Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Efektifitas Kombinasi Stimulasi Kutaneus (Stroking Massage) dan Sunflower Oil terhadap Derajat Pruritus Pasien Gagal Ginjal Kronik Arifin Hidayat; Frana Andrianur; Emmy Putri Wahyuni
JURNAL KEPERAWATAN RAFLESIA Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Raflesia, Prodi Keperawatan Curup, Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jkr.v5i1.853

Abstract

Uremic pruritus is a common problem in renal failure patients undergoing hemodialysis (HD program). The purpose of this study was to see the effectiveness of the combination of stroking massage and sunflower oil on the degree of pruritus. This study is a Randomized Controlled Trials (RCT) study with 40 respondents divided into the intervention group (KI) and the control group (KK), where the intervention group was given a combination of cutaneous stimulation and sunflower oil (5 ml of sunflower oil and 7 minutes of stroking massage) given 2 times a week for 3 (three) weeks, while the control group was only given a stroke massage. Demographic data such as age, gender, duration of hemodialysis and access to hemodialysis were assessed using a questionnaire, while the degree of puritus was assessed using the Dynamic Pruritus Score (DPS). The results showed that there was a significant difference between the control group and the intervention group after giving a combination of stroking massage and sunflower oil with p value =0.000. So that giving a combination of stroking massage and sunflower oil can be an alternative to providing nursing care for kidney failure patients undergoing hemodialysis program with uremic pruritus.
THE CORRELATION OF FIRST LANGUAGE ACQUISTION WITH CHILDREN’S SPEAKING ABILITY ON 5-6 AGE Amiruddin Amiruddin; Andi Lis Arming Gandini; Frana Andrianur
Husada Mahakam Vol 11 No 2 (2021): Nopember 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/hmjk.v11i2.283

Abstract

Abstract The problem in this research is how does the correlate between first language acquisition and children‟s speaking ability on 5-6 age. This research is used to know about the description of correlation between first language acquisition and children‟s speaking ability on 5-6 age. This research is conducted in kindergarten of Bunga Tanjung Lempake Samarinda Utara, Samarinda City. The method that used in this research is descriptive quantitative correlational. The sample which is used in this research is all of the children in Bunga Tanjung Lempake Samarinda Utara in academic year 2019/2020 who still in 5-6 ages with the total of samples are 30 children. Data collection technique was collected by using questionnaire. The result of the research about first language acquisition and children‟s speaking ability was analyzed using statistic analysis with the presentage formula and product moment. The result of this research showed that the first language acquisition of the children have been improved 53,3 % in average like expectation before, meanwhile the children‟s speaking ability have been improved 46,7 % in average which hoped. The result of this research showed low correlation between the first language acquisiton and the children‟s speaking ability in age 5 – 6 year. Abstrak Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah hubungan antara pemerolehan bahasa pertama dengan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang hubungan pemerolehan bahasa pertama dengan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dilakukan di PAUD Bunga Tanjung Lempake Samarinda Utara, Samarinda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif korelasional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh anak didik di PAUD Bunga Tanjung Lempake Samarinda Utara, Samarinda tahun ajaran 2019/2020 yang berusia 5-6 tahun yaitu sebanyak 30 anak. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian tentang pemerolehan bahasa pertama dan keterampilan berbicara anak diolah menggunakan analisis statistik dengan rumus persentase dan product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan rata- rata pemerolehan bahasa pertama anak adalah 53,3 % telah berkembang sesuai harapan, sedangkan rata-rata keterampilan berbahasa lisan anak 46,7 % telah berkembang sesuai harapan. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi yang rendah antara pemerolehan bahasa pertama dengan keterampilan berbahasa lisan anak usia 5-6 tahun, oleh karena itu rekomendasi bagi peneliti berikutnya untuk meneliti faktor lain yang mempengaruhi keterampilan berbahasa lisan diluar pemerolehan bahasa pertama.
INTERVENSI PENDIDIKAN STROKE MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP POSITIF DALAM MENCEGAH KEGAWAT DARURATAN STROKE Frana Andrianur; Ismansyah Ismansyah
Husada Mahakam Vol 12 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/hmjk.v12i1.297

