Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Seleksi Pohon Teduhan di Kampus Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru Nova Annisa; Krisdianto Krisdianto; Setia Budi Peran
Bioscientiae Vol 17, No 1 (2020): BIOSCIENTIAE Volume 17 No. 1
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.788 KB) | DOI: 10.20527/b.v17i1.3130

Abstract

This study aims to determine the type of tree, number of stomata, the proportion of canopy closure and water content in the leaves of several types of shade trees located on the campus of ULM Banjarbaru, and the relationship between the number of leaf stomata to leaf area, if there is a proportion factor thought to affect the water content will be controlled. Data obtained in the analysis of the proportion of water content in the leaves, the proportion of canopy closure, the location of the tree, and the number of stomata by using descriptive analysis and digital image analysis of satellite data. To determine the relationship between leaf area, the proportion of canopy closure and water content in the leaves of the shade trees used partial correlation analysis with SPSS version 17. Based on the results of a study of the density of stomata in the size of 1 cm², found 10 species of trees shade the best such as Psidium guajava (guava), Mangifera casturi (kasturi), Hevea brasiliensis (rubber), Pithecellobium lobatum (jengkol), Mangifera indica (mango), Theobroma cacao (brown), Persea americana (avocado), Eugenia aquea (rose apple), Gnetum gnemon (melinjo), and Arthocarpus heterophyllus (jackfruit). The density of leaf stomata are not related to the broad leaves of the shade tree on the campus of  ULM Banjarbaru.
Alternative Energy of Biomass Briquettes from Alaban Wood and Rubber Seed Shells with Rubber Sap Adhesive and Dyeing Used Cooking Oil Ninis Hadi Haryanti; Nova Annisa; Suryajaya Suryajaya; Surini Surini
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v20i1.15026

Abstract

The increasing demand for energy and fossil fuels has caused a shortage of energy, so renewable alternative energy is needed to help solve this problem. Biomass waste has significant potential as a briquette-making material. The production of briquettes as an alternative energy source made from biomass from Alaban wood charcoal and rubber seed shells is one solution. The research was conducted to determine the characteristics of briquettes with differences in composition variations, including moisture content, ash content, and caloric value in accordance with SNI 01-6235-2000 standards. Alaban wood charcoal and rubber seed shells that have been carbonized and made into powder were then sieved with a 60 mesh sieve and then weighed and mixed with a rubber adhesive, and then molded with a pressure of 200 kg/cm2. The composition variations used for Alaban wood charcoal and rubber seed shells are 100%:0%; 0%:100%; 70%:30%; 60%:40%; 50%:50%; 40%:60%; 30%:70% with 9% rubber adhesive in the total weight for each composition and dipped in used cooking oil for 3 minutes. The characteristics of the resulting briquettes are moisture content of 0.69%-2.06%; ash content of 3.34%-4.91%; and caloric value of 7.863kcal/g-8.042kcal/g. The results of this research as a whole have met the standards. The more rubber seed shells that are added, the lower the moisture content, the higher the ash content, and the caloric value. Briquettes with a composition of 30% Alaban wood charcoal and 70% rubber seed shells produce a caloric value of 7.953 kcal/g, moisture content of 0.75%, and ash content of 4.19%.
ANALISIS POLA DAN KUALITAS UDARA PADA PARKIRAN BASEMENT PUSAT PEBELANJAAN BANJARBARU Riza Miftahul Khair; Ainun Rahmaniah; Muhammad Husin; Nova Annisa
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i2.17571

