Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum Wight) TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Retno Sulistiyowati; Neneng Siti Nurngaisah
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode januari -April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.267 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v17i1.1239

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum Wight) merupakan tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai penyedap rasa. Kandungan daun salam secara ilmiah diketahui yaitu flavonoid, tanin dan minyak atsiri yang mampu menurunkan kadar asam urat. Asam urat merupakan sisa-sisa pembuangan bahan makanan yang mengandung nukleotida purin atau nukleotida purin yang berasal dari tubuh. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun salam (Syzygium polyanthum Wight) terhadap kadar asam urat pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 ekor tikus. Analisis statistik menggunakan uji T-test dependent untuk mengetahui adanya pengaruh air rebusan daun salam terhadap kadar asam urat pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Hasil uji T-test dependent menunjukan hasil yang signifikan p=0,000 (p< 0,05). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan menunjukan adanya penurunan kadar asam urat pada tikus putih jantan setelah pemberian air rebusan daun salam.
Comparison of Carboxyhemoglobin (COHb) Levels in the Blood of Active and Passive Smokers in Bulupitu Bus Terminal Workers, Banyumas Regency Noviani Nur Hayati; Kurnia Ritma Dhanti; Retno Sulistiyowati; Tantri Analisawati Sudarsono
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v10i1.290

Abstract

Carbon monoxide (CO) is a colorless, tasteless, and odorless gas, but in high concentrations in the blood, it can cause death. One of the CO2 can come from cigarette smoke. When cigarette smoke is inhaled, the affinity of CO with the blood is stronger than for oxygen, and this will increase the carboxyhemoglobin (HbCO) in the blood. Passive smokers who are often near active smokers will inhale cigarette smoke. This study aims to compare HbCO levels in the blood between active and passive smokers of Bulupitu terminal workers, Banyumas Regency. This was an analytical observational study with six active and six passive smokers who are terminal workers. All active and passive smokers samples had HbCO concentrations above the normal HbCO threshold of 3.5%. The measurement results showed the average HbCO level of smokers was 5.87%. Determining differences in HbCO levels in the blood of active and passive smokers was conducted using the Independent Test (p-value = 0.370). This value shows no significant difference in blood HbCO levels in active and passive smokers. 
Pengaruh Air Rebusan Daun Sirsak (Annona muricata Linn) Terhadap Kadar Asam Urat Pada Wanita Usia Lebih Dari 45 Tahun Di Desa Besuki Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas Retno Sulistiyowati; Agny Kusumaningrum
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 6 No 1 (2023): The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v6i1.11932

Abstract

Asam urat merupakan senyawa kimia hasil akhir dari metabolisme purin dalam tubuh. Wanita mengalami hiperurisemia meningkat pada wanita setelah menopause, karena mengalami penurunan hormon estrogen. Daun sirsak mengandung flavonoid yang bersifat sebagai antioksidan yang dapat mengurangi terbentuknya asam urat. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pemberian air rebusan daun sirsak terhadap kadar asam urat pada wanita usia di atas 45 tahun di Desa Besuki. Penelitian berjenis kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design tipe one group pretest – posttest. 14 responden mengkonsumsi air rebusan daun sirsak sebanyak satu gelas sehari selama 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar asam urat setelah pemberian air rebusan daun sirsak, dengan rerata kadar asam urat sebelum diberi perlakuan 6,0714±1,06946 mg/dL sedangkan rerata kadar asam urat setelah diberi perlakuan 5,4071±1,36971 mg/dL. Rerata nilai perbedaan kadar asam urat sebelum dan sesudah diberi perlakuan sebesar 0,6429±0,72707 mg/dL.
Hubungan Kepemilikan Jamban dengan Kejadian Diare di Desa Bagan Laguh, Kecamatan Bunut, Riau: The Correlation Between Toilet Ownership With the Event of Diarrhea in Bagan Laguh Village, Bunut Sub-District, Riau Nur Rizki Aprilia Utami; Tantri Analisawati Sudarsono; Retno Sulistiyowati; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i1.5164

