Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Orang Tua dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Harapan Baru Samarinda Seberang Fitri Yani; Rini Ernawati
Borneo Student Research (BSR) Vol 2 No 3 (2021): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dengan kejadian stunting dengan peneliti sebelumnya. Metodologi: Menggunakan metode penelitian deskriptif korelasi dengan jenis penelitian kuantitatif dan melalui pendekatan cross sectional. Surveycross sectional ialah penelitian yang dilakukan untuk mempelajari apakah ada korelasi antara faktor resiko dengan efek, dengan cara observasi,pendekatan atau mengumpulkan data sekaligus pada suatu saat tertentu. Hasil: Didapatkan hasil bahwa kejadian stunting merupakan suatu keharusan ibu-ibu untuk memberikan balita makanan yang bergizi dan sehat sesuai porsi anak. Manfaat: Dengan meningkatakan pemahaman tindakan ibu agar dapat memberi balita makanan yang bergizi
Faktor Jarak Kehamilan yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Harapan Baru Samarinda Seberang Ria Jayanti; Rini Ernawati
Borneo Student Research (BSR) Vol 2 No 3 (2021): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan jarak kehamilan ibu dengan kejadian stunting di puskesmas harapan baru samarinda seberang. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskristif korelasi dengan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan teknik pendekatan sampling cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah orang tua yang memiliki balita (1-5 tahun), mampu berbahasa Indonesia, yang berkunjung di posyandu wilayah kerja Puskesmas Harapan Baru Samarinda Seberang dengan jumlah responden sebanyak 70 responden. Pada penelitian ini peneliti menggunakan uji Chi-square untuk dengan skala ordinal. Hasil: Dari total 70 responden, Balita yang mengalami stunting ada 28 responden (40%), dan yang tidak mengalami stunting sebanyak 42 responden (60%). Hasil uji yang dibuktikan melalui rumus chi-square dengan hasil taraf signifikan α = 0% dan nilai p = 0,004. Terdapat Hubungan antara Jarak Kehamilan dengan kejadian Stunting di Puskesmas Harapan Baru Samarinda Seberang dengan nilai p-value=0,002 < 0,05 , sehingga HO di tolak. Manfaat: Penelitian yang dilakukan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi peneliti tentang hubungan jarak kehamilan dengan kejadian stunting di puskesmas harapan baru samarinda seberang.
Hubungan Kehamilan Remaja dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Harapan Baru Samarinda Seberang Cindy Ega Fiolentina; Rini Ernawati
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 1 (2021): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Studi: Mengetahui hubungan kehamilan remaja dengan kejadian stunting di Puskesmas Harapan Baru Samarinda Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasi dengan jenis penelitian kuantitatif dan melalui pendekatan cross sectional. Hasil: Hasil penelitian disimpulkan dari 70 orang responden, yang memiliki riwayat kehamilan remaja atau <20 tahun sebanyak 45 orang dengan persentase 63,4% dan ≥ 20 tahun sebanyak 25 orang dengan persentase 25,7%. Responden balita dengan stunting sebanyak 28 balita dengan persentase 40,0% dan balita tidak stunting dengan persentase sebanyak 60,0% sebanyak 42 balita. Manfaat: Dapat mengurangi angka kejadian stunting pada balita di Puskesmas Harapan Baru Samarinda Seberang
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial Anak Usia Sekolah Dasar di SD Muhammadiyah 5 Samarinda Nur Herlindra Alawiyah; Rini Ernawati
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 1 (2021): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Untuk mengidentifikasi karakteristik, penggunaan gadget, perkembangan interaksi sosial dan menganalisis adanya hubungan penggunaan gadget dengan interaksi sosial pada anak usia sekolah dasar di SD Muhammadiyah 5 Samarinda. Metodologi: Kuantitatif berbentuk Descriptive Corelation dengan pendekatan Cross Sectional. Besar sampel 97 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan uji chi-square. Hasil: Nilai p-value 0,231 (p > 0,05) yaitu kesimpulannya Ho diterima. Hal ini menjelaskan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dan interaksi sosial anak usia sekolah dasar di SD Muhammadiyah 5 Samarinda. Hasil odds ratio 0,610 artinya penggunaan gadget yang rendah berpeluang 0,610 kali lipat lebih besar dapat membentuk interaksi sosial yang baik dibanding penggunaan gadget yang tinggi. Manfaat: Hasil penelitian ini diharapkan agar dapat lebih memperhatikan interaksi sosial anak yang menggunakan gadget usia sekolah dasar.