Abstract

Pencemaran udara di dalam ruang merupakan salah satu fenomena lingkungan yang membahayakan kesehatan manusia. Parkiran basement merupakan ruangan yang berpotensi menghasilkan emisi gas buang kendaraan. Pusat perbelanjaan yang memiliki parkiran di basement dapat menggangu indeks kenyamanan melalui kualitas udara yang tercemar. Penelitian ini bertujuan mengukur kualitas udara di Parkiran Basement Pusat Perbelanjaan Banjarbaru dengan parameter CO dan TSP. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku dan menginterpretasikannya menjadi bentuk peta pola sebaran melalui Software Quantum GIS 2.28.2. Pengukuran CO dilakukan menggunakan NDIR Analyzer  melalui teddlar bag berdasarkan SNI 7119.10-2011 memakai metode Non-Dispersive Infrared Sensor (NDIR) dan metode manual alat menggunakan TSI DustTrak II Aerosol Monitor untuk pengukuran konsentrasi TSP. Pengukuran dilakukan pada jam puncak kepadatan pengunjung yang bertepatan di akhir pekan pada hari minggu selama satu jam pada masing-masing titik. Titik pengambilan sampel terdiri dari 6 titik berdasarkan grid lokasi. Dalam pengukuran konsentrasi tiap parameter, nilai faktor meteorologis meliputi suhu, kelembaban, tekanan udara serta arah dan kecepatan angin turut dilakukan pengukuran. Hasil pengukuran parameter diperoleh konsentrasi CO tertinggi dititik 5 sebesar 5852 µg/Nm3 dan konsentrasi TSP tertinggi dititik 4 sebesar 0,022 µg/m3. Nilai tersebut masih berada dibawah baku mutu PP No. 22 Tahun 2021 untuk CO 10000 µg/Nm3 dan TSP 250 µg/m3. Nilai faktor meteorologis kelembaban, tekanan udara, serta arah dan kecepatan angin masih terbilang aman untuk indeks kenyamanan ruang kerja yang ditetapkan Permenaker No.5 Tahun 2018. Namun untuk nilai suhu melebihi ketetapan tersebut dengan maksimal rentang 23°C-26°C sedangkan hasil pengukuran memperoleh nilai 32°C-34°C. Hasil pemetaan pola sebaran CO dan TSP menunjukkan perbedaan kerapatan garis dan warna kontur. Perbedaan kerapatan garis kontur mengartikan bahwa dispersi polutan memiliki intensitas tertentu. Warna kontur menunjukkan tingkatan dari sebaran polutan tertinggi dan terendah. Berdasarkan peta pola sebaran, sebaran CO terbilang lebih pekat pada beberapa titik. Sedangkan sebaran TSP yang diterima terbilang kecil.  Kata Kunci: CO, Parkiran Basement, Pola Sebaran, TSP, Quantum GIS 2.28.2
SEBARAN KEBISINGAN BANDAR UDARA ADI SUMARNO MENGGUNAKAN SOFTWARE MATLAB Lea Purnama; Rd. Indah Nirtha Nilawati; Nova Annisa
Dampak Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.18.1.32-36.2021