Abstract

Diarrhea is an endemic disease that can cause Extraordinary Events (KLB). In 2017, there were 21 occurrences of diarrhea spreading across 12 provinces with a total of 1,725 patients and 34 deaths (CFR 1.97%). There are three risk factors for diarrhea, namely individual characteristics, preventive behavior, and environment. This research is to determine the correlation between toilet ownership and the occurrence of diarrhea in Bagan Laguh Village, Riau. The research population was all residents of Bagan Laguh Village listedin the Integrated Social Welfare Data (DTKS) and 59 residents were selected as the research sample using the simple random sampling technique. The primary data were obtained from the questionnaires filled out by the respondents and then analyzed using the Chi-Square test. The results of this research indicated that respondents' level of education and income are not significantly correlated with the occurrence of diarrhea(P values= 0.115 and 0.421 respectively); however, respondents' knowledge, attitude, and toilet ownership are correlated with the occurrence of diarrhea significantly (P-values = 0.007, 0.001, and 0.002 respectively).
Beban Kerja Perawat dengan Reseliensi di Rumah Sakit Islam Purwokerto Etlidawati Etlidawati; Retno Sulistiyowati; Alfi Noviyana
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.909 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i1.4556

Abstract

This study analyzes the relationship between nurse workload and resilience at the Islamic Hospital in Purwokerto. This research method is quantitative research using a correlation design with a cross-sectional approach. The results showed that the light workload was 56% and the heavy workload was 44%. Low resolution 73%, high resolution 27%. The test results obtained a p-value of 0.003 with an OR of 0.435. In conclusion, there is a strong relationship between nurse workload and resilience in the inpatient room of the Purwokerto Islamic Hospital Keywords: Workload, Nurses, Resilience
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Rheumatoid Factor Pada Lansia Dita Pratiwi Kusuma Wardani; Syifa Arrachmah; Retno Sulistiyowati; Minto Rahaju
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/z153zc45

Abstract

Latar Belakang: Rheumatoid Arthritis (RA) tergolong penyakit sistemik yang cenderung menjadi kronis dan sering menyerang sendi. Usia menjadi salah satu fakto risiko terjadinya RA. Rheumatoid Factor (RF) merupakan immunoglobulin yang bereaksi dengan molekul IgG, pada serum penderita juga mengandung IgG. RF merupakan parameter atau pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi adanya RA. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar rheumatoid factor pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan melibatkan 28 orang lansia di Desa Banteran, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas pada bulan Mei-Juni 2023. Responden dilakukan pemeriksaan kadar RF dengan metode aglutinasi lateks dan pengisian kuesioner IPAQ yang telah dimodifikasi untuk menentukan aktivitas fisik. Data dianalisis dengan Fisher Exact (X2). Hasil: Hasil analisis Fisher Exact terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar RF (p= 0,001; OR= 2.5; CI 95%= 1.346-4.646). Tidak terdapat lansia dengan aktivitas fisik sedang yang memiliki kadar RF reaktif sedangkan lansia dengan aktivitas fisik sedang yang memiliki kadar RF non reaktif sebanyak 13 orang (100%). Lansia dengan aktivitas fisik berat yang memiliki kadar RF reaktif sebanyak 9 orang (60%) sedangkan lansia dengan aktivitas fisik berat yang memiliki kadar RF non reaktif sebanyak 6 orang (40%). Lansia dengan aktivitas fisik berat berisiko 2.5 untuk memiliki kadar RF reaktif. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar RF lansia. Responden dengan aktivitas fisik berat memiliki peluang 2,5 kali untuk memiliki kadar RF reaktif.
Pengaruh Variasi Waktu Pemanasan Terhadap Kadar Kesadahan Air Sumur di Desa Darmakradenan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Retno Sulistiyowati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3: Februari 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang paling penting bagi kehidupan manusia, karena itu penting bagi masyarakat untuk mengetahui kadar kesadahan air sumur. Desa Darmakradenan merupakan desa yang memiliki tanah berkapur, dimana tanah berkapur dapat menyebabkan tingginya kadar kesadahan air. Kadar kesadahan yang tinggi dapat diturunkan melalui pemanasan dengan variasi waktu berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi waktu terhadap perubahan kadar kesadahan air, untuk mengetahui kelayakan konsumsi kadar kesadahan air dan mengetahui waktu paling efektif terhadap perubahan kadar kesadahan air sumur di Desa Darmakradenan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan penelitian One group pretest-posttest. Hasil menunjukkan bahwa Mayoritas kadar kesadahan air sumur di Desa Darmakradenan melebihi batas yang ditetapkan Permenkes. Dengan adanya pemanasan selama 35 menit menyebabkan penurunan kadar kesadahan yang paling signifikan. Penurunan kadar kesadahan sampel air 1-6 secara berturut-turut adalah 34,2% , 16% , 27% , 18% , 28% dan 30%. Berdasarkan analisis data dengan ANOVA, dapat disimpulkan bahwa variasi waktu pemanasan berpengaruh terhadap perubahan kadar kesadahan air, kadar kesadahan air sumur di Desa Darmakradenan belum layak konsumsi dan waktu 35 menit paling efektif dalam menurunkan kadar kesadahan air sumur.
PENGARUH FILTRAT KULIT SEMANGKA KUNING TEHADAP PENINGKATAN DAYA LARUT KALSIUM OKSALAT SECARA IN VITRO Retno Sulistiyowati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5: April 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