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Motivasi Belajar Anak Usia Sekolah Dasar di SD Muhammadiyah 5 Samarinda Abdul Hair; Rini Ernawati
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 2 (2022): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Motivasi Belajar Anak Usia Sekolah Dasar di SD Muhammadiyah 5 Samarinda Metodologi : Penelitian ini dilakukan di SD Muhammadiyah 5 Samarinda dengan 97 responden. Metode penelitian kuantitatif mengadopsi bentuk deskriptif dan terkait, dan menggunakan metode cross-sectional dan alat penelitian untuk membentuk kuesioner yang dijawab oleh Google. Hasil : Studi ini menemukan bahwa 90 anak (92,8%) menggunakan peralatan intensitas tinggi dan 7 anak (7,2%) dengan tingkat penggunaan rendah dan 49 responden (50,5%) berbaring. % Pada kasus rasio probabilitas (OR) 1333, hasil p-value 1000>0,05 dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: tidak ada hubungan antara penggunaan peralatan dengan motivasi pendidikan anak. Manfaat : Tidak Adanya Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Motivasi Belajar
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Kognitif Anak Usia Sekolah Dasar di SD Muhammadiyah 5 Samarinda Rosa Awalia Norfadillah; Rini Ernawati
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 2 (2022): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Anak memiliki kecerdasan yang berbeda dan banyak aspek kemampuan yang perlu dikembangkan, salah satunya adalah mengembangkan kemampuan kognitif. Proses kognitif berhubugan dengan tingkat kecerdasan (intelegensi) yang menandai seseorang dengan berbagai minat terutama ditunjukan kepada ide-ide dan belajar. Pada anak menggunakan gadget dengan durasi lebih dari 120 menit akan menimbulkan kecanduan dan berdampak negatif pada kognitif dan akan berdampak positif jika penggunaannya sesuai aturan main dan orang tua ikut serta menyeleksi konten apa saja yang ada pada gadget. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif berbentuk descriptive correlation dan menggunakan pendekatan cross sectional dengan menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner yang di jawab melalui google form dan penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah 5 Samarinda. Hasil: Hasil penelitian menunjukan pada penggunaan gadget dengan durasi rendah sebanyak 52 responden (53,6%), dengan kognitif yang baik sebanyak 56 resonden (57,8%). Dan yang menggunakan gadget dengan durasi yang tinggi sebanyak 45 responden (46,4%), dengan kognitif kurang baik sebanyak 41 responden (42,2%). Berdasarkan uji chi-square di peroleh p-value 0,415>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penggunaan gadget dan kognitif . Manfaat: Menambah pengalaman dan meningkatkan pengetahuan bagi peneliti tentang Hubungan Penggunaan Gadget dengan Kognitif Anak Usia Sekolah Dasar di SD Muhammadiyah 5 Samarinda
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Moral Anak Usia Sekolah Dasar di SD Muhammadiyah 5 Samarinda Juwita Juwita; Rini Ernawati
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 2 (2022): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan moral anak terutama pada kelas 5. Metodologi: Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah 5 Samarinda pada kelas 5 sekolah dasar dengan populasi 128 responden. Dari 128 populasi sampel penelitan sebanyak 97 responden. Metode penelitian kuantitatif berbentuk descriptive corelation dan menggunakan pendekatan cross sectional dengan menggunakan instumen penelitian berupa kuesioner yang di jawab melalui google from. Hasil: Hasil penelitian didapatkan penggunaan gadget pada anak yang memakai gadget dengan intensitas tinggi sebesar 90 (92,8%) responden dan pemakaian sedang sebesar 7 (7,2%) responden. Pada moral didapatkan data kurang baik sebesar 55 (56,8) responden dan baik 42 (43,2%) responden. Hasil p-value 0,462 > 0,05 dengan nilai odds ratio (OR) sebesar 1,825. Manfaat: Hasil dari penelitian ini di harapkan agar lebih memperhatikan dalam penggunaan gadget pada anak sehingga tidak terjadinya penurunan moral pada anak.
Peningkatan Kemampuan Perawatan Vulva Hygiene Saat Menstruasi Bagi Siswi Berkebutuhan Khusus di SLB Samarinda Rini Ernawati; Siti Khoiroh Muflihatin; Marjan Wahyuni
Jurnal Pesut : Pengabdian untuk Kesejahteraan Umat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Pesut: Pengabdian untuk Kesejahteraan Umat
Publisher : Pusat Penerbitan Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jp.v2i2.1341