Abstract

Noise is an unwanted sound that comes from a business or an activity in a certain time level that can cause health problems and comfort. The level of aircraft noise exposure around Adi Sumarmo International Airport can cause disruption to residents living in close proximity to the airport. The creation of airport noise maps is urgently required to identify residential areas that are affected in certain areas. The aircraft noise contour is created by the model using Matlab Software. This study use LWECPN as the evaluation indicator for aircraft noise according to Government Regulation No.40 of 2012. It is recommended that the noise level in cultural and educational areas should be less than 70 dB, whereas the level at other living areas should be no more than 75 dB. The method used in this study consisted of several processes: modeling steps, programming steps, and modeling validation. Based on the aircraft noise simulation of Adi Sumarmo Airport it was found that the regional coverage of area with LWECPN > 80 dB was 4,13 km2, including 1,16 km2 residents living and 5 educational buildings, LWECPN 75-80 dB was 2,27 km2 including 1,912 km2 residents living and 5 educational buildings, and LWECPN 70-75 dB was 6,4 km2 including 8 educational buildings. Keywords: Noise, Modelling, Validation ABSTRAK Kebisingan merupakan suara yang tidak dikehendaki yang berasal dari dari usaha atau suatu kegiatan dalam tingkat waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan kenyamanan. Tingkat kebisingan yang dihasilkan pesawat dari Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo dapat menyebabkan gangguan terhadap permukiman penduduk yang berada di sekitarnya. Pembuatan peta sebaran kebisingan penting dilakukan untuk mengidentifikasi permukiman yang terkena dampak kebisingan tersebut. Peta kontur kebisingan dihasilkan dari model yang dibuat dengan menggunakan software Matlab. Pada penelitian ini indeks kebisingan yang digunakan yaitu WECPNL yang sesuai dengan PP No. 40 Tahun 2012. Dalam indeks kebisingan WECPNL, tingkat kebisingan diharuskan kurang dari 70 dB untuk kawasan sekolah, dan tidak lebih dari 75 dB untuk kawasan permukiman penduduk. Metode yang dipakai dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu tahap permodelan, tahap pemrograman, dan validasi model. Berdasarkan hasil simulasi kebisingan pesawat di Bandar Udara Adi Sumarmo, terdapat kawasan tingkat kebisingan dengan WECPNL > 80 dB seluas 4,13 km2 yang terdiri dari 1,16 km2 untuk kawasan permukiman dan terdapat 5 bangunan sekolah yang berada pada kawasan tersebut. Selain itu luas total kawasan tingkat kebisingan dengan WECPNL 75-80 dB sebesar 2,27 km2 yang terdiri dari kawasan permukiman seluas 1,912 km2 dan terdapat 5 bangunan sekolah. Pada kawasan tingkat kebisingan WECPNL 70-75 dB mencakup luas wilayah sebesar 6,4 km2 dimana pada kawasan tersebut terdapat 8 bangunan sekolah. Kata Kunci: Kebisingan, Permodelan, Validasi.
ANALISIS KUANTITAS DAN KUALITAS AIR HUJAN UNTUK CADANGAN AIR BERSIH PADA SEKOLAH BERASRAMA Fadhil, Muhammad Zaini; Annisa, Nova
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20669

Abstract

Sistem sekolah berasrama tidak hanya melaksanakan kegiatan belajar, namun juga kegiatan sehari- hari seperti mandi, mencuci, dan lainnya. Banyaknya siswa pada satu tempat dan adanya kegiatan sehari membuat kebutuhan air bersih menjadi tinggi. Sekolah berasrama yang hanya menggunakan PDAM sebagai penyedia air bersih akan mengalami kendala jika terjadi gangguan distribusi air. Berdasarkan itu, diperlukan sumber cadangan air bersih yang bisa didapatkan dari pemanfaatan air hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuantitas dan kualitas air hujan pada sekolah berasrama sebagai sumber penyediaan untuk cadangan air bersih. Penelitian ini dilakukan di SMAN Banua Kalsel yang merupakan sekolah berasrama. Metode analisis kuantitas air hujan menggunakan analisis hidrologi terhadap curah hujan harian maksimum untuk mengetahui volume suplai maksimum air hujan. Analisis kualitas air hujan dilakukan pada parameter TDS, pH, dan e. coli. Pengujian sampel air hujan di SMAN Banua Kalsel terhadap parameter tersebut dibandingkan dengan baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil analisis kuantitas air hujan yaitu volume suplai maksimum dapat mencapai 973,4 m3. Kualitas air hujan yaitu parameter TDS yaitu <51 mg/L, pH 7,41, dan e. coli 140 CFU/100mL. Parameter yang belum memenuhi baku mutu adalah e. coli.
KARAKTERISASI BRIKET KULIT KAYU GALAM DAN CANGKANG BIJI KARET DENGAN VARIASI KOMPOSISI DAN PEREKAT GETAH DAMAR PADA PENCELUPAN MINYAK JELANTAH Damayanti, Dian Khatimah; Annisa, Nova; Haryanti, Ninis Hadi; Prihatini, Nopi Stiyati; Nilawati, Indah Nirtha
Jernih: Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Vol 7 No 2 (2024): JERNIH
Publisher : Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jernih.v7i2.1261