Abstract

Hipertensi dikenal sebagai penyakit kronis yang disebut The Silent Killer, biasanya pasien tidak mengetahui bahwa mereka menderita penyakit hipertensi, hal ini jika jika tidak dicegah menyebabkan stroke. Penelitian bertujuan untuk intervensi pendidikan stroke terhadap pengetahuan, sikap dan fungsi kognitif pada pasien hipertensi Desain penelitian ini menggunakan quasi ekspriment dengan dengan control groups pretest-post test design. Responden diambil secara consecutive sampling sebanyak 30 pasien hipertensi yang bisa beresiko terjadinya stroke di Wilayah Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda. Data dikumpulkan dengan lembar instrumen dan kuesioner pengetahuan, sikap. Analisis data menggunakan paired t test, mann whitney u test, dan uji wilcoxcon test Hasil penelitian menunjukkan bahwa sesudah dilakukan intervensi, peningkatan skor pengetahuan kelompok intervensi dari 68.00±6.81 menjadi 79.33±6.51, skor sikap 70.67±12.08 menjadi 87.33±4.95. Dan kelompok kontrol, peningkatan skor pengetahuan kelompok kontrol dari 68.93±6.37 menajdi 71.67±6.31, skor sikap 70.33±12.46 menjadi 75.67±10.33 Setelah diberikan intervensi pendidikan stroke significant adanya perbedaan skor kelompok intervensi dan kontrol pada pengetahuan dan sikap (p<0,05) Intervensi pendidikan stroke dalam mencegah serangan stroke terbukti memiliki meningkatkan pengetahuan, sikap positif pada pasien hipertensi. Pemahaman dan pemantauan tekanan darah sendiri (self monitoring) sangat di rekomendasikan mencegah kegawatan serangan stroke
THE RELATIONSHIP BETWEEN WORK MOTIVATION AND CARING BEHAVIOR OF NURSES AT THE CENTRAL SURGICAL INSTALLATION OF HARAPAN INSAN SENDAWAR HOSPITAL Dahlia Setiawati; Wiyadi Wiyadi; Frana Andrianur
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 08 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i08.663

Abstract

Motivasi sangat erat kaitannya dengan setiap tindakan yang dilakukan oleh perawat dalam berperilaku caring. Pelayanan keperawatan merupakan pelayanan yang profesional, merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan Rumah Sakit. Keberhasilan suatu rumah sakit dalam menjalankan fungsinya ditandai dengan adanya mutu pelayanan yang berkualitas oleh pihak rumah sakit. Untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan perilaku caring perawat di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar. Desain penelitian pada penelitian ini adalah observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di Instalasi Bedah Sentral RSUD Harapan Insan Sendawar berjumlah 26 orang. Penentuan sampel menggunakan total sampling, maka sampel penelitian berjumlah 26 responden. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square apabila diperoleh t hitung (nilai pvalue) < 0,05, maka hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak. Motivasi kerja pada kategori tinggi (53,8%). Perilaku caring perawat pada kategori baik dan kurang @ (50,0%). Hubungan antara motivasi kerja dengan perilaku caring perawat (pValue= 0,006). Terdapat hubungan motivasi kerja dengan perilaku caring perawat di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar.
The Relationship between Lifestyle and Ureum Creatinine Levels in Chronic Kidney Disease (CKD) Patients at Kudungga Hospital, East Kutai Agustina Banne; DP. Era; Frana Andrianur
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 2 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v2i9.5944

Abstract

The aim of this study was to determine the relationship between lifestyle and urea creatinine levels in chronic kidney disease (CKD) patients at Kudungga Regional Hospital, East Kutai. The design of this research was cross sectional with a retrospective approach. The population is 43 patients with chronic kidney failure at Kudungga Regional Hospital from January to March 2023. The sampling technique used total sampling, so the sample totaled 43 patients. Data analysis used the independent sample t test. The characteristics of the respondents were mostly aged between 46-55 years (27.9%), female gender (55.8%), completed high school education (37.2%) and occupation as a housewife (51.2%). The lifestyle of chronic kidney disease patients is unhealthy (58.1%), abnormal urea levels (74.4%) and abnormal creatinine levels (74.4%). There is a relationship between lifestyle and urea levels (p value 0.000) and there is a relationship between lifestyle and creatinine levels (p value 0.002).
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon dan Minuman Jahe Terhadap Pengurangan Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I Dian Laila Novianita; Inda Corniawati; Frana Andrianur
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 4 No 3 (2023): October 2023
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v4i3.4375

