Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Urgensi Pengetahuan Arah Kiblat dan Waktu Shalat bagi Muslim Modern dalam Aktivitas Sosial Ekonomi Asmaul Husna; Aulia Rahman Harahap
Al-Muhtarifin: Islamic Banking and Islamic Economic Journal Vol 5, No 2 (2026): Jun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/almuhtarifin.v5i2.31313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pengetahuan arah kiblat dan waktu shalat bagi Muslim modern dalam mendukung aktivitas sosial ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan mengkaji berbagai publikasi ilmiah yang berkaitan dengan ilmu falak, arah kiblat, waktu shalat, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan arah kiblat dan waktu shalat tidak hanya penting dalam menjamin keabsahan ibadah, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan disiplin, manajemen waktu, produktivitas, dan tanggung jawab sosial. Perkembangan teknologi telah memudahkan akses informasi arah kiblat dan waktu shalat melalui berbagai aplikasi digital dan sistem berbasis satelit. Namun demikian, literasi ilmu falak tetap diperlukan agar pemanfaatan teknologi dilakukan secara tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi arah kiblat dan waktu shalat dapat mendukung terbentuknya masyarakat Muslim yang religius, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
REVITALISASI FASILITAS PENDIDIKAN UNTUK MENDUKUNG AKTIVITAS PEMBELAJARAN PASCABENCANA Muhammad Arifin Lubis; Asmaul Husna; Aswin Fahmi Darma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39900

Abstract

Abstrak: Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara menyebabkan kerusakan pada sarana dan prasarana pendidikan di SMK TI Sibuhuan, termasuk fasilitas ruang belajar seperti meja, kursi, papan tulis, dan perlengkapan pendukung pembelajaran lainnya. Kondisi tersebut menghambat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar serta mengurangi kenyamanan siswa dalam mengikuti proses pendidikan di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk merevitalisasi fasilitas pendidikan agar aktivitas pembelajaran pascabencana dapat kembali berjalan secara optimal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, sosialisasi program, pendampingan, dan pemberian bantuan fasilitas pendidikan kepada pihak sekolah dengan melibatkan guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Evaluasi program dilakukan melalui observasi langsung di lapangan serta penyebaran angket kepuasan kepada penerima manfaat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kenyamanan belajar sebesar 88% berdasarkan tanggapan guru dan siswa, peningkatan efektivitas proses pembelajaran sebesar 75%, serta peningkatan kesiapan sekolah dalam mendukung pembelajaran pascabencana sebesar 68%. Selain itu, program revitalisasi ini juga berkontribusi dalam menciptakan kembali lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung keberlangsungan pendidikan di sekolah.Abstract: Floods that struck several areas in North Sumatra caused damage to educational facilities and infrastructure at SMK TI Sibuhuan, including classroom facilities such as desks, chairs, whiteboards, and other learning support equipment. This condition disrupted the teaching and learning process and reduced students’ comfort in participating in educational activities at school. This community service activity was carried out with the aim of revitalizing educational facilities so that post-disaster learning activities could run optimally again. The implementation of the activity was conducted through stages of needs identification, program socialization, mentoring, and the distribution of educational facility assistance to the school by involving teachers, educational staff, and students. Program evaluation was conducted through direct field observations and the distribution of satisfaction questionnaires to beneficiaries. The results of the activity showed an 88% increase in learning comfort based on the responses of teachers and students, a 75% increase in the effectiveness of the learning process, and a 68% increase in school readiness in supporting post-disaster learning. In addition, this revitalization program also contributed to recreating a safer, more comfortable, and more supportive learning environment for the continuity of education at the school.
OPTIMALISASI DANA ZAKAT DALAM MENDUKUNG LAYANAN KESEHATAN BAGI MUSTAHIK Asmaul Husna; Muhammad Arifin Lubis; Aswin Fahmi Darma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34637

Abstract

Abstrak: Mustahik masih menghadapi hambatan serius dalam memperoleh layanan kesehatan, terutama karena tingginya biaya pengobatan dan terbatasnya akses pada fasilitas medis. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan model pemberdayaan yang mampu menjawab persoalan kesehatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memperkuat kemampuan mitra dalam mengelola dan memanfaatkan dana zakat secara optimal, sehingga dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat serta meningkatkan pemahaman publik tentang peran strategis zakat sebagai sarana pembangunan dan kesejahteraan sosial. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan edukasi kesehatan, pemeriksaan medis gratis, serta bantuan obat-obatan, dengan dukungan mitra utama Kantor Layanan LAZISMU Kota Medan bersama sebuah klinik kesehatan. Sebanyak 75 orang mustahik dari kalangan keluarga pra-sejahtera dan pekerja sektor informal terlibat langsung dalam kegiatan ini. Proses evaluasi dilakukan melalui survei kepuasan, wawancara, serta pengukuran kesehatan dasar (tekanan darah, kadar gula, dan keluhan umum) sebelum dan setelah kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terkait kesehatan sebesar 68%, kemampuan menjaga pola hidup sehat bertambah 54%, serta pengeluaran untuk biaya pengobatan berkurang hingga 40%. Selain manfaat langsung, kegiatan ini juga menghasilkan pola kemitraan yang solid antara lembaga zakat, tenaga medis, dan masyarakat. Optimalisasi dana zakat terbukti berkontribusi signifikan dalam peningkatan kesehatan mustahik sekaligus memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.Abstract: The mustahik still face serious obstacles in obtaining healthcare services, primarily due to high medical costs and limited access to medical facilities. This condition creates a need for an empowerment model that can address health issues while simultaneously improving overall welfare. The purpose of this community service activity is to strengthen the partners’ capacity in managing and utilizing zakat funds optimally, thereby expanding access to healthcare services for the community and enhancing public awareness of zakat’s strategic role as an instrument for social development and welfare. The methods applied include health education and socialization, free medical check-ups, and the provision of medicines, supported by the main partner, the LAZISMU Service Office of Medan City, in collaboration with a health clinic. A total of 75 mustahik from underprivileged families and informal sector workers participated directly in this activity. The evaluation process was carried out through satisfaction surveys, interviews, and basic health measurements (blood pressure, blood sugar levels, and common health complaints) before and after the program. The results show a 68% increase in health awareness, a 54% improvement in the ability to maintain a healthy lifestyle, and a 40% reduction in medical expenses. Beyond the direct benefits, this activity also fostered a strong partnership model among zakat institutions, medical professionals, and the community. The optimization of zakat fund utilization has proven to contribute significantly to improving mustahik health and strengthening zakat’s role as an instrument of community empowerment.