Abstract

Biomass energy can be used as a substitute for petroleum fuel (fossil) by converting it into briquettes which have a high calorific value. The aim of the study was to analyze the effect of variations in the composition of raw materials on the characteristics of the waste briquettes of galam bark and rubber seed shells in used cooking oil immersion. The independent variables in this study were variations in the composition of raw material for galam bark waste: rubber seed shell, namely 70%: 30%; 60%:40%; 50%:50%; 40%:60%; 30%:70%, and control variations of galam bark:rubber seed shell, namely 100%:0% and 0%:100%. The particle size of galam bark charcoal and rubber seed shell was 60 mesh, pressure was 200 kg/cm2 and resin adhesive was 9%. The best composition variation is 40% Galam bark and 60% rubber seed shell with a calorific value of 8006 cal/gr, 3.1% moisture content, 2.98% ash content, 84.26% volatile content, and 10.24 compressive strength. kg/cm2.
INVENTARISASI GAS EMISI RUMAH KACA YANG DIHASILKAN PT KALTIM METHANOL INDUSTRI DARI AUXILIARY BOILER DAN STACK REFORMER DENGAN METODE IPCC Salsabila, Sarah Hasna; Firdausy, Muhammad Abrar; Khair, Riza Miftahul; Annisa, Nova
Jernih: Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Vol 7 No 2 (2024): JERNIH
Publisher : Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jernih.v7i2.2368

Abstract

PT Kaltim Methanol Industri adalah perusahaan penghasil methanol satu-satunya di Indonesia dalam operasinya dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca dari auxiliary boiler dan stack reformer. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis estimasi jumlah emisi gas rumah kaca CO2 serta membandingkan dengan pengukuran alat di PT Kaltim Methanol Industri. Perhitungan emisi gas rumah kaca CO2 dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan sesuai pedoman IPCC Guideline 2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar emisi gas emisi rumah kaca dengan perhitungan metode IPCC pada tahun 2020 hingga 2022 bertutut-turut untuk tier 1 adalah 314.567,75 ton CO2e, 279.269,49 ton CO2e dan 285.195,41 ton CO2e. Besar nilai tier 2 adalah 317.646,38 ton CO2e, 281.275,62 ton CO2e dan 286.3566,18 ton CO2e. Besar tier 3 adalah 319.283,00 ton CO2e , 283.066,04 ton CO2e dan 288.073,27 ton CO2e. Berdasarkan masing-masing nilai perhitungan yang paling mendekati dengan nilai pengukuran pada tahun 2020-2022 yaitu sama berada pada tier 3. Selisih tier 3 masing-masing tahun rentang 1-2% saja. Berdasarkan penelitian tersebut Gas Rumah Kaca di PT Kaltim Methanol Industri berbanding lurus dengan jumlah produksi methanol. Kata kunci: Inventarisasi, methanol, emisi gas rumah kaca, IPCC.
PEMANFAATAN CITRA SATELIT DALAM MEMPERKIRAKAN POTENSI EROSI SUB-SUB DAS RIAM KANAN Mazaya, Gusti Ihda; Riduan, Rony; Khair, Riza Miftahul; Annisa, Nova; Hikmah, Asyifa Nur; Ramadayanti, Siti
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v11i1.22219

Abstract

Erosi adalah peristiwa perpindahan atau terangkutnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami. Pada peristiwa erosi, tanah atau bagian-bagian tanah pada suatu tempat terkikis dan terangkut yang kemudian diendapkan di tempat lain. Erosi mengakibatkan sebagian besar lapisan tanah hilang, besarnya erosi yang terjadi juga menunjukkan betapa kritisnya tanah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi serta tingkat laju erosi tanah pada Sub-Sub DAS Riam Kanan terutama di wilayah Rantau Balai pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan berupa model Equation of Revised Universal Soil Loss (RUSLE) dengan data yang diolah menggunakan javascript pada platform Google Earth Engine. Metode RUSLE dapat memberikan hasil kehilangan tanah yang signifikan dalam menganalisis aliran permukaan. Persamaan RUSLE yang digunakan menggunakan faktor erosivitas hujan (R), faktor erodibilitas tanah (K), faktor Panjang dan kemiringan lereng (S), faktor pengelolaan tanaman (C), serta faktor tindakan konservasi (P). Hasil analisis rata-rata laju erosi yaitu sebesar 6,0849 Ton/Ha/Tahun dikategorikan sebagai erosi kelas sangat ringan. Metode analisis spasial menggunakan model RUSLE dan Google Earth Engine terbukti efektif dalam memberikan pemahaman yang lebih baik tentang potensi erosi tanah di wilayah studi.
Bio-briquettes from tea fluff biochar: a response surface methodology study on particle size, resin gum-adhesive, and used cooking oil immersion time Suryajaya, Suryajaya; Agustian, Egi; Haryanti, Ninis Hadi; Prasetia, Hafiizh; Rahmah, Siti; Kurniawan, Hendris Hendarsyah; Wianto, Totok; Ramadhoni, Benni F; Manik, Tetti Novalina; Annisa, Nova; Rezamela, Erdiansyah; Sulaswatty, Anny
International Journal of Renewable Energy Development Vol 14, No 5 (2025): September 2025
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy (CBIORE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61435/ijred.2025.60877

