menggunakan empat strategi yaitu keteladanan, nasehat, pembiasaan, hadiah dan hukuman mendidik. Kategori baik terdapat pada aspek keyakinan, karena menggunakan tiga strategi yaitu keteladanan, pembiasaan dan nasehat. Kategori cukup terdapat pada aspek penghayatan karena menggunakan dua strategi yaitu nasehat dan keteladanan.3. Faktor penghambat yaitu kurangnya ilmu pengetahuan, pemahaman agama, pola pengasuhan anak oleh orang tua, penggunaan HP dan televisi yg berlebihan serta pergaulan teman sebaya. Strategi mengatasi hambatan yaitu membuat jadwal kesepakatan antara orang tua dengan anak, memberikan hadiah dan hukuman yang mendidik, dan memberikan fasilitas penunjang untuk penguatan religiusitas anak.
TINGKAT PERBEDAAN KEMAMPUAN BTAQ METODE IQRO’ DAN UMMI PADA SISWA SD MUHAMMADIYAH WIROBRAJAN II YOGYAKARTA Sri Agustinawati; Adhy Pratomo Yunianto Herlambang; Nawari Nawari; Aris Fauzan
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 8 No. 1 (2021): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.739 KB) | DOI: 10.31316/esjurnal.v8i1.1055

Abstract

The objectives of this study are : (1) to analyze the real condition of students’achievements in SD Muhammadiyah Wirobrajan II in implementing Iqro method,(2) To analyze the real condition of students’ achievements in SD Muhammadiyah Wirobrajan II in implementing Ummi Method, (3) to examine whether thereis asignificant difference or not between the students’ ability after they implement Iqro’ and Ummi Method at SD Muhammadiyah Wirobrajan II, and (4) to measure whichmethod is better between Iqro and Ummi Method to enhance the students’ abilityto read al-Quran. This study constitutes a comparative and descriptive quantitative research.The subjects of this studyare students at SD Muhammadiyah Wirobrajan II Yogyakarta. The data gathering methods use practice scores, documentation, interview and questionnaires. The data analysis techniques utilize quantitative descriptive statistics and t test analysis. The research findings show that 1) the t-tes analysis indicates that t calculated = 17,687 is bigger than t table = 1,988. (t calculated > t table (5%) =17,687 > 1,988). This means that there is a significant difference between students who implement Iqro and Ummi methods. 2) The average score of students that use Ummi method is 87,61. This score is more than the average score of students that implement Iqro method 82,17. This means that Ummi method is better than Iqromethod to improve the students’ ability to read al-Quran. 
Manusia Dan Negara Dalam Psiko-Sufisme dan Filsafat aris fauzan
AL-ISTINBATH : Jurnal Hukum Islam Vol 1, No 2 December (2016)
Publisher : Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.634 KB) | DOI: 10.29240/jhi.v1i2.116

Abstract

Manusia sebagai ciptaan Allah SWT mempunyai banyak kekurangan dalam berbagai hal seperti yang dimaksud dalam konteks al-Insān al-Kāmil dan al- Insān al-Hayawān yang merupakan sudah ketentuan. Manusia sebagai mahkluk sosial (zoonpoliticoon) tidak bisa berdiri sendiri dalam mempertahankan hidup dalam bermasyarakat terlebih khususnya dalam bernegara (politik) yang saat ini semakin berkembang dan tuntutan perkembangan dan perubahan yang semakin pesat dan sebagai manusia harus mengimbangi antara kebutuhan hidup dan keimanan. Dalam kajian hukum Islam pembicaraan tentang manusia dan politik (kekuasaan) adalah dua hal yang melengkapi. Manusia sebagai khalifah di dunia ini dan politik (kekuasaan) dalam kajian hukum positif adalah cara dalam mencapai tujuan bersama yang diinginkan dalam mewujudkan Negara yang makmur, aman dan sejahtera.
The Effect of Parent Support and Self Regulated Learning on Learning Motivation on Students in SDIT Insan Utama Tri Widayati; Akif Khilmiyah; Aris Fauzan
International Journal of Social Service and Research Vol. 2 No. 11 (2022): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v2i11.193

Abstract

This study aims to determine how far the influence of parental support and self-regulated learning on students' learning motivation. This research is a research model of hypothesis testing (hypothesis testing study) with a quantitative approach. Data were collected using a questionnaire/questionnaire in the form of a Likert scale on parental support, self-regulated learning and learning motivation. The population was taken from all students of SDIT Insan Utama Yogyakarta with a simple random sampling technique with a sample of 152 students. Data analysis consisted of validity and instrument reliability tests, normality tests, linearity tests, hypothesis tests and correlation tests. The results of this study indicate that 1) Parental support has a significant effect on student learning motivation by 7.7% and has a moderate correlation with the Pearson Correlation value of 0.278; 2) Learning motivation has an effect on student achievement by 31.8% and is perfectly correlated with the Pearson Correlation score of 0.564; 3) Parental support and self-regulated learning together have an effect on student learning motivation by 32.9% with a significance value of 0.000. 4) The indicators of parental support variable are the provision of accommodation, motivation, appreciation, regulatory support, comfort, opportunities for activities, discussions and joint activities. Indicators of self-regulated learning variable are learning process control, setting learning goals, setting time and school assignments, motivation, planning, evaluating, implementing plans and asking for help if needed. The indicators of learning motivation variable include having an effort to learn, being able to maintain perseverance in learning and focusing on achieving learning goals.
PENGUATAN NILAI-NILAI KEMANDIRIAN DALAM MENGHADAPI BENCANA DAN PERUBAHAN MENURUT AJARAN ISLAM Aris Fauzan; Rohmansyah Rohmansyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1111

Abstract

Penguatan Nilai-nilai Kemandirian dalam Menghadapi Bencana dan Perubahan menjadi sangat relevan di sepanjang zaman. Karena bencana dan perubahan akan menjadi bagian hidup umat manusia kapanpun dan dimanapun. Termasuk juga yang dialami oleh Anggota Majelis Ta'lim Tanwirul Qulub di Pedukuhan Gandu, Sendangtirta, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Pilihan Pengabdian kepada masyarakat ini pada warga Gandu, karena sejak terjadinya bencana Gempa Bumi pada 27 Mei 2006 dan Pandemi Covid 19 yang berlangsung 2 tahun, telah menggeser sejumlah aktivitas keagamaan yang selama ini berlaku di masyarakat Gandu. Metode kegiatan ini adalah dengan memberi ceramah dan memberi Mushhab Al-Quran terjemah dan sumbangan pembinaan untuk pengembangan Majelis Ta'lim Tanwirul Qulub. Kegiatan ini diikuti oleh 104 peserta, jumlah yang besar bila dibandingkan dengan jumlah peserta pada kegiatan yang sama pada masa sebelumnya. Hal ini menunjukkan satu kesadaran baru bahwa gairah warga gandu untuk kegiatan keagamaan semakin lebih baik
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA KELAS V DAN VI SD PREMBULAN PANDOWAN YOGYAKARTA Kartiwin Kartiwin; Azam Syukur Rahmatullah; Aris Fauzan
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 5 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.303 KB) | DOI: 10.33578/jpfkip.v10i5.8430

Abstract

This research aimed to identify the influence of gadget and parenting pattern on the students’ social behavior at grade V and VI of SD Prembanan Prembulan Pandowan Galur Kulon Progo Yogyakarta, as well as to identify which variable was more influential on students’ social behavior. This research was quantitative research with a total of 55 students of classes V and VI. The data were collected through interviews and questionnaires. The linear regression test resulted in the value of Sig 0.000 which indicated that gadget and parenting pattern were simultaneously influential on students’ social behavior; as seen from the percentage of 94.5%. The t-test of the regression analysis resulted in 8.894 which indicated that the variable of gadget gave an influence on the students’ social behavior. Whilst its significance amounted at 0.000 which indicated that gadget usage gave influence to students’ social behavior to the extent of 69.6%. Furthermore, the t-test on the variable of parenting pattern resulted in 3.323 and the significance value of 0.002. The results indicated that parenting pattern gave an influence on students’ social behavior to the extent of 24.9%.   
Telaah Kritis terhadap Pemikiran al-Juwayni tentang Wahdaniyyah dan Risalah Khalil Al-Farahidy; Aris Fauzan; Mohammad Syifa Amin Wigdodo
Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam Vol 25 No 1 (2022): Al-Qanun, Vol. 25, No. 1, Juni 2022
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alqanun.2022.25.1.71-82