Abstract

Emesis gravidarum, or excessive nausea and vomiting during early pregnancy, is a common issue frequently experienced by pregnant women. Most cases of pregnancy-related nausea and vomiting can be managed through outpatient care and the use of sedatives and anti-emetics. However, the treatment of hyperemesis gravidarum, a more severe form of pregnancy-related nausea and vomiting, can be approached both pharmacologically and non-pharmacologically. One non-pharmacological approach involves the use of aromatherapy with lemon essential oil and the consumption of ginger-infused beverages. This study aims to analyze the effects of lemon aromatherapy and ginger beverage consumption on reducing emesis gravidarum symptoms in first-trimester pregnant women at the Kaubun Health Center. The research employs a Pretest-Posttest without Control Group design, with a sample of 30 first-trimester pregnant respondents. Statistical analysis using the Wilcoxon test reveals a significant difference in the reduction of emesis gravidarum symptoms between the group receiving lemon aromatherapy and the group consuming ginger beverages, with a p-value of 0.001. Based on these findings, it can be concluded that the administration of lemon aromatherapy and ginger beverage consumption has a positive impact on reducing emesis gravidarum symptoms in first-trimester pregnant women. This non-pharmacological approach can be an effective alternative for managing emesis gravidarum during early pregnancy.
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN MEMBATASI CAIRAN MINUM DAN MOTIVASI PASIEN DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSUD TAMAN HUSADA BONTANG Khoirul Hadi; Ismansyah Ismansyah; Frana Andrianur
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 4: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic kidney failure is a disease that has a tremendous impact on sufferers in the form of the inability of the kidneys to remove metabolic waste so that it will affect their quality of life. It requires the ability to comply with fluid restrictions and a strong motivation from suffering so that the quality of life will improve. Method: This research design is descriptive analytic with a cross sectional approach. With a total sample of 40 patients who are undergoing hemodialysis 2 times a week. Sampling technique with total samplimg that meets inclusive criteria. The study instrument used fluid restriction adherence questionnaires, motivation questionnaires and quality of life questionnaires for kidney failure patients. Then the data were analyzed with univariate and bivariate techniques with the Pearson Chi Square test. Results: The respondents of this study were mostly elderly (46-55 years) namely 15 respondents (37.55), dominated by male respondents as many as 26 respondents (65%), Most of them had undergone hemodialysis for a long period of 2-3 years, Most were quite obedient and obedient in fluid restrictions, had good enough motivation and had the same amount between good quality of life and poor quality of life. The results of the study with Chi Square Test Analysis showed p = 0.002 < α = 0.05 which means there is a relationship between fluid limiting compliance with quality of life and p = 0.001 < α = 0.05 which means there is a relationship between motivation and quality of life. Conclusion: There is a relationship between adherence to limiting fluids, patient motivation and quality of life in hemodialysis patients at Taman Husada Bontang Hospital. If the patient is obedient in limiting fluids and has good motivation then the patient has a good quality of life, and vice versa if the patient is not obedient in limiting fluids then the patient has a low quality of life.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MERAWAT KELUARGA MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN CAREGIVER PASIEN STROKE DI RUMAH Andrianur, Frana; Era, Dwi Prihatin; Hidayat, Arifin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1113

