Articles
Sistem Pemantauan Gas Karbon Monoksida (CO) Pada Produk KOLISS-IoT Menggunakan Teknologi Web
Krisna Aditya;
Dian Budhi Santoso;
Lela Nurpulaela
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 19 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31358/techne.v19i02.239
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gas karbon monoksida (CO) pada produk kompor penghasil listrik dengan teknologi Internet of Things (KOLISS-IoT) yang berpotensi menghasilkan gas CO dari pembakaran yang tidak sempurna. Metode yang digunakan dalam pembuatan alat ini diawali dengan pembuatan produk KOLISS-IoT dan pembuatan sistem pemantauan gas CO yang didukung dengan teknologi Internet of Things (IoT). Proses pemantauan gas CO menggunakan sensor gas tipe MQ-7, sebagai pengendalinya menggunakan Arduino Uno serta untuk menampilkan hasil pemantauan pada halaman web menggunakan modul WiFi ESP8266 sebagai pengirim datanya. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, sensor MQ-7 dapat mendeteksi gas karbon monoksida (CO) pada produk KOLISS-IoT yang selanjutnya ditampilkan di LCD dan halaman web. Hasil pengambilan data didapatkan rata-rata gas CO yang terdeteksi sebesar 5,72 ppm serta rata-rata waktu pengiriman data pada halaman web membutuhkan waktu 8,1 detik.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI MIXED REALITY SEBAGAI INOVASI STRATEGI PEMBELAJARAN SISTEM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK ENERGI BARU TERBARUKAN
Maman Suryaman;
Dian Budhi Santoso;
Risma Fitriani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3: Agustus 2021
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jabdi.v1i3.123
Abstract: In an era that is completely digital, Information and Communication Technology (ICT) is very influential in many aspects of life, not to mention in the field of education, especially in universities. Along with the existence of an independent campus policy from the ministry of education, many universities are trying to harmonize appropriate learning methods. This can support the needs of superior human resources from higher education, so that the existence of ICT-based learning methods that present reality in a learning atmosphere is very important to design an appropriate visualization strategy. One of the ICTs that presents reality in a learning atmosphere that can be applied to the education sector is Mixed Reality (MR), which is a combination of Virtual Reality and Augmented Reality. This research will be conducted using research and development methods, where data collection will be carried out first and the selection of learning materials and end with the implementation and dissimilation. The benefits of applying this learning method are expected to create a learning environment that is closer to reality and establishes student independence in learning. The output of this research is the creation of MR-based learning materials at SMK TI Muhammadiyah Cikampek.
Desain Sistem Pompa Air Matahari untuk Pengairan di Karawang
Dian Budhi Santoso;
Jojo Sumarjo
Jurnal Teknologika Vol 10 No 1 (2020): Jurnal teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.679 KB)
Permasalahan saat ini Karawang sebagian lahannya telah menjadi lahan tidur sehingga mendorong gerakan pertanian dan teknologi pertanian ramah lingkungan, banyaknya lahan tidur bukan dikarenakan petani tidak bersedia menggarap lahan tersebut, namun disebabkan oleh kondisi tidak adanya sumber pengairan terutama dimusim kemarau. Solusi tersebut dengan pembuatan sumber air kemudian mengangkat air tersebut dengan pompa air yang menggunakan sumber listrik dari PLN tetapi kurang efisien maka solusi hal tersebut dapat menggunakan sumber pembangkit listrik dari energi terbarukan, seperti sinar matahari (energi surya). Penerapan Panel Surya sebagai sumber energi listrik alternatif untuk pompa pengairan sawah di daerah Kabupaten Karawang sangatlah tepat mengingat potensi energi surya rata-rata di Indonesia cukup baik. Dalam penelitian ini digunakan pompa dc dengan sistem direct photovoltaic, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih efisien karena tanpa storage energy berupa battery. Namun untuk meningkatkan efisien penggunaan sistem ini digunakan water storage sehingga sistem ini maksimal dalam menyimpan air pada saat siang hari dan SWP tetap beroperasi pada saat malam hari dari cadangan air di water storage. Sistem ini mampu mengalirkan sampai kurang lebih 60 lpm dengan total head kurang lebih 35 meter dari permukaan tanah.
Desain Optimal Wind-turbines Tipe Savonius sebagai Suplai Energi Listrik di Desa Pusakajaya, Kabupaten Karawang
Jojo Sumarjo;
Dian Budhi Santoso;
Insani Abdi Bangsa
Jurnal Teknologika Vol 10 No 1 (2020): Jurnal teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (346.693 KB)
Peningkatan kebutuhan energi listrik terjadi akibat pertambahan penduduk yang semakin tinggi, tetapi hal ini tidak seimbang dengan peningkatan penyediaan tenaga listrik. Kapasitas daya yang ada masih tetap, sementara kebutuhan masyarakat semakin meningkat. Masyarakat Indonesia masih tergantung pada pasokan listrik PLN, tidak hanya untuk kebutuhan penerangan jalan tetapi juga untuk mendukung kegiatan ekonomi. Akibat yang ditimbulkan adalah sering terjadi pemadaman aliran listrik oleh PLN, terutama pada beban puncak. Hal ini disebabkan oleh akibat pemakaian beban yang melebihi daya yang telah disediakan. Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam, Pembangkit Listrik Tenaga Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator di bagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi listrik ini biasanya akan disimpan ke dalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan. Desain kincir angin yang tidak optimal mengakibatkan kurangnya output daya yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga angin. Desain optimal dari PLTB tipe savonius akan meningkatkan efisinesi output daya dari PLTB. Potensi daya yang dihasilkan tertinggi dari pengujian turbin angin ini adalah 8,30 Watt didapatkan saat kecepatan angin 5,88 m/s pada putaran rotor 383,2 RPM dan pada torsi sebesar 27,54 Nm dengan efisiensi sistem adalah 7% dan dapat menghidupkan LED 5 watt selama 12 jam.
