Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ABU BOILER DALAM MEMPERBAIKI C-ORGANIK DAN P-TERSEDIA SERTA HASIL CABAI MERAH (Capsicum annum L.) PADA ULTISOL Sinambela, Esther Leoni; Ermadani, Ermadani; Nasution, Hasriati
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 7 No. 1 (2024): Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/agroecotania.v7i1.42017

Abstract

Tanaman cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang memiliki tingkat permintaan pasar yang tinggi. Budidaya tanaman ini berpotensi untuk dikembangkan pada Ultisol dengan mengatasi kendala utama Ultisol yaitu tingkat kesuburan yang rendah. Pemberian hara dalam bentuk organik atau anorganik sangat membantu dalam perbaikan Ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk memperlajari pemanfaatan pupuk buatan, pupuk kandang ayam dan abu boiler dalam memperbaiki pH, C-tersedia dan P-tersedia serta peningkatan produksi cabai merah. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Jambi dari bulan Juni sampai November 2021. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan jumlah perlakuan 9 taraf yang diulang 3 kali. Taraf perlakuan adalah A0 Tanpa pupuk (kontrol), A1 (R), A2 (1/2 R + 5 ton/ha PKA), A3 (1/2 R + 10 ton/ha PKA), A4 (1/2 R + 5 ton/ha PKA + 5 ton/ha Abu Boiler), A5 (1/2 R + 10 ton/ha Abu Boiler), A6 (5 ton/ha PKA + 5 ton/ha Abu Boiler), A7 (5 ton/ha PKA + 10 ton/ha Abu Boiler) dan A8 (10 ton/ha PKA + 10 ton/ha Abu Boiler). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ½ rekomendasi + 10 ton/ha Abu Boiler mampu ningkatkan pH dan C-organik, namun tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan P-tersedia. Pemberian 1/2 rekomendasi pupuk buatan + 10 ton pupuk kandang ayam memberikan hasil panen tertinggi dan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Kata kunci : Ultisol, pupuk kandang ayam, abu boiler, pupuk buatan, P-tersedia, C-organik dan Ph
Pemberian Solid Decanter dan Pupuk P Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Tanah Ultisol Mulya, Anugrah Hadi; Irianto, Irianto; Ermadani, Ermadani
Jurnal Media Pertanian Vol 10, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v10i1.259

Abstract

Shallot (Allium ascalonicum L.) is an important horticultural commodity in Indonesia, but its productivity fluctuates, particularly in Jambi Province, where most agricultural land consists of low-fertility Ultisol soil. One solution to improve soil fertility is the use of solid decanter. This study aims to evaluate the effect of solid decanter on phosphorus availability from natural phosphate fertilizer, heavy metal reduction, and its impact on the growth and yield of shallots in Ultisol soil. Conducted in Kenali Asam, Jambi City, using a 4 × 4 factorial Randomized Block Design (RBD), the results show that the interaction between solid decanter and TSP fertilizer significantly affects plant height, bulb count, and bulb weight, but not leaf number or bulb size. The combination enhances nutrient absorption efficiency and supports optimal shallot growth. In conclusion, combining solid decanter and TSP fertilizer doses increases shallot yield, particularly in plant height, bulb count, and weight. 
IDENTIFIKASI KANDUNGAN TANAH DI KECAMATAN PEMAYUNG KABUPATEN BATANG HARI PROVINSI JAMBI Samsidar, Samsidar; maison, Maison; Ermadani, Ermadani; Latief, Madyawati; Fendriani, Yoza; Alrizal, Alrizal; Resta, Ichy Lucya; Riany, Hesti; Pebralia, Jesi
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 3 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i3.47051

Abstract

Informasi akan kandungan tanah penting diketahui sebagai dasar pengolahan pertanian. Pada Kabupaten batang Hari kecamatan pemayung Provinsi Jambi terdapat dua jenis tanah yang sering dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yaitu tanah Ultisol dan Inseptisol. Dalam pemanfaatan sebagai lahan pertanian terhadap kedua jenis tanah tersebut umumnya pelaku pertanian melakukan penanaman langsung sehingga sering kali mendapatkan hasil yang kurang optimal akibat ketidaksesuaian jenis tanaman dan pupuk yang digunakan, untuk itu pada penelitian ini dilakukan karakterisasi terhadap tanah tersebut. Sampel tanah diambil dari 6 titik lokasi dengan ukuran 1km x 2km, selanjutnya dilakukan preparasi untuk pengukuran unsur logam dengan menggunakkan X-Ray Fluorescence (XRF), uji kandungan C-Organik dan pH. Hasil pengujian XRF menunjukkan bahwa daerah aluvial (Inseptisol) memiliki kandungan Mg dan C-organik lebih tinggi daripada tanah Ultisol dimana rata-rata kandungan Mg >18% dan C-Organik >14% serta memiliki kandungan Al dan Si lebih rendah, dimana Al <20% dan Si <25%. Untuk nilai C- Organik tanah inseptisol (aluvial) memiliki C-organik lebih tinggi (>14%) dan pH lebih rendah (<5) dibandingkan dengan tanah ultisol. Dari hasil pengujian kandungan tanah diharapkan pelaku pertanian pada daerah tersebut dapat mengetahui gambaran kandungan tanah dengan cara melakukan pencocokan pendekatan terhadap sampel tanah yang telah dilakukan pengujian pada penelitian ini.
KAJIAN BEBERAPA KARAKTERISTIK TANAH GAMBUT PADA LAHAN TERBAKAR DAN TIDAK TERBAKAR DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Virmanto, Dedy; Sa'ad, Asmadi; Arsyad, AR; Ermadani, Ermadani
Jurnal Solum Vol. 19 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsolum.19.2.43-52.2022

Abstract

The excessive drainage system on peat causes the peat to dry out, especially during the dry season. This condition triggers the occurrence of extensive and intensive land fires, which causes changes in the characteristics of peat soils. This study aimed to study the characteristics of peat soil consisting of several physical and chemical properties of peat on burned and unburned land in oil palm plantations in Pematang Raman Village, Kumpeh District, Muaro Jambi Regency. The research was carried out using a survey method. Observation block area was determined by purposive sampling based on adjacent land conditions (burned and unburned). Observation points were set on a grid that was perpendicular to the canal with a horizontal distance of 200 m from 1000 m block length and a vertical distance of 50 m from 300 m block width with an area of each block + 30 ha. The time interval between the fire incident and sampling was 17 months. Soil samples were taken at a depth of 0-20 cm and 20-40 cm. The results showed that the physical and chemical properties of burnt and unburned peat showed differences in the level of maturity, physical and chemical properties of the soil. Burnt peat soil had a faster weathering rate as indicated by the dominance of the sapric maturity level in the top layer (0-20 cm) and below the surface (20-40 cm). The bulk density, ash content, and pH of the burned peat soil were higher, while the C-organic content, total N, C/N, and water content were lower.Keywords: burned; chemical and physical properties; peat soils