Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS IMUNOMODULATOR EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH DELIMA (Punica Granatum L.) DENGAN PARAMETER AKTIVITAS DAN KAPASITAS FAGOSITOSIS SEL MAKROFAG PADA MENCIT (Mus Musculus) JANTAN Haeria Haeria; Nur Syamsi Dhuha
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i2.3289

Abstract

Salah satu herbal yang digunakan sebagai imunomodulator adalah kulit buah delima (Punica granatum L.). Zat aktif utama pada tanaman ini yang dimungkinkan berkhasiat sebagai imunomodulator adalah flavanoid golongan flavonols. Penelitian ini menggunakan mencit jantan 15 dan diberi ekstrak etanol kulit buah delima dengan dosis 50 mg/kgBB, dosis 100 mg/kgBB, dosis 200 mg/kgBB serta digunakan kontrol positif dan kontrol negatif sebagai pembanding, diberikan secara oral selama 7 hari. Pada hari ke-8 diinfeksikan bakteri staphylococcus aureus secara intraperitoneal. Analisis dilakukan menggunakan ANOVA satu arah. Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah delima dengan dosis 200 mg/kgBB memiliki efek terbaik sebagai imunomodulator dengan persen aktivitas 89,8 %.
HUBUNGAN KUANTITATIF SKRUKTUR AKTIVITAS SENYAWA TURUNAN 1-BENZENE ACYL-2-(METHYLINDOL-3-YL)-BENSIMIDAZOLE SEBAGAI INHIBITOR PERTUMBUHAN MCF-7 Nursalam Hamzah; Nur Syamsi Dhuha; Hasma Nur Putrianti
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i2.3397

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan sifat fisika-kimia yang berperan penting sebagai inhibitor polimerisasi tubulin dan antiprolifeasi MCF-7 untuk pengobatan kanker payudara berdasarkan persamaan Hubungan Kuantitatif Struktur dengan Aktivitas (HKSA). Prosedur dimulai dengan pemodelan dan optimasi geometri struktur molekul yang dibuat dengan HyperChem 8.0. Optimasi geometri dilakukan dengan metode Ab initio. Deskriptor HKSA dihitung dengan menggunakan MOE 2009. Selanjutnya dilakukan analisis statistik untuk melihat hubungan antara aktivitas dengan sifat kimia fisika. Validasi silang Leave One Out digunakan untuk memperoleh persamaan HKSA dengan kriteria statistik yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan model persamaan HKSA terbaik dari deskriptor persamaan terbaik di atas, yaitu: Log IC50= 8,660 – 0,000209 AM1-E – 0,0000164 AM1_Eele – 3,825 Glob + 0,762 log P (O/W), dimana nilai r = 0,926; q2 = 0,789; F = 28,765; standar error = 0,218 dan nilai R2 dari kurva MIC eksperimen vs MIC prediksi = 0,792.
AKTIVITAS INHIBISI PERTUMBUHAN MICOBACTERIUM TUBERCULOSIS DAN PLASMODIUM FALCIPARUM DARI EKSTRAK METANOL DAUN BOTTO-BOTTO (Chromolaena odorata Linn) Nursalam Hamzah; Nurfadilah Absa; St Rahmah Akbar; Syamsuri Syakri; Nur Syamsi Dhuha; Isriany Ismail
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 4 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i4.4470

Abstract

Tuberkulosis dan malaria merupakan dua penyakit infeksi berbahaya yang menyebabkan kematian jutaan orang, hampir setiap tahun. Pengobatannya mengalami kendala sebab terjadinya resistensi antituberkulosis dan antimalaria saat ini. Untuk itu dibutuhkan obat baru untuk mengatasi resistensi oleh penyakit-penyakit infeksi tersebut. Salah satu sumber obat baru Indonesia adalah tumbuhan botto-botto. Tumbuhan ini telah dimanfaatkan dalam etnofarmakologi sebagai obat antibakteri. Untuk itu perlu diteliti kemampuan tumbuhan botto-botto sebagai obat antituberkulosis dan malaria. Prosedur dimulai dengan ekstraksi daun botto-botto yang telah kering dengan pelarut metanol. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antiplasmodium dengan metode Desjardins dan antituberkulosis dengan metode MODS. Hasilnya bahwa ekstrak metanol daun botto-botto menghambat pertumbuhan Plasmodium falciparum dan mungkin menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis.
STUDI POTENSI SENYAWA TURUNAN KUMARIN-KALKON-UREA SEBAGAI ANTI-KANKER HATI SECARA IN SILICO: PENELUSURAN FARMAKOFOR, SKRINING VIRTUAL, DAN PENTAUTAN MOLEKUL Nur Syamsi Dhuha; Haeria Haeria; Alfiana Dwi Puspita
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v6i2.7055

