Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perancangan Kandang Pintar Menggunakan NodeMCU ESP32 dan Platform Blynk Erik Agustian Yulanda; Rizki Kurniawan
OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Sains Vol 3 No 08 (2024): OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer Dan Sains
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pet owners, especially cat owners, often face difficulties in providing regular feeding due to their daily busy schedules. Irregular feeding can have serious impacts on the physical and behavioral condition of animals, such as malnutrition, stress, and depression. The solution to this problem is the utilization of IoT-based smart cages that enable effective monitoring of pet conditions. These smart cages are equipped with an IoT system that facilitates pet owners in monitoring their animals' well-being. To maintain an ideal temperature within the cage, a DHT22 sensor is used to automatically control the temperature. Additionally, the availability of food and water in the cage is monitored through an ultrasonic sensor integrated with the Blynk application. Prior to implementation, testing and calibration are conducted on each sensor. The test results indicate high levels of accuracy: 98.53% for the temperature sensor (DHT22), 98.82% for the ultrasonic sensor, and 98.89% for the water level sensor. This signifies the good quality and performance of the developed system. Apart from cage condition monitoring, this system also allows pet owners to directly view live video streaming from the cage through the Blynk application. The monitoring process involves the NodeMCU ESP32 microcontroller, which transmits data to the Blynk application over the internet.
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL ALAT PEMOTONG BESI Norda, Fidelis; Yulanda , Erik Agustian
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia industri yang semakin pesat, membuat proses produksi dalam suatu industri atau pabrik membutuhkan teknologi yang semakin berkembang. Salah satu alat yang dibutuhkan di era sekarang ini adalah sistem pemotong besi. Pemotong besi yang dimaksud adalah rancang bangun sistem kontrol alat pemotong besi. Pemotong besi ini memiliki tujuan yang sangat penting diantaranya agar mempermudah pekerja dalam meyelesaikan pekerjaan. Selain itu guna untuk memotong besi secara maksimal, efisien dan cepat. Serta lebih menghemat waktu dan tenaga para pekerja, terutama yang tidak kalah penting untuk membantu orang-orang yang takut dan kesulitan memegang alat grinda. Dalam perancangan ini metode yang digunakan adalah metode pengembangan. Metode ini guna untuk menghasilkan produk dan menguji keefektifan produk yang dirancang. Untuk mengetahui apakah alat yang dirancang berfungsi dengan baik atau tidak, maka dilakukan pengujian alat. Pengujian yang pertama dengan cara mengukur tegangan, yang kedua mengukur kecepatan motor(RPM), yang ketiga menguji suhu motor, lalu menguji waktu pemotongan kemudian yang terakhir mengukur ketebalan besi yang akan dipotong. Pengujian ini berfungsi untuk mengetahui apakah alat yang dirancang sesuai yang diharapkan atau tidak. Yakni, bisa memotong besi lebih cepat atau tidak. Kemudian mudah digunakan atau tidak. Jika memenuhi kriteria tersebut maka alat dianggap layak untuk digunakan karena telah lulus uji coba. Tujuan perancangan ini bagi penulis itu sendiri, guna untuk mengetahui proses dan pembuatan alat mesin gergaji yang digerakkan menggunakan motor listrik 1 fasa dan sebagai bentuk terlaksananya kegiatan teori maupun praktek ilmu pengetahuan, yang di peroleh dari dunia pendidikan yang sudah berkembang pesat. Dari hasil penelitian tersebut, beberapa kesimpulan yang dapat diambil yakni, semakin besar kecepatan dan tegangan yang diberikan pada proses pemotongan, maka semakin cepat proses pemotongan(waktu yang diperlukan sedikit) begitupun sebaliknya(tabel 4.2). Di sisi lain, semakin tebal ukuran besi yang dipotong maka semakin lama proses pemotongan besi tersebut yakni banyak waktu yang diperlukan untuk memotong besi(tabel 4.1). Selain itu juga, kelebihan alat ini adalah alat akan mati dengan sendirinya apabila proses pemotongan telah selesai karena memiliki sensor infra red. Sedangkan kelemahannya, alat ini hanya memotong besi batangan dengan minimal ketebalan 10 mm yang artinya alat ini hanya bisa melakukan proses pemotongan dengan memiliki batas maksimal ketebalan.
Rancang Bangun Alat Penggulung Kawat Tembaga dengan Kontrol Arduino Nano Yulanda, Erik Agustian; Fadila, Reza Aditya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17442

Abstract

This study aims to design and implement a copper wire winder with Arduino Nano-based control to enhance efficiency and accuracy in wire winding processes, especially for small and medium industries. The research method includes initial observation, hardware and software design, testing of main components such as the NEMA 17 stepper motor, infrared sensor, and 4x4 keypad, as well as overall system testing. The system was designed to receive winding quantity input via a keypad, control the stepper motor speed using the int delaystep parameter, and display real-time data on an I2C LCD. The results show that the device can wind copper wire with high accuracy, requiring 16 seconds for 25 turns and 34 seconds for 50 turns. Increasing the number of turns demonstrated consistent wire length results aligned with theoretical calculations. However, longer winding durations led to a motor temperature increase of up to 51°C, suggesting the need for operational breaks to prevent overheating. This device provides a practical solution for automating wire winding processes, with potential future developments such as additional safety features and enhanced motor speed to meet higher production demands.
Rancang Bangun Alat Penyiram dan Pemberi Nutrisi Tanaman Berbasis IOT dengan Sensor Kelembaban Tanah Yulanda, Erik Agustian; Albako, Sandya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25862