Abstract

Setiap remaja putri mengalami menstruasi, hal ini normal, namun memerlukan suatu pengetahuan agar tidak mengalami kesulitan khususnya soal menstruasi (Aryani, 2010). Remaja putri dengan berkebutuhan khusus lebih membutuhkan informasi tentang bagaimana perawatan diri saat menstruasi seperti berapa kali ganti pembalut, bagaimana cara membersihkan organ intim yang benar, agar tidak mudah terjadi infeksi pada organ genitalia. Salah satu cara memberikan informasi kepada siswa berkebutuhan khusus adalah dengan cara memberikan pendidikan kesehatan reproduksi tentang perawatan vulva hyigiene saat menstruasi. Sehubungan dengan keterbatasan siswi disabilitas, maka dalam menyampaikan materi dilakukan menggunakan media boneka dan video untuk memperjelas materi juga dibantu oleh guru pendamping dari SLB yang menjelaskan dengan bahasa isyarat ( non verbal) . Kegiatan pengabdian ini dilakukan kepada 50 siswi disabilitas yang ada di SLB Samarinda. Siswi dikumpulkan di aula sehingga memudahkan untuk hadir bagi siswa yang memiliki keterbatasan motorik ( menggunakan kursi roda). Kegiatan ini berlangsung 3 jam. Hasil yang diperoleh adalah siswi memahami tentang konsep menstruasi, perawatan mandiri saat menstruasi, bagaimana membuang pembalut , dan memahami cara membersihkan organ intim dengan benar. Hal ini juga memberi motivasi kepada para guru untuk mengaktifkan UKS dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada para murid.
THE CORRELATION OF INTERPREGNANCY INTERVAL AND TEENAGE PREGNANCY WITH STUNTING INCIDENCE IN PUSKESMAS HARAPAN BARU SAMARINDA Rini Ernawati
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jmr.v4i2.716

Abstract

Abstract Stunting is a chronic problem that occurs in children that causes growth problems which is short stature. Long-term impact on stunted children is cognitive impairment, learning difficulties and a high risk of developing degenerative diseases. Stunting in East Kalimantan province is quite high, increasing each year, from 26.7% in 2015, to 30.6% in 2017, and in Samarinda city by 28.8%. This study aims to determine the relationship between interpregnancy interval and teenage pregnancy with stunting. This research used survey method and quantitative research type with cross sectional approach. The sample were mothers who have toddlers (1-5 years), as many as 70 respondents, Questionnaire was used as instrument. Statistical analysis used was Chi-square. The results of the study showed analysis between interpregnancy interval and the incidence of stunting showed p-value of 0.0004 <0.05, so that H0 is rejected, meaning that there is a relationship between interpregnancy interval with stunting, and teenage pregnancy with stunting incidence showed p value of 0.000 <0.05, so that H0 is rejected, which means that there is a relationship between teenage pregnancy and stunting at Puskesmas Harapan Baru Samarinda Seberang. There needs to be a program to increase teenagers knowledge about women's health and pregnancy.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN MENGENAI DAMPAK BAHAYA TINDAKAN KEMOTERAPI BAGI PERAWAT Ismansyah Ismansyah; Rini Ernawati; Rusilawati Rusilawati
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 1 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.524 KB)

Abstract

Abstract Chemotherapy treatment may have dangerous side effects on both patients and medical officers and surrounding people. This research aims to identify the correlation between the level of knowledge about chemotherapy and anxiety towards the dangerous effects of chemotherapy treatment on the nurses in teratai rooms of Abdul Wahab Sjahranie Public Hospital Samarinda in 2015.This research was descriptive correlational with cross sectional design. The research was conducted from September 8, 2015 to September 14, 2015. There was a significant correlation between the level of knowledge and anxiety about the dangerous effects of chemotherapy with the value p 0,025 < α 0,05. Therefore, it is suggested that the nurses be more active in seeking for information about chemotherapy by participating in seminars, workshops, training or various information from other media in order to improve their understanding about chemotherapy so that they can reduce their anxiety which were experienced when they were doing chemotherapy treatment. Keywords: Therapeutic communication, the performance of nurse, patient satisfaction. Abstrak Pengobatan kemoterapi mungkin memiliki efek samping yang berbahaya pada pasien dan petugas medis serta orang sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kemoterapi dan kecemasan terhadap efek berbahaya dari pengobatan kemoterapi pada perawat di ruang Teratai Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda tahun 2015. Penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan mulai 8 September 2015 sampai 14 September 2015. Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kecemasan tentang efek berbahaya dari kemoterapi dengan nilai p 0,025 <α 0,05. Oleh karena itu, disarankan agar perawat lebih aktif dalam mencari informasi tentang kemoterapi dengan berpartisipasi dalam seminar, lokakarya, pelatihan atau berbagai informasi dari media lain dalam rangka meningkatkan pemahaman mereka tentang kemoterapi sehingga mereka dapat mengurangi kecemasan mereka yang dialami saat mereka melakukan pengobatan kemoterapi. Kata kunci: Komunikasi terapeutik, kinerja perawat, kepuasan pasien.