Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SOSIOLOGI NUSANTARA

KERENTANAN HIDUP PEREMPUAN PENARIK LANCANG DI KAWASAN PANTAI JAKAT KOTA BENGKULU Yessilia Osira
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.586 KB) | DOI: 10.33369/jsn.1.1.81-95

Abstract

Pulling a sailboat, locally known as nyongsong, is one of informal sector jobs at Pantai Jakat of Bengkulu city. The workers‘ lives depended on the job of fishermen in catching fish, whose income was uncertain. This Study shows that the number of nyongsong woman-workers was increasing, and it was dominated by women aged more than 40 years old with three to seven dependents. Even though initially the motivation of those women in doing their job was just to help their respective family‘s economy, the job is now playing an important role in fulfilling family need. The study shows that the nyongsong may raise vulnerability, namely: a) vulnerability of job and outcome, b) job risk, c) inability to access and manage social guarantee. However, the nyongsong was able to adapt in: a) changing the motivation to help family in fulfilling the family need, b) collecting the fish together with the fishermen, and the result would be divided for two parties, c) producing dried fish, becoming farming laborers, selling vegetables, if there was no job to do.Key words : Sailboat pulling worker, Vulnerability
POLA KOMUNIKASI PELAYANAN LANSIA DALAM PERSPEKTIF ADAT BUDAYA DI BENGKULU Dhanurseto Hadiprashada; Yessilia Osira
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.8.1.169-175

Abstract

Lanjut Usia (lansia) memiliki kerentanan aspek fisik, mental, sosial, maupun ekonomi, sehingga memerlukan pelayanan yang optimal. Pelayanan ini bisa dicapai melalui pola komunikasi yang tepat bagi para lansia, yang sesuai dengan adat budaya masing-masing lansia. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan untuk mengkaji Pola Komunikasi Pelayanan Lansia dalam Perspektif Adat Budaya Di Bengkulu, khususnya adat budaya Suku Serawai di Desa Talang Kabu Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, studi dokumentasi dan observasi lapangan. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisa secara kualitatif sehingga tercapai maksud dan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Masyarakat Desa Talang Kabu, merupakan kumpulan masyarakat yang berasal dari tiga jungku (komunitas) yaitu Jungku Talang Kabu Lamo, Jungku Patih Layang dan Jungku Penago. 2) Suku Serawai, khususnya di Desa Talang Kabu memandang makna lansia sebagai orang yang dihormati, dimuliakan, dan dituakan dalam kehidupan masyarakat desa. Hal ini terlihat dari cara komunikasi atau interaksi masyarakat desa dengan orang tua atau lansia, baik yang masih hidup maupun para orang tua yang sudah meninggal dunia, 3) Pelayanan terhadap warga lanjut usia di Talang Kabu dilakukan melalui: a) Pola komunikasi primer sebagaimana dilakukan oleh lansia dalam menyampaikan nasehat kehidupan bagi anak dan cucunya yang sedang melaksanakan prosesi pernikahan, b) Pola komunikasi sekunder, seperti berkomunikasi melalui gambar dalam handphone untuk menjelaskan maksud yang akan disampaikan, c) Pola komunikasi linier, sebagaimana diterapkan ketika mengarahkan perilaku lansia untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari atau mengarahkan lansia melaksanakan aktifitas keseharian. Pola komunikasi pelayanan pada lansia ini mencakup fungsi komunikasi; sosial, ekspresif, ritual, dan instrumental. Berdasarkan hasil penelitian, maka direkomendasikan kepada Kepala Desa  Talang Kabu dan Aparat Desa, dibantu Kelompok PKK, Posyandu, dan Lembaga Adat, untuk: 1) Pembuatan profil masing- masing lansia 2) Pembentukan Paguyuban Keluarga Lansia di Desa Talang Kabu, 3) Mengaktifkan kembali ruang kreatifitas warga lanjut usia.Kata Kunci : Adat Budaya, Pola Komunikasi, Pelayanan Lansia