Abstract

Kanker hati (HCC) merupakan penyakit karsinoma mematikan kedua setelah karsinoma pankreas. Hal ini berkaitan dengan sulitnya diagnosis awal serta sifat asimptomatik penyakit ini yang menyebabkan HCC terdiagnosa setelah pasien ada di stadium lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa baru sebagai calon obat berdasarkan kajian farmakofor dari turunan kumarin-kalkon-urea secara in silico. Prosedur dilakukan dengan melakukan pemodelan tiga dimensi senyawa dan optimasi geometri oleh HyperChem 8.0. Selanjutnya, penelusuran farmakofor, skrining virtual dari Zinc Database, serta pentautan molekul dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak MOE 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa dengan kode ZINC12138892 merupakan senyawa yang memilki potensi sebagai calon obat kanker hati berdasarkan analisis kesesuaian pada farmakofor reseptor protein serta pentautan molekul
POTENSI FRAKSI KULIT BUAH DURIAN (Durio zibethinus M) TERHADAP BAKTERI Escherhicia coli dan Staphylococcus aureus Nur Syamsi Dhuha; Haeria Haeria; Wa Sinta
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Volume 7 Nomor 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v7i1.9630

Abstract

Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan dunia yang belum terpecahkan. Untuk itu pencarian antibakteri baru terus dilakukan. Salah satu usaha penemuan antibakteri adalah eksplorasi berbagai jenis tanaman, utamanya tanaman yang mudah tumbuh di Indonesia. Salah satu tanaman dengan jumlah produksi paling besar adalah Durian (Durio zibethinus M). Kulit durian sebagai limbah dan menjadi bagian terbesar dari buah durian diteliti untuk mengetahui aktivitas penghambatannya terhadap bakteri Escherhicia coli dan bakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan metanol. Selanjutnya masing-masing ekstrak diuji aktivitas antibakterinya. Ektrak yang paling aktif kemudian difraksinasi dengan menggunakan 14 variasi kepolaran eluen (campuran etil asetat dan methanol). Selanjutnya fraksi kemudian diujikan kembali aktivitas antibakterinya dengan metode KLT-Bioautografi. Fraksi aktif kemudian diuji identifikasi golongan senyawanya. Hasil penelitian daya hambat ekstrak etil asetat, dan methanol secara berturut turut untuk bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus adalah 17,13 mm; 7,34 mm; 15,11 mm; dan 11,45 mm. Fraksi 2 ekstrak metanol memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri Staphylococcus aureus yaitu 9,96 mm yang berarti sedang. Hasil identifikasi golongan senyawa Fraksi 2 ekstrak metanol menunjukkan positif golongan Flavonoid.
Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Bidara (Ziziphus spina-christi L.) berdasarkan Gambaran Morfologi dan Histologi Hati Mencit Nur Syamsi Dhuha; Haeria Haeria; Hardiyanti Eka Putri
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.92 KB) | DOI: 10.24252/djps.v2i1.6706

Abstract

Daun bidara (Ziziphus spina-christi L.) digunakan sebagai obat tradisional. Daun Bidara memiliki khasiat antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, antifungi dan mencegah timbulnya tumor. Penggunaan daun bidara berkhasiat berdasarkan bukti empiris, tetapi belum diteliti keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batas toksisitas ekstrak etanol daun bidara berdasarkan gambaran morfologi dan histologi hati mencit. Prosedur dimulai dengan ekstraksi simplisia daun bidara secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Mencit sebanyak 15 ekor yang dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok I (kontrol) yang hanya diberi Na-CMC 1%. Kelompok II, III, IV, dan V adalah kelompok perlakuan yang diberi ekstrak etanol daun bidara dengan dosis berturut-turut 60, 200, 600, dan 2000 mg/kgBb. Pemberian ekstrak dilakukan per oral selama 14 hari kemudian pada hari ke-15, toksisitas diamati. Toksisitas diamati dari preparat histologi hati mencit berdasarkan nilai kerusakan parenkimatosa, hidropik dan nekrosis. Ekstrak etanol daun bidara memberi pengaruh pada gambaran morfologi yaitu pada warna dan berat basah hati mencit serta adanya kerusakan histopatologi. Batas toksisitas diamati pada dosis 600 mg/kgBB. Kata kunci: Daun bidara, toksisitas, morfologi, histologi.
UJI EFEK IMUNOMODULATOR EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum. L) DENGAN PARAMETER AKTIVITAS DAN KAPASITAS FAGOSITOSIS SEL MAKROFAG PADA MENCIT (Mus musculus) JANTAN Haeria Haeria; Nur Syamsi Dhuha; Muhammad Ikram Hasbi
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No 1, 2017
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v4i1.72

