Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STUDENTS’ DISTANCE LEARNING COPING STRATEGIES: AN ANALYSIS FROM THE PERSPECTIVE OF SDG NUMBER 4 Oktaviani, Maya; Hasanah, Uswatun; Faesal, Muhammad; Elmanora, Elmanora; Zulfa, Vania
Journal of Environmental Science and Sustainable Development Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During the COVID-19 pandemic, the government had implemented a policy which changed face-to-face learning to distance learning. However, there is still a need for teachers to optimize the quality of students' education. This goal is in line with Sustainable Development Goals (SDGs) number four, namely quality education. By getting a quality education, people can break the chain of poverty. Through education, inequality can be reduced, and people can be empowered to live more sustainably and healthily. The purpose of this research was to analyse students' coping strategies during distance learning. This research uses a quantitative approach with a survey method. The research was conducted in Jakarta from May to June 2021. The population was Universitas Negeri Jakarta students. The sample was selected using a cluster sampling technique of as many as 211 students. Data collection uses a coping strategy scale consisting of 39 items derived from the dimensions of problem-focused coping, emotional-focused coping, and seeking social support. The t-value of 0.110 with sig 0.913 > 0.05 shows no significant difference in average coping strategies between female and male respondents. The ANOVA revealed F-value of 0.329 with sig. 0.805 > 0.05, which means there is no significant difference in the average coping strategy of respondents based on birth order. The results of the analysis showed that the students' coping strategies were in the high category. Over time, students can adapt to the learning techniques used in the classroom. The problem-focused coping dimension has the highest average value, so this research concludes that students focus on dealing with the problem when faced with one. Students try to analyse the causes of the problems they face, plan steps to deal with problems, and make efforts to change the situation carefully. There is no difference in the average value of female and male students' coping strategies. Students are more dominant in using problem-focused coping as an effort to deal with stress when implementing distance learning. Students must be able to overcome their problems with appropriate coping strategies to achieve quality learning in education.
ANALISIS FAKTOR PERILAKU SELF-INJURY PADA REMAJA Carolina Wurisetyaningrum; Elmanora, Elmanora; Vania Zulfa
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v2i3.2769

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor self injurypada remaja ditinjau berdasarkan dari dinamika self injury, perilaku self injury, dampak self injury, karakteristik dan latar belakang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021–Januari 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dokumentasi melalui perspektif pelaku self injury dan orang terdekatnya. Teknik pengambilan sampel pada penelituan ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria remaja dengan usia 15-18 tahun yang pernah melakukan self injury dengan jumlah sampel sebanyak 5 informan. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan menggunakan aplikasi ATLAS.ti untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan faktor self injury disebabkan oleh faktor utama yang bersumber dari permasalahan keluarga seperti, adanya trauma pada masa kecil, kesibukan orang tua, merasa dirinya tidak diperdulikan, tidak memiliki kedekatan secara emosional dan tidak adanya dukungan dari pihak keluarga membuat informan melakukan self injury. Selain itu faktor lainnya disebabkan oleh permasalahan percintaan dan self injury muncul karena adanya kemauan atas diri sendiri pada informan sangat besar untuk melukai dirinya.
Penyuluhan Kemandirian Belajar pada Siswa SMPN 259 Jakarta Oktaviani, Maya; Hasanah, Uswatun; Elmanora, Elmanora
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.191-200