bstrak: Batu ginjal tersusun dari unsur kalsium, lebih dari 80% batu saluran kemih dan batu ginjal terdiri dari kalsium yang berikatan dengan oksalat maupun fosfat, membentuk kalsium oksalat atau kalsium fosfat. Pengobatan batu ginjal memerlukan biaya yang relatif mahal. Semangka merupakan buah yang diduga dapat melarutkan batu ginjal, karena mengandung kalium. Kalium diduga dapat menghancurkan batu ginjal (urolithikum). Kandungan kalium dalam kulit semangka 82 mg.Kalium akan menyingkirkan kalsium dalam senyawa kalsium oksalat, membentuk senyawa yang larut dalam air . Tujuan penelitian mengkaji pengaruh frekuensi satu kali perendaman filtrat kulit semangka kuning selama tujuh hari berturut- turut pada suhu 37°C terhadap persentase daya larut kalsium oksalat. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian ini kulit semangka kuning bagian putih. Konsentrasi optimal 50 % dengan berat Ca oksalat 0,5 gram, perendaman tujuh hari berturut – turut dengan pengulangan tiga kali. Hasil Uji One-Way Anova, diperoleh F hitung 117.360 dan p = 0,000, α = 0,05, p < α, sehingga H0 ditolak, jadi ada kenaikan daya larut Ca oksalat pada frekuensi satu kali perendaman dengan filtrat kulit semangka kuning selama tujuh hari berturut – turut dengan rata – rata 16,03 %b/b. Mengkonsumsi semangka sebaiknya bagian putih juga dikonsumsi.
Perbedaan Kadar Glukosa Serum dan Plasma Naf Segera dan Tunda 2 Jam Pada Penderita DM Retno Sulistiyowati; Budiarti Budiarti; Minto Rahaju; Tantri Analisawati Sudarsono
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 10: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan sampel serum dan plasma menjadi dua pilihan utama yang sering digunakan untuk mengukur kadar glukosa darah seseorang. Pemeriksaan sampel dengan penundaan perlu ditambahkan bahan pengawet. Natrium Flourida (NaF) merupakan antikoagulan yang dapat mempertahankan konsentrasi glukosa dalam darah jika terjadi penundaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan plasma NaF terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus melalui mekanisme pemeriksaan segera dan ditunda 2 jam. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling (SRS). Hasil penelitian menunjukan nilai α = 0,000 (pemeriksaan segera serum dan plasma NaF) dan nilai α = 0,000 (pemeriksaan ditunda 2 jam serum dan plasma NaF). Terdapat hubungan yang signifikan antara pemeriksaan glukosa pada serum dan plasma NaF segera dan ditunda 2 jam.
Hubungan Kadar Protein Urin Dengan Tekanan Darah Pada Ibu Hamil Trimester II dan III di Puskesmas Madukara 1 Banjarnegara Arum Wulandari; Umi Solikhah; Retno Sulistiyowati; Kurnia Ritma Dhanti
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 10: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklamsi merupakan gangguan kehamilan yang sering terjadi di usia kehamilan 20 minggu akibat kelainan fungsi endotel dari pembuluh darah yang dapat menurunkan perfusi organ dan dapat mengakibatkan terjadinya protein urin positif dan hipertensi. Protein urin positif merupakan adanya kandungan protein di dalam urin akibat kegagalan ginjal dalam memfiltrasi protein. Sedangkan hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang melebihi batas normal (≥140/90 mmHg). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar protein urin dengan tekanan darah pada ibu hamil trimester II dan III di Puskesmas Madukara 1. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain studi kohort prospektif. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2022. Sebanyak 30 sampel ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi akan diambil data tekanan darah dan protein urin secara sekunder pada TM II dan secara primer pada TM III. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square Fisher’s Exact Test. Pada pemeriksaan hubungan antara protein urin terhadap tekanan darah ibu hamil TM II diperoleh nilai p:1,000 (p>0,05) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara protein urin terhadap tekanan darah pada ibu hamil TM II. Sedangkan pada pemeriksaan hubungan antara protein urin terhadap tekanan darah ibu hamil TM III diperoleh nilai p: 0,003 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara protein urin terhadap tekanan darah ibu hamil TM III.