Abstract

Penyiraman dan pemberian nutrisi tanaman secara konvensional sering kali memiliki banyak kelemahan yang menjadi kendala dalam pemeliharaan tanaman. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengembangkan sistem penyiraman dan pemberian nutrisi tanaman berbasis Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 yang terintegrasi dengan sensor kelembaban tanah (Capacitive Soil Moisture) dan sensor DHT11 untuk mengukur kelembaban serta suhu udara. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pertumbuhan tanaman dan penggunaan sumber daya air. Data yang diperoleh dari sensor dikirimkan secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian dilakukan untuk mengukur reaksi sistem terhadap perubahan kelembaban pada tanah, kelembaban pada udara, dan suhu pada udara. Data dikumpulkan dengan mencatat hasil pengukuran sensor serta mendokumentasikan proses dan hasil pengujian alat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor kelembaban udara dan suhu bekerja dengan tingkat akurasi yang tinggi. Tingkat kesalahan (error) yang tercatat cukup kecil, yaitu 1,52% pada pengujian suhu sensor DHT11, 1,76% pada pengujian kelembaban sensor DHT11, dan 2,53% pada pengujian sensor kelembaban tanah. Sistem ini mampu menyiram tanaman secara otomatis ketika kelembaban tanah kurang dari 50% RH dan berhenti saat lebih dari 50% RH, yang berhasil meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengoptimalkan penyiraman tanaman serta memberikan kendali yang efisien bagi pengguna.
Sistem Monitoring dan Filtrasi Air Sumur Bor Berbasis Arduino Yulanda, Erik Agustian; Ariwibowo, Andik Cahyo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25899

Abstract

Kualitas air sumur bor, terutama terkait tingkat total zat padat terlarut (TDS) dan keasaman (pH), sangat penting untuk kesehatan tubuh. Air dengan TDS tinggi dan pH rendah atau tinggi, dapat mengganggu kesehatan jika dikonsumsi secara terus- menerus. Maka penting adanya sistem monitoring kualitas air yang efisien menggunakan sensor pH dan sensor TDS berbasis Arduino Uno, serta memanfaatkan media filtrasi karbon aktif dan zeolit dengan perbandingan 1:1. Sensor pH merupakan sensor yang digunakan untuk mengukur nilai keasaman atau kebasaan, sedangkan sensor TDS digunakan untuk mengukur nilai zat padat terlarut dalam air. Sistem ini diimplementasikan pada sumber air sumur bor di Perumahan Grand Harmoni 2 Balaraja untuk memantau kualitas air secara real-time. Hasil kalibrasi sensor pH menunjukkan tingkat akurasi yang cukup tinggi dengan nilai error sebesar 1,165%. Pengujian dilakukan pada dua titik sampel, menghasilkan nilai pH sebelum filtrasi sebesar 8,261 dan 7,805, yang mendekati batas atas baku mutu kualitas air. Setelah melewati proses filtrasi dengan media karbon aktif dan zeolit, nilai pH menurun menjadi 8,147 dan 7,741. Untuk parameter TDS, nilai sebelum filtrasi tercatat 609,6 ppm dan 652,5 ppm, yang melebihi batas standar kualitas air minum. Setelah filtrasi, TDS berhasil dikurangi menjadi 472,8 ppm dan 479,2 ppm, sehingga memenuhi standar air layak konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi filtrasi karbon aktif dan zeolit cukup efisien dalam menurunkan kadar TDS dan menstabilkan pH air sumur bor. Sistem ini dapat menjadi solusi yang efisien untuk meningkatkan kualitas air minum bagi masyarakat dan memberikan data yang akurat untuk evaluasi kualitas air secara berkala. Arduino Uno sebagai platform pengembangan memberikan fleksibilitas untuk pengembangan sistem monitoring yang lebih kompleks di masa mendatang.
RANCANG BANGUN ALAT MINI GAS ANALYZER KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN SENSOR MQ7, MQ6 DAN MIKROKONTROLLER ARDUINO UNO huri, mas; Agustian Yulanda , Erik
Jurnal Qua Teknika Vol 15 No 01 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/quateknika.v15i01.4366