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Uji Efek Imunomodulator Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum. L) dengan Parameter Aktivitas dan Kapasitas Fagositosis Sel Makrofag Pada Mencit (mus musculus) Jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek imunomodulator dari ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum. L) yang berdasarkan pada aktivitas dan kapasitas fagositosis sel makrofag dari mencit jantan dengan pemberian variasi dosis. Pada Kelompok I diberi control positif Imboost force® 0,795 mg/kg BB mencit dan kelompok II diberi Na CMC 1 %, Kelompok III, IV dan V masing-masing diberi perlakuan dengan memberikan dosis acuan ekstrak yang berbeda sebanyak 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, dan 800 mg/kg BB. Proses perlakuan di berikan selama 7 hari dan pada hari ke-8 mencit di induksi bakteri Stapylococcus aureus secara Intraperitoneal, lalu dibedah dan diambil cairan peritoneumnya. Selanjutnya diamati di bawah mikroskop dengan bantuan alat hemositometer. Berdasarkan analisis statistik aktivitas fagositosis sel makrofag, pada dosis 400 mg/kg BB dan 800 mg/kg BB tidak beda nyata atau dikatakan memiliki efek yang sama dengan kontrol positif Imboost Force. Sedangkan pada analisis statistik kapasitas fagositosis sel makrofag tidak berbeda nyata antara 3 variasi dosis dengan kontrol positif Imboost force.
Evaluasi Kualitas Hidup Pasien Rawat Inap Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Kabupaten Larantuka NTT Nurshalati Tahar; Afrisusnawati Rauf; Nur Syamsi Dhuha; Fatima Abdurrahman
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i2.51045

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Penderita penyakit kronis khususnya penyakit diabetes melitus tipe 2 cenderung menggalami penurunan kualitas hidup. Kualitas hidup diharapkan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan fisik, status psikologik, tingkat kebebasan, hubungan sosial, dan lingkungan yang mereka tempati. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kualitas hidup penderita DM tipe 2 rawat inap di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Kabupaten Larantuka. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment, dengan mengisi kuesioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Quesionnaire (DQLCTQ). Sampel yang digunakan 34 pasien dengan teknik Consecutive Sampling. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Hasil: Dari hasil penelitian ini diperoleh skor rata-rata dari masing-masing aspek kualitas hidup penderita pasien rawat inap penyakit diabetes melitus RSUD dr. Hendrikus Fernandez sebagian besar dapat dikatakan memiliki kualitas hidup yang baik dan buruk dilihat dari bebrapa aspek untuk kualitas hidup yang baik yaitu kepuasan pengobatan dengan kategori puas sebanyak 34 orang (34%), kesehatan mental puas dengan hubungan pribadi dan keluarga sebanyak 24 orang (24%) dan kepuasan diet kategori tidak pernah memakan maknan yang tidak seharusnya sebanyak 19 orang (19%). Adapun kualitas hidup yang buruk yaitu aspek kesehatan fisik dengan kategori penyakit diabetes selalu mempengaruhi aktifitas dan sosial sebanyak 26 orang (26%), ketahanan fisik dengan kategori penyakit diabetes selalu membatasi kegiatan sebanyak 25 orang (25%), kesehatan umum dengan kategori kesehatan responden kurang sebanyak 23 orang (23%), gejala penyakit dengan kategori selalu merasa haus, lapar, dan buang air kecil sebanyak 25 orang (25%), kekhawatiran keuangan dengan kategori mahal biaya pengobatan penyakit dm tipe 2 sebanyak 24 orang (24%). Kesimpulan: Kualitas hidup pasien rawat inap dengan diabetes melitus di RSUD dr. Hendrikus Fernandez sebagian besar dapat dianggap baik berdasarkan beberapa aspek, termasuk kepuasan terhadap pengobatan, kesehatan mental, kepuasan terhadap hubungan pribadi dan keluarga, serta kepuasan terhadap pola makan (menunjukkan bahwa mereka tidak pernah mengonsumsi makanan yang tidak sesuai). Faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien diabetes tipe 2 meliputi kesehatan fisik, daya tahan fisik, kesehatan umum, kepuasan terhadap pengobatan, gejala penyakit, kekhawatiran finansial, kesehatan mental, dan kepuasan terhadap pola makan. Kata kunci: Diabetes Mellitus; Kualitas Hidup, Quality of Life Clinical Trial Quesionnaire (DQLCTQ)
PENYULUHAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL HABBATUSSAUDA UNTUK SISTEM IMUN DAN PENAMBAH DAYA INGAT BAGI SISWA MAN 2 KOTA MAKASSAR Dhuha, Nur Syamsi; Tahar, Nurshalati; Leboe, Dwi Wahyuni; Wahyuddin, Munifah; Khaerani, Khaerani; Nonci, Faridha Yenny
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT YAMASI Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Yamasi
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.495 KB) | DOI: 10.59060/jpmy.v2i1.280

