Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran Psikologi dalam Pencapaian Standar Pendidikan Nasional Gantina Komalasari Gantina Komalasari
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 17 No. 1 (2012)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol17.iss1.art10

Abstract

Among inmates, there is also silent community of drug users. Banceuy prison is the special prison in the city of Bandung, for inmates related to drug use crime. Recent data has shown that there are a lot of IDUs among inmates, and the cases of HIV positive among those are in the range of 20-53%. [(Banceuy- Bandung prison, 24% (2002); (Indonesian HIV/AIDS Prevention Care Project (IHCP) and Indonesian ealth Department, 2003)]. The Objective are to explore and understand the knowledge, perception and attitude of prison staffs regarding the program of reducing high risk behavior related to HIV among inmates. Method of data gathering is Focus Group Discussion, was collected from 42 out of 115 staffs and the analyze using qualitative approach. The conclusions is sometimes conflict between prison rules and prison staffs understanding, about handling the HIV/AIDS inmates creates uncertainty on implementing the policy (such as in the case of condom and MMT programs).Key-words : Prison staff, IDU's, Inmates, HIV/AIDS
MANAJEMEN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SMK DKI JAKARTA Fauzi Nur Ilahi; Gantina Komalasari; Dede Rahmat Hidayat
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The results of the guidance and counseling program audit also need to be socialized so that the program runs well and gets encouragement from other teacher personnel. To establish a quality guidance and counseling service program there needs to be a foundation or basis for formulating a program that fits the needs of students, so it is necessary to have stages of planning, dissemination of student needs, and program audits before being implemented to determine the extent to which the program has been implemented and be attained. The method used in this study is quantitative descriptive with the type of survey. The survey method is intended to obtain data from the description of the implementation of a guidance and counseling management system in State Vocational Schools in Jakarta City in particular. Out of the three schools audited the results of the programs carried out by Jakarta Vocational High Schools 6, Jakarta Vocational High Schools 29, and Jakarta Vocational High Schools  41 not running optimally
Gambaran professional quality of life guru bimbingan dan konseling Trias Ristian; Eka Wahyuni; Gantina Komalasari
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/159600

Abstract

Kualitas hidup profesional merupakan kualitas yang dirasakan seseorang berhubungan dengan pekerjaannya sebagai pemberi bantuan. Guru bimbingan dan konseling merupakan salah satu profesi yang memiliki peran untuk membantu konseli/ klien dalam menghadapi permasalahannya. Memiliki kualitas hidup profesional yang baik tentunya akan memiliki dampak yang baik tidak hanya untuk diri para pemberi bantuan dalam dunia pekerjaan maupun kehidupan pribadi mereka, tetapi juga akan berdampak pada konseli/ klien yang mereka bantu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian survei untuk melihat gambaran kualitas hidup profesional guru bimbingan dan konseling. Penelitian dilakukan kepada 93 orang guru bimbingan dan konseling di wilayah Jabodetabek dan 30 orang guru bimbingan dan konseling di wilayah non-Jabodetabek dengan total responden 123 orang guru bimbingan dan konseling. Hasil menunjukkan bahwa skor untuk aspek kepuasan welas asih (Compassion Satisfaction) sebesar 69.9% Sedang dan 30.1% Tinggi. Skor untuk aspek kelelahan (Burnout) sebesar 63.4% Rendah dan 36.6% Sedang. Skor untuk aspek stres traumatis sekunder (Secondary Traumatic Stress) sebesar 59.3% Rendah, 39.8% Sedang, dan 0.8% Tinggi. Secara keseluruhan dengan rata-rata skor kepuasan welas asih (Compassion Satisfaction) berada pada kategori sedang mendekati tinggi, skor kelelahan (Burnout) rendah, dan skor stres traumatis sekunder (Secondary Traumatic Stress) rendah, hal ini merupakan hasil yang positif. Namun untuk lebih meningkatkan kepuasan welas asih (Compassion Satisfaction) dan mengurangi maupun meminimalisir kelelahan (Burnout) dan stres traumatis sekunder (Secondary Traumatic Stress), peneliti merekomendasikan untuk peneliti selanjutnya mengembangkan buku manual pelatihan Compassion Cultivation Training (CCT) untuk meningkatkan kualitas hidup profesional (Professional Quality of Life).
Implementasi konseling individual dengan pendekatan person centered dalam menangani masalah konsep diri anak dari orang tua yang bercerai Gusliadi Gunawan; Gantina Komalasari; Herdi Herdi
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 9, No 4 (2021): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/170400