ANALISIS PENGARUH ARUS EKSITASI TERHADAP DAYA REAKTIF GENERATOR SINKRON UNIT 3 PLTA UBRUG
Setya Aria Putra;
Dian Budhi Santoso
Jurnal Disprotek Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34001/jdpt.v13i2.3160
Generator sinkron membutuhkan suatu medan magnet sebagai penguat agar dapat menghasilkan tegangan listrik. Medan magnet tersebut dapat diperoleh dari arus eksitasi yang dibangkitkan oleh exciter. Arus eksitasi tersebut mengalir pada kumparan medan yang terdapat pada rotor, sehingga rotor itu dapat menghasilkan medan magnet. Kemudian, konduktor akan memotong garis-garis gaya magnet dan menghasilkan Gaya Gerak Listrik (GGL) sehingga menghasilkan tegangan [1]. Saat arus eksitasi diatur di bawah nilai nominal, maka fluks magnet yang terdapat pada stator akan menurun, sehingga tegangan yang dihasilkan oleh generator juga ikut turun. Perubahan pada eksitasi menjadi penyabab tegangan dan daya reaktif yang dihasilkan generator mempunyai nilai batas tertinggi dan batas terendah. Perubahan besarnya arus eksitasi juga mempengaruhi variasi nilai beban pada besarnya daya reaktif. Pengaturan input pada generator sinkron adalah pengaturan yang dilakukan input arus medan dan frekuensi, input arus medan digunakan untuk mengatur besarnya nilai keluaran daya reaktif dan tegangan yang dihasilkan oleh generator. Berdasarkan data akhir dari hasil perhitungan daya reaktif dapat dilihat bahwa nilai faktor daya yang diperoleh minimum sebesar 0,94 dengan arus eksitasi pada rotor sebesar 314 A dan daya reaktif sebesar 3,1 MVAR, sehingga dapat simpulkan bahwa besar nilai daya reaktif yang dihasilkan oleh generator berbanding lurus dengan arus eksitasi yang diberikan.Â
ANALISIS KINERJA MOTOR KOMPRESOR PEMUTUS TENAGA PNEUMATIK PADA GARDU INDUK PINAYUNGAN
Farizal Abdilah;
Dian Budhi Santoso
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 5, No 1 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/epic.v5i1.17199
Berdasarkan buku pedoman pemutus tenaga yang dikeluarkan oleh PLN diketahui bahwa kinerja kompresor pada PMT sangatlah penting, karena jika kinerja kompresor menurun maka dapat mengakibatkan tidak berfungsinya PMT dan sistem tenaga listrik terputus. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kinerja kompresor pada PMT pada gardu induk. Tujuan penelitian ini adalah agar dapat mengetahui kerusakan kompresor lebih awal sehingga tidak mengakibatkan terjadinya kegagalan dalam penyaluran tenaga listrik. metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengukuran menggunakan alat manometer dan melihat langsung panel meter yang terdapat pada gardu induk. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa pada Bay Tegalherang 1 rata-rata kerja motor kompresor 1,6721 menit per hari dengan tekanan 17,95 Bar dan untuk Bay Tegalherang 2 rata-rata kerja motor kompresor 52,9180 menit per hari dengan tekanan 17,83 Bar. Dari hasil pengujian tersebut dapat dikatakan bahwa kondisi motor kompresor pada bay tegalherang 2 tidak normal karena berdasarkan buku pedoman pemutus tenaga PLN waktu kerja dan tekanan yang dapat ditoleransi adalah kurang dari 5,5 menit per hari dan dibawah dari 19,5 Bar sehingga dapat disimpulkan bahwa kompresor pada bay tegalherang 2 harus diganti atau diperbaiki. Kata kunci: kompresor; tekanan; waktu
Analisa Meningkatnya Rugi-Rugi Daya Akibat Jatuh Tegangan Pada Proses Transmisi 150 KV Maligi-Indoliberty
M Haikal Ismawan;
Dian Budhi Santoso
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/je-unisla.v6i2.690
Tariffs are one of the driving forces of the economy, so electrical energy providers should be more effective in presenting electrical energy so that the basic electricity tariffs can be cheaper, one way is to reduce power losses in the transmission process. power losses arise because the transmission conductor has resistance values, power losses can increase if the voltage in the transmission system decreases, in the case study taken at PT PLN (Persero) UPT Karawang Gardu Induk (GI) 150 KV maligi the direction of the conductor Indoliberty 150 KV transmission when the average load in one day is 18.85 MW and 10.01 MVAr there is a power loss of 7065.05 W in one day when the voltage is 150 KV, and power losses increase by 411.17 W when there is avoltage drop of 2.8766% from a voltage of 150 KV to 145.82 KV which increases the cost loss of Rp. 9838,396 per day.