Abstract

Adanya pandemi Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh setiap siswa di rumahnya membuat pembelajaran virtual synchronous menjadinya sulit dilakukan secara penuh. Sehingga kemungkinan yang terjadi adalah siswa mengikuti pembelajaran asynchronous yang terdiri dari pembelajaran mandiri dan kolaboratif. Dengan demikian diperlukan kemampuan siswa untuk mau belajar sendiri dan bertanggung jawab atas pilihan belajarnya. Sikap tersebut disebut kemandirian belajar. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memunculkan kesadaran pada diri siswa mengenai pentingnya memiliki sikap kemandirian belajar. Bentuk kegiatan ini adalah perencanaan dan penyuluhan. Perencanaan kegiatan meliputi pembuatan buku saku kemandirian belajar dan uji kelayakan buku. Penyuluhan diikuti oleh 43 orang yang terdiri dari siswa dan guru SMPN 259 Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan, siswa masih belum memiliki sikap percaya diri, inisiatif, dan motivasi yang tinggi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan siswa, masih banyak siswa yang belum mandiri dalam belajar. Dengan demikian, perlu adanya intervensi dari keluarga dan sekolah untuk menumbuhkan kemandirian belajar pada diri siswa.The Covid-19 pandemic in Indonesia has forced the government to implement a distance learning policy. However, the limited facilities and infrastructure owned by each student at home make virtual synchronous learning challenging. So that the possibility that occurs is that students take part in asynchronous learning, which consists of independent and collaborative learning. Thus, it requires the ability of students to want to learn on their own and be responsible for their learning choices, called self-directed learning. The purpose of implementing this community service activity is to raise awareness in students about the importance of having self-directed learning. The form of this activity is planning and counseling. Planning activities include making a pocketbook about self-directed learning and a book feasibility test. The counseling was attended by 43 people consisting of students and teachers of JHS 259 Jakarta. This activity was carried out in October 2021. Based on observations during the activity, students still did not have the attitude of self-confidence, initiative, and high motivation. Based on the results of interviews conducted with students, many students are still not independent in learning. Thus, there is a need for intervention from families and schools to foster self-directed learning in students.
Peran Gaya Pengasuhan Orang Tua dalam meningkatkan Kecerdasan Emosional pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan Rahmasari, Vina; Elmanora, Elmanora; Oktaviani, Maya
Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Gentala Pendidikan Dasar
Publisher : Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/gentala.v8i2.23724

Abstract

This study aims to determine whether there is a relationship between parenting style and emotional intelligence in elementary school students in Pasar Minggu District, South Jakarta. This research is a quantitative study using a survey method with a correlational approach. Collecting data in this study using a questionnaire directly. Retrieval of data using simple random sampling technique. Sampling was carried out in five schools involving 309 students and parents of Madrasah Ibtidaiyah students in Pasar Minggu district, namely MI Al-Hidayatussalafiyah, MI Sirojul Muslimin, MI Al Hikmah, MI Nurul Hidayah JP, and MI Faturrahman. The data collection for this study starts from January 2022 to July 2022. To analyze the relationship between the test variables used is the Spearman rank correlation. Before being tested, the data was tested for prerequisites, namely the normality test using the Kolmogorov-Smirnov. The results showed that there was a relationship between parenting style and students' emotional intelligence of 0.302 with sig. 0.000. Which means that parenting style is significantly related to students' emotional intelligence. The better the parenting style applied by parents, the better the emotional intelligence of students. Thus, parents are advised to apply positive parenting styles, such as the emotional coach parenting style.
DIGITAL CITIZENSHIP: PERAN PARENTAL MEDIATION DAN KUALITAS LINGKUNGAN KELAS DALAM PENGEMBANGAN DIGITAL CITIZENSHIP PADA SISWA Agustina, Rena; Elmanora, Elmanora; Hasanah, Uswatun
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 02 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.112.07

Abstract

Abstrak Kemajuan teknologi digital menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berperilaku secara bertanggung jawab, kritis, dan etis dalam ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh parental mediation dan kualitas lingkungan kelas terhadap digital citizenship siswa. Penelitian ini melibatkan 222 orang siswa dari salah satu sekolah di DKI Jakarta yang dipilih melalui teknik acak sederhana. Peneliti mengumpulkan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa parental mediation dan kualitas lingkungan kelas memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap digital citizenship. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin optimal peran orang tua dalam membimbing anak dalam penggunaan media digital, serta semakin kondusif lingkungan kelas yang diciptakan oleh sekolah, maka semakin tinggi pula tingkat digital citizenship yang dimiliki oleh siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter digital siswa yang bertanggung jawab. Abstract The advancement of digital technology requires students to behave responsibly, critically, and ethically in digital spaces. This study aims to examine the influence of parental mediation and the quality of the classroom environment on students' digital citizenship. The research involved 222 students from a school in DKI Jakarta, selected through a simple random sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that parental mediation and the quality of the classroom environment have a positive and significant influence on digital citizenship. These findings suggest that the more optimal the role of parents in guiding their children in using digital media, and the more conducive the classroom environment created by the school, the higher the level of digital citizenship possessed by students. This study highlights the importance of synergy between families and schools in shaping students' digital citizenship.
ANALISIS MODAL SOSIAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN OBJEKTIF KELUARGA PADA PENGHUNI RUSUNAWA PENJARINGAN Faizah, Karin Nur; Doriza, Shinta; Elmanora, Elmanora
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.122.03