Abstract

Pasien pasca stroke mengalami kelemahan anggota gerak, baik itu anggota gerak atas, bawah atau  bahkan seluruh tubuh yang berefek menjadi ketergantungan pemenuhan Activities of Daily Living (ADL) bagi keluarga atau care giver yang merawat. Perawatan pasien stroke yang lama dan kurang siapnya keluarga ataupun care giver dapat menimbulkan stress, ketegangan, dan beban tersendiri.  Informal care giver menyampaikan bahwa kurang siapnya memberikan perawatan kepada pasien karena pengetahuan dan skill yang dimiliki masih kurang. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan kemampuan perawatan, pencapaian kemampuan koping adaptif serta status kesehatan care giver dalam pemenuhan ADL klien stroke di rumah. Tempat dilaksanakannya PKM ini di PKM Bengkuring Samarinda Kalimantan Timur dengan jumlah 20 care giver. Media yang dipakai dalam PKM ini meliputi Modul ADL, Slide power point, tensi meter dan pengukur berat badan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian ADL Klien stroke, perilaku koping dengan mnajemen stroke. Hasil sebelumnya didapatkan nilai rerata 78 menjadi nilai rerata 88,5 pada keluarga sebagai caregiver dalam pemenuhan ADL pasien stroke dirumah. Pendampingan keluarga sebagai caregiver membantu pemenuhan ADL serta meningkatkan koping dengan tindakan manajemen stres serta pemantauan kesehatan diperlukan saat merawat pasien stroke di rumah
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN PASIEN GAGAL JANTUNG DI RSD dr. H. SOEMARNO SOSROATMODJO TANJUNG SELOR KALIMANTAN UTARA Sari, Santi Kumala; Ismansyah, Ismansyah; Andrianur, Frana
Aspiration of Health Journal Vol. 1 No. 2: Aspiration of Health Journal, Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal jantung adalah suatu keadaan ketika jantung tidak mampu mempertahankan sirkulasi yang cukup untuk kebutuhan tubuh, gagal jantung terjadi karena kondisi jantung yang terlalau lemah dalam memompa darah keseluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi. Angka kematian akibat kegagalan jantung akibat penyakit umumnya masih cukup tinggi di seluruh dunia. Kekambuhan adalah peristiwa timbulnya lagi gejala-gejala yang sebelumnya sudah memperoleh kemajuan atau perbaikan. Kepatuhan terhadap program pengobatan memang harus muncul dari diri pasien sendiri. Keluarga memiliki peran penting dalam keberhasilan program pengobatan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien gagal jantung di Poliklinik RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor Kalimantan Utara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan studi analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan gagal jantung di Poliklinik RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor Kalimantan Utara. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 130 orang. Diperoleh hasil bahwa dari 130 responden, terdapat 73 responden (56,2%) mendapatkan dukungan yang baik dari keluarga, sisanya ada 57 responden (43,8%) kurang mendapatkan dukungan yang baik dari keluarga. Diperoleh hasil bahwa dari 130 responden gagal jantung terdapat 109 (83,8%) tidak mengalami kekambuhan dalam 3 bulan terakhir sisanya 21 (16,2%) mengalami kekambuhan (dirawat berulang dalam 3 bulan terakhir). Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p=0,039. Ada hubungan dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien gagal jantung di Poliklinik RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor Kalimantan Utara.
PENGARUH TEKNIK CLAPPING DAN RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN PPOK DI IGD RSUD dr. H. SOEMARNO SOSROATMODJO TANJUNG SELOR Ramli, Ramli; Ismansyah, Ismansyah; Andrianur, Frana
Aspiration of Health Journal Vol. 1 No. 2: Aspiration of Health Journal, Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) (WHO, 2022), merupakan penyakit paru yang ditandai dengan obstruksi kronis aliran udara di paru yang mengganggu pernapasan normal dan menjadi salah satu penyebab kematian. Merokok dikatakan sebagai faktor risiko utama terjadinya PPOK. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah perokok aktif yang tinggi. Keluhan yang sering muncul pada pasien penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) adalah sesak napas, produksi sputum meningkat dan keterbatasan aktivitas. Tindakan yang bisa dilakukan untuk penderita PPOK adalah dengan cara farmakologi dan non farmakologi. Penerapan pada pasien PPOK secara non farmakologi antara lain adalah terapi oksigen, latihan napas dalam, latihan batuk efektif, serta fisioterapi dada (Clapping). Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah pre experiment dengan one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita PPOK yang berkunjung ke IGD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor metode sampling non probability dengan teknik accidental sampling sebanyak 50 orang. Distribusi frekuensi saturasi oksigen pada responden sebelum teknik clapping dari 50 responden diperoleh hasil nilai tendensi sentral sebelum (pretest) yaitu mean sebesar 91,34%; median 92%; minimum 86%; maksimum 96% dan standar deviasi 2,752%; dan saturasi oksigen sesudah (posttest) yaitu mean sebesar 95,52%; median 96%; minimum 91%; maksimum 99% dan standar deviasi 1,982%. Diperoleh hasil uji normalitas saturasi oksigen sebelum dengan nilai-p sebesar 0,098; sesudah nilai-p sebesar 0,064. Faktor risiko PPOK meliputi merokok, jenis pekerjaan, polusi udara, infeksi, usia, dan jenis kelamin. Pemeriksaan fisik melalui inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi penting dalam fisioterapi dada. Auskultasi penting untuk mengevaluasi suara pernafasan dan menentukan posisi yang tepat pada pasien dengan PPOK. Ada pengaruh teknik clapping terhadap saturasi oksigen pada pasien PPOK di IGD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor.