Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan tentang UKS kepada Guru dan Siswa di SD Muhammadiyah 4 Samarinda Rini Ernawati; Marjan Wahyuni
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Dasar merupakan tempat pembelajaran anak usia 6 hingga 12 tahun. Anak anak lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah terutama SDIT (sekolah dasar Islam Terpadu). Sekolah selain sebagai tempat belajar juga bisa menjadi lingkungan yang rawan akan penularan penyakit, jika tidak dikelola dengan baik. Penyakit yang sering terjadi pada anak usia sekolah dasar di Samarinda ialah ISPA (10,12 %), Diare (4,34 %), Pneumnia (1,77 %), Hepatitis (0,28%) dan TBC ( 0,14 %) . Penyakit tersebut sangat berhubungan dengan perilaku hidup sehat, oleh karena itu kesehatan anak sekolah dapat ditingkatkan melalui pendekatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Siswa merupakan sumber daya manusia di sekolah yang bisa diberdayakan dalam rangka pemeliharaan kesehatan siswa di sekolah, Tujuan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan guru dan siswa SD tentang UKS (Usaha Kesehatan Seklah) Kegiatan ini melibatkan siswa kelas 3,4 dan 5 , hal ini ditetapkan karena siswa usia tersebut sudah dapat memahami pengetahuan dengan baik dan sudah bisa mandiri serta mampu bertanggung jawab, sedangkan kelas 6 tidak diambil karena akan menghadapi ujian akhir. Kegiatan penyuluhan di laksanakan pada tanggal 22 September 2019. Kegiatan diikuti oleh 25 siswa dengan 2 orang guru pendamping dari SD Muhammadiyah 4 Samarinda dan 2 orang narasumber dosen dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Didapatkan hasil dari kegiatan penyuluhan bahwa siswa sudah memahami tentang UKS dan tanggung jawab sebagai petugas UKS.
Edukasi Gizi Balita dan Stunting pada Wali Murid TK ABA 12 Lempake Samarinda Rini Ernawati; Siti Khoiroh Muflihatin
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 01 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i01.3074

Abstract

Balita stunting akan mengalami dampak jangka pendek maupun jangka panjang. . Dampak jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak, penurunan kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan metabolisme dalam tubuh, sedangkan dampak jangka panjang menimbulkan penurunan kemampuan kognitif, penurunan prestasi belajar, penurunan kekebalan tubuh dan berisiko mengalami kegemukan (obesitas), penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, penyakit jantung, pembuluh darah, kanker, stroke, serta penurunan produktivitas saat usia dewasa. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting, salah satunya yaitu faktor pengetahuan ibu. Ibu adalah orang yang sangat bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak balita, karena ibu lebih banyak berinteraksi dengan anak. Pengetahuan ibu faktor yang sangat penting dalam proses pengasuhan anak , agar anak dapat mencapai derajat kesehatan yang maksimal. Tujuan Edukasi ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan wali murid tentang gizi dan stunting pada balita. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Juli 2024 di TK ABA 12 Samarinda . Kegiatan penyuluhan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi . juga dilakukan pre tes dan post tes berupa pertanyaan tentang gizi balita dan stunting. Hasil tes didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan dari wali murid , dengan nilai pre tes 57,5 dan nilai post tes 92,1 . Kesimpulan kegiatan pengabdian Masyarakat ini ialah bahwa edukasi pada wali murid TK ABA 12 Lempake dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita dan stunting. Diharapkan dengan peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi dapat mencegah stunting pada balita
Literasi Edukasi Deteksi Dini Penanganan Awal Kedaruratan Ibu Hamil di Puskesmas Lempake Samarinda Rini Ernawati; Tri Wahyuni; Fitroh Asriyadi; Pipit Feriani
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3671

Abstract

Kesehatan ibu dan anak merupakan masalah yang terjadi di seluruh dunia dan menjadi penyebab tingginya angka kematian Ibu dan bayi. Di Indonesia penyebab langsung terbesar kematian ibu ialah perdarahan, dan penyebab tidak langsung kematian ibu yaitu preeklamsia dan abortus. Semua penyebab yang dapat menyebabkan kematian dalam kehamilan ini bisa dicegah dengan literasi ibu hamil yang baik tentang anemia, karena anemia dapat menyebabkan perdarahan. Tujuan abdimas ini untuk meningkatkan literasi pada ibu hamil tentang deteksi dini kedaruratan ibu hamil dengan melakukan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Puskesmas Lempake pada Hari Sabtu, tanggal 10 Juni 2023. Peserta yang hadir sebanyak 22 ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lempake. Kegiatan yang dilakukan yaitu penyuluhan deteksi dini kedaruratan ibu hamil, pemeriksaan secara komprehensif dan pemeriksaan hemoglobin, gula darah. Hasil pemeriksaan, menunjukkan semua ibu hamil (100%) memiliki GDS normal, 13.5% mengalami hipertensi dalam kehamilan, 13.6% mengalami anamia berat, 59.1% mengalami anemia sedang, 13.6% memiliki hemoglobin normal, dan 9.1% mengalami kekurangan energi kronis dengan ukuran LILA kurang dari 23,5. Edukasi deteksi dini tentang kegawatdaruratan pada ibu hamil akibat anemia sangat penting di sampaikan, karena kondisi ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian ibu bersalin, oleh karena itu kesadaran ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin zat besi saat hamil sangat penting
The relationship between gadget use and sleep patterns and the incidence of obesity in adolescents Nurjanah Nurjanah; Fatma Zulaikha; Rini Ernawati
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 10 (2026): January Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i10.2325

Abstract

Background: Adolescent obesity is an increasing public health problem influenced by lifestyle factors such as gadget use and sleep patterns. Excessive gadget use may promote sedentary behavior, while insufficient sleep can disrupt metabolic processes and increase the risk of weight gain among adolescents. Purpose: to analyze the relationship between gadget use, sleep patterns, and the incidence of obesity among adolescents. Method: This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of all students in grades 7–9 at MTs Darul Ihsan and SMP Muhammadiyah 3 Samarinda. A total sampling technique was used, involving 152 respondents. Data were collected through anthropometric measurements to determine obesity status based on Body Mass Index (BMI) and self-administered questionnaires to assess gadget use duration and sleep patterns. Data analysis included univariate and bivariate analyzes using the Pearson Chi-Square test. Results: The majority of respondents were 13 years old (43.4%) and female (73.7%). Most adolescents had a high duration of gadget use (67.8%), and 50.7% experienced insufficient sleep duration (< 8 hours per day). Based on BMI measurements, 32.2% of respondents were classified as obese. Bivariate analysis showed no statistically significant relationship between gadget use and obesity (p-value = 0.075; OR = 2.020; 95% CI = 0.814–1.643). However, a statistically significant association was found between sleep patterns and obesity (p-value = 0.013; OR = 2.426; 95% CI = 0.756–1.833). Adolescents with insufficient sleep had approximately 2.4 times higher odds of being obese compared to those with normal sleep duration. Conclusion: Sleep patterns are significantly associated with obesity among adolescents, whereas gadget use does not show a statistically significant relationship. Since adolescent obesity is a multifactorial condition, comprehensive prevention strategies involving schools, healthcare providers, and families are necessary to promote healthy sleep habits and balanced lifestyles.
Effectiveness of Educational Videos about Stunting Via Tiktok and Instagram on Adolescent Knowledge Rini Ernawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.4626

Abstract

Stunting is a nutritional disorder in toddlers, marked by height below the average for their age due to chronic malnutrition. This condition results in growth failure, impaired cognitive function, and a higher risk of degenerative diseases like diabetes, hypertension, and stroke. Teenagers, as future parents, have an essential role in breaking the cycle of stunting. Currently, teenagers are active social media users, particularly on TikTok and Instagram, which can serve as educational platforms. This study aims to assess the impact of educational videos on stunting through TikTok and Instagram on grade 11 students' knowledge at SMA Negeri 4 Samarinda. The research design is quasi-experimental with a pretest-posttest control group. Purposive sampling selected 80 students from a population of 235. Data were collected through pre-test and post-test questionnaires. Univariate and bivariate data analysis included the Wilcoxon test and paired t-test. Results showed significant effects on knowledge, with p-values of 0.001 for TikTok (Wilcoxon test) and 0.000 for Instagram (paired t-test). This study highlights the potential of social media as a tool for health promotion, especially in educating adolescents on stunting prevention.
Pengaruh Video Edukasi tentang Faktor yang Mempengaruhi Stunting Melalui Sosial Media Youtube Terhadap Pengetahuan Remaja Alvito Zidane Pamungkas; Rini Ernawati; Enok Sureskiarti
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 11 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v11i2.1689

Abstract

Abstract: Stunting Stunting is a condition of failure to thrive in children under five years old caused by chronic malnutrition which is a problem in Indonesia. The aim of the research is to find out whether there is an influence of stunting education via YouTube social media on students at SMA Negeri 4 Samarinda. This research uses a quantitative research design with a Pretest - Posttest Control Group Design to compare the experimental group that was given stunting education via videos on YouTube social media with a control group that was not given intervention. The number of samples in this study was 20 students of class XI. The instrument used is a questionnaire. Test statistical analysis with the Wilcoxson Alternative Test. The result of the p-value is 0.000 because the p value <α (0.05), then Ha is accepted and H0 is rejected. This shows that the respondents' knowledge before and after being given interventions regarding stunting to students at SMA Negeri 4 Samarinda increased the average value of the respondents' knowledge. So there is a significant influence on knowledge before the intervention is given and after the intervention is given by providing stunting education.Keywords: Education, Stunting, Teenager, YoutubeAbstrak: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia dibawah lima tahun yang disebabkan kekurangan gizi kronis yang menjadi masalah di Indonesia. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh edukasi stunting melalui media sosial youtube pada siswa SMA Negeri 4 Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan with desaign Pretest – Posttest Control Grup Desaign untuk membandingkan kelompok experiment yang diberikan edukasi stunting melalui video di media sosial youtube dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 orang siswa/I kelas XI. Instrument yang digunakan ialah kuesioner. Uji analisis statistik dengan Uji Alternatif Wilcoxson. Hasil p-value 0,000 karena nilai p<α (0,05) maka Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukan bahwa pengetahuan responden sebelum dan setelah diberikan intevensi mengenai stunting pada siswa dan siswi di SMA Negeri 4 Samarinda terdapat peningkatan nilai rata – rata pengetahuan responden. Sehingga ada pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi  pemberian edukasi stunting.Kata kunci: Edukasi, Remaja, Stunting, Youtube