Abstract

Abstrak Mayoritas penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Penjaringan memiliki penghasilan yang rendah dan tidak stabil, sehingga tingginya biaya hidup di perkotaan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan keluarga, khususnya bagi kelompok ekonomi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal sosial terhadap kesejahteraan objektif keluarga dengan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Juli 2025 dengan teknik quota sampling terhadap 130 kepala keluarga yang tinggal di Rusunawa Penjaringan dan memiliki struktur keluarga lengkap. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden, dan dianalisis menggunakan regresi logistik biner. Hasil analisis menunjukkan bahwa modal sosial berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan objektif keluarga (p = 0,002), dengan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,625 yang mengindikasikan bahwa 62,5% variasi kesejahteraan objektif dapat dijelaskan oleh modal sosial. Sebanyak 107 dari 130 responden tergolong sejahtera, yang didukung oleh tingginya modal sosial, terutama pada dimensi kepercayaan yang menjadi komponen tertinggi. Kepercayaan yang tinggi antarwarga berperan penting dalam memperoleh dukungan sosial dan membantu keluarga bertahan dalam kondisi ekonomi yang terbatas. Abstract Most residents in the Penjaringan Public Rental Housing have low and unstable incomes, making the high cost of living in urban areas a significant burden on family well-being, particularly among low-income groups. This study aims to analyze the influence of social capital on the objective well-being of families using a quantitative associative approach. The research was conducted from January to July 2025, employing quota sampling with a total of 130 household heads residing in Rusunawa Penjaringan who have complete family structures. Data were collected through questionnaires distributed directly to respondents and analyzed using binary logistic regression. The results indicate that social capital has a significant effect on the objective well-being of families (p = 0.002), with a Nagelkerke R Square value of 0.625, suggesting that 62.5% of the variation in objective well-being can be explained by social capital. A total of 107 out of 130 respondents were categorized as well-off, supported by high levels of social capital, particularly in the trust dimension, which emerged as the strongest component. High levels of trust among residents play a crucial role in accessing social support and enabling families to endure economic hardship.
Digital Parenting and School Climate to Improve Discipline Character in Students Ngulandari, Puspita Rini; Oktaviani, Maya; Elmanora, Elmanora
Journal of Family Sciences 2024: Special Edition from National Seminar on Family, Child, and Consumer Issue: Building a Quality
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jfs.vi.49888

Abstract

Family is not the only factor that can shape the character of a child's discipline. Schools where children get education and experience, can form a disciplinary character because they must comply with applicable regulations. This study aims to determine the effect of digital parenting and school climate on students' disciplinary character. The research method used an associative quantitative approach. The researcher distributed questionnaires using Google Forms. A proportionate stratified random sampling technique was used to select the sample with 251 students in seventh and eighth grades at Public Junior High School in East Jakarta. The results showed a significant simultaneous effect between digital parenting and school climate on students' disciplinary character. Digital parenting and school climate together can explain the character of discipline by 44.1 percent. So that parents need to increase assistance and control to children by implementing digital parenting. To the school it is necessary to maintain a healthy school climate to form and improve the character of discipline in students. Thus, the higher the application of digital parenting and the healthier or more open the school climate, the higher the character of discipline in students.
Edukasi Pencegahan Child Marriage Pada Remaja Melalui Kegiatan Penyuluhan dan Permainan Ular Tangga Elmanora, Elmanora; Septiana, Anisya; Fadiyah Afifah, Lu'Lu; Sagita Chaerani, Rhesna; Deviyani, Tya
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.801