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah konsep diri negative anak dari orang tua yang bercerai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan konseling individual dengan pendekatan person centered untuk mengatasi konsep diri pada anak orang tua bercerai. Jenis penelitian iniadalah eksperimen one group design pre test dan post test, dengan teknik analisis data menggunakan product moment. Subjek penelitian ini adalah dua orang siswa kelas XI SMK Taruna Bhakti Depok. Teknik pengumpulan data menggunakan skala konsep diri dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan konsep diri terhadap siswa yang diberi layanan konseling individual dengan pendekatan person centered dalam mengatasi konsep diri anak dari orang tua bercerai. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan kedua subjek setelah pelaksanaan konseling.  Dapat disimpulkan bahwa  konseling individual dengan pendekatan person centered efektif digunakan dalam dalam mengatasi konsep diri anak dari orang tua bercerai.
STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI SISWA: SEBUAH STUDI PUSTAKA Heru Hermawan; Gantina Komalasari; Wirda Hanim
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Number 2, September 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v4i2.924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi landasan teori dan strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Untuk menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca ulang pustaka. Hasil penelitian ini adalah terelaborasinya landasan teori dan strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri secara utuh meliputi: 1) pengertian harga diri, 2) komponen layanan bimbingan dan konseling, 3) faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri rendah, 4) upaya meningkatkan harga diri, 5) strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri.
STUDI PERILAKU CYBERBULLYING SISWA SMAN DI DKI JAKARTA Gantina Komalasari; Nabilah Nabilah; Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.056 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.011.01

Abstract

Tingginya penggunaan Internet pada kelompok siswa juga turut mengembangkanperilaku bullying dari cara tradisional ke penggunan perangkat teknologi yang dikenal sebagaiperilaku cyberbullying, atas dasar itulah penelitian dilakukan dengan tujuan untukmemperoleh gambaran mengenai pelaku dan korban cyberbullying siswa di SMAN di wilayahDKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan menggunakanInstrumen cyberbullying ini dikembangkan oleh Smith, Mahdevi, Carvalho dan Tippet.Teknk analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukanbahwa 18%, n = 233 siswa di SMAN di DKI Jakarta menyatakan pernah melakukancyberbullying dan 28.4% siswa menyatakan mereka pernah menjadi korban cyberbullying.Kata kunci : cyberbullying
PROFIL CREATIVE-SELF OF WELLNESS MAHASISWA S1 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Evan Setiawan; Eka Wahyuni; Gantina Komalasari
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.63 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.042.05

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil creative-self pada mahasiswa S1 Fakultas Imu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Pendidikan angkatan 2011 s.d. 2014 sebanyak 3.291 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 317 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen creative-self yang dibuat berdasarkan teori the indivisible self dari Myers dan Sweeney, yang berisi 48 butir penyataan dengan lima pilihan jawaban yaitu selalu, sering, kadang-kadang, jarang, dan tidak pernah. Koefisien reliabilitas instrumen 0,923yang di intepretasikan sangat tinggi artinya instrumen reliable untuk digunakan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kategorisasi yang dibagi menjadi lima yaitu, sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil Peneliitian menunjukan bahwa pencapaian creative-self mahasiswa S1 FIP UNJ 17,61% pada kategori sangat tinggi, 64,47% pada kategori tinggi, 16,98% pada kategori sedang, dan 0,94% pada kategori rendah. Penemuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa S1 FIP UNJ memilik creative-self yang baikyang berarti mahasiswa memiliki kemampuan yang baik dalam berpikir secara aktif, terbuka, dan dapat berkreasi dalam pemecahan masalah, mampu menyadari perasaan dan berekspresi secara wajar, percaya pada kemampuan dirinya dan dapat menguasai dirinya, merasa nyaman dengan jurusan yang dipelajarinya, mampu mengatasi beban tugas yang ada serta mahasiswa mampu dengan baik mengunakan humor yang positif. Pencapaian creative-self yang tinggi berpengaruh positif terhadap keberhasilan akademik.Fakultas Ilmu Pendidikan diharapkan dapat memberikan sarana untuk mengembangkan creative-self mahasiswa dengan mengadakan kompetisi, diskusi terbuka, penelitian bersama antar jurusan, atau melalui kegiatan organisasi yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa FIP. Kata Kunci: Creative-Self, Mahasiswa
GAMBARAN PERMASALAHAN SOSIAL MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (Survei terhadap mahasiswa Strata 1 Angkatan 2013-2015) Nahriyatun Na’imah; Gantina Komalasari; Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.547 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.09

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran permasalahan sosial mahasiswa strata 1 Universitas Negeri Jakarta angkatan 2013, 2014 dan 2015. Penelitian menggunakan metode survei terhadap 3 angkatan mahasiswa UNJ dengan populasi penelitian sebanyak 18.138 mahasiswa dan teknik pengambilan sampel yaitu teknik insidental sebanyak 376 responden. Kuesioner yang digunakan peneliti terdiri dari 68 butir pernyataan yang didapat dari 8 indikator permasalahan sosial yang merujuk pada teori Steinberg yang kemudian dikembangkan oleh peneliti. Skala yang digunakan pada penelitian ini ialah skala Model Guttman. Validitas dan reliabilitas dihitung menggunakan SPSS 20.0 dengan jumlah pernyataan final sebanyak 68 pernyataan dan reliabilitas sebesar 0,710 sehingga dinyatakan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tertinggi terdapat pada indikator kecemasan sosial dengan persentase sebesar 30,27%, diikuti dengan indikator diskriminasi gender dengan persentase sebesar 27,13%. Kecemasan sosial dan diskriminasi gender merupakan permasalahan yang berdampak negatif terhadap prestasi akademik dan performa mahasiswa sebagai generasi muda. Adanya diskriminasi bahwa sosok pemimpin lebih diutamakan pada laki-laki dibandingkan perempuan dan adanya kecemasan yang berlebihan saat tampil di muka umum akan menghambat mahasiswa untuk berkompetisi, seiring berkembangnya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Mahasiswa UNJ sebagai calon pendidik diharapkan terbebas dari permasalahan sosial yang dimiliki agar menjadi pendidik yang profesional dan menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Kata Kunci: Permasalahan Sosial, Mahasiswa
CIPP Evaluation Model (Context, Input, Process, Product) Program For Strengthening Character Education Through Thematic Learning In The Era Of The Covid-19 Pandemic Siti Paridah; Otib Satibi Hidayat; Gantina Komalasari
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol18.no1.a5213

Abstract

The background of this research is that the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product) is one of the comprehensive evaluation models carried out in the world of education, and the phenomenon of bullying in elementary schools reinforces the need for strengthening character education, especially now that the covid-19 pandemic is strengthening. Character education is needed, one of which is through thematic learning. The method used in this research is a literature review study. This study uses the critical appraisal method to determine the success of the CIPP evaluation model in the PPK program through thematic learning in the covid-19 pandemic era and to determine the effectiveness of thematic learning in the PPK program in the covid-19 pandemic era.The results of the study show that 1) in maintaining the success of the CIPP evaluation model in the PPK program through thematic learning of the covid-19 pandemic era, a comprehensive evaluation is carried out consisting of; evaluation of the context covering the basis of policies, perceptions of needs and objectives of character education programs, evaluation of inputs which include planning, strategy, organizational structure design, implementation procedures and availability of character education program resources; process evaluation which includes coordination, implementation and supervision of the implementation of character education programs; and product evaluation which includes the achievement and impact of character education programs, 2) in the effectiveness of thematic learning in the covid-19 pandemic era PPK program, namely the implementation of online learning containing character education in the covid-19 season including; course design (course design); learner motivation; time management (time management); and convenience with online technologies (comfortabeness with online technologies).
KOPING STRES WANITA MENIKAH YANG BELUM DIKARUNIAI ANAK GANTINA KOMALASARI; RIZKA SEPTIYANTI
Journal of Research and Measurement in Psychology Vol 6 No 2 (2017): JPPP: Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, Vol 6 No 2 Oktober 2017
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPPP.062.01

Abstract

Getting married is a phase in the cycle of human life. The purpose of marriage are very diverse one of which is the desire to have a child as a complement in a family. For some people in Indonesia, to have children as the successor of their generations is a must. Even though most of married couple want to have a child, but unfortunately not every married couple are blessed with child. This can be caused by several factors, one of which is a biological factor, namely infertility. This study was conducted to determine coping strategies that are more often used by married women while facing the stress due to not having children. This study used quantitative method. The instrument used to measure coping stress is a modified inventory of The Ways of Coping (WOC) and associated with a stressor of infertility from The Infertility Problem Inventory (FPI) with coefficient Cronbach Alpha 0,88. The sample for this study is 42 subjects, with non-probability sampling technique and incidental technique. Data was analyzed using Winstep software (RASCH Model) version 3.73 and SPSS version 16.0. The result of this research shows that married women more often use emotion focused coping strategy in facing stress because haven’t been blessed with child, with percentage equal to 67,33%.