Prototype Pagar Otomatis Berbasis Arduino Uno Dengan Sensor Ultrasonic Hc-SR04
Imam Rama Muttaqin;
Dian Budhi Santoso
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/je-unisla.v6i2.695
The process of opening and closing the fence manually is less effective, forexample, residents of the house have to go down and open the gate manually by pulling or pushing it by hand, whereas for certain conditions, such as when itrains, opening and closing the fence manually will make it difficult. . Thepurpose of this paper is to increase the efficiency and effectiveness of the gateopening and closing process, where the process of opening and closing the fence can be done practically by using a DC motor connected to an Arduino Uno and an ultrasonic sensor HC-SR04. The process of opening and closing the door will be faster because the driver does not need to push open the fence or close the fence.
Desain Permanent Magnet Synchronous Generator Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Daya 500 Watt Dengan Kecepatan Angin Rendah
Muhamad Nurul Fikri;
Ujang Cakra Buana;
Dian Budhi Santoso
JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional) Vol 8, No 2 (2022): JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (683.097 KB)
|
DOI: 10.24036/jtev.v8i2.116750
Energi listrik menjadi kebutuhan sehari-hari untuk umat manusia. Seiring berjalannya waktu, perkembangan dari masa kemasa terus ditingkatkan untuk memproduksi listrik yang lebih efisien. Akan tetapi kondisi konsumsi energi listrik yang terus meningkat mengakibatkan menipisnya bahan cadangan sumber energi fosil. Ketahanan energi pun menjadi tantangan bagi para peneliti untuk mempersiapkan terjaminnya kondisi energi. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab mengenai ketahanan energi listrik dengan mengembangkan generator permanen skala kecil yang dapat bekerja pada kecepatan angin yang relative rendah. Penggunaan magnet permanen Neodymium Iron Boron (NdFeB) sebagai sumber eksitasi flux pada generator. Permanent Magnet Synchronius Generator (PMSG) merupakan generator magnet yang menghasilkan medan melalui celah udara. PMSG fluks radial tiga fase dirancang dengan menggunakan jenis inner rotor tunggal dan stator tunggal. PMSG yang dirancang memiliki jumlah slot lilitan stator sebanyak 18 slot dan jumlah kutub magnet sebanyak 16 pole. Selain dirancang untuk kebutuhan kecepatan angin yang rendah, PMSG ini juga mudah untuk dimanufaktur karena memiliki design kontruksi yang simpel. Data hasil pengujian PMSG dilakukan dengan simulasi software design electromagnetic menggunakan kecepatan putar 300 sampai 500 rpm dengan pengujian generator unload dan loaded. Hasil yang pada unload didapat secara urut 91.72129 V sampai 111.9005 V. Sedangkan pengujian loaded didapat 67.67682 V sampai 77.88944 V. Beban yang digunakan resistor tetap 10 Ω.
ANALISIS PENGARUH KENAIKAN BEBAN TERHADAP NILAI KELUARAN PERMANEN MAGNET SYNCHRONOUS GENERATOR 12S8P
Reza Pahlevi;
Dian Budhi Santoso
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 5, No 1 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/epic.v5i1.19640
Generator adalah sebuah alat yang mampu merubah energi mekanik menjadi energi listrik, maka dari itu generator adalah sebuah alat yang mampu memberikan kemudahan bagi manusia. Akan tetapi, generator yang ada di pasaran seringkali bekerja tidak sesuai dengan spesifikasi ketika diberikan beban. Oleh karena itu penelitian ini akan dilakukan analisis pengaruh kenaikan beban pada keluaran tegangan, arus, torsi, daya masukan, daya keluaran, dan efisiensi terhadap kecepatan pada PMSG 12 Slot 8 Pole menggunakan Software Design Electromagnetic berbasis Finite Element Method.Penelitian yang dilakukan merupakan sebuah analisis dari desain PMSG 12S8P yang dibuat menggunakan software design electromagnetic menggunakan metode Finite Element Method untuk mendapatkan pembebanan terbaik pada PMSG 12S8P. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa efisiensi terbesar PMSG 12S8P berada pada beban 10 Ohm dengan kecepatan 5000 rpm sebesar 0,93% sedangkan efisiensi terendah berada pada beban 100 Ohm dengan kecepatan 1000 rpm sebesar 0,88%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin besar beban pada generator maka semakin kecil efisiensi yang didapatkan dan pada PMSG 12S8P mendapatkan efisiensi terbaiknya pada beban 10 Ohm dengan kecepatan yang relatif tinggi.Kata kunci : generator sinkron magnet permanen; metode elemen hingga; pembebanan; perangkat lunak desain elektromagnetik