Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Tindak Tutur Permintaan Maaf Dalam Drama Love O2O Anissa Fadillah; Julina; Niza Ayuningtias
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 7 (2026): NJMS - Februari 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak tutur permintaan maaf dalam drama Tiongkok Love O2O. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, menggunakan teori tindak tutur Austin dan Searle dan jenis permintaan maaf oleh Zhang. Hasil penelitian ini ditemukan 18 data permintaan maaf, yang merupakan bentuk tindak tutur ekspresif. Dalam drama Love O2O, ditemukan 6 kata yang secara langsung menyatakan permintaan maaf, yaitu 抱歉 (bàoqiàn), 不好意思 (bùhǎoyìsī), 对不起 (duìbuqǐ), 恕 (shù), 赔罪 (péizuì) dan 原谅 (yuánliàng). Dan ditemukan 12 kata yang secara tidak langsung menyatakan permintaan maaf, yaitu 错了(cuòle), 嘴贱 (zuǐ jiàn), 别生气/不要生气 (bié shēngqì/bùyào shēngqì), 一着急 (yī zhāojí), 放你走 (fàng nǐ zǒu), 久等 (jiǔ děng), 罪人(zuìrén), 自罚 (zì fá), 弄得你不高兴 (nòng dé nǐ bù gāoxìng), 不了 (bùliǎo), 我不对 (wǒ bùduì) dan 让你见笑了 (ràng nǐ jiànxiàole). Penggunaan permintaan maaf dalam drama ini sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, hubungan antar tokoh dan tujuan komunikasi. Temuan ini memperlihatkan bahwa tindak tutur permintaan maaf dalam drama Love O2O diungkapkan dengan beberapa cara untuk mengungkapkan permintaan maaf
ANALISIS KESALAHAN INTRALINGUAL SISWA DALAM BAHASA MANDARIN MELALUI TRANSKRIPSI Wijaya, Williams; Adha, T. Kasa Rullah; Ayuningtias, Niza
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 4 No. 1 (2026): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v4i1.6003

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesalahan intralingual siswa dalam mentranskripsi audio listening section HSK IV melalui pendekatan error analysis. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi kesalahan performatif dan dampaknya secara semantik kognitif. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa dominan menghasilkan full dan partial transcription. Pada aspek performatif, misformation menjadi kesalahan yang paling dominan, diikuti addition dan omission, yang seringkali muncul bersamaan. Secara semantik kognitif, kesalahan dipicu oleh ketidaktelitian dan keterbatasan pemetaan kosakata siswa yang merusak makna ujaran. Penelitian ini juga membuktikan bahwa penggunaan teknologi pengetikan tidak mengeliminasi kesalahan linguistik, mengingat hambatan utama terletak pada pemahaman fonetik dan struktur bahasa. Temuan ini diharapkan berkontribusi dalam merancang evaluasi dan pengajaran bahasa Mandarin yang lebih efektif.