Abstract

Fluff tea is the residual solid waste generated in the green tea industry and holds the potential for development as a solid fuel in bio-briquettes. This study transformed fluff tea into bio-briquettes utilizing biochar produced through slow pyrolysis. The study aimed to optimize bio-briquettes production from fluff tea using the Response Surface Methodology (RSM) approach through proximate analysis. The cylindrical bio-briquettes were produced using biochar particle sizes of 850, 500, and 150 μm, resin gum adhesive concentrations of 10%, 15%, and 20%, and immersion times in cooking oil of 0, 3, and 6 minutes. The results showed that the overall response by the p-value was <0.05, and the lack of fit was insignificant (p-value >0.05). The findings indicated that the calorific value of tea fluff rose from 4,482.56 cal/g to 6,374.98 cal/g after conversion to biochar. The optimum conditions for producing tea fluff bio-briquettes were a particle size of 850 μm, adhesive concentration of 11%, and immersion time of 5 minutes. The bio-briquettes exhibited a moisture content of 3.53%, ash content of 5.65%, volatile matter of 14.75%, fixed carbon of 76.14%, calorific value of 7,796.37 cal/g, combustion rate of 0.11 g/min, density of 1.22 g/cm3, and compressive strength of 35.57 N/cm2. Most tea fluff briquettes' properties had met Indonesia's briquettes standard. The production of bio-briquettes from tea fluff waste is a viable alternative fuel for both industrial and domestic applications.
PEMANFAATAN CITRA SATELIT DALAM MEMPERKIRAKAN POTENSI EROSI SUB-SUB DAS RIAM KANAN Gusti Ihda Mazaya; Rony Riduan; Riza Miftahul Khair; Nova Annisa; Asyifa Nur Hikmah; Siti Ramadayanti
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v11i1.21869

Abstract

Erosi adalah peristiwa perpindahan atau terangkutnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami. Pada peristiwa erosi, tanah atau bagian-bagian tanah pada suatu tempat terkikis dan terangkut yang kemudian diendapkan di tempat lain. Erosi mengakibatkan sebagian besar lapisan tanah hilang, besarnya erosi yang terjadi juga menunjukkan betapa kritisnya tanah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi serta tingkat laju erosi tanah pada Sub-Sub DAS Riam Kanan terutama di wilayah Rantau Balai pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan berupa model Equation of Revised Universal Soil Loss (RUSLE) dengan data yang diolah menggunakan javascript pada platform Google Earth Engine. Metode RUSLE dapat memberikan hasil kehilangan tanah yang signifikan dalam menganalisis aliran permukaan. Persamaan RUSLE yang digunakan menggunakan faktor erosivitas hujan (R), faktor erodibilitas tanah (K), faktor Panjang dan kemiringan lereng (S), faktor pengelolaan tanaman (C), serta faktor tindakan konservasi (P). Hasil analisis rata-rata laju erosi yaitu sebesar 6,0849 Ton/Ha/Tahun dikategorikan sebagai erosi kelas sangat ringan. Metode analisis spasial menggunakan model RUSLE dan Google Earth Engine terbukti efektif dalam memberikan pemahaman yang lebih baik tentang potensi erosi tanah di wilayah studi.