Abstract

The use of black cumin as medicine or medicinal properties is in the seeds. The benefits of black cumin seeds are to treat various diseases such as strengthening the immune system, asthma, bronchitis, diabetes, increasing breast milk production, antihistamines or hypoallergenic, maintaining skin elasticity, antioxidants, antitumor, cancer, improving the digestive tract, antibacterial, lowering cholesterol and improve heart performance. In order to realize the degree of public health, it is necessary to carry out integrated and comprehensive health efforts in the form of individual health efforts and public health efforts. This community service aims to see how the level of knowledge of students at MAN 2 Makassar City about the use of Black Seed. Therefore, the results of this PKM show that it was synthesized by looking at the t count and t table for the two hypotheses. If (tcount) > ttable, then reject H0. Based on the analysis of the paired t test, if (tcount) is 4.86 and the ttable value for the two-way test is 2.11. Then, (t count) > ttable, then calculate H0 or in other words, that the means/average quiz results are significantly different from the means/average after being given counseling.
The Determination of Tartrazine and Sodium Benzoate Levels in Several Jelly Brands in Jeneponto Regency Using UV-Vis Spectrophotometry Dhuha, Nur Syamsi; Doloking, Haeria; Khaerani; Leboe, Dwi Wayuni; Ismail, isriany
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i2.63247

Abstract

Pendahuluan: Jajanan jelly merupakan produk pangan yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak dan umumnya mengandung bahan tambahan pangan berupa pewarna sintetis dan pengawet. Tartrazin sebagai pewarna kuning sintetis serta natrium benzoat sebagai pengawet sering digunakan untuk meningkatkan daya tarik dan memperpanjang masa simpan produk. Namun, penggunaan yang melebihi batas maksimum dapat menimbulkan risiko kesehatan. Tujuan: Menentukan kadar tartrazin dan natrium benzoat pada beberapa merek jajanan jelly yang dijual di Pasar Tradisional Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode: (1) Produk jelly memiliki komposisi tartrazin dan natrium benzoat, (2) beredar aktif di Pasar Bontoramba, dan (3) berasal dari produsen berbeda. Tartrazin dan natrium benzoat diekstraksi menggunakan teknik ekstraksi cair-cair, kemudian diukur secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Konsentrasi masing-masing analit dihitung berdasarkan kurva kalibrasi. Hasil: Kadar tartrazin diperoleh mulai dari di bawah batas deteksi hingga 1,08 mg/L, sedangkan kadar natrium benzoat berada pada kisaran 0,89–2,39 mg/L. Seluruh sampel menunjukkan kadar yang masih berada dalam batas aman menurut regulasi BPOM (300 mg/kg untuk tartrazin dan 600 mg/kg untuk natrium benzoat). Kesimpulan: Kadar tartrazin dan natrium benzoat pada seluruh sampel jajanan jelly yang dianalisis masih berada jauh di bawah batas maksimum penggunaan bahan tambahan pangan, sehingga dinyatakan aman dikonsumsi berdasarkan dua parameter tersebut. Pemantauan rutin tetap diperlukan untuk memastikan kepatuhan produsen terhadap standar keamanan pangan.  Kata Kunci: Tartrazin, Natrium Benzoat, Jelly, Spektrofotometri UV-Vis, Bahan Tambahan Pangan, Keamanan Pangan.