Abstract

Wahdaniyyah and prophethood are two things that must be believed to be valid until the end of time for every human being. These two things will continue to exist in the minds of humans and will not be erased. As for the Shari'a, it is different from the prior in that there will come a time when people will forget about it. When this period comes, humans will not be remorseful about departing from the Shari'a unless they leave these two things. This is the thought of Imam al-Haramain al-Juwayni, a scholar from the Shafiʻiy school, written in one of his books: Ghiyath al-Umam fi iltiyath al-Zulam. This thought is in line with a hadith which states that knowledge will be uprooted from the earth's surface with the scholars' death. The meaning of wahdaniyyah is a form of acknowledgment of the Almighty God. At the same time, prophethood is the sending of messengers by God Almighty to give instructions to humans about His authority.   Abstrak: Wahdaniyyah dan risalah merupakan dua hal yang mutlak untuk diyakini kebenarannya sampai akhir zaman bagi setiap manusia.  Kedua hal ini akan terus ada di benak manusia dan tidak akan terhapus selamanya.  Adapun syariat yang lain berbeda dengan kedua hal tersebut, yang mana akan datang suatu masa manusia akan lupa terhadapnya. Dan jika masa ini datang, manusia tidak bedosa dengan sebab meninggalkan syariat, kecuali jika mereka meninggalkan dua hal tersebut.  Inilah pemikiran dari Imam al-Haramain al-Juwayni, seorang ulama dari madhhab Shafiʻiy, yang dituliskan dalam salah satu bukunya: Ghiyath al-Umam fi iltiyath al-Zulam.  Pemikiran ini selaras dengan sebuah hadits yang menyatakan bahwa ilmu akan dicabut dari muka bumi dengan meninggalnya para ulama. Maksud dari wahdaniyyah adalah bentuk pengesaan kepada Rabb Yang Maha Esa.  Sedangkan risalah adalah pengutusan rasul oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk memberi petunjuk kepada manusia tentang pengesaan.    
ORGANISASI KEAGAMAAN DAN PENANGANAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT): Studi tentang Peran Biro Nuurus Sakiinah dalam KDRT di Yogyakarta Rahmania Nader Wambes; Mega Hidayati; Aris Fauzan
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajip.v5i2.1374

Abstract

Abstract: Domestic violence (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) is understood as violence related to gender. This concept refers to the subordinative position because the relationship between men and women reflects powerless and powerful or the inequality of power between the two. This paper aims to understand how the Nuurus Sakiinah Bureau owned by 'Aisyiyah and Nasyi'atul' Aisyiyah Yogyakarta Special Region handles domestic violence cases in Yogyakarta and analyze the weaknesses and strengths of handling these cases. This type of research is qualitative with interview data collection methods and secondary data documentation. The findings of this study explain that there are four types of domestic violence cases that have been handled by the Nuurus Sakiinnah Family Consultation Bureau, namely psychological violence, economic neglect; physical and verbal abuse. Therefore, the handling given varies according to the case that occurs. For cases of Psychic violence, the Bureau tends to provide counseling and self-reinforcement. For cases of economic neglect, the Bureau deals with economic independence counseling and training. For cases of Physical and Verbal violence, counseling and self-strengthening are usually given to face the next life and therapy if needed. Meanwhile, the absence of open houses, difficulties in mediation, and the absence of complete counseling data to support administration are the weaknesses of this bureau. However, this Bureau makes victims who have successfully passed the treatment process as volunteers to deal with other victims and also provides spiritual counseling, legal assistance and follow-up therapy when the victim is still in need.Keywords: Domestic Violence, ‘Aisyiyah Nasyi’atul, ‘Aisyiyah, Nuurus Saqinnah Bureau. Abstrak: Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dipahami sebagai kekerasan yang berhubungan gender. Konsep ini mengacu pada posisi subordinatif karena relasi antara laki-laki dan perempuan mencerminkan powerless dan powerful atau ketimpangan kekuasaan antara keduanya. Tulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana Biro Nuurus Sakiinah milik ‘Aisyiyah dan Nasyi’atul ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menangani kasus KDRT di Yogyakarta serta menganalisa kelemahan dan kelebihan dari penanganan kasus tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode pengambilan data wawancara dan data sekunder dokumentasi. Temuan penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat empat jenis kasus KDRT yang telah ditangani oleh Biro Konsultasi Keluarga Nuurus Sakiinnah, yaitu kekerasan Psikis, penelantaran ekonomi; kekerasan fisik dan kekerasan verbal. Oleh karena itu, penanganan yang diberikan berbeda-beda sesuai dengan  kasus yang terjadi. Untuk kasus kekerasan Psikis, Biro cenderung memberikan konseling dan penguatan diri. Untuk kasus penelantaran ekonomi, Biro menangani dengan konseling dan pelatihan kemandirian ekonomi. Untuk kasus kekerasan Fisik dan Verbal biasanya diberikan konseling dan penguatan diri untuk menghadapi kehidupan selanjutnya serta pemberian terapi jika diperlukan. Sementara itu belum adanya rumah singgah, kesulitan dalam mediasi, serta belum adanya kelengkapan data konseling untuk menunjang administrasi menjadi kelemahan biro ini. Namun, Biro ini menjadikan korban yang telah berhasil melewati proses penanganan sebagai volunteer untuk menangani korban yang lain dan juga pemberian konseling spiritual, pendampingan ke jalur hukum dan terapi lanjutan ketika korban masih membutuhkan.Kata Kunci: KDRT, ‘Aisyiyah, Nasyi’atul ‘Aisyiyah, Biro Nuurus Sakiinah