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Salah satu masalah yang terjadi di masa remaja adalah meningkatnya kasus child marriage. Pada tahun 2022, Indonesia menempati posisi ke-8 di dunia dan posisi ke-2 di ASEAN. Edukasi untuk pencegahan child marriage pada anak usia remaja penting dilakukan untuk mencegah terjadinya child marriage. Kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai child marriage dan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Kegiatan ini dilakukan di salah satu SMA yang ada di Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini dilakukan pada bulan mei tahun 2023 dan telah melibatkan 70 orang siswa. Materi yang disampaikan berupa pengertian child marriage, faktor yang mendorong terjadinya child marriage, dampak child marriage, dan strategi untuk mencegah terjadinya child marriage. Selain pemaparan materi, kegiatan juga dilakukan dengan menggunakan permainan ular tangga yang dalam instruksi permainnya seputar child marriage. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen siswa mampu menjawab dengan benar pertanyaan seputar pengertian, penyebab, dampak, dan strategi pencegahan child marriage. Dengan demikian, metode penyuluhan dan permainan ular tangga dapat menjadi alternatif untuk edukasi kesehatan pada remaja.
Analisis Kekerasan Verbal Orang Tua dan Pengaruhnya terhadap Kepercayaan Diri Remaja Rahmah, Siti; Elmanora, Elmanora; Hasanah, Uswatun
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 5, No 2 (2024): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v5i2.24884

Abstract

Masa remaja merupakan peralihan masa pertumbuhan dan perkembangan individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang dapat ditandai dengan perubahan biologis, perubahan psikologis, maupun perubahan sosial. Jika remaja memiliki kepercayaan diri yang rendah maka hal tersebut dapat menghambat perkembangan remaja dalam bersosialisasi dengan lingkungannya, sulit mengembangkan potensi yang dimiliki, kesulitan mengenal dirinya dan tugas perkembangan lainnya. Penelitian ini memiliki bertujuan untuk menganalisis pengaruh kekerasan verbal orang tua terhadap kepercayaan diri remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 241 orang siswa SMP yang dipilih dengan metode purposive sampling dengan karakteristik memiliki kedua orang tua. Pengumpulan data menggunakan instrumen Kekeraran Verbal Orang Tua dan Personal Evaluation Inventory (PEI). Data tersebut diolah dengan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan verbal orang tua berpengaruh negatif terhadap kepercayaan diri remaja, yang mengartikan bahwa semakin tinggi kekerasan verbal orang tua maka kepercayaan diri yang dimiliki remaja semakin rendah. Untuk meningkatkan kepercayaan diri, orang tua diharapkan untuk menghindari ucapan yang menyakiti hati anak. 
KESEJAHTERAAN KELUARGA PETANI KAYU MANIS Elmanora, Elmanora; Muflikhati, Istiqlaliyah; Alfiasari, Alfiasari
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 5 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6044.279 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2012.5.1.58

Abstract

 This research focused on analysis of the correlation of family welfare using three indicators of welfare and the influence of family characteristics toward family welfare of cinnamon farmer families at Tamiai, Kerinci, Jambi. This research involved 50 families that were selected randomly from families in the study side. Families involved in this research were chosen from families of cinnamon farmer in study site who had school-aged children (fourth, fifth, and sixth grade in elementary school). Data collected by interview with questionnaire. Family welfare was indicated by using three indicators those were BPS, BKKBN, and a simple poverty scorecard for Indonesia. Data was analyzed by descriptive, correlation, and regression analysis. The results showed that the families had low welfare based on the third indicators. Family welfare based on scorecard indicator had correlation significantly with family welfare based on BPS and BKKBN indicator. Family welfare was influenced by family size (BPS and BKKBN indicator), father’s age (BKKBN indicator) and family income (BPS, BKKBN, and Scorecard indicator).