Abstract

Abstract: Motor vehicle exhaust is a major contributor to air pollution and can have a negative impact on health and the environment, so it is important to have a vehicle exhaust gas measurement tool, to ensure that vehicle exhaust is at the tolerance level set by the government. This study aims to create a mini gas analyzer tool based on Arduino Uno that can measure carbon monoxide (CO) and hydrocarbon (HC) levels in motor vehicle exhaust. The tool design uses an MQ7 sensor to measure CO and an MQ6 sensor to measure HC and Arduino Uno as a data processor. Tool testing was carried out by experimenting with several vehicles with different engine conditions. The test results showed an average error of 1.89% for CO and 0.375% for HC when compared to conventional tools. The test results show the potential of the tool for use in mass emission testing programs Keywords: Gas analyzer; Carbon Monoxide; Hydrocarbon; MQ7 Sensor; MQ6 Sensor; Emission Testing.
Sistem Monitoring Dan Otomatisasi Proses Pemeraman Buah Pisang Berbasis Internet Of Things (IoT) Fahri, Muhamad
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 19 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v19n3.2896

Abstract

Abstrak. Permintaan buah pisang matang sangat tinggi di sektor distribusi dan perdagangan, namun proses pemeraman di Indonesia masih banyak dilakukan secara manual yang kurang efisien dan berisiko menurunkan kualitas. Penelitian ini merancang sistem pemantauan dan otomatisasi pemeraman pisang berbasis Internet Of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi dan kontrol. Sistem memanfaatkan mikrokontroler ESP32-S3 dan ESP32-CAM, sensor TCS34725 untuk klasifikasi tingkat kematangan berdasarkan nilai RGB, serta sensor DHT22 untuk menyesuaikan suhu dan kelembapan. Data ditampilkan secara real-time melalui LCD dan aplikasi Blynk untuk pemantauan jarak jauh. Sistem bekerja secara otomatis, termasuk dalam penyemprotan zat pematang etefon melalui pompa DC. Hasil menunjukkan sensor RGB berhasil memadukan perubahan warna pisang dari hijau ke kuning, dengan peningkatan nilai Red dari 79 ke 93, dan penurunan Green dari 105 ke 101 serta Blue dari 69 ke 56. Perubahan kematangan dari mentah ke setengah matang terjadi dalam 2,5 hari, dan mencapai matang pada hari keempat, dengan total durasi pemeraman 3,5 hari. Selama proses, rata-rata suhu 23,6°C dan kelembaban 88,1%. Secara keseluruhan, sistem ini terbukti efisien, akurat, dan berpotensi meningkatkan nilai ekonomi bagi petani dan pelaku usaha. Keywords: Pemeraman Pisang; IoT; Sensor RGB; Otomatisasi; Blynk.
Rancang Bangun Inkubator Telur Berbasis IoT Dengan Sumber Daya Listrik Dari Panel Surya Erik Agustian Yulanda
OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Sains Vol 2 No 08 (2023): OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer Dan Sains
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The egg incubator functions to maintain the required temperature and humidity for hatching eggs. However, the lack of human involvement in monitoring can pose challenges in maintaining the appropriate incubation environment and affect embryo survival rates. Therefore, the objective of this research is to create an intelligent and sustainable solution for poultry egg incubation with precise temperature and humidity control, as well as optimizing the hatching process. The approach taken in this study involves combining IoT technology and renewable energy, namely solar panels. The incubator system is equipped with DHT22 sensors to measure temperature and air humidity inside the machine. Data from the DHT22 sensors are used to automatically adjust and control the temperature and humidity within the ideal range for embryo development. Additionally, the system includes a stepper motor that periodically rotates or tilts the egg trays to provide proper air circulation and even turning for better hatching results. Users can monitor and control the incubator's environmental conditions in real-time through the Blynk application accessible from mobile devices. The Blynk application offers an intuitive graphical interface, enabling users to remotely control the incubator's lights and fans according to their needs. Test results demonstrate the solar panel's effective performance in generating electricity, the successful functionality of the DHT22 sensor, providing accurate temperature and humidity information in the surrounding environment, and the reliable performance of the Blynk application as a remote control system for the incubator's lights and fans. Overall, the IoT-based incubator system utilizing solar panels, DHT22 sensors, and the Blynk application proves to be an innovative solution to enhance egg hatching efficiency, improve production outcomes, and contribute to environmental preservation.
PERAPIHAN INSTALASI LISTRIK DAN PENERANGAN MASJID ASH’ SHOBIRIN Amalia, Sari; Tama, Agi; Yulanda, Erik Agustian; Kurniawan, Fery Aris; Hidayat, Muhammad; Oktaviansyah, Muhammad Zaki; Bachtiar, Muhammad Rizky; Setiawan, Nur; Hadiwinata, Mas Ridwan
Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pamulang dengan judul "Perapihan Instalasi Listrik dan Penerangan" di Masjid Ash Shobirin bertujuan untuk meningkatkan kualitas penerangan dan keamanan instalasi listrik di masjid, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya instalasi listrik yang baik dan aman. Kegiatan ini dilatar belakangi oleh pentingnya Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi perbaikan dan penyesuaian instalasi penerangan, peningkatan efisiensi energi melalui penggunaan lampu LED, peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang instalasi listrik, serta menciptakan suasana yang nyaman di masjid. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam mencapai tujuan, dengan perbaikan signifikan pada sistem penerangan dan instalasi listrik di Masjid Ash Shobirin. Hal ini memberikan dampak positif bagi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), jamaah, dan warga sekitar, meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan kegiatan keagamaan dan aktivitas lainnya di masjid.